
Malam ini Reyhan memandangi cukup lama wajah Zahwa yang ada di dalam sebuah foto, Reyhan menyimpan foto itu di dalam kamarnya, dan akan memandangnya bila merasa rindu kepada wanita itu.
Semoga Anton benar benar akan menjadi sumber kebahagiaan dalam hidup mu. Aku akan merasa bahagia apa bila kau bahagia. An tolong segera sadar dan lihat betapa besar cinta Zahwa ke padamu, kau adalah laki laki yang sangat beruntung bisa memilikinya. Reyhan hanyut dalam fikirannya dan tanpa terasa ia menitikkan air mata.
Setelah mendengarkan cerita dari Anita, Reyhan memutuskan untuk kembali melanjutkan kuliahnya di Amerika, ia yakin kalau Anton pasti akan menyadari cintanya terhadap Zahwa, dan kepergian Reyhan juga bukan tanpa sebab, selain melanjutkan S2 nya, ia juga ingin agar bisa benar benar melupakan Zahwa, karna tak mungkin lagi ia akan mendapatkan hati perempuan itu, dan bukankan hidupnya harus terus barjalan. Reyhan akan mencoba mencari dan brusaha menemukan wanita yang baik untuk mendampingi hidupnya.
***
Anton berniat mengunjungi rumah orang tuannya bersama Zahwa. Karna sudah lama tak bertemu dengan menantunnya, mama Melinda mengundang keduanya untuk makan siang bersama. Anton berpesan kepada Zahwa, bahwa ia akan menjemput istrinya itu pada saat jam makan siang, namun karna merasa tidak memiliki perkerjaan apapun di toko, akhirnya Zahwa memutuskan untuk pergi ke kantor Anton, dan sebelumnya ia pun sudah meminta izin kepada suaminya itu.
Dan di hari yang sama, Reyhan terlihat memarkirkan mobilnya di halaman parkir kantor milik Anton, ia berniat ingin menemui sahabatnya itu di kantornya. Sebelum ke berangkatannya esok harin ke Amerika, Reyhan berniat untuk berpamita kepada sahabatnya itu.
Setelah memarkirkan mobilnya, Reyhan pun berjalan memasuki kantor, dan Selang beberapa menit taksi yang menghantarkan Zahwa pun tiba disana. Usai membayar ongkosnya Zahwa pun turun, dan berniat untuk masuk ke dalam kantor suaminya juga.
Reyhan yang sudah biasa keluar masuk kantor Anton, segera masuk menuju ruangan Anton tanpa harus bertanya kepada resepsionis yang bertugas.
Tuk Tuk Tuk..
"Masuk." ucap Anton dari dalam saat mendengar ketukan pintu ruangannya.
"Selamat siang pak direktur." Sapa Reyhan, menggoda sahabatnya yang sedang asik dengan labtopnya.
"Celoteh mu itu sudah basi." gumam Anton yang terlihat melempar tatapan sekilas ke pada Reyhan, lalu fokus lagi menatap layar labtopnya.
__ADS_1
Reyhan menarik kursi yang ada di depan meja kerja Anton, lalu mendudukkan tubuhnya di bangku tersebut.
"An, kak Anita cerita tentang kehamilan Zahwa dengan ku, apa itu benar.?" Reyhan mencoba bertanya langsung kepada Sahabatnya itu.
"Kenapa,? kau tidak suka hah.? Kenapa juga kak Anita harus cerita dengan mu.?" Anton menatap sahabatnya itu, terlihat senyum tipis mengembang dibibirnya, sebenarnya ia sedang berfikir untuk membuat Reyhan cemburu.
"Hey..seharusnya aku yang bertanya dengan mu, kenapa kau menghamilinya, bukankah kau bilang ingin melepaskanya dan memberikannya dengan aku.?" ucap Reyhan, yang sebenarnya menyadari bahwa Anton sedang ingin membuatnya cemburu. Ia juga berusaha agar tidak membuat Anton curiga karna tiba tiba Anita memberitahunya tentang kehamilan Zahwa, karna Anton sama sekali tidak tahu tentang rencana mereka sebelumnya.
"Aku kan cuma bilang kalau kau harus membuatnya jatah cinta dengan mu, kalau kau berhasih maka ia akan ku serahkan denganmu. Bukan meyuruhmu melarangnya untuk mengandung anak ku." ucap Anton.
