
Anton dan Zahwa keluar dari apartemen Sarah setelah mereka selesai dengan pembicaraannya. Anton terlihat tersenyum sambil menggandeng tangan Zahwa, hatinya terasa lega karna akhirnya kerumitan dalam rumah tangganya kini telah terselesaikan. Berbeda dengan Zahwa ia masih tampak bersedih dengan keputusan Sarah, ada sesuatu yang masih mengganjal dihatinnya, dan ia sendiri bingung entah perasaan apa yang melanda hatinya.
Saat berada di tempat parkir mobil, Anton berniat ingin membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Zahwa masuk, namun tiba tiba Zahwa memanggil suaminya dan meminta maaf kepada Anton.
"Mas." Panggil Zahwa, ia memegang tangan Anton yang terlihat ingin membuka pintu mobil.
"Iya Sayang, ada apa.?" jawab Anton, dan niatnya membuka pintu mobil pun terhenti.
"Aku ingin meminta maaf kepada mu mas, karna aku gagal untuk menyatukan kembali kamu dengan Sarah." ucap Zahwa.
"Saayang.. sudahlah ini semua bukan salah mu sayang, Sarah sendiri yang memutuskan untuk bercerai bukan." jawab Anton, lalu memegang kedua tangan istrinya itu.
"Tapi mas, apa kamu tidak akan marah dengan ku, aku yang sudah membuat Sarah meminta cerai dari mu. Tapi aku juga sudah berusaha sebisa ku mas untuk mencegahnya, maaf kan aku." ucap Zahwa dengan meneteskan air mata. Sungguh Zahwa benar benar merasa khawatir Anton akan membencinya lagi.
Anton tersenyum mendengar ucapa istrinya, dan dengan cepat ia menarik Zahwa kedalam pelukannya, mengusir ketakutan yang menghantui istrinya.
"Za, sebenarnya mas sudah menerima dengan lapang dada semua keputusan Sarah, bahkan aku sama sekali tidak menghalangi, apalagi berusaha mencegah keinginannya ini." jelas Anton.
"Maksud mas.?" ucap Zahwa kebingungan, ia pun menatap wajah suaminya yang masih memeluk pinggangnya dengan erat.
"Mas sudah tidak mencinta Sarah, entah kapan rasa itu hilang mas juga tidak tahu. Tapi yang pasti sekarang mas sangat mencintai mu, dan merasa bahagia bisa bersama dengan mu kembali." ucap Anton dengan tersenyum dan menatap mata istrinya, kata kata yang keluar dari bibirnya pun terdengar sangat tulus.
"Apa itu Artinya.'' Ucap Zahwa terhenti, karna Anton segera menjawab keraguan istrinya.
"Iya sayang, kamu akan menjadi istri satu satunya dalam hidup ku, mulai hari ini dan untuk selamanya sampai nafas dalam tubuhku terhenti." ucap Anton.
__ADS_1
"Aku memang pernah menyalahkan papa dan mama yang telah menjodohkan kita dulu, tapi ternyata aku salah besar, karna ternyata Allah sudah menyiapkan jodoh yang sangat luar biasa selama ini untuk ku, yaitu kamu. Jika waktu bisa di putar, mas ingin mengulang lagi pertemuan kita, dan tidak akan pernah menyakiti hatimu, maafkan mas ya." Anton pun meneteskan air matanya, dan kembali memeluk erat tubuh istrinya, hujan ciuman pun mendarat beberapa kali dikening istrinya.
"Mas, aku mencintaimu." ucap Zahwa dengan tulus, bibirnya tanpa sadar mengucapkan kalimat cinta karna terlalu senang dan bahagia atas ungkapan hati Anton, yang untuk pertama kali ia dengarkan. Selama ini Zahwa memang belum mengetahui bagaimana perasaan Anton terhadap Sarah, dan juga perasaan cinta Anton untuk dirinya.
