Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 84


__ADS_3

Matahari perlahan mulai merangkak naik menampakkan sinarnya, hangatnya mentari pagi mampu menambah energi positif bagi para penikmatnya. Disebuah kamar dalam rumah mewah itu tampak Nazwa sedang mempersiapkan dirinya untuk berangkat kekantor, polesan make up yang sangat tipis dan warna lipstik yang senada dengan warna bibirnya, membuat tampilan Nazwa sangat begitu cantik, membuat hati menjadi teduh saat memandangnya.


Nazwa pun keluar dari kamarnya setelah merasa yakin dengan penampilan itu, dan segera munuju meja makan untuk sarapan.


"Pagi non.!" Sapa pembantu rumah itu saat melihatnya.


"Pagi juga bik." jawab Nazwa.


"Non Nazwa cantik sekali, mau kemana non.?" tanya bibik yang juga nampak terkesima dengan penampilan Nazwa.


"Aku mau ke kantor bik, ini hari pertama ku kerja."


"Ohh..gitu ya non." tersenyum.


"Iya bik, oh ya Zahwa dan mas Anton kok belum kelihatan ya bi, apa mereka masih tidur.?" tanya Nazwa penasaran, karna dari tadi tidak melihat sepasang suami istri itu.


"Tidak non, tadi non Zahwa turun sebentar, minta di buatkan sup untuk tuan Anton sarapan, terus non Zahwa bilang, kalau non Nazwa silahkan saja sarapan terlebih dahulu. Itu juga bibi sudah siapkan sup non, biar hangat perutnya." jelas pembantu itu.


"Iya bi, terima kasih ya bik." berucap dengan senyum mengambang di bibirnya.


"Sama sama non, bibik kedapur dulu ya non." lalu melangkah menuju dapur.


Nazwa mengambil sup yang sudah disediakan untuk dirinya, dan memulai sarapan seorang diri, karna Zahwa dan Anton sama sekali belum menunjukkan batang hidung mereka, entah apa yang sedang mereka kerjakan di dalam kamar sana.


***


"Mas, kenapa aku jadi deg deg kan gini ya.?" berjalan mendekati suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Ada apa sayang, apa kamu sedang tidak enak badan.?'' tanya Anton sambil memegang kedua lengan istrinya, denga perasaan khawatir.

__ADS_1


"Tidak mas aku baik baik saja, hanya saja aku merasa khawatir, karna ini pertama kalinya aku akan naik pesawat terbang." ucap Zahwa dengan raut wajah polosnya, membuat suaminya yang tadinya merasa cemas tiba tiba tertawa terbahak bahak mendengar ucapannya.


"Kamu tidak usah khawatir sayang, jangan takut begitu dong kan ada mas, di samping mu sayang." ucap Anton tersenyum.


"Iya mas, tapi aku suka mendengar berita tentang pesawat jatuh, itulah yang buat aku jadi merasa deg degan dan juga takut." berbicara dengan menggosok pelan kedua telapak tangannya.


"Berdo'a saja agar tidak terjadi apu pun dengan kita selama dalam perjalanan ya sayang, dan mas janji mulai hari ini kamu akan lebih sering lagi naik pesawat, mas akan selalu meluangkan waktu untuk kita liburan, agar kamu terbiasa dan tidak takut lagi naik pesawat." ucap Anton tersenyum, dengan memegang kedua tangan istrinya.


"Terima kasih mas." ucapnya dengan tersenyum.


Anton mencium kening istrinya, sebenarnya masih ada rasa geli yang menggelitik di hatinya, mendengar ucapan istrinya yang merasa takut untuk pertama kali akan naik pesawat nanti, namun Anton berusaha keras untuk tidak lagi mentertawakan hal itu dan memendamnya di dalam hati, karna tidak ingin membuat Zahwa merasa malu dan semakin khawatir.


Anton mengambil dan memakai baju yang sudah disiapkan oleh Zahwa, dan Zahwa juga segera mempersiapkan dirinya, sedikit polesan make up pun menambah cantik parasnya. Mereka segara keluar dari dalam kamar dan turun kelantai bawah untuk melakukan sarapan, ketika sampai di meja makan, Nazwa yang sudah sejak tadi berada disana pun menyapa mereka.


