Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 162


__ADS_3

Nazwa kembali kerumah Zahwa untuk mengambil pakaiannya, setelah mempersiapkan semuanya, ia pun keluar dari dalam kamar yang selama ini ia tempati selama menumpang di rumah Zahwa.


Terlihat Nazwa menemui kedua orang tuanya yang sementara waktu menumpang dirumah Anton dan Nazwa, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung setelah operasi Rangga yang kini menjadi menantu mereka itu selesai besok, dan untuk itu mereka menginap dirumah Anton dan Zahwa.


"Abi, umi, mulai hari ini aku akan tinggal dirumah tante Rita untuk sementara waktu, sampai mas Rangga sembuh dan kami mencari rumah sendiri." ujar Nazwa.


"Iya nak, kamu hati hati dan jaga diri mu baik baik ya." ujar uminya.


"Pandai pandailah membawa diri nak, sekarang kamu telah menjadi seorang istri, jadi apapun yang kamu kerjakan akan ada pertanggung jawabannya kepada suamimu." pesan Abinya.


"Iya bi, insya allah aku akan selalu mengingat pesan Abi dan umi." jawab Nazwa.


Iya juga berpamitan kepada Zahwa dan Anton yang kebetulan juga berada disana.


"Za." Nazwa berbalik lalu memanggil kakak sepupunya itu, dan dengan cepat ia memeluknya.


"Jaga diri baik baik ya, sekarang kamu sudah berumah tangga, apa pun yang terjadi kedepanya, kamu harus bersikap lebih bijang untuk menghadapinya." ujar Zahwa. Dan Nazwa pun melepaskan pelukannya lalu terlihat menganggukan kepalanya.


"Terima kasih, aku sudah di izinkan tinggal dirumah ini selama ini." ujar Nazwa.


"Tentu saja Nazwa, kamu adalah adik ku, jadi kamu tanggung jawab ku selama disini." jawab Zahwa.


"Mas, maaf jika selama tinggal disini aku pernah melakulan kesalahan, dan membuat mas Anton marah." ujar Nazwa.


"Tidak Nazwa, kamu anak yang baik." hanya itu ucapan yang terlontar dari bibir Anton, dan ia pun berucap dengan tersenyum, mencoba mencairkan suasana haru.


"Terima kasih semua." ujar Nazwa.


Setelah berpamitan, Nazwa pun segera keluar dan masuk kedalam mobil yang di kendarai oleh sopir keluarga Reyhan. Sesampainya dirumah orang tua Reyhan, Nazwa langsung disambut oleh tante Rita dan juga suaminya, pembantu yang berkerja di rumah itu pun segera mengambil koper berisi pakaian Nazwa yang diturunkan oleh sopir dari dalam bagasi mobil.

__ADS_1


"Assalam'mualaikum." ucap Nazwa lalu menyalami tante Rita dan suaminya.


"Waalaikum salam, selamat datang dirumah ini sebagai menantu kami Nazwa." ucap tante Rita sambil tersenyum lebar penuh kebahagiaan.


"Terima kasih tante." jawab Nazwa.


"Sama sama sayang, tante antar ke atas ya." ujar tante Rita, lalu merangkul Nazwa dan membawanya ke lantai atas untuk menuju kamar Rangga.


"Bi, tolong kopernya di bawak keatas ya." ujar tante Rita kepada pembantunya.


"Baik bu." lalu ia pun ikut naik ke atas sambil menarik koper berisi pakaian Nazwa menuju kamar Rangga.


Keesokan harinya operasi Rangga pun akan segera di laksanakan, Nazwa dan yang lainnya terlihat sedang berada di depan pintu ruangan ICU Rangga, dan saat Rangga dibawa keluar ruangan untuk menuju ruangan operasi, Nazwa pun segera mendekat kepada suaminya itu, ia memberikan dukungan kepada suaminya, dan meminta Rangga untuk bertahan demi dirinya.


"Mas harus kuat ya, aku disini menunggu mas." ujar Nazwa, mereka terlihat saling bergenggaman tangan.


"Iya." jawab Rangga sambil berusaha menganggukan kepalannya.


"Sayang, kamu yang kuat ya." ujar tante Rita yang ikut memberikan semangatnya kepada Rangga.