"Aku juga sangat mencintai mu sayang, teruslah berada disisiku ya, jangan pernah pergi meninggalkan aku lagi, dan tolong maafkan segala kesalahan ku di awal pernikahan kita." ucap Anton. Zahwa melepas pelukan Anton dan menatap wajah tampan milik suaminya itu.
"Iya mas aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, dan aku juga sudah memaafkan semua kesalahan mu bahkan jauh sebelum kamu memintanya. Mungkin memang harus seperti ini jalan yang ditentukan oleh yang maha pencipta, agar kita bisa tahu nikmatnya kebahagiaan setelah kesedihan yang kita lalui." ucap Zahwa tersenyum.
"Iya sayang. Kalau begitu ayo kita pergi, mengahabiskan waktu siang ini." ucap Anton lalu membukakan pintu mobil untk istrinya.
"Kita mau kemana mas.?" tanya Zahwa penasaran.
"Bersenang senang sayang, bukan kah kita jarang menghabiskan waktu berdua selama ini." jawab Anton dan mengedipkan matanya kepada Zahwa.
"Sayang." Panggil Anton,. lalu ia terlihat membuka dompetnya.
"Untuk apa ini mas.?" tanya Zahwa melihat kartu rekening yang di berikan Anton kepadanya.
"Mulai sekarang kamu pegang ini, gunakan saja sesuka mu, maaf selam ini mas tidak pernah memenuhi kewajiban untuk menafkahi mu." ucap Anton lagi.
"Mas, tidak perlu seperti ini juga." Zahwa mencoba untuk menolak.
"Tidak apa apa sayang, uang ku adalah rezeki mu jadi mulai sekarang aturlah keperluan rumah tangga kita seperti istri istri yang lain, lebih baik tabung saja penghasilan toko kue mu, dan gunakan uang mas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kita." jelas Anton.
"Trima kasih mas." ucap Zahwa dengan tersenyum.
__ADS_1
Terima kasih ya allah, engkau telah mengganti hujan air mataku dengan kebahagiaan yang tiada taranya, meski sebelumnya rumah tanggaku sudah seperti neraka bagiku, namun kini aku seperti berada di dalam syurga yang sangat indah. Batin Zahwa.
Anton menggandeng tangan istrinya, dan membawa Zahwa ke dalam beberapa toko baju disana, mereka terlihat membeli beberapa pakaian, dan Zahwa juga tidak lupa memberikan beberapa baju untuk Nazwa dan juga pembantunya.
Anton tidak sengaja melihat toko perlengkapan bayi, dan dengan cepat ia menarik tangan Zahwa untuk masuk kedalam toko tersebut.
"Sayang kamu lihat deh, perlengkapan bayinya lucu lucu ya." ucap Anton dengan bersemangat.
"Iya mas, bagus bagus lagi semuanya." jawab Zahwa.
"Kamu mau pilih yang mana sayang, atau kalau perlu kita beli saja semua." ucap Anton lagi membuat istrinya terkejut.
"Untuk apa mas, kandungan ku masih berusia empat bulan, nanti bisa kelamaan tersimpan tidak terpakai." ucap Zahwa menjelaskan.
"Tapi ini lucu lucu sekali sayang." ucap Anton lagi sambil memegangi pakaian dan sepatu bayi yang ada di dalam toko itu.
"Sabar mas, lagi pula kan kita belum tahu jenis kelamin anak kita." ucap Zahwa lagi, ia berusaha menjaga perasaan suaminya agar tidak kecewa karna gagal membeli perlengkapan bayi itu.
"Iya ya, ya sudah deh lain kali saja," ucap Anton tersenyum.
"Kita cari makan saja ya mas, perutku sudah lapar lagi." rengek Zahwa.
"Iya sayang, ayo kita cari makanan saja, mas juga lapar." ucap Anton.
Lalu mereka pun pergi menuju restoran yang ada didalam mall tersebut, Anton memesan berbagai macam makanan, dan meminta Zahwa untuk memakan banyak makanan, ia ingin agar anaknya tumbu dengn sehat didalam sana.
__ADS_1