Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 131


__ADS_3

Nazwa dan Rangga menyempatkan dirinya untuk sholat sebelum masuk kembali ke dalam ruangan kerja mereka, setelah selesai barulah mereka terlihat masuk kembali kedalam gedung perusahaan.


"Nazwa.!" terdengar suara Rina yang memanggil dirinya dari kejauhan.


"Rin." Nazwa terlihat menghentikan langkahnya, dan menunggu Rina yang berjalan mendekatinya.


"Kamu dari mana saja? Sejak tadi aku menunggu mu, terus itu kenapa kamu kok bisa jalan bersama dengan pak Rangga.?" Rina berbicara tanpa henti, ia juga terlihat tersenyum saat berbicara dengan Nazwa karena berniat untuk menggoda teman kerjanya itu lagi.


"Aku bertemu dengan mas Reyhan tadi, dan dia mengajak aku dan juga pak Rangga, untuk makan diluar." jelas Nazwa.


"Wahh..kenapa tidak mengajak aku sih.?" ucap Rina sedikit kesal.


"Yee mana sempat manggilin kamu yang sudah berada dikantin, makanya lain kali tungguin aku dulu, jangan asal tinggal aja." jawab Nazwa dengan tersenyum.


"Aku kan sudah lapar Na, oh ya mas Reyhan itu siapa, pacar kamu juga ya." tanya Rina, ia memang belum mengenal siapa Reyhan.


"Sembarangan, pake bilang pacar kamu juga lagi, memangnya aku serakus itu ya." jawab Nazwa, dan kini dirinyalah yang malah terlihat kesal, membuat Rina tertawa puas.


"Aku kan cuma tanya." jawab Rina.


"Dia itu kakak sepupu pak Rangga, dan kebetulan sahabatnya pak Anton, aku kenal dengan mas Reyhan waktu lagi nungguin pak Rangga di rumah sakit. Sudah ah, ayo buruan aku harus prepare buat berangkat besok." ujar Nazwa.


"Cie.. Yang mau honeymoon." goda Rina lagi.


"Apaan sih.." Nazwa mempercepat langkahnya dengan raut wajah yang merona karena malu.


Setibanya di dalam gedung tempatnya bekerja, Nazwa segera menuju ruangan manajer, ia terlihat mengetuk ruangan kerja milik Rangga itu, dan setelah mendapat jawaban dari dalam, barulah Nazwa masuk lalu menghampiri meja kerja Rangga.


Rangga terlihat diam saja, sepatah kata pun tidak terdengar dari bibirnya, bahkan raut wajah Rangga terlihat sedang kesal, hingga membuat Nazwa jadi bingung dengan sikap atasannya itu.


Usai menyelesaikan urusannya, Nazwa dengan segera meminta izin untuk keluar dari ruangan Rangga, yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Rangga.


Aneh sekali, sebelumnya pak Rangga terlihat baik baik saja, tapi kenapa bisa mendadak berubah sedingin itu lagi sih. gumam Nazwa didalam hatinya.


***

__ADS_1


Dirumahnya, Anton terihat baru saja tiba, ia segera masuk kedalam setelah seorang pembantunya membukakan pintu untuknya.


"Dimana Zahwa bi.?" tanya Anton kepada pembantu rumahnya itu.


"Nyonya ada didalam kamar tuan." jawab pembantunya.


"Apa dia sudah makan siang.?"


"Belum tuan, saya sudah memberitahu nyonya untuk makan, tapi nyonya bilang nanti saja." jelas pembantunya.


"Kalau begitu tolong siapkan makan siangnya bik, biar aku yang memanggilnya." perintah Anton.


"Baik tuan." lalu pembantu itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang, sedangkan Anton menaiki lantai dua untuk menemui Zahwa di dalam kamar.


"Assalam mualaikum." ucap Anton saat masuk kedalam kamar.


"Waalaikum salam." Zahwa yang masih sibuk dengan labtobnya diatas sofa, seketika menghentikan semua aktifitasnya itu saat melihat suaminya pulang.


Zahwa segera berdiri dan menghampiri suaminya itu, ia pun segera menyalami Anton.


"Mas, sudah pulang.?" tanya Zahwa.


