
Anton dan Zahwa sudah berada lagi didalam mobil, setelah acara selesai Anton berniat menghantarkan Zahwa untuk pulang dan segera kembali ke rumah Sarah, karna malam ini memang giliran Anton menginap di rumah istri mudannya itu.
Dalam perjalanan pulang Zahwa memilih memejamkan matanya agar tidak merasa kan mabuk perjalanan, semenjak hamil entah mengapa ia merasa tidak bisa melakukan perjalanan jauh, karna pasti Zahwa akan merasakan mabuk. Akhirnya Zahwa malah jadi tertidur lelap selama dalam perjalanan.
Anton melirik kepada Zahwa, setelah merasa benar benar yakin kalau istrinya itu tertidur, Anton pun mencoba untuk menoleh menatap wajah istrinya, entah mengapa setelah mendengar kan ucapan Zahwa tentang arti cintanya tadi, membuat Anton semakin nyaman berada disisi istri tuanya itu, Anton masih tidak percaya ternyata Zahwa punya prinsip seperti itu dalam cinta, mempertarukan hidup dan mati terhadap seorang suami itu bukanlah hal yang mudah dan tidak semua wanita mau punya prinsip seperti itu.
Saat tiba di rumah Zahwa masih terlihat tidur dengan lelap sehingga membuat Anton jadi tidak tega untuk membangunkan istrinya itu. Anton pun keluar dari mobil dan membuka pintu rumahnya, setelah itu ia kembali menuju mobil dan berusaha mengangkat Zahwa yang sedang tertidur dengan hati hati.
Anton membawa Zahwa masuk menuju kamarnya dan menaiki anak tangga satu persatu, namun entah mengapa pandangannya enggan berpaling dari wajah cantik istrinya itu. Anton yang terpaku menatap wajah Zahwa, jadi tidak memperhatikan langkah kakinya, sehingga sebelah kaki Anton tersandung pada keset lantai yang di injak oleh kaki sebelahnya, akhirnya Anton yang sedang menggendong tubuh Zahwa menjadi kehilangan keseimbangan dan tanpa sengaja ia membenturkan kepala Zahwa pada pintu kamar tidurnya.
"Aaauuuu, sakittt..." teriak Zahwa. Dan Anton pun menurunkan Zahwa dari gendongannya dengan perlahan.
"Za, maaf kan mas, Aku tidak sengaja sayang." ucap Anton yang tanpa ia sadari.
"Mas, kenapa tidak bangunkan aku saja.?" ucap Zahwa yang mencoba berjalan menuju kasurnya, dan terlihat tangan Zahwa masih memegangi sambil mengelus kepalannya yang terkena pintu.
"Mas tidak tega tadi melihat kamu tidur nyenyak sekali." Anton pun membantu istrinya itu untuk berjalan dan membawanya ke tempat tidur.
"Ini sakit sekali mas." rengek Zahwa.
"Coba sini mas lihat. Za ini sepertinnya memar deh." ucap Anton cemas setelah memeriksa kepala Zahwa.
"Apa kamu menyimpan salep.?" Tanya Anton lagi.
"Iya mas, ada di kotak obat disitu." ucap Zahwa sambal menunjukkan nakas yang ada di dalam kamarnya.
Anton pun segera mengambil salep tersebut dan mengolesinnya ke bagian kepala Zahwa yang sedikit memar.
__ADS_1
"Apa masih sakit.?" tanya Anton. Dan Zahwa hanya mengangguk.
"Aku ingin bersih bersih dulu mas, dan mengganti pakaian ku." ujar Zahwa lalu pergi meninggalkan Anton menuju kamar mandi.
Anton pun turun dan memasukkan mobilnya kedalam garasi, setelah itu ia kembali ke kamar dan berniat membirsihkan diri juga mengganti pakaiannya setelah Zahwa keluar dari kamar mandi.
Zahwa terlihat sudah membaringkan tubuhnya, dan Anton pun ikut tidur di samping Zahwa, ia mengelus elus pelan kepala Zahwa, mencoba meringankan rasa sakit yang mungkin masih dirasakan istrinya itu. Akhirnya Anton pun ikut terlelap dengan tangan memeluk tubuh Zahwa.
