Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 56


__ADS_3

Anton pergi meninggalkan semuannya dengan perasaan kacau, dan tanpa sepatah kata pun, bahkan ia terkesan bersikap cuek kepada Sarah dan berusaha mengejar kepergian Zahwa yang entah kemana.


Sarah pun Akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya, sementara Reyhan berusaha menghubungi Anita, ia menjelaskan kepada kakak Anton tersebut tentang semua hal yang terjadi hari ini.


***


Setelah mendapatkan taksi, Zahwa memutuskan untuk pergi ke rumah mertuannya, ia merasa sudah tak tahu harus berbuat apa dan akan pergi kemana untuk mengadu. Sesampainya dirumah mertanya, Zahwa mengucapkan salam sambil berlari mencari dan menemui mertanya.


"Assalamualaikum." Ucap Zahwa dengan air mata masih membasahi pipinya, ia pun menuju ruang keluarga tempat mama mertuannya biasa bersantai.


"Waalaikum salam." melihat menantunya berderai air mata, mama Melinda pun jadi terkejut.


"Ma." Zahwa menghambur ke dalam pelukan mertuanya.


"Sayang ada apa, kenapa dengan mu Za.?" ia berusaha bertanya kepada menantunya, yang terdenga mengeluarkan tangisan semakin keras.


"Mas Anton ma." ucap Zahwa. Ia merasa tak mampu melanjutkan kata katanya.


"Ada apa dengan Anton,? Coba jelas kan dengan mama nak." Ia pun berusaha membawa Zahwa untuk duduk disofa.


***


Sementara, Anton dengan perasaan kacaunya mencoba mencari keberadaan istrinya dirumah mereka, ia memperkirakan kalau Zahwa akan pulang kerumah. Namun sayangnya saat tiba dirumah ia tidak menemukan keberadaan Zahwa disana.


"Bik, dimana Zahwa.?" Anton menuju dapur dan berusaha menanyakan keberadaan istrinya kepada kedua pembantunya.


"Non Zahwa belum pulang tuan, ia masih di tokonya." timpal salah seorang pembantunya.


Wajah Anton makin panik mendengar ucapan pembantunya, itu berarti istrinya sama sekali belum pulang kerumah setelah kejadia itu.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa.." Terdengar Teriakan Anton yang sangat kuat.


"Zaa..dimana kamu sayang." ucap Anton lagi sambil mengacak acak rambutnya sendiri. Pembantunya pun menjadi ketakutan, dan mereka dapat menyimpulkan bahwa sedang terjadi sesuatu antara kedua majikannya.


Anton kembali keluar dan terlihat melajukan mobilnya, kali ini ia terlihat membawa kendaraannya itu dengan sangat cepat. Dan hanya dalam beberapa menit ia sudah terlihat berada di depan toko Zahwa.


"Di mana Zahwa.?" tanya Anton tiba tiba kepada karyawan yang sedang menjaga toko di depan, membuat ia sangat terkejut dengan sikap Anton.


"Di, dia sedang pergi menuju kantor suaminya pak." ucap karyawan itu dengan sedikit gugup, karna melihat wajah Anton yang terlihat panik.


"Jangan berbohong katakan dimana istriku." Anton sedikit berteriak, dan mulai memasuki toko secara tergesa gesa.


Teriakan Anton mampu membuat Lina dan yang lain jadi terkejut, dan dengan cepat mereka keluar dari ruang pembuatan kue, mereka terlihat takut melihat kehadiran Anton yang langsung nyelonong memasuki toko dan terlihat mondar mandir seperti sedang mencari sesuatu.


"Pak, maaf ada apa pak.?" Sapa Lina, ia bisa mengenali dan tahu wajah Anton yang merupakan suami Zahwa, karna Lina sudah pernah melihat foto pernikanya bersama Zahwa, saat sedang menemani Zahwa ketika ia berbulan madu bersama Sarah.


"Kamu Lina kan.? Dimana Zahwa, dimana istriku.?" tanya Anton, Lina terlihat sedikit mengangguk dengan wajah takutnya ketika di tanyai Anton, ia juga dapat melihat kegusaran Anton.


Semua yang ada di toko itu juga dapat menyimpulkan sedang terjadi sesuatu dengan rumah tangga atasan mereka, meski mereka tidak tahu pasti sedang terjadi apa. Anton pun keluar dari toko, ia kembali melajukan mobilnya, Namun Anton terlihat makin bingung karna harus mencari Zahwa kemana lagi.


***


Sementara di kediaman orang tuanya, kini pak Gunawa sudah tampak berada disana, istrinya berusaha menelponnya dan meminta suaminya itu untuk pulang. Saat sudah duduk dan berhadapan dengan kedua mertuannya itu, Zahwa pun menceritakan apa yang terjadi, dan menceritakan tentang obrolan Anton dan Reyhan saat berada di kantor suaminya itu. Zahwa bercerita dengan berderaian air mata, sungguh ia sangat merasa terhina dan malu, karna di permainkan oleh suaminya.


