
Sarah bediri dihadapan Zahwa, ia berusaha keras mengumpulkan keberanianya, lalu mulai terlihat berbicara, ia mengutarakan maksud kedatanganya untuk meminta maaf kepada Zahwa dan Anton atas perbuatan yang telah dilkukan mamanya terhadap mantan madunya itu.
"Mas Anton, Za, sebenarnya kedatangan aku kemari selain untuk melihat keadaan mu, aku juga bertujuan untuk neminta maaf kepada kalian, terutama kepada mu Za." ucap Sarah yang mulai terlihat menitikkan air mata.
"Minta maaf, minta maaf untuk apa Sarah.?" tanya Zahwa heran, dan begitupun dengan Anton dan juga Reyhan.
Sarah merasa bingung dengan ucapan Zahwa, kenapa Zahwa bisa balik bertanya atas ucapannya tadi. Tapi satu hal yang ia baru sadari, bahwa Anton dan juga Zahwa belum mengetahui siapa pelaku tabra lari yang mencelakain Zahwa, dan pantas saja ia disambut dengan baik saat awal kedatangannya.
"Aku ingin meminta maaf atas nama mama, untuk kecelakaan yang menimpa mu Za." ucap Sarah lagi.
"Memangnya ada apa Sarah, apa semua ini ada hubungannya dengan mamamu.?" tanya Anton yang mulai heran dengan tingkah dan ucapan Sarah.
Sarah sedikit menundukan kepalanya, ada rasa takut yang mulai menyelimuti dirinya, Ia juga sudah membayangkan apa yang akan terjadi dan dilakukan oleh Anton, yang bahkan mungkin saja ia juga akan mendapatkan tindak kekerasan.
"Kamu benar mas, mama adalah pelakunya." ujar Sarah dengan memejamkan matanya, ia sungguh tidak sanggup untuk melihat ekspresi wajah Anton setelah mendengar ucapannya itu.
"APA.!" Anton dan Reyhan terlihat terkejut dengan bersamaan, namun tidak dengan Zahwa, meski ia sebenarnya juga merasa kaget, namun ia tidak begitu heran dengan hal itu, mengingat sebelum kejadian mama Sarah sempat mengatainya dengan kata kata yang menyakitkan hatinya.
Seketika wajah Anton terlihat berubah merah padam, terlihat kedua bola matanya membulat sempurna, amarah telah merasuki dirinya, terlihat ia sudah tidak bisa lagi menahan diri, mendengar ucapan Sarah. Anton pun mulai mendekati sarah dan memakinya dengan ucapan yang cukup keras.
"Apa mama mu sudah gila, salah apa istri ku kepadanya Sarah, sampai sampai mama mu tega melakukan ini semua. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau sampai nyawa anak dan istriku tidak tertolong saat itu." ucap Anton geram.
"Aku tidak tahu mas, aku benar benar minta maaf atas tindakan mama, sekarang mama sudah ditahan di kantor polisi, untuk mempertanggung jawabkan kesalahanya." Sarah bisa menerima dengan lapang dada atas tindakan yang dilakukan Anton, ia merasa pantas mendapatkan makian itu, walaupun bukan dirinyalah yang bersalah.
Melihat Sarah yang menangis dan menahan rasa takutnya membuat Zahwa merasa tidak tega, meski sebenarnya ia juga merasa marah atas tindakan yang dilakukan mama Sarah terhadapnya, tapi Zahwa merasa Sarah tidak pantas untuk menerima makian dari suaminya yang tengah meluapkan kekesalanya.
__ADS_1
"Mas, sudah mas cukup." Zahwa mencoba menghentikan tindakan Anton, yang masih terlihat memaki Sarah.
"Mas Reyhan tolong mas, tolong hentikan tindakan mas Anton." Zahwa meminta bantuan kepada Reyhan untuk meredam emosinya suaminya, dan dengan segera Reyhan mencoba membuat Anton yang masih melanjutkan amarahnya agar tenang, meski sebenarnya Reyhan juga merasa kesal dan emosi.
"An, sudahlah tenangkan dirimu, Sarah tidak bersalah atas hal ini, tidak semestinya kau luapkan kekesalan mu terhadapnya, kasihan dia." ucap Reyhan berusaha menghentikan Anton.
''Aku tidak menyangka mama mu bertindak sekeji ini, jika dia ingin menyalahkan seseorang atas perpisahan kita, maka seharusnya dia tunjukan kekesalanya itu kepada ku bukan Zahwa." Anton masih belum bisa menghentikan amarahnya, meski Sarah telah menangis sesengukan dihadapanya.
