
Anton masih saja terlihat berbeda, wajahnya sama sekali tidak nampak ceria seperti biasannya, bahkan saat mereka mengunjungi tempat wisata yang terlihat asik pun Anton masih terlihat tidak bersemangat dan lebih banyak diamnya.
"Seharusnya aku senang melihat Zahwa bahagia berada di samping Reyhan, dan seharusnya aku mendukung Reyhan untuk terus mendekati Zahwa, tapi kenapa aku malah seperti orang ketakutan begini, ada apa dengan ku.?" Anton berperang dengan fikiran dan hatinya sendiri, ia merasa sangat kacau.
Sarah yang melihat perubahan sikap suaminya jadi bingung sendiri, Sarah pun akhirnya kehilangan moodnya untuk bermain, tapi ia berusaha untuk tetap ceria agar tidak menambah beban fikiran suaminya.
"Sepertinya ada masalah besar di prusahaan mas Anton, sejak menerima pesan tadi dia masih saja terlihat murung sampai sekarang, ada apa sebenarnya ini.?" Sarah hanya mengira bahwa perubahan Anton karna terkait masalah prusahaan, karna saat ditanya, Anton mengatakan bahwa pesan masuk tadi itu dari kantornya.
"Sayang, apa kamu tidak apa apa.?" Sarah mencoba bertanya dengan suaminya, mencari tahu lagi apa yang sebenarnya terjadi.
"Yaa, aku baik baik saja, memangnya kenapa.?" tanya Anton.
"Aku lihat dari tadi kau hanya murung saja, apa ada masalah di kantor mu.?" Sarah berbicara dengan sangat lembut.
"Ahh tidak, aku hanya kecapean sepertinya." jawab Anton sembarang.
"Kalau begitu mari kita kembali saja ke hotel, agar kau bisa istirahan disana Sayang." Ajak Sarah.
"Hmm, baiklah ayo kita pulang, tapi apa kamu tidak apa kita tidak jadi jalan jalan hari ini.?" Meski fikirannya sangat kacau Anton masih berusaha menjaga hati Sarah, agar perempuan itu tidak marah padannya.
"Tidak apa apa mas, kan masih bisa lain kali." Jawab Sarah dengan tersenyum.Sebenarya dia pun sudah malas untuk melanjutkan aktifitas mereka, karna melihat perubahan sikap Anton.
Mereka pun pergi menuju parkiran lalu menaiki mobil, dan kembali pulang menuju hotel tempat mereka menginap.
***
Reyhan melihat keadaan Zahwa yang sudah nampak keletihan akibat seharian berkeliling di mall, akhirnya menghantarkan Zahwa pulang, ia puas karna seharian bisa bersama Zahwa dan membelikan perempuan itu banyak sekali barang. Reyhan memang masih sangat mencintai Zahwa, meski kini hal yang mustahil untuk kembali bersama Zahwa, namun ia sudah cukup merasa senang masih bisa sedekat itu dan membuat Zahwa tertawa ceria.
__ADS_1
Sesampainya dirumah baru Zahwa, terlihat ada sebuah mobil terparkir di luar pagar, Zahwa sudah hafal bahwa mobil tersebut adalah milik kakak iparnya Anita.
"Sepertinya itu mobil milik kak Anita mas.?" Ujar Zahwa.
"Hmm, iya itu memang mobil kak Anita." Jawab Reyhan.
Zahwa malah terlihat takut karna merasa kak Anita akan marah melihat ia berpergian dengan Reyhan, karna kak Anita sama sekali tidak tahu tentang hubungan mereka. Namun saat keluar dari mobil Reyhan, Zahwa melihat wajah ceria dari Anita yang juga turun dari mobilnya, perempuan itu sama sekali tidak menunjukkan wajah marah, sehingga membuat Zahwa tidak lagi khawatir.
"Assalamualaikum kak." Zahwa mendekati kakak iparnya dan menyalami Anita.
"Waalaikum salam, habis jalan jalan ya." Tanya Anita dengan tersenyu.