"Iya tante." jawab Rangga.


"Bu, permisi ya kita harus segera melaksanakan operasinya." ujar suster dengan tersenyum, Nazwa dan tante Rita pun menganggukan kepala mereka dan sedikit menyingkir dari sisi Rangga.


Rangga segera dibawa menuju ruang operasi, sedangkan Nazwa, tante Rita dan suaminya terlihat menyusul untuk ikut menuju ruangan operasi. Sesampainya di ruangan operasi Rangga pun segera di bawa kedalam, saat pintu operasi tertutup ada rasa sedih yang menusuk kedalam hati Nazwa, ia tidak pernah membayangkan dihidupnya akan menunggu suaminya diruang tunggu operasi seperti ini.


Lampu indikator yang ada diatas pintu ruang operasi pun menyala menandakan operasi Rangga tengah berlangsung, Nazwa terlihat begitu gelisah, ia tidak bisa duduk dengan tenang, sesekali ia pun berjalan mendekat pintu ruang operasi, lalu kembali lagi duduk disamping tante Rita dan suaminya, namun bibir Nazwa juga terlihat selalu bergumam, do'a do'a, dan lantunan surat surat pendek pun selalu ia lantunkan, meminta agar operasi suaminya berjalan lancar.


Sementara itu di sebuh kamar tamu yang ada di rumah Zahwa, kedua orang tua Nazwa juga terlihat tengah duduk diatas sejadah sambil membaca kitap suci Al-Qur'an. Setelah melaksanakan sholat Duha, kedua orang tua Nazwa memang belum beranjak dan masih terus mengirimkan do'a untuk kelancaran jalanya operasi Rangga.

__ADS_1


Operasi yang hampir memakan waktu tujuh jam itu pun selesai, Nazwa terlihat begitu setia menunggu suaminya, sedetik pun ia tidak pernah meninggalkan ruangan operasi Rangga, bahkan ia sampai tidak mengisi perutnya yang sudah terasa lapar, semua itu karena ia tidak ingin melewatkan apapun yang akan terjadi kepada suaminya terlewatkan.


"Nazwa, makan dulu sayang ini sudah lewat waktunya makan siang, nanti kamu sakit Nazwa." tante Rita mencoba untuk membujuk Nazwa agar segera mengisi perutnya.


"Tidak apa apa tante, aku makan setelah operasi mas Rangga selesai saja." jawab Nazwa.


"Tapi sayang.." belum juga tante Rita menyelesaikan kata katanya, suami tante Rita pun memberitahu istrinya bahwa lampu indikator ruang operasi telah padam.


"Mah lampunya mah." ujar suami tente Rita.


"Sayang." tante Rita terlihat begitu senang, begitu juga dengan Nazwa.


Saat tim dokter keluar dari ruangan operasi, Nazwa dan dan tente Rita segera mendekati dokter untuk menanyakan keadaan Rangga setelah selesai operasi.


"Dok, bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Nazwa kepada dokter yang selalu menangani penyakit Rangga.


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, tapi Rangga masih dalam keadaan kritis, kita do'a kan saja semoga Rangga bisa segera melewati masa kritisnya." jawab dokter.


"Syukurlah kalau begitu." jawab tante Rita.


"Alhamdulillah. Terima kasih dokter." jawab Nazwa juga.


"Tapi, saya jelaskan sekali lagi, operasi ini hanya membantu meringankan penyakit Rangga, bukan berarti penyakitnya sembuh secara total, jadi saya harap keluarga harus bisa menjaga pola makannya setelah sembuh, dan membantu untuk menjaga agar tekanan emosi Rangga tidak meledak ledak." jelas dokter lagi.


"Ia dok, kami akan menjaga kesehatan Rangga lebih baik." jawab suami tante Rita.


"Kalau begitu saya permisi dulu, sebentar lagi Rangga akan dibawa kembali ke ruangan ICU, tolong jangan mengganggunya dan biarkan ia istirahat sampai ia siuman." ujar dokter.


''Baik dok, terima kasih." jawab Nazwa dan tante Rita.

__ADS_1


Tidak lama barselang, para suster pun membawa Rangga keluar dari ruangan operasi dan membawanya kembali kedalam ruanga ICU dengan cepat.


__ADS_2