Zahwa terbangun setelah suara adzan subuh berkumandang, dia masih sedikit merasakan sakit di kepalannya. Zahwa menoleh pada suaminya yang tertidur disampingnya dan terkejut karna ingat seharusnnya malam ini Anton tidur di rumah Sarah, karna memang malam ini giliran suaminya itu tidur disana. Meski pun hatinya senang, namun ia masih merasa tidak enak dengan Sarah, karna takut Sarah akan mengira bahwa dirinyalah yang menahan Anton untuk tetap bermalam dirumahnya.
"Mas, mas, bangun mas." Zahwa mencoba membangunkan suaminya dengan sedikit menggoyangkan tubuh Anton.
"Ada apa.?" ucap Anton sambil menggosok matanya.
"Mas, bukannya mas malam ini seharusnnya tidur di rumah Sarah ya.?" tanya Zahwa, Anton pun terkejut dan langsung membangunkan tubuhnya.
"Iya, aku lupa Za." ucap Anton.
Setelah selesai sholat, Zahwa pun membuatkan Sarapan untuk Anton dan meletakkannya di mejah makan.
Setelah Sarapan Anton pun berpamitan kepada Zahwa dan berniat untuk langsung menuju butik Sarah, karna yakin kalau istri mudannya itu pasti sudah berangkat ke butiknya.
Zahwa pun bergegas pergi ketokonya setelah keberangkatan Anton, menggunakan motor metik yang ia bawa dari tokonya.
Di dalam perjalanan, Anton mencoba mencari alasan untuk meminta maaf kepada Sarah karna ia takut kalau istrinya itu akan marah. Ia mampir ke sebuah toko bungan dan membeli satu ikat bunga mawar berwarna merah, untuk ia gunakan membujuk Sarah nantinnya jika prempuan itu benar benar marah.
Setelah sampai di butik, Anton masuk dan menanyakan keberadaan istrinya pada karyawan yang menyapannya, karyawan itu pun mengatakan bahwa Sarah ada di dalam ruangannya.
__ADS_1
"Pagi Sayang." Sapa Anton yang sudah masuk dan melihat keberadaan istrinya di dalam ruangan milik Sarah.
"Pagi mas." Jawab Sarah.
Anton pun memberikan seikat bunga mawar yang ia beli untuk Sarah, dan Sarah menerimannya.
"Trima kasih mas." ucap Sarah.
"Sayang, aku minta maaf ya, semalam aku ketidura di rumah Zahwa." ucap Anton dengan sedikit memelas.
"Tidak apa apa mas, aku sudah tahu tentang acara peresmian Travel papa semalam, jadi aku yakin kamu pasti bermalam di rumah Zahwa." ucap Sarah. Dan tentu saja membuat Anton terkejut dan bertanya tanya dari mana Sarah bisa tahu.
"Emmm, maaf sayang aku tidap bilang soal itu dengan mu, karna..." ucapan Anton terhenti karna Sarah segera menimpali ucapan Anton.
"Sudah lah mas tidak apa apa, lagi pula meskipun kamu mengajak ku, aku mungkin belum siap untuk bertemu lagi dengan yang lain." Timpal Sarah, ia bisa tahu kalau sebenarnya keluarga Anton kini tidak lagi menyukainnya seperti saat ia masih menjadi kekasih Anton dulu.
"Hmm, maaf kan aku sayang." ucap Anton lagi, ia sungguh merasa tidak enak dengan Sarah.
"Mas kemarin aku ke kantor mu, untuk memberikan undangan ini, tapi sekertaris mu bilang kau sedang mempersiapkan peresmian Travel papa." ucap Zahwa lalu memberikan sebuah undangan.
"Apa ini sayang.?" tanya Anton.
"Itu undangan untuk Acara fashion show ku dua minggu lagi mas di Singapura, aku ingin agar kau mau menemani ku." ucap Sarah merengek sambil memeluk lengan suaminya.
"Baiklah, mas usahakan untuk ikut bersama mu." ucap Anton dan tentu saja membuat Sarah sangat senang.
"Trima kasih ya mas.” ucap Sarah lalu mencium pipi Anton.
__ADS_1
"Iya sayang, kalau begitu mas ke kantor dulu ya.'' pamit Anton.
"He em, hati hati mas." ucap Sarah, dan Anton pun keluar dan pergi menuju kantornya.