
Kebahagiaan yang memuncak benar benar membuat Anton melupakan untuk memberi kabar gembira itu kepada kedua orang tua dan mertuanya, untungnya dokter Anwar segera menghubungi Anita untuk memberi tahukan tentang keadaan Zahwa sekarang.
Anita yang mendapatkan kabar bahagia itu segera menghubungi kedua orang tuanya, dan meminta mama papanya agar segera menuju rumah sakit, untuk sama sama melihat kondisi Zahwa, sedangkan setelah ia menutup telponya, Anita meminta izin kepada suami yang selalu mendukungnya untuk segera menuju rumah sakit, karna harus memeriksa kandungan Zahwa.
Kedua orang tua Anton dengan segera bersiap siap dan bergegas menuju rumah Sakit, dan saat dalam perjalanan pak Gunawan pun menghubungi pak Rahmat untuk memberitahukan keadaan Zahwa yang telah sadarkan diri, lalu meminta mereka untuk ikut menuju rumah sakit bersamaan, melihat keadaan putri mereka.
***
Masih di dalam kamar ICU tempat Zahwa berada, Anton terlihat begitu sangat bahagia, kadang ia tidak mampu manahan air matanya yang selalu ingin keluar karna terharu. Sesekali terlihat tangan Zahwa berusaha meraih wajah suaminya dan perlahan mengusap dengan lembut air mata disudut pipi Anton dengan ibu jarinya.
Anton meraih tangan Zahwa yang ada diwajahnya, menggenggam, dan mencium tangan istrinya, lalu meletakkan tangan Zahwa yang masih dalam genggamannya itu dipipinya.
"Sayang, jangan pernah lakukan hal bodoh seperti ini lagi sayang, aku benar benar tidak bisa hidup tanpa mu Zahwa." ucap Anton. Dan Zahwa hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Aku akan menjadi orang gila bila sampai terjadi hal yang tidak diinginkan kepada mu sayang, aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa kehilangan mu sayang."
"Aku tidak apa apa mas, aku baik baik saja." ucap Zahwa dengan sedikit terbata bata.
"Kamu hampir saja kehilangan nyawa tapi masih bilang tidak apa apa, memangnya ada berapa banyak cadangan nyawamu sayang.?" Anton terlihat sedikit kesal dengan ucapan Zahwa yang mengatakan dirinya baik baik saja, ia tidak terima jika Zahwa menganggap kejadian ini hanyalah hal biasa.
"Sekarang mas lihat, aku tidak apa apa kan.?" ujar Zahwa lagi.
"Jangan bilang tidak apa apa lagi, kamu hampir saja membuat mas putus asa karna merasa gagal menjaga mu sayang dan kamu masih bisa bilang tidak apa apa. Lagi pula apa yang sedang kamu lakukan disana sayang, sampai sampai berjalan ditengan jalan tanpa memperhatikan keadaan jalanan seperti itu.?" tanya Anton yang memang sama sekali tidak mengetahui kejadian apa yang membuat istrinya melamun dan berjalan tanpa sadar ditengah jalan raya saat itu.
Zahwa hanya terlihat tersenyum kecil, ia sama sekali tidak berniat menceritakan pertemuannya dengan mama Sarah saat itu kepada Anton, ia bahkan masih sangat mengingat ucapan dan kata kata kasar yang ia terima dari mama Sarah hari itu, ia hanya memendamnya sendiri karna tidak ingin membuat Anton marah kepada mama Sarah.
Tiba tiba Zahwa kembali meringis merasakan sakit dikepalanya saat sedang memutar memorinya mengingat kejadian dan perkataan mama Sarah.
__ADS_1
"Kenapa Sayang, sakit lagi ya, dimana yang sakit.?" tanya Anton dengan paniknya.
"Sudah mas, aku tidak apa apa hanya nyeri sedikit." ujar Zahwa lagi yang melihat kepanikan Anton.
"Kalau begitu beristirahatlah sayang, mas akan menemani dan menjaga kamu disini." ujar Anton dan Zahwa hanya tersenyum lalu memejamkan matanya.
Anita tiba dirumah Sakit terlebih dahulu dari yang lainnya, ia segera berjalan dengan cepat menuju ruangan ICU Zahwa, dan saat tiba disana ia melihat Anton yang tengah duduk sambil mengelus lembut kening istrinya yang sedang tertidur.
"Assalammualaikum." ucap Anita.
