Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 37


__ADS_3

Disebuah pantai Anton dan Sarah terlihat sedang duduk bersama, melihat keindahan matahari tenggelam, Sarah pun meletakkan kepalannya di bahu Anton, dan menikmati keindahan alam itu.


"Mas, apa kamu akan menceraikan Zahwa.?" Sarah bertanya memecah keheningan Antara keduannya.


"Hmm, iya." ucap Anton singkat. Namun ucapan Anton membuat Sarah terkejut dan mengangkat kepalanya.


"Sayang kenapa kamu tega, Zahwa sangat membenci perceraian mas." ucap Sarah lalu memukul pelan lengan suaminya itu. Anton pun berbalik menatap Sarah.


"Aku sudah tidak bisa menyakiti dan melukai hati Zahwa, lagi pula aku tidak akan menceraikannya tapi Zahwa lah yang akan meminta itu semua nantinya." ujar Anton, sungguh dia berharap usahannya itu akan berhasil.


Sarah mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


"Terserah mu saja mas, tapi aku mohon jangan pernah sakiti perasaannya, dia sudah terlalu baik dengan ku, bahkan terkadang aku tidak mengerti dengan Jalan fikirannya." ucap Sarah dengan menatap wajah Anton.


"Hemm." ucap Anton. Lalu keduanya pun berdiri dan berjalan menuju hotel tempat mereka menginap.


Di kamar Zahwa nampak sedang melakukan sholat malam dan mengaji, ia melakukan rutinitasnya itu sampai jam tiga subuh, ia tidak bisa terlelap karna membayakkan suaminya yang sedang bulan madu dengan prempuan lain. Setelah sholat subuh Zahwa membersihkan rumahnnya dan setelah selesai ia bersiap siap untuk pergi ke tokonya.


Ketika sampai ditoko Zahwa hanya tiduran di dalam kamar, dan ia merasakan kepalannya tiba tiba terasa sangat pusing. Zahwa bangun dan keluar kamar berusaha mencari obat yang pernah di belikan Lina, lalu meminum obat tersebuh. Tapi sayangnya tidak ada reaksi dari obat itu Zahwa malah merasa kepalanya semakin berat dan membuatnya jatuh pingsan.


Seketika Semua karyawannya menjadi panik dan berteriak, mereka berusaha membangunkan Zahwa namun tidak berhasil, dan akhirnya mereka memutuskan membawa Zahwa ke rumah sakit dengan menggunakan taksi.

__ADS_1


Dalam sebuah restoran terlihat Reyhan sedang duduk dengan seorang wanita, mereka pun nampak sedang menikmati hot capucino yang mereka pesan.


"Ada apa Rey, kanapa kamu tiba tiba memaksa kakak untuk bertemu, apa kamu tidak tahu kalau kakak ini sangat sibuk hah." ucap Anita dengan gaya biaranya yang cerewet, dan Reyhan pun sudah tahu dengan sifat wanita yang sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya itu.


"Maaf kak, aku tahu kalau kakak itu sangat sibuk, tapi aku ingin membicarakan hal yang sangat penting Kak." ucap Reyhan dengan tersenyum.


"Ada apa.? katakanlah, atau kau ingin aku melamarkan seorang gadis untuk mu hahaa." Anita tertawa terbahak bahak.


"Heyyy, apa kakak sedang menghina ku.?" ucap Reyhan dengan sedikit kesal.


"Bukan begitu Rey, tapi sampai saat ini kamu sama sekali belum pernah menggandeng seorang prempuan." ujar Anita lagi.


"Sudalah kak ada hal yang lebih penting menyangkut adik mu yang sedang asik berbulan madu itu." ucapa Reyhan lagi.


"Siapa lagi kak, memangnya kau punya berapa adik laki laki di muka bumi ini hah." Ujar Anton dengan tersenyum.


"Ada apa Rey, kenapa dengan Anton." Anita mulai serius membicarakan adiknya itu.


"Ini masalah rumah tangganya dengan Zahwa kak. Anton menawarkan Zahwa kepada ku." ujar Reyhan.


''Apaa." Anita berteriak keras, dia begitu terjejut dengan ucapan Reyhan.

__ADS_1


"Ssssstttt kak, tolong kecilkan suaramu." ucap Reyhan dengan meletakkan telunjuknya dibibirnya sendiri, dan Anita pun terlihat membekap mulutnya sendiri.


"Apa kakak mau kita malu karna diusir dari tempat ini.?" ujar Reyhan yang melihat semua orang dalam restoran itu nampak melihat kearah mereka dengan penuh keheranan.


"Maaf kakak sangat terkejut tadi, bagai mana itu bisa terjadi Rey, kakak fikir dia akan berubah setelah Zahwa mengizinkannya menikah dengan Sarah." Anita merasa sangat malu kepada Reyhan atas perbuatan adiknya itu.


"Sebenarnya Zahwa adalah prempuan yang sedang dekat dengan ku kak, tapi kami berpisah karna ia dijodohkan orang tuannya, dan ternyata laki laki itu adalah Anton." Anita terdiam tak bergeming, bagaimana cerita cinta mereka bertiga jadi rumit seperti ini.


"Anton mengetahuinya karna pernah melihat dan mendengar pembicaraan ku tempo hari dengan Zahwa di taman. Dan kini dia meminta ku untuk membuat Zahwa jatuh cinta lagi dengan ku, agar istri tuanya itu akhirnya menceraikan dia." ujar Reyhan menjelaskan.


"Kurang ajar Anton, tega sekali dia berbuat itu kepada Zahwa." ucap Anita yang sudah nampak emosi sekali.


"Kak, Anton melakukan ini sebenarnya karna dia mencintai Zahwa, namun Anton belum menyadari cintanya itu." ujar Reyhan lagi, mencoba meredam kemarahan Anita.


"Maksud mu, kakak jadi gak ngerti." ucap Anita kebingungan.


"Anton melakukan ini, karna ia tidak mau lagi membuat Zahwa sakit hati dan menderita berada disisinya, tapi ia tidak mungkin menceraikan Zahwa karna akan membuat Om dan tante marah besar kepadanya, jadi Reyhan mengambil Cara ini agar Zahwa lah nanti yang akan menceraikannya, karna jatuh cinta kepada laki laki lain." ujar Reyhan menjelaskan.


"Apa pun alasannya Rey, Anton memang sudah keterlaluan, bahkan sekarang kakak sangat malu dengan mu karna kelakuannya." Anita masih tidak bisa terima dengan semua kelakuan adiknya. Dan Reyhan hanya mengangguk pelan.


"Kak sebenarnya aku kesini karna ingin merencanakan sesuatu."Ujar Reyhan lagi.

__ADS_1


"Apa itu Rey." Anita pun jadi penasaran.


Reyhan pun berbisik bisik kepada Anita dan terlihat prempuan itu hanya mengangguk nganggukan kepalanya pelan, seakan ia mengerti dan menyetujui semua ucapan yang dikatakan oleh Reyhan.


__ADS_2