Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 156


__ADS_3

Setelah beristirahat dirumah selama dua hari, akhirnya hari ini Rangga memutuskan untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasanya dikantor, meski tubuhnya belum seratus persen pulih, namun ia tetap memaksakan diri untuk bekerja, selain karena ia sangat merindukan Nazwa, ia pula tidak ingin membuat semua orang menjadi mengkhawatirkannya.


"Selamat pagi pak." sapa Rina yang kebetulan bertemu dengan Rangga saat akan menuju ruanganya.


"Pagi." jawab Rangga dengan tersenyum, lalu ia pun masuk kedalam ruangannya.


Kenapa senyuman pak Rangga begitu terlihat sangat manis sihhh? Pantas saja Nazwa sampai jatuh cintai dengan pak Rangga, aaaaa... Fikiran Rina jadi tidak karuan, ia merasa tergoda saat melihat senyum manis dari Rangga.


Maklum saja, selama ini Rangga hampir tidak pernah menunjukan senyuman manisnya kepada staf stafnya, bahkan Rangga terkesan bersikap cuek, namun kehadiran Nazwa mampu nerubah sikap Rangga sedikit demi sedikit, dan setelah mereka menjadi sepasang kekasih sikap Rangga makin jauh berubah dan lebih ramah terhadap staf karyawanya.


"Pagi Rin." sapa Nazwa.


"Pagi Na." jawab Rina dengan tersenyum.


"Kamu kenapa Rin, kok senyum senyum sendiri gitu? tanya Nazwa yang heran melihat tingkah Rina.


"Pak Rangga manis banget ya Na kalau lagi tersenyum." ujar Rina tanpa sadar ia sedang berbicara kepada siapa.


"Maksud mu." tanya Nazwa makin bingung, ia pun mendekatkan wajahnya sedikit lebih dekat kehadapan Nazwa.


"Eh, maaf Na, aku aku bicara apa tadi ya." jawab Rina dengan sedikit gugup, ia merasa tidak enak, karena takut jika Nazwa akan cemburu dengannya.


"Kamu bicara apa sih Rin, aku gak ngerti deh, tadi kamu bilang senyum mas Rangga manis, memangnya kamu melihat mas Rangga?" tanya Nazwa yang belum mengetahui jika Rangga hari ini sudah mulai kembali bekerja.


"Oh memangnya kamu tidak tahu ya kalau pak Rangga hari ini sudah masuk kerja lagi?" tanya Rina, yang berusaha mengalihkan pembicaraan dan Nazwa pun menggeleng pelan.


"Syukurlah kalau begitu, berarti keadaan mas Rangga sudah membaik." jawab Nazwa.


Ia pun menuju meja kerjanya dan melupakan semua ucapan Rina, lalu Nazwa terlihat mulai mengerjakan pekerjaanya. Namun kali ini tampaknya raut wajah Nazwa sedikit lebih berbeda dari kemarin, senyum indah selalu menghiasi wajahnya sejak saat ia mendengar Rangga yang telah kembali berkerja, meski ia sendiri belum bertemu dengan kekasihnya itu, namun perasaan khawatir yang selama ini menghantuinya kini sedikit demi sedikit mulai menghilang, dan kesedihan tidak terlihat lagi dari taut wajah Nazwa.


Saat jam istirahat kerja, Rangga segera keluar dari ruangannya lalu ia pun menemui Nazwa yang saat itu terlihat akan bersiap siap untuk menuju kantin kantor, Rangga akhirnya memilih untuk ikut bersama Nazwa menuju kantin untuk makan siang bersama dengan kekasihnya itu.


"Oh ya, kemarin teman tante yang seorang WO datang kerumah, tapi aku meminta tante yang memilih konsep acara pernikan kita, karena aku bingung, kamu tidak keberatan kan?" tanya Rangga kepada Nazwa di sela sela makan mereka.

__ADS_1


"Tidak apa apa mas, aku senang kalau tante mau ikut membantu kita." jawab Nazwa dengan tersenyum.


"Terima kasih ya." jawab Rangga.


"Iya mas." jawab Nazwa.


"Na, kalau tidak sibuk hari minggu besok kita diminta untuk melakukan foto prewedding, gimana kamu bisa?" tanya Rangga dengan lembut.


"Insya Allah aku bisa mas, karena aku memang tidak punya acara lain." jawab Nazwa dengan tersenyum.


"Syukurlah, kamu tinggal bersiap siap saja, mas akan menjemput mu nanti." jawab Rangga.


"Baik mas." ucap Nazwa.


Setelah selesai makan siang, Rangga dan Nazwa segera menuju musholah untuk melaksanakan sholat, lalu setalahnya mereka pun kembali berkerja sampai akhirnya jam pulang kantor tiba.


