
Kecelakaan yang menimpa salah satu keluarga Gunawan itu, kini menjadi trending topik terhangat saat ini, berbagai media sosialpun banyak yang sedang membicarakannya, bahkan hanya dalam hitungan menit, akun akun yang memposting foto kejadian dan korban pun telah dibanjiri banyak komentar belasungkawa dari para netizen.
Seketika kantor yang di pimpin oleh Anton pun menjadi riuh karna membicarakan prihal kecelakaan yang menimpa istri presedir mereka. Banyak karyawan meresa sedih dengan kejadian yang menimpa istri dari atasannya itu, bukan tanpa alasan mereka ikut merasakan kesedihan itu juga, hal itu terjadi karena Anton adalah sosok pemimpin, yang sangan baik hati, ramah dan juga tegas.
Setelah mendengar ucapan Rina, Nazwa pun terlihat begitu kaget dan syok, air matanya tak henti hentinya mengalir, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk meminta Izin keluar dari kantor dan ingin segera menuju rumah sakit milik keluarga Anton tersebut.
Sementara itu, Rangga yang memang tidak mengetahui prihal kecelakaan yang dialami istri atasanya, terlihat keluar dari ruangannya dan ingin menemui Nazwa untuk membahas keberangkatan mereka yang di perintahkan oleh pak Anton, namun setelah sampai di meja kerja Nazwa, ia sama sekali tidak menemui keberadaan Nazwa di tempatnya.
"Rina!" Panggil Rangga yang sudah terlihat berdiri disamping meja kerjanya.
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu." jawab Rina yang terlihat langsung berdiri dari duduknya.
"Apa kamu melihat Nazwa, kenapa dia tidak berada di meja kerjanya.?" tanya Rangga lagi.
"Oh, Nazwa baru saja pamit pulang pak, dia ingin pergi kerumah sakit." ujar Rina menjelaskan.
"Rumah sakit, dia sedang sakit.?" tanya pak Rangga lagi.
"Bukan pak, tapi istri pak Anton, yang mengalami kecelakaan tabrak lari." jelas Rina lagi.
"Astaghfirullah hal Azim, yang benar kamu.? Tapi apa hubungannya dengan Nazwa.?" Rangga pun terlihat terkejut dan juga bingung.
"Iya benar pak, sudah banyak media sosial yang memberitakannya. Dan ternyata Nazwa itu adik dari istri pak Anton pak, itu sebabnya dia tadi meminta izin untuk pulang dan ingin segera menuju ke rumah sakit." ucap Rina.
"Oke, baiklah, silahkan kembali berkerja." ucap pak Rangga. lalu ia pun terlihat kembali menuju ruangannya.
"Baik pak." jawab Rina, lalu ia pun kembali mengerjakan laporanya.
Jadi Nazwa adalah adik ipar pak Anton, ternyata aku salah selama ini, menduga bahwa Nazwa adalah istri pak Anton. Lalu bagaimana keadaan istri pak Anton saat ini, semoga saja allah selalu melindunginya. batin Rangga, lalu ia pun kembali mempersiapkan laporan yang akan ia bawa
meninjau proyek di kota XX.
***
Ternyata kecelakaan yang terjadi kepada Zahwa bukan saja mengejutkan tanah air, tapi juga hingga keluar negeri.
__ADS_1
Didalam sebuah kamar yang berukuran cukup besar pada sebuah rumah, Reyhan terlihat sedang membuka salah satu akun yang ia gunakan, dan ia pun merasa sangat terkejud dengan pemberita yang menimpa Zahwa menantu dari pak Ginawan.
Reyhan pun segera menghubungi Anton untuk mencati tahu kebenarannya, namun sayang sekali tidak ada jawaban dari sahabatnya itu, karna tak mendapat respon akhirnya Reyhan berusaha menghubungi kak Anita, dan ternyata ponsel Anita pun tidak dapat untuk dihubungi.
Karna tak mendapatkan jawaban dari siapapun akhirnya Reyhan mencoba untuk menghubungi Rangga dan mencari tahu keadaan Zahwa, karna ia tahu kalau Rangga berkerja di perusahaan Anton.
"Asaalammualaikum." terdengar ucapan Rangga dari seberang sana.
"Waalaikum salam." jawab Reyhan.
"Ada apa mas, tumben menelpon saya.?" tanya Rangga.
"Ah tidak ada apa apa, mas cuma mau tanya, perihal kecelakaan yang dialami istri Anton, apakah semua itu benar.?" ucap Reyhan.
"Iya mas, kabarnya begitu, saya juga tidak tahu pasti, tapi para karyawan disini bilangnya begitu, karna saya juga kurang begitu update dengan media sosial." jelas Rangga.
"Oh iya, kamu kan memang kudet, hahaha." ujar Reyhan yang disambung tawa bahagianya, lalu menutup sambungan telponnya tanpa mengucapkan salam.
"Wa'alaikum salam." Rangga menutup pembicaraan mereka dengan mengucapkan salam, meski kakak sepupunya itu telah memutus sambungan telpon terlebih dahulu seenaknya.
Reyhan terus saja mencari informasi tentang kecelakaan yang dialami Zahwa. Karna ia tidak dapat menghubungi Anton dan Anita, jadi ia memutuskan untuk mencari tahu dari teman dan rekan bisnis Anton. Hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan info yang menurutnya benar benar akurat.