"Pagi Za.!"


"Pagi jug Na." jawab Zahwa sambil menarik dan mendudukkan tubuhnya di kursi.


"Iya Na." ucapnya lagi, sambil menyiapkan semangkuk sup hangat untuk suaminya, dan Zahwa pun meletakkannya di hadapan Anton.


"Na, nanti saat tiba dikantor, tolong kamu temui laki laki yang bernama Rangga, perusahaan sedang akan mengerjakan proyek baru, jadi aku harap kamu bisa berkerja sama dengannya." ucap Anton.


"Baik mas. Sampai disana aku akan menemuinya." jawab Nazwa.


"Nanti aku juga akan hubungi dia dan memberitahunya untuk membantu mu dan menjelaskan apa saja yang akan kamu lakukan." sambung Anton lagi, lalu terlihat mulai memakan hidangan yang di berikan istrinya.


"Iya, kalu begitu aku berangkat sekarang ya." ucap Nazwa.


"Hati hati Na, semangat ya." jawab Zahwa tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih Za, Assalamualaikum." ucapnya lalu Nazwa meninggalkan meja makan dan pergi keluar.


"Waalaikum salam." jawab mereka bersamaan.


Nazwa pergi ke kantor dengan menggunakan taksi yang sudah ia pesan, tak lama keluar dari rumah, taksi pesanannya pun tiba, lalu taksi itu segera membawa dirinya ke alamat yang sebelumnya sudah ia sebutkan pada supir taksi.


Sesampainya dikantor, Nazwa disapa oleh security yang berjaga di pintu masuk, dan Nazwa pun membalas sapaan tersebut lalu segera masuk dan mencari seseorang yang bernama Rangga.


Karna belum pernah melihat dan mengenal Rangga, Nazwa pun bertanya kepada beberapa OB yang kebetulan ia temui, namun karna tidak ada yang tahu keberadaan laki laki itu, ia pun bertanya tentang keberadaan laki laki yang disebut oleh Anton kepada karyawan yang kebetulan sudah datang.


"Assalamualaikum." ucap Nazwa saat berada di ruangan terbuka yang terlihat banyak meja dan sudah terdapat beberapa orang disana.


"Waalaikum salam." jawab semuannya bersamaan.


"Maaf saya mengganggu, saya ingin bertanya, apa ada yang melihat pak Rangga.?" tanya Nazwa dengan tersenyum berusaha mengusir rasa canggungnya.


Melihat perempuan yang berparas sangat cantik tiba tiba mencari pak Rangga, membuat semuanya merasa heran dan bertanya tanya tentang siapa wanita yang sedang mencari atasan mereka itu, karna sebelumnya mereka sama sekali belum pernah melihat Nazwa di kantor tempat mereka mengabdikan diri dan menggantungkan nasib itu, mereka terlihat saling melempat pandangan dengan karyawan lainnya, dan akhirnya ada salah satu dari mereka yang menjawab pertanyaannya.


"Beliau belum tiba mba, mungkin sebentar lagi." ucap salah satu perempuan yang terlihat berdiri dan mendekati Nazwa.


"Kalau boleh tahu mba ini siapa ya, dan ada perlu apa mencari pak Rangga.?" tanya prempuan itu lagi.


"Perkenalkan Nama saya Nazwa, aku karyawan baru disini dan tadi pagi pak Anton menyuruh saya untuk menemui pak Rangga." jelas Nazwa sambil menjulurkan tangannya, dan disambut juga oleh prempuan itu.


"Oh, mba karyawan baru ya, nama ku Rina mba, semoga betah ya bekerja disini." ucapnya lagi dengan ramah.


"Terima kasih mba Rina." jawab Nazwa.


" Panggil Rina saja." ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"Sebentar lagi pak Rangga pasti tiba, kamu bisa menemuinya di ruangan itu." ucap Rina sambil menunjukan sebuah ruangan tertutup pada Nazwa.


Nazwa pun menoleh dan membaca sebuah papan kecil yang bertuliskan Manager, hal itu membuat ia pun menjadi mengerti dan tahu tentang jabatan laki laki yang sedang ia tunggu.


__ADS_2