"Belum mas." jawab Zahwa sambil menggigit ujung bibirnya, ia merasa cemas karena takut suaminya itu akan memarahinya.


"Lalu apa yang kamu kerjakan sejak tadi.?" tanya Anton, ia pun berjalan mendekati sofa dan mencoba melihat labtob istrinya.


"Aku bosan hanya berdiam diri dirumah mas, jadi aku mencoba untuk mencari resep terbaru untuk toko kue." jelas Zahwa.


"Tapi kamu tidak boleh sampai melupakan makan sayang, kamu harus ingat ada anak kita yang harus kamu jaga kesehatanya." jawab Anton.


"Iya mas, aku tidak akan mengulanginya lagi." Zahwa melebarkan senyuman dibibirnya, hatinya begitu lega karena Anton tidak marah padanya.


"Kalau begitu mas bersihkan diri sebentar ya sayang, lalu kita makan bersama." ujar Anton.


"Iya mas."

__ADS_1


Anton masuk kedalam kamar mandi, lalu dengan segera membersihkan dirinya, setelah selesai, Anton dan Zahwa turun dengan bersamaan menuju mejah makan.


Di atas mejah makan, lauk dan sayuran sehat telah tersedia dengan ditata rapi. Lalu Zahwa pun dengan sigap mengisi piring suaminya dengan nasi.


"Mas mau apa.?" tanya Zahwa kepada suaminya.


"Ikannya saja sayang." jawab Anton. Zahwa mengangkat bagian potongan ikan, lalu meletakkannya ke atas piring suaminya.


Zahwa terlihat memakan menu yang sama dengan suaminya, namun entah mengapa makanan itu terasa hambar dilidah Zahwa, hingga membuatnya tidak bernafsu untuk memakan makanan yang ada didalam piringnya.


Karena melihat istrinya yang seperti tidak berselera makan, akhirnya Anton berinisiatif untuk menyuapi Zahwa dengan nasi yang ada di dalam piringnya.


"Sayang.!" Anton memanggil istrinya dengan menyodorkan sendok berisi nasi kehadapan Zahwa.


"Tidak mau mas, aku makan ini saja sudah cukup." Zahwa mencoba menolak, karena ia memang merasa tidak terlalu bersemangat untuk menghabiskan makananya.


"Sedikit saja sayang. Ayoo.." Anton sedikit memaksa Zahwa. Dan mau tidak mau Zahwa pun membuka mulutnya lalu memakan makanan yang di berikan oleh Anton.


Tiba tiba Zahwa merasakan hal yang tidak sama, entah mengapa nasi dan lauk yang di suapkan oleh Anton terasa begitu enak di dalam mulutnya.


"Mas, ini enak sekali, mas menambahkan apa di dalamnya.?" tanya Zahwa dengan antusian.


"Ah masa sih sayang, mas tidak menambahkan apa apa, bahkan mas memakan seperti yang kamu makan." jelas Anton.


"Tapi ini enak sekali mas, aku mau lagi." Zahwa terlihat bermanja manja dengan suaminya.


"Baiklah, mas suapi lagi ya." ujar Anton. Dan akhirnya nasi yang ada di dalam piring Anton habis tak tersisa oleh Zahwa, ia benar benar menjadi lebih lahab makan saat Anton menyuapinya.


"Maaf mas, aku menghabiskannya." ujar Zahwa yang merasa malu karena menghabiskan makanan suaminya.


"Kenapa harus minta maaf, mas senang melihat mu seperti ini, mau tambah lagi.?" Anton mencoba menawari istrinya lagi.


"Sudah mas cukup aku sudah kenyang, sekarang sebaiknya mas makan lagi." ucap Zahwa.


"Baiklah, tapi sekarang gantian dong, kamu harus menyuapi mas." pinta Anton.

__ADS_1


"Iya mas." Zahwa terlihat bersemangat, ia mengisi kembali piring Anton dengan nasi dan juga lauk, lalu dengan segera menyuapi suaminya itu hingga semua makanan yang ada di dalam piring habis tidak tersisa.


Usah makan Zahwa dan Anton kembali masuk kedalam kamar nereka, setelah nereka berbincang bincang beberapa saat, Anton dan Zahwa pun terlihat melaksanakan sholat Dzuhur bersamaan.


__ADS_2