
Sarah terlihat lebih tenang setelah menceritakan semua yang terjadi dirumah sakit saat ia berusaha untuk meminta maaf kepada Zahwa dan Anton dengan Rudi.
"Terima kasih ya Rud, kamu selalu ada buat aku." ujar Sarah.
"Tidak perlu berterima kasih begitu Sarah." jawab Rudi.
"Kamu memang selalu baik dari dulu dengan aku Rud." ucapnya lagi dengan tersenyum.
"Itu karna sejak dulu prasaan ku terhadap mu memang tidak pernah berubah Sarah."
Sarah merasa malu dengan ucapan Rudi, hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang terlihat merona karna menahan malunya. Rudi menyentuh dengan lembut lalu menggenggam tangan Sarah, hal itu membuat Sarah merasakan ada rasa aneh yang bergejolak dihatinya.
"Sarah.!" yang dipanggil pun terlihat memandang Rudi dengan sedikit mengangkat kedua alisnya.
"Sarah, dari dulu sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu, dan perasaan ku ini tidak pernah berubah, apakah kamu mau menjadi pendamping hidupku Sarah.?" tanya Rudi. Hal itu membuat Sarah merasa terkejut, lalu dengan cepat ia menarik tangannya yang ada di dalam genggaman Rudi.
"Itu tidak mungkin Rud." jawab Sarah lalu terlihat berdiri dari duduknya, yang langsung di ikuti oleh Rudi.
"Kenapa Sarah, apa ada yang salah.?" tanya Rudi lagi.
"Tentu saja Rud, tentu saja semua itu salah." jawabnya.
"Lalu Salahnya dimana Sarah.?" Rudi pun merasa heran.
"Rud, kamu adalah pengusaha muda yang mapan, Sedangkan aku adalah seorang janda, apa kata orang orang diluar sana Rud, kalau sampai mereka tahu tentang hal ini." Meski sebenarnya Sarah juga telah memiliki perasaan yang sama dengan Rudi, tapi ia selalu berusaha menutupi semua itu, dan kali ini ia tidak berniat menerimanya karna takut dengan cemoohan orang.
__ADS_1
"Sarah Aku mencintaimu tulus dari hatiku, aku tidak pernah mempermasalahkan setatus mu atau apapun itu, dan aku juga tidak akan pernah perduli dengan ucapan orang lain, aku mencintai mu Sarah, dan itu terjadi dari dulu hingga saat ini." jawab Rudi.
"Apa kamu yakin Rud, apakah keluarga mu juga bisa menerima ku.? Lagi pula masih banyak wanita cantik diluaran sana yang jauh lebih baik dari ku Rud, dan tidak berstatus janda."
"Tidak Sarah, aku hanya mencintai mu, lalu masalah orang tua ku, mereka tidak pernah ikut campur dengan urusan pribadi ku, asalkan aku bahagia orang tua ku akan selalu mendukung ku." jawab Rudi, ia benar benar berusaha untuk meyakinkan Sarah.
Sarah sudah kehabisan kata untuk menolak Rudi, meski sebenarnya perasaan cinta telah tumbuh dihatinya, namun Sarah berusaha keras untuk tidak menolak Rudi, hal itu ia lakukan karna tidak ingin mendapat cemoohan dari orang lain, karna Sarah sangat sadar diri dengan setatusnya saat ini, namun sepertinya usahanya itu sia sia saja karna Rudi terus berusaha keras untuk meyakinkan Sarah.
Akhirnya Sarah menerima cinta Rudi dan bersedia untuk menjadi kekasih laki laki yang sebenarnya telah mencintainya sejak lama itu, meski Sarah masih menolak untuk dilamar oleh Rudi, karna saat ini Sarah ingin fokus untuk menolong mamanya yang berada didalam sel tahanan.
***
Setelah suasana hatinya kembali membaik, Anton terlihan kembali tersenyum saat berbicara kepada Reyhan.
"Rey, berapa lama kau berada di Indonesia.?" tanya Anton.
"Lalu bagaimana dengan kuliah mu.?" tanya Anton lagi.
