Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 95


__ADS_3

Anton telah memakai setelan jasnya dengan rapi, kebetulan memang masih banyak pakaiannya yang ada dirumah mamanya yang ia tinggal.


Saat sedang melakukan sarapan bersama, Anton berbicara pada Zahwa untuk menghantar istrinya itu pulang, sebelum ia berangkan ke kantor.


"Sayang, setelah sarapan mas akan antar kamu pulang kerumah ya." ucap Anton.


"An, Zahwa jangan dulu dihantar pulang ya, biar menemani mama dulu pergi kerumah sakit.?" ujar sang mama.


"Mama kenapa ma?" Zahwa terlihat khawatir.


"Apa mama sedang sakit?" sambung Anton yang terlihat sama khawatirnya dengan Zahwa.


Sedangkan papa mertua mereka tidak berbicara apapun, ia hanya terlihat tersenyum melihat ekspresi wajah anak dan menantunya itu, namun masih melanjutkan memakan sarapannya.


"Tidak sayang, tadi setelah sholat subuh mama mendapat telpon dari kakak iparmu, suaminya Anisa. Katanya ia dan Anisa akan berangkat ke rumah sakit kak Anita pagi ini, karna sepertinya Anisa akan segera melahirkan." jelas mamanya.


"Iya ma, Zahwa mau nemani mama." ucap Zahwa sepontan, ia sangat senang mendengar ucapan mamanya mengenai Anisa yang akan segera melahirkan.


"Tapi kalian berangkat kesana dengan siapa? Dengan papa ya? Aku harus kekantor ada urusah sebentar." tanya Anton yang melihat ke arah papanya, mereka akan pergi dengan berbeda arah, jadi Anton pun tak bisa menghantar istri dan mamanya itu.


Anton masih saja terus merasa terganggu dengan mimpinya dan merasa khawatir dengan Zahwa, ia merasa takut untuk membiarkan Zahwa pergi sendiri, bahkan tadi pagi Anton sempat melarang istrinya itu untuk pergi ke toko kuenya itu untuk beberapa hari ini.


"Papa juga harus kekantor, ada metting sebenter. Gini saja, papa akan ke kantor sendiri, biar nanti supir kita yang akan nganterin mama dan Zahwa" ujar papanya.


"Iya pa." ujar mama Melinda.


Anton tidak lagi menjawab apa apa, namun dihatinya masih ada keraguan untuk membiarkan mama dan juga istrinya itu pergi kerumah sakit sendiri, meski ia sudah mendengar ucapan papanya yang akan menyuruh supir untuk menghantar keduanya.


Anton dan papanya telah berangkat menuju kantor mereka masing masing, sedangkan Zahwa dan mamanya sedengan melakukan persiapa untuk pergi kerumah sakit.


***


Setelah tiba dikantor, Anton memeriksa laporan yang telah menumpuk di mejanya, menunggu tangannya untuk menyentuh lembaran lembaran itu, dan mendapatkan beberapa tandatangan di beberapa bagian kertas itu.


Anton mulai membuka dan membaca beberapa laporan, namun tiba tiba dia merasa gundah dan sangat mengkhawatirkan istrinya

__ADS_1


"Kenapa aku sangan menghawatirkan Zahwa?" gumam Anton pelan, ia pun menutup semua lembaran laporannya. Lalu ia terlihat memanggil sekertaris melalui telpon kantor.


"Selamat pagi pak." sapa prempuan itu di dalam telpon kantornya.


"Keruangan saya sekarang." ujar Anton.


"Baik pak." lalu sambungan telpon terputus.


Tok tok tok..


"Masuk." jawab Anton dari dalam.


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya sekertarisnya saat sudah ada di hadapan Anton.


"Apa ada rapat atau pertemuan yang penting untuk saya minggu ini?" tanya Anton.


"Iya pak, ada pertemuan dengan prusahaan XX di kota XX untuk menijau proyek baru perusahaan kita pak." jawab sekertarinya.


"Kapan.?" tanya Anton.


"Kalau begitu panggilkan Rangga, suruh dia menghadap keruangan saya." ujar Anton lagi.


"Baik pak, saya permisi." ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan ruangan Anton, dan menuju ruangan pak Rangga.


Tok tok tok..


"Masuk." kali ini terdengar suara Rangga dari dalam ruangannya.


"Maaf pak, pak Anton memanggil Anda." ujar sekertaris itu saat ia telah membuka pintu ruang kerja Rangga. Ia hanya terlihat berbicara dari luar dengan hanya memajukan sedikit tubuhnya kedalam, tanpa memasuki ruangan manajer itu.


"Baik terima kasih." jawab Rangga.


Rangga pun segera bangkit dari kursinya dan menuju ruangan Anton.


Tok tok tok..

__ADS_1


"Iya masuk.?" jawab Anton.


Rangga pun membuka pintu ruangan Anton dan segera masuk kedalam ruangan Anton.


"Silahkan duduk Ga." ucap Anton mempersilahkan Rangga.


"Terima kasih pak. Ada apa bapak memanggil saya.?" tanya Rangga, saat telah mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada dihadapan Anton.


"Begini Ga, untuk masalah proyek baru kita, akan diadakan pertemuan dengan perusahaan XX dikota XX dua hari lagi, tapi sepertinya saya tidak bisa untuk pergi kesana, apa kamu bisa menggantikan saya untuk kesana.?" jalas Anton.


"Insya Allah pak, insya Allah saya bisa." jawab Rangga.


"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu. Nanti saya akan meminta Nazwa untuk menemani dan membantu kamu selama disana." ucap Anton lagi.


"Baik pak." jawab Rangga, namun di hatinya merasa bingung, ia masih menduga bahwa Nazwa adalah istri Anton, tapi mana mungkin atasannya itu menyuruhnya untuk pergi bersama istrinya.


"Kalau begitu kita persiapkan laporannya yang akan kamu bawa, urusan Nazwa biar saya yang akan bicara kepadanya nanti dirumah." ujar Anton.


"Baik pak." jawab Rangga, ia makin bingung saja karna Anton menyebut kata rumah, berarti memang Nazwa adalah istrinya, tapi kenapa menyuruhnya pergi bersama dengannya sedangkan Anton sendiri tidak bisa pergi dan memerintahkan dirinya.


Namun karna tidak mau ambil pusing dan tidak mau mempertanyakan semua itu, akhirnya Rangga diam saja dan mengerjakan laporan bersama Anton diruanganya untuk ia bawa nanti pergi ke kota XX.


***


Dirumah mertuanya, Zahwa telah selesai bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit bersama mertuanya.


"Ayo sayang kita berangkat sekarang." Mama Melinda yang baru keluar dari dalam kamarnya, segera mengajak menantunya itu yang terlihat sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Iya ma." jawab Zahwa.


"Mang kita berangkat sekarang." ujar mama Melinda pada sopir pribadi suaminya itu.


"Baik nyonya." ucapnya lalu membukakan pintu untuk mama Melinda dan juga Zahwa.


Mereka pun segera pergi menuju rumah sakit milik keluarga Gunawan itu, tempat dimana Anita bertugas sebagai dokter ahli kandungan dan juga menjadi kepala rumah sakit disitu.

__ADS_1


Mereka tiba dirumah sakit, dan langsung disambut oleh satpam yang bertugas. Mereka sudah sangat menghafal mobil milik keluarga gunawan, jadi saat mobil milik nyonya Melinda mendekati rumah sakit dengan segera dua satpam mendekat dan membukakan pintu mobil yang di naiki Zahwa dan juga mama Melinda.


__ADS_2