Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 76


__ADS_3

Setelah mendapat tempat duduk dan memesan makanan, Zahwa yang duduk tepat di hadapan Anton terlihat tersenyum memperhatikan wajah suaminya. Karna tidak pernah merawat diri saat kepergian istrinya, kini penampilan Anton terlihat sangat berbeda, rambutnya terlihat panjang dan berantakan, kumis dan jenggot pun tumbuh tidak beraturan. Sebenarnya hati Zahwa menjadi sangat geli ketika memperhatikan wajah dan penampilan Anton yang sekarang, namun ia tidak berani mengatakanya karna takut membuat Anton merasa tersinggung jika ia bicara terus terang.


Melihat istrinya yang tercengar cengir menatap dirinya, membuat Anton jadi salah tingkah, ia merasa bahwa Zahwa sedang memperhatikan keanehan yang ada pada dirinya, dan Anton pun berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya aneh pada dirinya hingga membuat Zahwa jadi bertingkah seperti itu.


"Kenapa kamu memperhatikan mas seperti itu Za. Apa ada yang aneh dengan penampilan mas.?" tanya Anton dengan penuh keheranan. Tapi istrinya itu hanya terlihat tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelang.


"Mas." Zahwa terlihat menarik tangan suaminya itu, lalu menggenggamnya.


"Kalau mas tidak tersinggung dan menyetujuinya, bagaimana kalau setelah makan kita pergi ke barbershop.?" ucap Zahwa, ia berbicara sangat hati hati karna tidak ingin membuat suaminya itu tersinggung.


Dan Anton yang mendengarkan ucapan istrinya itu pun jadi tergelak tertawa terbahak bahak, ia tahu benar penampilannya memang sudah tidak karuan, namun dulu ia tidak begitu memperdulikannya karna terlalu sibuk memikirkan kepergian Zahwa, dan yang ada dalam fikirannya hanyalah bagaimana caranya istrinya itu bisa kembali lagi ke sisinya, jadi ia tidak memperdulikan sama sekali penampilannya.


"Kenapa mas harus marah sayang, sebenarnya mas tahu kalau penampilan mas sudah tidak karuan, tapi saat itu bagiku memperjuangkan kebersamaan kita yang jauh lebih penting, dari pada penampilan mas." ucap Anton dengan tersenyum, dan meletakkan lagi satu tangannya diatas tangan Zahwa yang sedang menggenggam tangannya.


"Dan sekarang aku sudah berada kembali disisi mu mas, jadi tidak ada salahnya kan, kalau mas memperbaiki kembali penampilan mu mas." jawab Zahwa lagi.


"Iya sayang, setelah makan temani mas pergi ke barbershop ya.?" pinta Anton.


"Iya mas." jawab istrinya dengan tersenyum manis.


Pesanan mereka pun datang, setelah pelayan restoran meletakkan semua menu makanan yang mereka pesan dan pergi dari hadapan mereka, Anton dan Zahwa pun mulai menyantap hidangan yang telah tersaji di atas meja tempat mereka duduk itu. Anton menyendoki makanannya, dan menyodorkan sendok berisi makanan tersebut tepat di hadapan bibir Zahwa.


"Sayang kamu coba deh, ini enak sekali." ucap Anton sambil mengangkat kedua alisnya meyakinkan istrinya.


Dan Zahwa pun jadi tersenyum malu, karna anton berniat untuk menyuapinya, meski ini bukan pertama kalinya Anton menyuapinya, namun tetap saja Zahwa merasa malu, karna melakukan hal itu di depan umum. Zahwa tidak ingin membuat suaminya merasa tersinggung jika ia menolaknya, akhirnya dengan perasaan malu malunya Zahwa membuka mulutnya dan menyantap makanan yang telah di sodorkan suaminya itu.

__ADS_1


"Bagaimana sayang enak kan.?" tanya Anton.


"Iya mas, ini enak sekali ucap Zahwa." sambil mengunyah dan merasai makanan yang masuk kedalam mulutnya.


Anton pun makin antusias untuk menyuapi kembali istrinya itu, dan karna sudah berkali kali mendapat suapan dari suaminya, kini Zahwa sudah tidak canggung dan malu malu lagi untuk menerima suapan dari suaminya itu.


Setelah terasa kenyang mengisi perut mereka, kini keduanya pergi meninggalkan mall dan berniat menuju barbershop langganan suaminya. Dalam perjalanan menuju barbershop, Anton tidak henti hentinya tersenyum dan sesekali ia mengusap lembut perut istrinya itu.


Setelah beberapa menit keduanya pun tiba di tempat tujuan, Anton memarkirkan mobilnya dan segera mengajak istrinya turun dari mobil.


