
Setelah usai makan siang, seperti hari pertamanya bekerja Nazwa mengajak Rina untuk melaksanakan sholat di musholah kantor, dan kebetulan Adzan baru saja berkumandang dengan merdunya di dalam musholah itu.
Usai berwudu keduanya pun segera masuk, dan saat mereka akan memasuki musholah, mata Nazwa menangkap adanya sosok Rangga disana, dan yang membuatnya makin merasa takjub ternyata suara merdu yang sedang mengumandangkan Adzan adalah milik Rangga, dengan segera Nazwa menyadarkan dirinya, lalu segera menuju barisan shaf para wanita.
"Ternyata pak Rangga memiliki suara yang merdu ya." ucap Rina saat mereka berjalan keluar musholah. Tapi Nazwa hanya tersenyum mendengar ucapan Rina.
"Oh ya, sepertinya tadi kamu terlihat masuk keruangan pak Rangga dua kali, ada apa Na, apa ada masalah.?" tanya Rina.
"Tidak ada apa apa, pak Rangga hanya memberiku pekerjaan lagi." jelasnya.
"Ohh." mereka pun terlihat berjalan santai menuju ruangan kerja mereka kembali.
"Rin, boleh aku bertanya.?" ucap Nazwa.
"Silahkan."
"Apa kamu mengenali orang yang menempati meja kerja ku sebelumnya.?" tanya Nazwa.
"Kenapa kamu bertanya tentang itu.?" ucap Rina merasa heran.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin tahu saja." jawab Nazwa lagi.
"Oh, namanya Linda. Dia wanita yang sangat cerdas dan juga pekerja keras, dia juga berparas cantik dan periang. Dulu yang kami lihat dia sempat dekat dengan pak Rangga, dan aku juga pernah melihat pak Rangga beberapa kali menghantarnya pulang, kami mengira bahwa mereka pacaran. Tapi sekitar satu bulan yang lalu dia mengundurkan diri dari peruaahaan karna ingin menikah, dan ternyata calon suaminya bukan pak Rangga." jelas Rina.
"Kenapa dia harus mengundurkan diri.?"
"Aku juga tidak tahu pasti, tapi yang dia ucapkan saat berpamitan dengan kami, dia harus ikut suaminya tinggal ke luar kota, atau mungkin ada yang lain yang kami tidak ketahui, yang pasti sekarang sikap pak Rangga semakin dingin dan jarang sekali tersenyum seperti dulu, setelah kepergian Linda." jelas Rina lagi.
"Tapi pak Rangga masih terus memujinya." ucap Nazwa.
"Maksud mu.?" tanya Rina bingung.
"Pak Rangga sempat bilang bahwa aku belum sehebat orang yang kini aku gantikan, dan dia juga bilang aku harus terus belajar lagi. Itu dia katakan saat aku berada diruangannya tadi." jelas Nazwa.
"Oh, ya karna dia memang sangan cerdas. Tapi suatu keberuntungan jika pak Rangga bisa berbicara seperti itu dengan mu, karna biasanya dia sangat jarang berbicara." ucap Rina.
"Oh ya.?" Nazwa pun merasa bingung, tapi ucapan mereka terhenti ketika sudah sampai di tempat kerja mereka.
Karna tak ingin ketahuan sedang membicarakan atasan, mereka pun menyudahi obrolan merekan dan kembali ketempat kerja mereka masing masing.
***
__ADS_1
Anton dan Zahwa terlihat baru saja turun dari dalam mobil dan mereka segera masuk kedalam kamar hotel mereka, Anton membawa istrinya untuk makan siang diluar dan mencari menu baru, karna ia tidak ingin Zahwa merasa bosan jika harus makan makanan di restoran saja, dan setelahnya Anton juga membawa Zahwa untuk berkunjung ketempat tempat indah lainnya. Karna merasa hari mulai sore dan mereka juga harus mempersiapkan diri untuk pergi ke pesta, akhirnya Anton mengajak Zahwa kembali ke hotel lebih cepat.
Saat mereka sedang berjalan menuju kamar, Zahwa terkejut karna seperti melihat sosok Sarah yang akan masuk kedalam kamar hotel, yang berhadapan langsung dengan kamar milik Anton dan Zahwa.
"Mas." panggil Zahwa.
"Hem." Anton pun menolehkan kepalannya kepada Zahwa.
"Sepertinya perempuan itu tadi Sarah." ucap Zahwa, dan Anton pun sedikit terkejut dengan ucapan istrinya, karna sebenarnya Anton tidak mau Zahwa tahu bahwa mereka memang satu hotel dengan Sarah, semua itu Anton lakukan agar Zahwa tidak merasa terganggu dengan kehadiran Sarah disana.
"Apa kamu yakin sayang,? mungkin kamu hanya salah lihat." ucap Anton berusaha untuk membuat Zahwa melupakan apa yang dia lihat barusan.
"Aku juga kurang yakin mas, tapi dari penampilannya sepertinya perempuan itu memang mirip sekali dengan Sarah." ujarnya lagi.
"Ya sudah biarkan saja, kalau pun dia memang Sarah, yang penting dia tidak menyakitimu." ucap Anton lagi.