"Waalaikum salam kak." jawab Anton yang terlihat melempar senyuman kepada kakak tertuanya itu.
"Bagaimana keadaan Zahwa An.?" tanya Anita.
"Zahwa sudah siuman kak, sekarang dia sedang tidur." raut wajah bahagia sangat terlihat jelas diwajah adiknya itu.
"Biar kakak periksa kandungannya dulu An." ujar Anita, lalu segera memeriksa keadaan janin Zahwa.
"Maaf kakak mengganggu istirahat mu sayang, kakak hanya ingin memeriksa keadaan janin mu." ucap Anita sambil membungkukan dirinya memberikan pelukan kepada Zahwa, sebenarnya ia merasa sedikit bersalah karna membuat Zahwa terbangun dari tidurnya, dan seharusnya adik iparnya itu memang harus banyak banyak beristirahat.
"Dia baik baik saja kan kan.?" tanya Zahwa.
"Kondisinya masih sangat lemah Za, itu karna ia kurang mendapatkan asupan makanan berapa hari ini, mulai besok kamu harus banyak makan ya, bukan hanya untuk dirimu tapi juga buat anak yang ada didalam kandungan mu ini." jelas Anita.
"Iya kak." menjawab dengan senyuman.
"Mas akan belikan apapun makanan yang kau inginkan sayang, bila perlu mas akan carikan koki untuk memasak apapun keinginan mu agar kau berselera makan." ucap Anton.
__ADS_1
"Kakak rasa tidak perlu selebay itu deh." ucap Anita menggoda adiknya sambil memukul pelan bahu Anton, membuat mereka tertawa.
kebahagian juga dirasakan oleh Anita, beberapa hari ini ia hanya melihat tangis dan kesedihan yang menyelimuti adik laki kesayangannya itu, tapi malam ini ia dapat melihat kembali tawa bahagia dari Anton.
Orang tua Anton dan Zahwa tiba dirumah sakit bersamaan, mereka memasuki ruangan ICU secara bersamaan, ruangan yang seharusnya dimasuki secara bergilir itu, kini tidak lagi mereka perdulikan karna ingin melihat keadaan Zahwa secara bersamaan.
"Assalammualaikum." ucap mereka bersama.
"Waalaikum Salam." bertiga bersama menjawab.
"Sayang." mama Mertuanya terlihat begitu bahagianya berlari menghampiri menantu kesayanganya terlebih dahulu, ia terlihat memeluk dan menciumi Zahwa yang masih terbaring.
"Ma." ucap Zahwa.
"Nak." panggil ibunya yang terlihat berlinang air mata bahagia melihat putri semata wayangnya itu, rasa rindu yang selama ini ia rasakan tercurah lewat air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Ibu, ayah." Zahwa juga berucap memanggil kedua orang tuanya yang kini berada disamping mereka, sambil memberikan ciuman lembut orang tua terhadap anaknya.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah." terdengan ucapan syukur dari mama Melinda yang terlihat merangkul Anton yang masih duduk dikursi yang ada disamping ranjang pembaringan Zahwa, air mata bahagia juga terlihat jelas di wajahnya.
"Bagaimana kondisi janinnya Ta.?" tanya pak Gunawan.
"Untuk saat ini kondisi bayinya masih sangat lemah pah, tapi dengan sadarnya Zahwa sepertinya tidak perlu melakukan operasi caesar lagi, hanya saja Zahwa nenar benar harus banyak memakan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup." jelas Anita.
"Syukurlah kalau begitu." jawab pak Gunawan.
"Aku akan membantu dengan cara memberikan Vitamin dan suplemen penguat janin." sambung Anita lagi.
__ADS_1
Semua terlihat begitu bahagia malam ini, tepat pukul sembilan malam semuanya memutuskan untuk kembali pulang kerumah, karna tidak ingin mengganggu Zahwa yang juga harus banyak beristirahat, kali ini mereka kembali dengan perasaan senang tidak seperti malam malam sebelumnya, dan Anton masih terlihat setia menjaga istrinya dengan sabar, sesekali ia terlihat mengusap lembut wajah dan juga perut buncit istrinya.
Rasa bahagia benar benar menyelimuti hatinya dengan sempurna, kini misi utama dalam hidupnya adalah menjaga dan berusaha membahagiakan Zahwa selamanya, ia sungguh tidak ingin kejadian seperti ini kembali terulang di dalam hidupnya.