
Kini mereka sudah berada di tempat acara peresmian, setelah sebelumnya melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Semua terlihat berkumpul disana termasuk Anita, Anisa, beserta para suami mereka,
semua terlihat sangat cantik dan tampan dengan balutan seragam keluarga yang mereka kenakan. Bahkan Zahwa sangat begitu anggun dengan sedikit polesan make up di wajahnya.
Mama Melinda menghampiri Zahwa, dan memeluk menantunnya itu, semenjak pindah rumah, mereka memang jadi jarang sekali bertemu. Setelah memeluk menantunya mama Melinda pun mengajak Zahwa untuk bergabung dengan anggota keluarga yang lainnya, Anita dan Anisa pun terlihat begitu senang melihat kehadiran Zahwa disana
Acara pun sudah dimulai, kini pak Gunawan sedang menyampaikan kata kata sambutannya dan ucapan terima kasih kepada semua rekan rekan yang membatunya untuk mempersiapkan usaha barunya itu, lalu di lanjutkan oleh sambutan dari Anton sebagai putra dan pewaris tunggal semua kekayaan keluarga Wijaya. Setelah Acara inti selesai mereka semua membubarkan diri, mencari kenyamanan masing masing dan menikmati semua hidangan yang di sajikan oleh chef chef handal sewaan keluarga Wijaya itu.
Pak Gunawan dan istrinya tampak sedang berbicara dengan para kliennya, sedangkan Anisa yang sedang hamil, mengajak suaminya untuk mengambil makanan yang ada di meja prasmanan. Kak Anita juga terlihat sedang ngobrol dengan teman kuliahnya dulu, yang kini menjadi klien di prusahaan milik keluargannya.
Sedangkan Zahwa hanya terlihat sendiri disana, ia pun menuju meja prasmanan berharap bisa menemukan makanan yang sesuai dengan selerannya, namun sayang ia sama sekali tidak tertarik dengan semua menu yang ada diatas meja. Zahwa menatap ke arah suaminya yang terlihat sedang ngobrol dengan beberapa kliennya, ia pun berfikir positif, bahwa suaminya bukan sedang mencuekinnya namun karna benar benar harus bersikap ramah tamah terhadap semua tamu undangan yang datang.
Reyhan akhirnya muncul dengan penampilan kerennya, dia terlihat sangat tampan dengan setelah jas yang ia kenakan. Reyhan pun segera mengahampiri Anton memberi ucapan selamat dan menanyakan keberadaan Zahwa yang tidak tampak disamping sahabatnya itu.
"An dimana gebetanku.?" tanya Reyhan berbisik, ia terlihat sedang ingin mengerjai Anton. Mendengar ucapan Reyhan membuat Anton pun menjadi kesal.
"Rey, jaga ucapan mu, bagaimana kalau sampai ada yang mendengarnya.?" ucap Anton berbisik dengan geram. Dan Reyhan hanya tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajah Anton.
"Baiklah, kalau begitu biar aku yang mencarinya." ucap Reyhan, dan pergi meninggalkan Anton yang sedang ngobrol dengan kliennya.
"Hmm, nanti aku akan menemui kalian." Timpal Anton.
Setelah lama berkeliling, akhirnya Reyhan menemukan keberadaan Zahwa, ia nampak terlihat berdiri dipojokan sendiri, dan hanya diam mematung. Reyhan pun segera menghampirinya.
"Za, kamu ngapain sendirian disini.?" ucap Reyhan setelah berada di hadapan Zahwa.
"Tidak apa apa mas." ucap Zahwa dengan tersenyum.
__ADS_1
"Apa kamu sudah makan.?" tanya Reyhan. Namun yang ditanya pun hanya menggelengkan kepala.
"Kenapa Za.? Ini sudah lewat waktunya makan malam" ucap Reyhan dengan sedikit heran.
"Tidak apa apa mas, aku gak selera dengan semua makanan yang ada disini." ujar Zahwa menjelaskan.
"Kalau begitu ayo kita duduk disana." ajak Reyhan sambal menunjukkan pada sebuah meja dan kursi yang nampak kosong.
Zahwa pun mengangguk pelan, mereka pun menuju kursi tersebut dan mendudukan tubuh mereka.
"Kenapa kau nampak pucat sekali Za, apa kamu sedang sakit.?" tanya Reyhan saat melihat wajah Zahwa yang memang terlihat pucat.
"Tidak apa apa mas, aku hanya sedikit pusing, mungkin karna kelelahan." ujar Zahwa.