"Kau jahat sekali An, kalau tidak mencintainya kenapa melakukan itu kepadanya.?" Reyhan mencoba untuk mengetahui isi hati Anton yang sebenarnya terhadap Zahwa, namun ia terlihat sudah sedikit terpancing emosi.
"Sudahlah kau pun tak bisakan membuatnya jatuh cinta dengan mu.?" Anton tersenyum tipis melihat wajah Reyhan yang terlihat kesal.
"Za, apa kamu sudah dari tadi disini.?" Tanya Anton, ia pun mencoba berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati istrinya itu, dan Zahwa sama sekali tidak nampak tersenyum dengan dua laki laki itu, wajahnya malah terlihat begitu sedih.
"Iya, aku sudah cukup lama disini, sudah cukup lama juga untuk mendengar penghinaan kalian berdua kepada ku.?" ucapan Zahwa mampu membuat keduanya terkejut.
"Za, tidak seperti itu, ini tidak seperti yang kau dengarkan." Ucap Anton, mencoba menenangkan istrinya.
"Lalu apa mas, apa namanya kalau bukan menghina ku,? kalian menjadikan aku seperti sebuah boneka, yang bila sudah bosan dimainkan lalu bisa di lemparkan pada yang lain." Zahwa berbicara masih dengan nada bicara biasanya, namun air mata pun sudah nampak keluar dari Wajah Zahwa.
"Za, bukan begitu dengar dulu." ucap Reyhan yang juga mencoba mendekati dan menenangkan Zahwa, namun ucapannya terhenti oleh ucapan Zahwa.
__ADS_1
"Cukup mas, aku gak nyangka Kalau kamu juga tega sekali, ternyata kebaikan mu selama ini hanya kepura puraan, tega sekali kamu mas." Zahwa sudah berbicara dengan sedikit Nada keras, karna sudah tak mampu menahan sesak didadanya.
"Dan kamu mas, apa salah ku pada mu, kenapa mencintai mu harus membuat aku jadi sehina ini mas,? Aku rela berjuang meski harus sesakit ini karna ingin memperjuangkan rumah tangga kita, tapi teganya kamu membuat aku terhina seperti ini." Zahwa benar benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Za, kamu dengarkan mas dulu ya, karna ini semua tidak seperti yang kamu dengarkan.''
"Lalu apa mas,? Kamu meminta laki laki lain mendekati ku agar bisa membuat ku jatuh kepelukannya, apa itu bukan sebuah penghinaan.? Kenapa mas, kenapa harus sesakit ini mencintai mu. Aku bertahan meski harus kau sakiti, aku bisa terima meski harus kau duakan, tapi sekarang kamu juga menawarkan ku kepada laki laki lain, aku menyesal sudah memperjuangkan rumah tangga ini." Zahwa mencoba berlari dan keluar dari ruangan Anton.
"Za." Anton berusaha untuk mengejat istrinya itu, dan juga disusul oleh Reyhan.
Ketika sedang berlari menuju lift, langkah kaki Zahwa terhenti karna melihat Sarah yang juga terlihat keluar dari lift.
"Za, kamu kenapa.?" tanya Sarah saat melihat Zahwa yang berderaian Air mata.
"Mas ada apa ini.?" karna tak mendapat Jawaban dari Zahwa, Sarah pun mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada suaminya yang terlihat mendekat, berusaha mengejar Zahwa dengan raut wajah yang terlihat putus asa.
"Za, dengarkan mas dulu Za." Anton tak menghiraukan pertanyaan Sarah, dan terlihat masih ingin mencegah kepergian Zahwa dengan air mata yang mulai menetes dari matanya.
"Maafkan aku Sarah, aku tak seharusnya berada diantara kalian, selama ini memang cuma kamu yang dicintai oleh mas Anton." Zahwa berbicara kepada Sarah dengan air mata yang berderai, lalu pergi meninggalkan semuannya.
"Mas." tatapan Sarah penuh dengan tanda tanya, ia terlihat sedikit mengguncangkan tubuh Anton, namun sama sekali ia tak menukan jawaban apa apa.
Ia berniat untuk meminta Anton agar menghantarnya pergi ke rumah Zahwa hari ini, namun malah melihat hal yang sungguh diluar dugaannya.
__ADS_1
Dan Reyhan, ia terlihat hanya terpaku menyaksikan semuanya, Reyhan tak menyangka pertemuanya dengan Anton hari ini membawa bencana sebesar dalam rumah tangga sahabatnya itu.