Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 104


__ADS_3

Akhirnya Anita memberitahu kepada dokter Anwar, bahwa adik dan keluarganya telah sepakat untung memilih jalan operasi caesar terhadap Zahwa jika sampai ke esokan harinya ia tidak juga sadarkan diri, hal itu mereka lakukan agar bisa menyelamatkan bayi Zahwa yang kian hari kian melemah dan hal itu juga dapat membuat keadaan Zahwa akan kembali memburuk.


Setelah Anita pergi dari hadapan semua orang untuk menemui dokter Anwar, Anton pun memutuskan untuk pergi ke musholah yang ada di dalam lingkungan rumah sakit keluarganya itu, setelah mengambil wudhu Anton terlihat duduk bersila menunggu Adzan Dzuhur selesai berkumandang.


Adzan pun selesai berkumandang, Anton dan jamaah lainnya segera melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, setelah selesai melaksanakan sholat dan berdoa, satu persatu terlihat orang orang mulai meninggalkan musholah itu, namun tidak dengan Anton.


Ia terlihat mengangkat kembali kedua tangannya dan berdoa dengan diiringi tangisan, ia memohon pertolongan terhadap Allah agar memberikan mukjizatnya terhadap Zahwa, dan istrinya itu bisa segera sadarkan diri.


Tanpa Anton sadari ternyata dirinya di perhatikan oleh seorang ustad yang menjadi imam saat memimpin sholahnya tadi, ustad itupun merasa sangat sedih mendengarkan setiap kata kata do'a yang sedang Anton ucapkan.


Anton selesai dengan do'anya, ia kembali menangis hingga membuat ustad tersebut merasa ingin menghampiri Anton, dan menghiburnya.


"Assalammualaikum." sapa sang ustad itu menghampiri Anton.


"Waalaikum salam." Anton mengusap wajahnya, lalu menolehkan kepalanya menghadap sumber suara yang menyapanya.


"Ikhlas nak itu kunci utamanya, maaf jika saya sudah lancang mendengarkan semua keluh kesah di dalam do'a mu nak." ujar ustad itu, dan Anton hanya terlihat mengangguk sambil melempar senyum kecilnya.


"Apa yang sudah kita tanam, maka itulah yang akan kita tuwai nak, jika kita sudah berusaha untuk hidup dengan baik tapi cobaan masih saja kita rasakan menghampiri tiada henti, itu artinya kita adalah salah satu orang orang pilihan Allah yang ia anggap special, mampu menghadapi setiap ujian yang datang menghampiri kita secara bertubi tubi, guna untuk mengangkat derajat kita lebih tinggi dihadapannya bukan dihadapan manusia lainnya. Jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar dan ikhlas nak, karna Allah tidak akan memberikan hambanya cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Pesan saya cobalah ikhlas dengan apa yang sudah terjadi dan teruslah perbaiki dirimu." ucap pak ustad itu, lalu ia pun berusaha berdiri dan pergi keluar dari musholah itu.


"Terima kasih pak ustad." ucap Anton.


"Assalammualaikum." jawab ustad itu lalu tersenyum dan pergi.

__ADS_1


"Waalaikum salam." jawab Anton.


Anton kembali mengingat semua kesalahan kesalahannya dimasa lalu, disaat ia melalaikan perintah Allah dan melakukan semua larangan Allah hanya karna ia ditinggal pergi oleh Sarah saat akan melangsungkan pernikahan mereka. Anton pula sering tanpa sadar telah menyakiti hati kedua orang tuanya, hanya karna ia tidak terima dengan perjodohannya dengan Zahwa, bahkan ia juga selalu berbohong kala itu, kepada kedua istrinya karna ingin menutupi sikap tidak adil yang selama ini ia lakukan saat Sarah masih menjadi istrinya.


"Ya allah ampunilah segala kekhilafan dan dosa dosa hamba selama ini, jika ini semua adalah teguran dari mu untuk hamba, maka hamba mohon biarkanlah hamba saja yang mendapatkan semua hukuman ini dan jangan biarkan anak dan istri hamba menjadi korban dari semua kejahatan yang pernah hamba perbuat. Hamba mohon sadarkanlah istri hamba ya allah dan berilah perlindungan terhadap anak kami, agar ia bisa terlahir dengan normal."


Anton mengusap air matanya setelah ia menyelesaikan do'anya, lalu berniat untuk keluar dari musholah itu, namun tiba tiba mata Anton menangkap sebuah Al Qur'an berukuran kecil, dan entah kenapa hatinya tergerak untuk meminjam dan membawa Al Qur'an itu, setelah ia mengambil Al Qur'an itu, Anton pun memutuskan untuk kembali keruangan ICU.


Sambil berjalam menuju ruangan Zahwa, Anton menatap Al Qur'an berukuran kecil itu, lalu Ia bergumam di dalam hatinya.


Rasanya aku sudah cukup lama tidak membaca ayat ayat suci Al Qur'an ini. Mungkin Zahwa akan merasa senang jika mendengar aku lantunkan bacaan ayah suci Al'Quran ini. Batinnya sambil tersenyum.


Anton terlihat begitu bersemangat bahkan senyum tipis pun terlihat diwajahnya saat ia menyapa mama dan ibu mertuanya.