"Mas, mana mungkin Sarah melakukan hal seperti itu, dia kan sangan baik kepada ku." Zahwa ingat memang Sarah tidak pernah berbuat buruk kepadanya.
"Hmm, mas harap juga begitu." Anton pun membukakan pintu kamar hotel, dan mempersilahkan Zahwa untuk masuk terlebih dahulu.
"Jam berapa kita berangkat mas." tanya Zahwa lagi, saat mereka sudah di dalam kamar dan ia terlihat duduk diatas tempat tidurnya.
"Tidak mas, aku akan memakai make up sederhana saja sendiri, tapi itu jika mas tidak keberatan.?" ucap Zahwa, ia khawatir jika ternyata suaminya itu menginginkan ia berpenampilan yang jauh lebih elegan.
"Tidak sayang, mas tidak mau kamu merasa tidak nyaman nantinya." ujar Anton.
"Terima kasih mas." ucapnya tersenyum, lalu terlihat berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Nazwa dan Rina merapikan meja kerja mereka, dan setelah selesai keduanya pun terlihat berjalan keluar dari gedung perusahaan.
"Na, pulang dengan siapa.?" tanya Rina.
"Aku naik taksi Rin." jawabnya dengan tersenyum
"Oh, kalau begitu aku satu taksi saja dengan mu ya, kebetulan hari ini aku tidak bawa motorku.." ujar Rina.
"Ya sudah, kebetulan kita juga satu arah kan." ucap Nazwa, dan Rina pun mengangguk tersenyum.
Keduanya terlihat berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi pesanan Nazwa datang, dan lagi lagi mobil yang di kendarai oleh Rangga keluar dari halaman perusahaan.
__ADS_1
Rangga melihat kedua orang itu sedang berdiri di tempat yang sama dengan tempat Nazwa kemarin naik taksi, tapi kali ini ia malah sama sekali tidak memperdulikan mereka dan dengan cepat melajukan mobilnya meninggalkan gedung perusahaan.
***
Usai mempersiapkan diri mereka masing masing, kini Anton dan Zahwa tampak begitu berbeda, Anton yang terlihat tampat dan juga karismatik, Dan Zahwa yang terlihat begitu anggun dan cantik, hanya sedikit saja polesan make up yang ia kenakan tapi itu mampu membuat wajah Zahwa jauh berbeda dari biasanya.
"Subhanallah, bidadari surga ku." bibir Anton tanpa sadar berucap sangat pelan, ia benar benar merasa takjub dengan kecantikan istrinya, ini bukan penampilan cantik pertama Zahwa, bahkan wanita itu pernah terlihat jauh lebih cantik saat acara pesta peenikahan mereka, tapi mungkin kala itu tidak adanya cinta di hati Anton untuk Zahwa, hingga membuat laki laki itu tidak menyadari itu semua.
"Mas kenapa.? Apa penampilan ku berlebihan.? Aku akan menghapus make up ku kalau mas tidak suka." ucap Zahwa yang bingung melihat suaminya tampak bengong.
"Ah tidak sayang, apa kamu sudah siap.?" tanya suaminya.
"Iya mas." jawabnya dengan Anggukan pelan.
Anton pun menggenggap tangan istrinya, lalu bersamaan mereka terlihat keluar dari dalam kamar hotel.
Pada saat yang bersamaan Sarah pun keluar dari dalam kamarnya, dangan Rudi yang tampak telah menunggu Sarah diluar, hal itu membuat Anton merasa terkejut karna sebenarnya ia ingin menyembunyikan tentang keberadaan Sarah di hotel yang sama dengannya dari Zahwa.
"Sarah.!" panggil Zahwa yang juga terkejut, dan merasa yakin bahwa perempuan yang di lihatnya benar benar Sarah.
"Zahwa, mas Anton.?" Sarah pun terlihat sama terkejutnya.
"Kalian disini juga." ucap Zahwa yang langsung terlihat menghampiri Sarah, dan mereka pun berpelukan sambil menempelkan kedua pipi mereka secara bergantian.
"Iya, kebetulan sekali ya." jawab Sarah.
"Apa kamu juga ingin menghadiri acara pernikahan Rian An.?" tanya Rudi yang yerlihat mengulurkan tangannya ingin bersalaman.
"Iya." ucap Anton sedikit tidak bersemangat, dan segera menyambut uluran tangan Rudi.
"Kalau begitu kita bareng saja ya." ucap Zahwa, dan Anton hanya terlihat mengangguk seperti tidak bersemangat. Mereka pun mulai melangkah meninggalkan kamar hotel dan menuju parkiran. Sarah dan Zahwa berjalan terlebih dahulu di depan, sedangkan Rudi dan Anton di belakang mereka.
"Bagaimana dengan kandungan mu Za.?" tanya Sarah.
"Alhamdulillah baik." jawabnya tersenyum.
"Semoga lancar ya persalinanmu nanti." ucap sarah lagi.
"Aamiin." Zahwa pun tersenyum manis.
Mereka pun tiba di parkiran, dan disana mereka harus terpisah karna mereka menaiki mobil masing masing.
__ADS_1