"Sebenarnya aku tidak begitu terobsesi dengan gelar, lagi pula aku memutuskan untuk kuliah di Amerika bukan karna aku benar benar ingin melanjutkan pendidikan, tapi karna aku patah hati." jelas Reyhan yang terlihat tertawa terbahak bahak saat ia selesai mengucapkan kata katanya.
Melihat sikap Reyhan yang seperti itu membuat Anton dan Zahwa merasa heran, karna mereka tahu walaupun ia tertawa namun di dalam hatinya Reyhan pasti masih menyimpan luka karna perpisahan yang harus ia alami dengan Zahwa, namun mereka semua tidak bisa berbuat apa apa, karna itu semua adalah perjodohan dari orang tua mereka.
"Kamu akan mendapatkan yang terbaik Rey." ujar Anton, berusaha membuat sahabatnya itu senang.
"Tentu saja An, aku pastikan kalau aku akan mendapatkan bidadari yang jauh lebih cantik dari milikmu itu." jawab Reyhan dengan tersenyum riang, lalu menunju kearah Zahwa.
__ADS_1
"Aamiin." Jawab Zahwa juga dengan tersenyum.
"Tapi bagi mas, kamulah yang paling cantik dari semua prempuan yang ada di dunia ini sayang." ujar Anton yang langsung terlihat mencium kening istrinya itu, terlihat sekali bahwa ia sedang ingin membuat Reyhan kesal.
"Apa tidak bisa kau simpan dulu kata gombal mu itu, sampai aku enyah dari ruangan ini." ucap Reyhan yang terpancing oleh ulah yang dibuat Anton, jelas sekali diwajahnya Reyhan terlihat iri melihat kemesraan Anton dan Zahwa. Sementara itu terdengar suara tawa dari sepasang suami istri itu secara bersamaan.
"Ku benar benar yakin dengan keputusan mu itu Rey.?" tanya Anton yang masih ingin membahas tentang keputusan Reyhan menghentikan pendidikannya di Amerika.
"Hmm, kau tahukan kalau cuma aku satu satunya yang akan meneruskan prusahaan dan bisnis papa lainnya, jadi aku putuskan untuk mempelajarinya dari sekarang. Papa juga sedah sering meminta Rangga untuk berhenti dari perusahaan mu dan membantu bisnis papa, tapi ia selalu menolaknya." jelas Reyhan.
"Kalau begitu aku setuju dengan keputusan mu Rey, memang sudah seharusnya kamu membantu om, untuk meneruskan bisnisnya." jelas Anton.
Saat mereka tengah asik berbincang bincang, kedua orang tua Zahwa dan Anton pun tiba dirumah sakit, membuat suasana di dalam kamar prawatan Zahwa pun menjadi semakin ramai.
Anton mencerikatan kedatangan Sarah kepada pak Gunawan, dan ia pun mengatakan tentang siapa yang telah dengan sengaja menabrak istrinya saat itu. Pak Ginawan pun berusaha menjelaskan kepada Anton bahwa sebenarnya dirinya telah mengetahui itu semua, namun hal itu sengaja dirahasiakan darinya.
Anton terlihat sedikit kesal dengan pernyataan papanya yang sempat merahasiakan tentang pelaku penabrakan istrinya, namun setelah mendapat penjelasan dari sang papa pun akhirnya Anton dapat menerima hal itu.
***
Di salah satu bandara yang ada di kota XX, Rangga dan Nazwa terlihat keluar dari dalam bandara, mereka segera menuju parkiran mobil yang langsung dijemput oleh pekerja proyek mereka.
Rangga dan Nazwa dibawa menuju salah satu hotel ternama di kota itu, dan mereka pun telah memesankan dua kamar untuk Rangga dan Nazwa selama dua hari disana.
"Itu kamar mu." Rangga menunjukkan kamar yang disediakan untuk Nazwa, saat mereka telah tiba. "Setelah makan siang kita akan melakukan metting." ujar Rangga lagi.
__ADS_1
"Baik pa." jawab Nazwa, lalu keduanya terlihat masuk ke dalam kamar hotel mereka masing masing yang letaknya bersebelahan.