Setelah mereka memasuki barbershop, Anton dan Zahwa langsung disambut oleh seorang pegawai laki laki, yang berkerja ditempat itu.


"Selamat sore pak.!" ucapnya dengan penuh kesopanan tapi masih terlihat senyum yang mengambang di bibirnya.


"Silahkan pak." ucap pegawai itu lalu menarik kursi yang ada dihadapan kaca. Tanpa perlu menanyakan keinginan Anton, pegawai itu tentu saja sudah mengetahui apa tujuan sang pemilik tempat usaha salon itu datang kesana, karna Anton memang tidak pernah mengunjungi setiap tempat usahanya, termasuk salon itu kecuali jika ingin memotong rambutnya.


"Tolong kamu hantarkan dulu istriku ke tempat biasa ku beristirahat." ucap Anton memberi perintah.


"Baik pak."Ucapnya.


"Silahkan ikut saya nyonya." ucapnya lagi dengan sopan, mengajak Zahwa menuju tempat yang di perintahkan oleh bosnya, tapi Zahwa masih nampak bingung, kenapa suaminya bisa memerintah pegawai itu seenaknya. Tapi dengan segera Zahwa menyimpat rasa kebingungannya itu, dan hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki pegawai itu.


Barbershop itu memang selalu ramai dengan pengunjung, karna selain tempatnya yang tampak nyaman, juga hasil kerja yang diberikan sangat memuaskan. Anton memutuskan untuk membuat tempat beristirahat yang nyaman untuk dirinya disana, agar tidak bosan saat menunggu giliran ketika tempat itu sedang penuh dengan orang orang yang ingin mencukur rambutnya, Karna keluarga Anton memang bukan terkenal hanya karna kekayaannya saja tapi juga dengan keramah tamahan mereka, meski ia pemilik tempat itu, tapi ia tidak pernah memaksa untuk mendapatkan penanganan pertama dan mengabaikan pelanggan yang lain.


Setibanya di tempat yang di tunjuk oleh pegawai laki laki tadi, Zahwa pun masuk kedalam ruangan itu, ia terlihat takjub melihat isi dalam ruangan itu, karna di dalamnya terdapat tempat tidur, sofa, televisi, ac, bahkan kamar mandi, tempat itu sudah seperti rumah saja, bukan lagi tempat untuk beristirahat seperti yang diucapkan suaminya.

__ADS_1


Zahwa memilih duduk, dan kini di dalam fikirannya pun timbul berbagai macam pertanyaan.


Kenapa tempat ini menyediakan berbagai macam fasilitas.? Ini hanya untuk mas Anton, atau memang disediakan untuk semua penginjung ya.? fikir Zahwa.


Karna merasa bingung sendiri dengan semua pertanyaannya itu, akhirnya Zahwa memilih merebahkan tubuhnya diatas sofa, tapi tidak begitu lama Zahwa pun tertidur pulas disana.


Setelah selesai mendapatkan pelayanan yang memuaskan, Anton pun masuk kedalam ruangan dimana tempat Zahwa berada. Ia masuk kedalam dan mendapati istrinya yang sedang tertidur lelap disana, Anton tersenyum melihat istrinya dan mendekati Zahwa.


Anton terlihat mendekati istrinya, ia duduk bertumpu dengan kedua lututnya dihadapan istrinya itu, sejenak ia memperhatikan kecantikan Zahwa, lalu tiba tiba ciuman pun mendarat di kening Zahwa.


Zahwa yang merasa kaget dengan sentuhan di keningnya, sepontan jadi terbangun dari tidurnya.


"Astaghfirullah mas." ucap Zahwa kaget, dengan wajah pucat, debaran jantungnya pun jadi berdegup dengan cepat.


"Maaf sayang, maaf mas membuat mu terkejut." ucap Anton yang langsung menggenggam tangan istrinya, mencoba membuat Zahwa jadi tenang.


"Iya mas, aku kelelahan jadi tadi ketiduran deh." ucap Zahwa dengan tersenyum manis.


"Ya sudah, kalau begitu kita langsung pulang saja ya, biar kamu bisa istirahat." ucap Anton.


"Mas sudah selesai.?" tanya Zahwa lagi.


"Apa kamu tidak lihat sayang, kalau sekarang suami mu ini sudah kembali tampan seperti dulu, saat kita pertama kali bertemu." ucap Anton yang terlihat langsung berdiri dan sedikit berputar di hadapan Zahwa, untuk menunjukan penampilan barunya itu, membuat Zahwa jadi tersenyum malu melihat tingkah suaminya.


"Iya mas, ayah memang tidak salah menjodohkan ku dengan laki laki setampan kamu." goda Zahwa, lalu ikut berdiri dan mendekati suaminya. Anton pun tertawa terbahak bahak mendengar ucapan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2