Tidak beberapa lama Anton pun terlihat mendekati mereka, dan duduk di kursi samping Zahwa. Anton juga ikut terkejut karna melihat wajah istrinya yang terlihat pucat.
"Dia belum makan." jawab Reyhan enteng dan yang ditanya pun hanya tersenyum.
"Kenapa.? Bukan kah disini banyak sekali makanan.?" ujar Anton sedikit kesal.
"Heyy.... Begitukah cara mu bertanya kepada istrimu, bicaralah lembut sedikit kepadannya. Dia sedang tidak selera dengan makanan yang ada disini." ucap Reyhan menjelaskan. Anton pun merasa malu kepada Zahwa karna ucapan Reyhan memang benar, ia memang jarang sekali terlihat lembut dengan istri pertamanya itu.
"Baiklah, kau sedang ingin makan apa Za.? Disini banyak orang yang bisa kita suruh untuk membeli makanan apa yang kamu inginkan." Tanya Anton.
"Nah begitu dong, kan lebih enak mendengarnya." timpal Reyhan, dan Zahwa hanya tersenyum melihat tingkah dua sahat itu.
"Aku sedang ingin makan soto mas, rasannya mungkin akan terasa hangat di perutku." ucap Zahwa menjawab pertanyaan suaminya.
__ADS_1
"Cuma itu Za, aku kira kamu lagi ngidam kepengen telur kuda." ucap Reyhan lalu tertawa senang.
"Tidak lucu becanda mu." jawab Anton yang terlihat sedikit kesal dengan temannya itu, karna dari tadi Reyhan terlihat ingin menjatuhkan dirinya dimata Zahwa.
Anton pun meminta salah seorang pelayan disana untuk membelikan keinginan Zahwa, dan tidak butuh waktu lama pesanan Zahwa pun tiba, ia segera memakannya karna memang dia sudah merasa sangat lapar. Setelah selesai makan mereka pun mulai ngobrol lagi.
"Za, boleh aku bertanya sesuatu.?" tanya Reyhan.
"Apa mas.?" Tanya Zahwa pada Reyhan.
"Za, aku ingin tahu bagaimana mendapat seorang wanita tentang apa itu cinta.?" ucap Reyhan, dan Anton terlihat kesal dengan Reyhan, lebih tepatnya ia merasa cemburu kepada sahabatnya itu.
"Wah.. Sepertinnya mas Reyhan sedang jatuh cinta ya.?" Ledek Zahwa. Dan Reyhan pun hanya tertawa.
"Aku hanya ingin tahu, apa sih arti cinta bagi seorang perempuan, dan aku rasa kamu masih perempuan juga kan Za.?" tanya Reyhan dengan tertawa.
"Gak lucu." ucap Anton, yang merasa tidak tertarik dengan ucapan sahabatnya itu. Dan Zahwa hanya tersenyum dengan sedikit menggelengkan kepalannya.
"Apa ya mas.? Kalau menurut ku cinta itu adalah sebuah pengorbanan." ucap Zahwa. Anton pun terdiam mendengar ucapan istrinya itu.
"Gini mas, Dalam Islam derajat cinta yang paling tinggi itu adalah menyadarkan cintanya semata mata karna Allah. Dan yang kedua cinta menurutku adalah sebuah pengorbanan tulus untuk orang yang kita cintai, pada hidup maupun matimu, kamu tidak akan merasa rugi. Karna bukan cinta namanya kalau cuma mau enaknya saja." ucap Zahwa sambil melihat secara bergantian, kepada dua laki laki yang ada dihadapannya itu.
Anton pun tertegun, ia merasa takjub dengan ucapan Zahwa barusan, baru ia sadari betapa besar cinta istrinya itu kepadannya, Karna Zahwa memang mempertaruhkan hidup dan matinnya kepada dirinya, terbukti berapa Kali pun Anton menyakitinnya tapi Zahwa masih saja setia mendapinginya.
"Luar biasa, kamu memang hebat Za, semoga aku bisa mendapatkan wanita yang punya pendirian sepertimu." ucap Reyhan dengan bertepuk tangan pelan. Ia pun merasa bahwa kini Anton telah tersentuh hatinya oleh ucapan Zahwa tersebut.
"Trima kasih mas, aku akan men do'a kan semoga kamu mendapatkan istri yang terbaik dan juga shaleha, amiin. Tapi mas itu hanya mendapat ku saja lho, karna setiap wanita punya pemikiran yang berbeda beda." ucap Zahwa.
__ADS_1