"Waalaikum salam nak." jawab mereka.


"Di mana papa ma.?" tanya Anton yang melihat ayah mertuanya hanya seorang diri disana tanpa ditemani pak Gunawan.


"Papa mu sedang keluar nak, dia bilang ada urusan sebentar." jawab mamanya.


"Ayah, ibu, sebaiknya kalian beristirahat saja dirumah, biar saja Anton yang menjaga Zahwa disini, mama juga sebaiknya pulang saja dan beristirahat dirumah." ujar Anton. Meski terlihat aneh dengan perubahan sikap Anton yang jauh lebih tenang, namun mereka merasa senang melihat Anton yang mulai ceria menghadapi masalahnya.


"Tidak nak, tidak apa apa ibu disini saja ikut menjaga Zahwa, dan sebaiknya kamulah yang harus beristirahat dulu An, semalaman kamu tidak tidur." ujar ibu mertuanya.

__ADS_1


"Iya An, lebih baik kamu beristirahat diruangan kakak mu, biar saja mama dulu yang disini." timpal mamanya.


"Tidak ma, aku ingin mengaji disamping Zahwa, mungkin dia akan merasa jauh lebih tenang jika mendengar lantunan ayat ayat suci, lagi pula rasanya sudah lama sekali Anton tidak mengaji." ujar Anton.


Pak Rahmat tersenyum senang mendengar ucapan menantu laki satu satunya itu, perubahan sikap Anton membuatnya merasa lebih tenang dan akhirnya ia pun membujuk buk Ningsih agar mau pulang dan beristirahan dirumah Anton, karna ia juga tidak ingin istrinya itu sakit karna terlalu lelah.


"Bu, rasanya Anton ada benarnya juga, lebih baik ibu beristirahat saja dulu dirumah, semalaman ibu juga tidak bisa tidur kan.?" ucap pak Rahmat.


"Tapi pak,?" bu Ningsih seperti tidak rela meninggalkan anaknya.


"Bu, Anton akan menjaga Zahwa dengn baik, jika Zahwa siuman Anton akan segera memberi tahu ibu dan ayah secepatnya." ujar Anton membujuk ibu mertuanya. Dan akhirnya bu Ningsih pun mau mengikuti saran Anton dan pulang bersama suaminya dengan diantarkan sopir rumah sakit yang kebetulan sedang tidak bertugas.


"Ma, mama juga sebaiknya beristirahat dulu, mama harus jaga kesehatan juga, mama tidak ingin kan sakit saat bayi Anton lahir." ucap Anton dengan tersenyum.


Dan entah kenapa ucapan Anton membutnya terharu hingga akhirnya mama Melinda pun jadi menangis mendengar ucapan Anton, ia merasa senang dan sedih campur jadi satu, karna merasa ada semangat baru yang menghampiri putranya itu. Karna tidak mau membuat Anton sedih, akhirnya mama Melinda pun memutuskan untuk beristirahat diruangan Anisa yang juga masih disana, dan berniat ikut pulang bersama anak dan cucu barunya itu.


Anton segera masuk kedalam ruangan Zahwa, ia mengucapkan salam sambil tersenyum seolah olah istrinya itu dapat mendengarkannya, lalu Anton menghampiri istrinya dan mengusap serta mencium kening istrinya berkali kali, ia pun duduk dan menggenggam tangan Zahwa lalu berbicara lembut kepada istrinya yang sedang terbaring.


"Sayang, kamu harus segera sadar ya, kamu pasti mendengarkan ucapan mas sayang. Mas tahu kamu adalah prempuan yang paling kuat dan hebat yang pernah mas kenal, jadi mas yakin kamu mampu melewati semua ini, dan bisa menyelamatkan bayi kita Za. Maafkan mas selama ini telah membuat kamu terluka ya sayang, setelah ini apapun akan mas lakukan asal bisa membuat hidup mu lebih bahagia. Anak adalah impian ku sejak lama sayang, meski sebenarnya mas tidak menyangka bahwa kamulah yang akan memberikannya kepada mas, jujur dulu mungkin aku sangat menginginkan bayi lahir dari prempuan lain, dan sama sekali tidak pernah terbesih di fikiran mas bahwa kamulah yang akan memberikan mas keturunan. Tapi sekarang mas sangat sangat bersyukur, karna anak ku akan terlahir dari rahim wanita sholeha, sabar, tegar, dan cantik seperti mu, entah bagaimana caranya mas mengungkapkan rasa syukur ini kepada Allah, tapi mas yakin Allah pasti tahu isi hati mas yang sangat berterima kasih kepadanya karna telah memberikan mu kepadaku." Anton tersenyum sambil meneteskan air mata saat bergumam sendiri dihadapan istrinya, dan entah keajaiban apa yang datang hingga Zahwa terlihat melinangkan air mata dari sudut matanya yang masih terpejam itu.


"Mas, tahu kamu pasti mendengarnya sayang." ucap Anton lalu menciumi kening istrinya lagi berkali kali.


Anton pun mengusap air mata dari sudut mata istrinya itu, lalu ia pun duduk kembali dikursi yang ada disamping tempat Zahwa terbaring, dan Anton pun mulai melantunkan ayat ayat Al Qur'an yang ia bawa dari musholah.

__ADS_1


__ADS_2