Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 124


__ADS_3

Nazwa memberi salam, lalu melangkah masuk kedalam rumah, dan saat hendak menuju kedalam kamarnya, ia bertemu dengan bibiknya bu Ningsih, yang terlihat sedang berada diruang keluarga.


"Astaghfirullah, Nazwa itu kenapa dahi mu nak.?" tanya bu Ningsih, ia terlihat begitu terkejut melihat dahi Nazwa yang memar akibat terbentur, bu Ningsih lalu mendekati Nazwa untuk melihat lebih dekat lagi.


"Uwak, ah ini, tidak apa apa wak, aku hanya terbentur sedikit tadi." jawab Nazwa.


"Tapi ini memar sayang, pasti sakit, kalau begitu biar wak ambilkan salep ya, untuk mengurangi rasa sakitnya." ucap bibinya.


"Iya wak." jawab Nazwa.


Tak lama kemudian bu Ningsih datang dengan membawakan salep, ia menemui Nazwa yang telah berada di dalam kamar, dan segera mengoleskan salep pada dahi Nazwa yang terlihat memar.


"Auu." Nazwa merasakan sedikit sakit di dahinya.


"Sakit ya.?" tanya waknya.


"Sedikit wak."


"Kenapa bisa seperti ini sih, lain kali lebih hati hati dong Nazwa." ujar bu Ningsih.


"Iya wak, terima kasih ya wak." ucap Nazwa sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu wak keluar dulu ya, segera bersihkan diri mu." ucap uwaknya lagi.


"Iya wak." jawabnya Nazwa.


"Haah.., kalau di fikir fikir tingkah pak Rangga kadang begitu lucu." ucap Nazwa sendiri, ia pun membantingkan tubuhnya diatas tempat tidur, lalu tiba tiba ia teringat saat saat bersama pak Rangga, hingga membuatnya tersenyum mengingat semua kejadian kejadian lucu saat pertama bertemu dengan atasannya itu.


"Astaghfirullah hal azim kenapa aku jadi kepikiran pak Rangga sih, ya Allah ada apa dengan ku.?" Nazwa pun tersadar dari lamunannya dan segera membuang fikirannya tentang Rangga jauh jauh.


Nazwa segera bangkit dari tidurnya, lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Senja pun berganti dengan malam, matahari yang bersinar begitu terang, kini kedudukannya telah digantikan oleh sinar rembulan yang tidak kalah cantik memberikan sinar terangnya di bumi.


Usai melakukan makan malam, Nazwa, bibi dan pamanya terlihat berbincang bincang diruang keluarga sambil menonton televisi.


Sedangkan Anton dan Zahwa memilih untuk makan malam di dalam kamar. Sebenarnya Zahwa ingin sekali untuk keluar dari dalam kamarnya dan makan malam bersama kedua orang tuanya, namun Anton selalu melarang dengan alasan tak ingin terjadi sesuatu terhadap dirinya dan juga bayi mereka, jika Zahwa terlalu banyak bergerak naik dan turun tangga.


Akhirnya Zahwa lah yang harus mengalah, karna ia mengerti apapun yang dilakukan suaminya itu demi kebaikan dirinya dan juga buah hati mereka.


Saat Nazwa sedang berbincang bincang dengan paman dan bibinya, tiba tiba terdengar ketukan dari pintu rumah, mereka pun bertanya tanya siapakah tamu yang datang itu.


"Siapa itu Na.?" tanya pamannya.


"Nazwa juga tidak tahu wak, mungkin saja teman mas Anton." jawab Nazwa.

__ADS_1


"Biar wak bukakan pintu." ujar bibiknya.


"Tidak perlu wak, biar Nazwa saja." jawab Nazwa lalu ia pun bangkit dari duduknya.


"Ya sudah."


Nazwa pun melangkah mendekati pintu, dan saat ia membuka pintu tampaklah Reyhan yang sedang berdiri dihadapannya.


"Assalammualaikum Nazwa." sapa Reyhan.


"Waalaikum salam, mas Reyhan." jawab Nazwa.


"Maaf mengganggu mu, aku hanya ingin bertemu dengan Anton." ujar Reyhan.


"Tidak apa apa, mas Anton ada di dalam kamarnya, silahkan masuk mas." ucap Nazwa dengan tersenyum.


"Terima kasih Nazwa." lalu Reyhan pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Kalau begitu biar saya panggilkan mas Anton." ucap Nazwa.