Dan saat ia mengetahui bahwa rumah tangga sahabatnya itu telah membaik, maka Reyhan memutuskan untuk tidak lagi mendekati dan mengganggu rumah tangga mereka. Namun karna mendengar kecelakaan yang dialami Zahwa, hati Reyhan pun terasa begitu sedih dan gusar.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk memesan tiket pesawat kepulangan ke indonesia, untuk mengetahui keadaan Zahwa sekaligus meminta maaf kepada sahabatnya itu atas kekacawan yang pernah terjadi ulahnya, meski pun terkadang ia merasa ragu bahwa Anton akan menerima permohonan maafnya itu nanti.
***
Diwaktu yang sama, saat tiba dirumahnya setelah menghantar temannya, mama Sarah terlihat begitu panik, ia segera keluar dari dalam mobil dan berlari menuju kamar, bahkan ia sama sekali tidak memperdulikan saat pembantunya ingin berbicara kepadanya.
"Lah, itu si nyonya kenapa ya, kok kaya ketakutan gitu sih,? seperti habis dikejar kejar setan saja, padahan akukan mau bilang kalau bahan makanan sudah habis." ujar pembantunya yang kebingungan melihat tingkah majikannya.
Mama sarah pun segera masuk kedalam kamar dan mengunci dirinya, ia masih terlihat sangat panik hingga membuat dirinya tidak tenang dan mondar mandir tidak karuan.
Sempat terlintas difikirannya untuk kabur, namun ia merasa takut jika sekarang polisi sedang berkeliaran mencarinya diluaran sana, dan memutuska menunggu waktu yang tepat di malam hari saja.
__ADS_1
"Kenapa jadi begini sih, aku kan hanya ingin memberinya pelajaran sedikit saja, dan tidak berniat membutnya terluka parah begitu, salah dia sendiri kenapa harus membenturkan kepalanya di trotoar. Aku harus kabur, aku gak mau kalau sampai masuk penjara, tapi pasti sekarang polisi sedang berkeliaran mencari siapa pelakunya. Tidak, tidak, tidak, aku harus menunggu waktu yang tepat. Nanti malam, ya nanti malam saja aku pergi." ujarnya yang terdengar panik dan mondar mandir seperti kehilangan akal.
***
Di rumah sakit, ketegangan masih saja terlihah diraut wajah Anton dan kedua orang tuanya, air mata pun masih jelas terlihat membasahi pipi.
Nazwa yang telah tiba disana, seketika berlari kepelukan mama Melinda, dan hal itu pun menimbulkan keharuan juga air mata diatara keduanya.
"Sudah sayang, kita do'a kan saja kakak mu selalu dalam lindungan Allah ya." ujar mama Melinda yang terlihat merusaha menghapus air mata Nazwa dengan kedua ibu jarinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Zahwa tante.?" tanya Nazwa dengan sesengukan.
"Tante juga tidak mengerti sayang, tapi semoga yang menabrak Zahwa bisa segera tertangkap ya." jelas mama Melinda lagi, dan Nazwa hanya terlihat menganggukkan kepalanya.
Tiba tiba seorang security pun datang menghampiri pak Ginawan, ia terlihat menyampaikan sesuatu kepada pak Gunawan, namun ia hanya terlihat berbisik bisik, berusaha berbicara dengan sangat pelan karna tidak ingin yang lain mendengar pembicaraannya.
Entah apa yang ia sampaikan, hingga akhirnya mampu membuat pak Gunawan pergi dari ruang tunggu operasi itu, lalu ikut bersama security tersebut.
"Selamat siang pak." ucap seorang security lain yang terlihat duduk di depan komputer.
"Hmm, coba tunjukan rekaman itu." ujar pak Gunawan yang ternyata di bawa security tadi keruang pemantauan kamera CCTV.
"Baik pak." lalu security itu pun memutar dan menunjukkan kembali vidio kejadian saat mama Sarah sedang memaki maki Zahwa, menantunya yang kini sedang terbaring tidak berdaya.
Seketika wajah pak Gunawan terlihat merah padam, ia merasa begitu kesal dan marah ketika mendengar ucapan mama Sarah yang jelas terdengar dan terekam oleh CCTV canggih itu. Pak Gunawan pun mencoba untuk menghubungi pihak kepolisian dan berniat menyerahkan rekaman tersebut, sebagai alat bukti tindakan pencemaran nama baik, karna apa yang dilakukan mama Sarah telah membuat menantunya itu merasa sedih dan terluka sekaligus mencoreng nama baiknya.
Tidak perlu menunggu lama, akhirnya komandan yang memimpin penanganan kasus tabrak lari Zahwa pun datang, dan melihat rekaman tersebut, dan setelahnya ia meminta izin kepada pak Gunawan untuk membawa rekaman tersebut, karna bisa saja rekaman itu dijadikan petunjuk lainnya.
Dan pada saat sedang ingin masuk kedalam mobil, komandan itu pun mendapat telpon dari bawahannya.
"Selamat siang ndan." terdengar ucapan dari telponnya.
"Selamat siang, ada informasi terbaru.?" tanya komandan itu.
"Ia ndan, kami telah mengetahui pemilik mobil tersebut. Dan ternyata pemiliknya kini sedang berada di Bali, tapi ibu dari pemilik mobil itulah yang membawa mobil itu hari ini. Kami juga telah mencari tahu kemana saja perginya mobil tersebut hari ini, dan kebetulan mobil itu terakhir kali terlihat berada di rumah sakit yang berada di depan TKP." jelasnya.
__ADS_1
"Kalau begitu perintahkan beberapa orang untuk mengawasi rumah pengendara tersebut, lalu tunggu aba aba saya untuk tindakan selanjutnya." ujar komandan itu.
"Siap ndan." ucapnya lagi lalu memutus panggilan telponnya.