"Iya kak, mas Reyhan mengajak aku berkeliling di mall." jelas Zahwa.
"Iya kakak sudah tahu karna tadi Reyhan sudah memberitahu kakak. Iya kan Rey.?" Anita menoleh ke arah Reyhan dan mengedipkan matanya sambil tersenyum tipis. Sebenarnya kepergian mereka berdua adalah rencana dari Anita.
"Kalau begitu mari silahkan masuk kak." ajak Zahwa.
Reyhan pun mengeluarkan semua barang yang ia berikan kepada Zahwa, dan membawakan barang tersebut kedalam rumah. Setelah masuk Anita merasa takjub dengan keadaan dalam rumah Zahwa, yang tertata sangat rapih dan cantik, ini pertama kalinya ia menggunjungi rumah tersebut setelah Zahwa dan Anton pindah ke sana.
"Wah, keren sekali Za, rumah mu cantik." ujar Anita dengan matanya yang terlihat mengelilingi setiap sudut rumah Zahwa.
"Trima kasih kak." Jawab Zahwa.
"Apa ini semua kamu yang menatannya.?" tanya Anita lagi.
"Iya kak." ujarnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Zahwa pergi ke dapur membuatkan jus untuk Anita dan Reyhan. Saat kembali keruang tamu Zahwa melihat sepertinya Anita dan Reyhan sedang berbisik bisik, namun mereka menyudahi obrolan mereka setelah melihat Zahwa kembali, dengan membawa nampan berisi dua gelas berisi minuman segar untuk kakak iparnya dan juga Reyhan.
"Minum dulu kak." ucap Zahwa menawarkan kakak iparnya minuman.
"Iya, Za bagamana kalau malam ini kau tidur di rumah mama saja, kakak khawatir kalau kamu terlalu lama sendirian dirumah." Anita berusaha membujuk Zahwa.
"Tidak perlu kak, aku dirumah saja, lagian masih banyak hal yang harus aku bereskan." tolak Zahwa.
Anita menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, ia sudah memperkirakan kalau penolakan ini akan terjadi.
***
Di hotel, Anton masih saja berbaring di atas tempat tidur ia enggan untuk beranjak dari sana, Sarah yang melihat Anton jadi merasa kasihan, Anton memang harus meninggalkan banyak perkerjaan di kantornya demi memenuhi keinginan Sarah untuk berbulan madu. Akhirnya Sarah memutuskan keluar mencari makanan untuk makan malam mereka, dan membawannya kembali ke hotel.
Sarah menyiapkan makanan yang ia beli, dan membangunkan Anton untuk segera makan. Saat makan pun Anton terlihat tidak begitu nafsu, ia hanya mengaduk aduk makanannya menggunakan sendok dan hanya sekali sekali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya, melihat tingkah Anton membuat Sarah menjadi khawatir dan akhirnya memutuskan untuk segera kembali pulang saja ke Jakarta.
"Sayang, bagaimana kalau besok kita kembali ke Jakarta saja." ucap Sarah sambil memegang tangan suaminya itu.
"Kenapa." tanya Anton.
"Tidak apa apa mas, aku kan baru membuka kembali butik ku, jadi tidak enak kalau harus meninggalkannya terlaku lama, mas juga pasti banyak perkerjaan kan dikantor.?" Sarah mencari alasan yang tepat untuk mengajak Anton pulang, karna tahu Anton pasti menanyakan alasannya.
"Tapi apa kamu tidak apa apa, kita kan baru beberapa hari disini Sayang.?" ucap Anton.
"Sayang.. Kita kan bisa pergi berlibur lain waktu." ujar Sarah lagi.
"Baiklah, kalau begitu mas akan urus penerbangan kita Besok." ucap Anton, dan Sarah hanya mengangguk dengan tersenyum.
__ADS_1
Anton sebenarnya merasa sangat senang dengan ajakan Sarah untuk pulang, karna ia tidak perlu berlama lama lagi di tempat itu, ia pun ingin tahu apa saja yang di lakukan Reyhan dengan Zahwa.