"Hmm, iya." jawab Reyhan.


Nazwa pun melangkah masuk menuju kamar Anton, memberitahukan keberadaan Reyhan kepada kakak iparnya itu.


"Za, Mas.." panggil Nazwa, dan tak lama pun pintu kamar terbuka.


"Ada apa Na.?" tanya Anton.


"Maaf mas, di bawah ada mas Reyhan ingin bertemu." jelas Nazwa.


"Baiklah, tolong bilang sebentar lagi aku akan menemuinya." jawab Anton.


"Iya mas." jawab Nazwa.


"Nazwa, tolong buatkan kopi ya, buat Reyhan dan aku juga." ucap Anton lagi.


"Baik mas." lalu Nazwa pun turun dan menuju dapur untuk membuat kopi untuk Anton dan juga Reyhan.


"Ada apa mas.?" tanya Zahwa yang terlihat duduk bersandar diatas tempat tidurnya kepada suaminya.


"Reyhan ada di bawah ingin bertemu dengan mes. Mas tinggal dulu ya sayang." ucap Anton dengan tersenyum, lalu ia pun mencium kening istrinya.


"Iya mas." jawab Zahwa.


Anton keluar dari dalam kamarnya dan segera menemui Reyhan yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Rey.!" Sapa Anton.


"Hey An." ucap Reyhan juga.


"Ada apa, tumben sekali tidak menelpon ku dulu sbelum kemari.?" tanya Anton.


"Ah, dulu juga aku selalu kemari tanpa memberitahu mu, yang penting aku bisa sampai kemari bertemu dengan Zahwa, dan itu juga atas perintahmu kan." jawab Reyhan dengan senyum tipis di wajahnya, ia bermaksud menggoda Anton dengan mengatakan masa lalu saat ia berusaha mendekati Zahwa atas perintah Anton.


"Ssssttt.." anton meletakkan jari telunjuknya tepat dibibirnya, berusaha untuk menghentikan ucapan sahabatnya itu.


"Jaga ucapan mu, bisa jadi masalah kalau sampai kedua mertua ku mendengarnya lagi dari mulut mu." ucap Anton sambil melotot kepada Reyhan, membuat Reyhan tertawa terbahak bahak melihat tingkah Anton yang memarahinya.


"Sorry, sorry An, aku tidak bermaksud membuat masalah untuk kedua kalinya dengan mu." ucap Reyhan.


Tidak lama Nazwa pun datang dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi di tangannya, ia segera meletakan gelas kopi itu di hadapan Reyhan dan Anton.


"Silahkan mas." ucap Nazwa.


"Terima kasih Na." ucap Anton.


"Sama sama mas." jawab Nazwa, lalu ia kembali kedalam. Sedangkan Reyhan terlihat terpaku saat melihat Nazwa, matanya pun menatap punggung mengikuti langkah kaki Nazwa, saat gadis itu pergi dari hadapan mereka tanpa berkedip sedikit pun.


"Hey." Anton melambaikan tangannya kehadapan wajah Reyhan, namun laki laki itu masih belum menyadarinya.


"Rey.!" panggil Anton dengan sedikit lebih keras sambil memukul pelan lengan sahabatnya itu.


"Eh, ada apa An.?" tanya Reyhan yang sedikit kaget dengan tindakan Anton.


"Air liur mu jatuh tu." ucap Anton menggoda Reyhan. Reyhan pun terlihat mengusap bibirnya.


"Kurang ajar lu An." ucap Reyhan yang sadar telah di jahili oleh Anton, sedangkan Anton kini balik menertawai tingkah Reyhan.


"Kenapa, kamu suka dengan Nazwa.?" tanya Anton lagi.


"Namanya juga laki laki, aku masih single lho." jawab Reyhan.


"Dasar mata keranjang." ucap Anton lagi.


"Hey, memangnya sudah berapa banyak wanita yang aku dekati selain Zahwa istri mu.?" tanya Reyhan.


"Udah deh gak usah mulai, berhenti menyebut nyebut nama istriku, sebelum aku benar benar jadi cemburu dengan mu." ujar Anton, dan lagi lagi Reyhan tertawa terbahak bahak di buatnya.


"Oke oke An, sorry." jawab Reyhan.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentunya dengan tema lain, bahkan mereka merencanakan untuk berkerja sama dalam bisnis baru mereka.

__ADS_1


__ADS_2