Dan tak berapa lama, Anita yang sudah tahu tentang pertengkaran Anton dan Zahwa segera datang kerumah orang tuannya, ia mengetahui keberadaan Zahwa di kediaman orang tuannya karna telah mendapat telpon dari mamanya.


"Za." panggil Anita lalu memeluk adik iparnya itu, dan Zahwa pun memeluk Anita dengan sangat erat.


"Kak." panggil Zahwa dalam pelukannya dan masih terlihat menangis.

__ADS_1


"Za, sebenarnya kakak sudah tahu dengan rencana Anton ini." ucap Anita dan ucapannya membuat yang lain jadi terkejut.


"Bagaimana bisa, Nita.?" tanya sang mama.


"Reyhan, sebelumnya ia sudah menceritakan semuanya denganku, dan saat nendengarnya aku pun merasa sangat malu dengan perbuatan Anton. Tapi Anton mempunyai alasan mengapa melakukan semua ini." Jelas Anita.


"Maksud mu.?" Tanya sang papa.


"Pa, sebenarnya Anton sudah mulai mencintai Zahwa, namun ia belum bisa menyadari itu semua. Setelah pernikahan keduanya bersama Sarah, Anton merasa tidak tega untuk membuat Zahwa makin terluka, hingga ia meminta Reyhan untuk bisa membuat Zahwa mencintai Reyhan kembali, agar bisa melepaskan Zahwa dari penderitaan ini, karna sebenatnya Anton telah mengetahui hubungan masa lalu kalian Za." Anita berusaha membuat Zahwa menjadi tenang dan meredam amarahnya.


"Tapi kak menyodorkan istrinya sendiri kepada laki laki lain itu adalah hal yang sangat memalukan, bahkan aku merasa jijik melihat diriku sendiri, rasanya aku perempuan yang sangat terhina." Zahwa masih merasa sangat terluka, bahkan air matanya masih enggan untuk berhenti. Mama Melinda terlihat merangkut tubuh menantunya dan ia juga terlihat berderain air mata karna bisa merasa kan penderitaan menantunya.


Setelah berbicara panjang lebar, mama mertuanya membawa Zahwa menuju kamar Anton yang mereka pakai sebelum pindah dari rumah itu. Dan Anita, ia mengirim pesan melalui What'sApp kepada Anton dan mengatakan bahwa Zahwa berada di rumah orang tuannya.


Tak lama Anton pun tiba di rumah orang tuanya, ia terlihat begitu tergesa gesa ingin masuk dan menemui istrinya itu, namun begitu ia sampai di ruang keluarga, ia melihat papa dan kakak prempuanya itu sedang berada disana dan mencegahnya untuk masuk ke dalam kamar.


"An, biarkan Zahwa tenang dulu." papanya menghentikan langkah Anton yang terlihat ingin menuju kamar Zahwa.


"Tapi pa." Bantah Anton sambil mendekati papanya.


"Papa benar benar malu An, apa yang kamu lakukan, mau ditaruh dimana muka papa ini, jika kedua orang tua Zahwa sampai tahu. Kalau kamu sudah tidak sanggup lagi menjaga hubungan mu dengan Zahwa, biar papa kembalikan dia kepada orang tuanya saja." ucapan pak Gunawan terdengar begitu tegas, sehingga mampu membuat tubuh Anton jadi gemetaran mendengar ucapan papanya itu.


"Tidak pa tidak, aku menyayangi mereka pa, aku menyayangi Zahwa dan anak ku, aku berjanji pa, aku tidak akan lagi melakukan hal sebodoh ini." Anton pun mulai berderai air mata.


"Kakak sudah pernah bilang An, bahwa tidak mudah mempunyai dua istri, kakak tahu kalau kamu tidak akan sanggup berbuat adil, Sarah juga pasti akan terluka dengan kejadian ini." ucap Anita.


"Sarah.! Kak, dia juga berada disana saat kejadian tadi" ucap Anton, ia baru sadar bahwa sejak tadi ia tidak memperdulikan perasaan Sarah dan terkesan mencueki istri keduanya itu.


"Pergilah An, temui istrimu itu dan Coba jelaskan sesuatu kepadanya, biar kami semua yang akan mengurus Zahwa disini." perintah papanya.

__ADS_1


Bagaimana pun, Anton masih harus bersikap adik kepada kedua istrinya itu, pak Gunawan tidak ingin pernikahan anak anaknya menjadi merantakan. Dan Anton pun pergi berusaha menemui Sarah.


__ADS_2