Sebelumnya Rangga sempat mengirimkan pesan kepada Nazwa melalui WhatApp untuk melarang Nazwa memesan taksi online, karena Rangga mengatakan bahwa dirinya yang akan menghantarkan Nazwa pulang, dan mau tak mau Nazwa menerima tawaran itu, selain karena Rangga memaksanya, ia pun sebenarnya masih ingin bersama Rangga untuk melepas kerinduannya.


***


"Jadi mau pergi hari ini." tanya Zahwa kepada adiknya itu, saat ia memasuki kamar Nazwa dan melihat adiknya itu tengah bersiap siap untuk pergi.


"Iya Za, sebentar lagi mas Rangga akan jemput." jawab Nazwa.


"Aku do'a kan semoga tidak ada hambatan dan semua persiapan pernikahanmu dengan Rangga berjalan dengan lancar ya." Ujar Zahwa dengan senyum lebar di wajahnya.


"Aamiin.. Terima kasih ya Za." jawab Nazwa sambil merangkul kakaknya itu.


"Sama sama." jawab Zahwa sambil mengusap pelang lengan Nazwa.


Saat mereka tengah asik membicarakan rencana pernikahan Nazwa dan Rangga, salah seorang pembantunya pun datang dan mengetuk pintu kamar Nazwa yang memang terbuka.


"Maaf non Nazwa, di depan sudah ada mas Rangga." ujar pembantu yang berkerja dirumah itu.

__ADS_1


"Iya bik, terima kasih bik." jawab Nazwa.


"Sama sama non." lalu ia pun pergi kembali menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Za, aku pamit dulu ya." ujar Nazwa.


"Iya, kamu hati hati ya." jawab Zahwa.


"Pasti." jawabnya sambil mengacungkan jempol tangannya. "Assalam'mualaikum." ucap Nazwa lagi.


"Waalaikum Salam." jawab Zahwa.


Mobil Rangga pun melaju meninggalkan halaman rumah kediaman Zahwa setelah Nazwa berada di dalamnya, dan mereka pun segera menuju tempat studio pengambilan foto mereka, sesuai alamat yang telah di berika WO perancang pernikahan mereka.


Sesampainya disana Rangga dan Nazwa di sambut dengan hangat oleh para kru pemotretan, dan mereka pun di minta untuk mengganti pakaian mereka sesuai dengan tema yang diinginkan Rangga dan Nazwa, lalu mereka pun segera melakukan foto prewedding untuk menghemat waktu.


Tidak banyak gaya yang di lakukan Nazwa dan Rangga saat pemotretan, karena mereka harus tetap menjaga jarak kedekatan mereka, mengingat Nazwa yang mengenakan hijab dan tentu saja mereka belum sah untuk bersentuhan.


Rangga dan Nazwa pun melihat hasil foto foto mereka yang diambil, dan setelah mereka melihat semua foto, Rangga dan Nazwa pun memilih foto foto mana yang akan mereka gunakan untuk kartu undangan pernikahan dan juga yang akan di pamerkan saat acara pesta pernikahan mereka.


Lelah? Ya, sudah pasti itu mereka rasakan, namun rasa lelah itu hilang begitu saja saat mereka melihat pasangan mereka merasa bahagia.


Begitu pun dengan Rangga, kondisi fisiknya yang belum begitu pulih membuatnya selalu merasa lelah, namun ia harus tetap memaksakan dirinya untuk tetap terlihat fit, agar tidak membuat Nazwa khawatir, dan harus ikut melakukan persiapan pernikahan, meski terkadang ia merasakan lelah dan nyeri didadanya.


"Gimana kalau yang ini, ini, dan yang ini saja mas." ujar Nazwa sambil menunjukan beberapa foto kepada Rangga, Ranggap memang meminta pendapatnya Nazwa karena tidak ingin mengambil keputusan sendiri.


"Boleh juga, semuanya bagus, kamu pilih saja yang menurut mu bagus, mas ikut saja." jawab Rangga dengan tersenyum. Ia merasa sangat bahagia saat melihat senyuman kebahagiaan yang terpancar di wajah Nazwa dengan tulus.


"Jadi kalian pilih yang mana?" tanya fotografer yang mengambil gambar mereka.


"Yang ini saja." jawab Nazwa sambil menunjuk beberapa foto yang akan mereka gunakan untuk kartu undangan dan juga yang akan dipamerkan.


"Pilihan yang tepat sekali, foto yang terlihat serasi, elegan, namun masih menjaga kesopanan." ujar fotografer itu.

__ADS_1


"Terima kasih." jawab Nazwa yang sedikit merasa malu dengan pujian yang di dengarnya.


Usai berdiskusi mengenai foto prewedding mereka, Rangga dan Nazwa pun meninggalkan studio tempat mereka mengambil foto, lalu Rangga terlihat membawa Nazwa menuju sebuah restoran untuk makan siang.


__ADS_2