Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 36


__ADS_3

Kini Anton sudah berada di kantornya, ia terlihah sedang duduk dan menyandarkan tubuhnya di kursi kerjannya. Fikirannya sedang kacau karna membayangkan kejadian semalam, ia merasa bingung langkah apa yang harus dia perbuat demi menjaga perasaan kedua istrinya, sungguh ini ternyata sangat sulit bagi Anton.


Akhirnya Anton memutuskan untuk membeli dua rumah untuk kedua istrinya, ia meminta sekertarinnya untuk mencarikan rumah yang letaknya sesuai dengan keinginan Anton, dan tidak jauh dari tempat kerja kedua prempuan itu, agar mempermudah dirinya jika harus bolak balik nantinya.


Anton membicarakan tentang itu semua dengan kedua orang tuannya, dan orang tuannya pun setuju dengan keputusan putrannya karna bagaimana pun ini demi kebaikan kedua menantunya. Setelah mendapat persetujuan orang tuannya, Anton juga membicarakan hal ini kepada kedua istrinya, mau tidak mau keduanya harus tetap mau demi menjaga perasaan satu sama lain.


Kini kedua istrinya sudah menempati rumah mereka masing masing, dan letaknya pun sangat pas dengan keinginan Anton, juga tidak terlalu jauh dari toko Zahwa dan butik Sarah.


Anton membuka pintu kamar dan menghampiri Zahwa yang sedang membereskan pakaiannya ke dalam lemari.


"Za" ucap Anton memanggil Zahwa dan menepuk pelan kasur yang ia duduki, meminta Zahwa untuk duduk juga disampingnya.


"Iya mas" Zahwa pun mendekat dan duduk di atas kasur, Menghadap ke arah suaminya. Anton menggenggam kedua tangan Zahwa dan menatap mata istri pertamanya itu.


"Apa kamu tersiksa dengan semua ini.?" ucap Anton lirih.


"Tidak mas" ucap Zahwa dengan mengelengkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Anton pun berdiri dan melangkah mendekati kaca jendela yang ada di kamar itu, ia pun menatap keluar jendela.


"Kamu bisa tinggalkan aku yang berengsek ini Za dan mencari kebahagiaan dengan laki laki lain yang juga mencintai kamu dengan tulus. Aku akan melepaskanmu, karna aku takut tidak bisa membuat kamu bahagia Za." Ucapan Anton membuat hati Zahwa menjadi sangat sedih, ingin sekali ia berlari dan memeluk suaminya itu, namun tidak ada keberanian dari Zahwa, ia pun berdiri mendekati suaminya.


"Mas, jangan bicara begitu, aku tidak apa apa, seberapa banyak pun waktu mas tersita untuk Sarah, aku tidak akan keberatan, sungguh mas, tolong jangan pernah bicara seperti itu lagi mas." ucapan Zahwa itu membuat hati Anton makin pilu, dadanya terada sesak, ia membalikan tubuhnya Menghadap Zahwa dan menarik istrinya itu kedalam dekapannya, sungguh ia tidak menyangka kalau selama ini ia memiliki istri yang begitu mulia hatinya.


Di sebuah Restoran, Reyhan duduk dengan tatapan kebenciannya ke pada Anton, dan Anton dapat melihat semua itu, tapi dia tidak bisa menyalahkan Reyhan. Dengan susah payah Anton menghubungi dan meminta Reyhan untuk bertemu dan akhirnya Reyhan menyerah juga dan mau menemui Anton.


"Rey, aku minta maaf, aku tahu kamu marah dan mungkin sangat membenci ku, tapi sungguh Rey aku tidak tahu kalau Zahwa adalah wanita yang kamu cintai selama ini. Aku baru mengetahuinya setelah tidak sengaja melihat dan mendengar pembicaraan kalian ketika di taman tempo hari." Anton mencoba menjelaskan dengan sahabatnya itu.


"Jadi kamu sekarang sudah tahu, dan kenapa kamu seakan akan ingin aku bisa merebut Zahwa dari diri mu, apa kamu sedang ingin bermain main An.?" Reyhan berbicara dengan tatapan tajamnya, rasannya ingin sekali ia menghabisi sahabatnya itu.


"Kalau begitu ceraikan saja dia." ujar Reyhan seenaknya.


"Tidak semudah itu Rey, orang tua ku pasti tidak akan menyetujuinya dan akan membenci ku jika itu aku lakukan." ucap Anton lagi.


"Lalu apa mau mu, apa kamu mau menyiksa Zahwa terus terusan." Reyhan kesal dengan sahabatnya yang plinplan itu.

__ADS_1


"Rey, aku tidak sekejam itu, bahkan sekarang aku sudah tidak sanggup untuk menyakiti hatinya lebih dalam. Bantu aku Rey, bantu agar Zahwa lah yang menginginkan perpisahan, karna aku benar benar tidak tega melihatnya menderita begini, jika Zahwa yang memintanya maka orang tua ku pasti tidak bisa menghalangnya." ujar Anton, ia berbicara dengan memelas sungguh semua ucapan yang keluar dari bibirnya itu tulus dari hatinya.


Dan Reyhan lagi lagi bisa menangkap kesimpulan dari ucapan Sahabatnya itu. Sebenarnya sudah tumbuh cinta di dalam hati Anton untuk Zahwa, namun laki laki itu sama sekali belum menyadarinnya. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dan memakan makanan yang mereka pesan sebelumnya.


Anton dan Sarah memutuskan untuk pergi berbulan madu, dan sebelumnya ia menemui Zahwa dan berpamitan dengan istri pertamanya itu.


"Za, apa tidak apa apa kamu sendiri di rumah." Anton sebenarnya merasa khawatir meninggalkan Zahwa pergi jauh sendirian, karna dirumahnya Zahwa memang tidak memiliki pembantu, Anton sudah menawarkan kepada Zahwa namun ia menolaknya karna yakin bisa mengurus rumah mereka sendiri.


"Tidak apa apa mas, nanti aku akan meminta Lina jika merasa tidak betah dirumah sendiri." Ucap Zahwa.


"Siapa Lina.?" tanya Anton yang memang tidak mengetahui siapa Lina.


"Dia karyawan di toko mas" ucap Zahwa.


"Ohh, baiklah kalau begitu aku akan meminta Reyhan untuk datang kemari menemani kalian nanti." Ujar Anton lagi.


"Untuk apa mas, tidak perlu." tolak Zahwa.

__ADS_1


"Aku tidak akan tenang meninggalkan mu dalam waktu yang cukup lama sendirian, lagi pula Reyhan kan sahabat ku dan juga kamu sudah mengenalnya, jadi dia pasti mau membantu ku menjaga mu." ucap Anton lagi.


"Baiklah terserah mas saja." pungkas Zahwa yang tidak mau suaminya itu jadi mencemaskannya.


__ADS_2