"Memang aku yang bersalah, karna aku tidak bisa mengendalikan kekesalan mama, aku tidak bisa menjelaskan bahwa semua ini memang keinginan ku, dan perpisahan kita bukan karna ulah Zahwa, aku mohon maaf." Ujar Sarah lagi.
"Itulah kesalahanmu, kamulah yang bertindak tergesah gesa untuk memutuskan semuanya. Pergilah Sarah, sebelum aku benar benar tidak bisa lagi menahan amarah ku." Anton menunjukkan pintu dengan tanganya, berusaha untuk mengusir Sarah.
Sarah pun sangat mengerti dengan tindakan Anton, ia pun berniat untuk pergi dari ruangan Zahwa, namun sebelumnya Sarah terlihat kembali mendekati Zahwa lalu menggenggam tangan prempuan yang pernah menjadi madunya itu.
"Za, aku mohon maaf kan aku." ucap Sarah dengan menangis.
"Terima kasih Za, terima kasih." Sarah kembali memeluk Zahwa, lalu setelahnya ia keluar dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
Sementara, Anton masih terlihat begitu emosi di ruang perawatan istrinya, Reyhan berusaha membawanya duduk di kursi yang ada didekat Zahwa, agar Anton bisa jauh lebih tenang.
"Tenangkan dirimu mas, ini bukan salah Sarah, kamu tidak pantas memakinya seperti itu, lagi pula kamu lihat kan kalau aku dan anak kita baik baik saja." Zahwa mencoba membuat suaminya lebih tenang.
"Aku benar benar tidak menyangka kalau mama Sarah yang melakukan semua ini, aku bahkan berfikir bahwa ini semua murni kecelakaan yang tidak disengaja." ujar Anton.
"Semua ini berawal dari kesalahan ku An." ucap Reyhan, membuat Anton dan Zahwa menatapnya secara bersamaan, ada rasa penyesalan yang kembali menyelimuti hatinya. "Kalau saja saat itu aku tidak bertindak ceroboh, rumah tanggamu tidak akan sekacau ini, hingga menimbulkan dendam dihati orang tua Sarah." jelasnya.
__ADS_1
"Sudahlah Rey, aku tidak menyalahkan mu atas kejadian itu, sebaliknya aku seharusnya mengucapkan banyak terima kasih kepadamu, mungkin jika hal itu tidak terjadi, sampai saat ini aku tidak akan menyadari cinta ku kepada Zahwa, dan mungkin aku akan terus menyakitinya seumur hidupku." Anton mengusap lembut tangan Zahwa yang ia genggam.
Suasana mulai terlihat tenang, meski Anton masih merasa geram dengan pernyataan Sarah, namun Zahwa dan Reyhan bisa mengendalikannya amarahnya.
***
Sementara itu, mobil Sarah terlihat memasuki area parkiran di depan kantor Rudi, dan ia pun segera masuk kedalam gedung itu. Setelah menunggu diruang lobby beberapa saat, akhirnya Rudi terlihat datang menemui Sarah, setelah sebelumnya mendapat telpon dari Sarah.
"Ada apa Sarah, kenapa kamu menangis.?" tanya Rudi yang melihat masih ada sisa sisa air mata diwajah Sarah.
"Rud." Sarah pun menghambur kedalam pelukan Rudi.
"Ada apa Sarah,? Coba tenangkan dirimu, ceritakan apa yang terjadi." ucap Rudi lagi.
Sarah pun melepaskan pelukannya, dan mulai menceritakan semuanya kepada Rudi.
"Aku pergi kerumah sakit, untuk menemui Anton dan Zahwa, untuk meminta maaf atas kesalahan mama." ujarnya, lalu Rudi pun mengajak Sarah untuk duduk di sofa yang ada diruang lobby kantornya, agar Sarah bisa menceritakan semuanya dengan tenang.
"Lalu apa yang terjadi, kenapa kamu tidak menelpon ku.? Aku kan bisa menemani mu untuk pergi kesana." ucap Rudi.
"Aku selalu merepotkan mu Rud, jadi aku putuskan untuk pergi sendiri, aku tidak mau selalu menyusahkan orang lain." jelas Sarah.
"Kenapa bicara seperti itu Sarah, aku tidak pernah merasa disusahkan oleh mu." menjawab sambil menarik lalu menggenggam tangan Sarah.
"Terima kasih Rud." tersenyum.
__ADS_1
"Coba sekarang kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi disana, saat kamu menemui mereka." ujar Rudi lagi, lalu Sarah pun mulai menceritakan semuanya.