Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 46


__ADS_3

Seminggu pun sudah berlalu, kini tiba lagi giliran Anton nenginap dirumah Zahwa. Seperti biasa Zahwa pasti mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Anton, mulai dari memasak hingga membersihkan rumah, masih ia lakukan sendiri.


Setelah mereka pindah rumah kini Anton baru tahu bagaimana istrinya itu mengurusinya dengan baik, apa lagi tanpa pembantu dirumah sebesar itu tentu akan membuat Zahwa kerepotan, namun istrinya itu masih saja bisa mengurus semuanya sendiri bahkan di tambah dengan kesibukannya di toko.


Setelah membaringkan tubuhnya di atas kasur, Zahwa tidur dengan memunggungi Anton, entah kenapa malam ini iya begitu gelisah ia ingin sekali tidur dalam pelukan suaminya, mungkin ini juga efek ngidamnya. Dan tiba tiba tangan Anton naik keatas pinggangnya padahal terlihat sangat jelas kalau suaminya itu sudah terlelap sangan nyenyak, seakan akan Anton tahu dengan keinginan anak yang ada di dalam kandungan Zahwa.


Perlahan lahan Zahwa memundurkan tubuhnya dan menarik dengan pelan tangan Anton, setelah ia rasa cukup dekat Zahwa menempelkan tangan Anton di perutnya.


Akhirnya kamu bisa meraskan pelukan ayahmu juga nak. ucap Zahwa dalam hatinya.


Sebenarnya Anton terbangun saat Zahwa berusaha menarik tangannya, namun ia diam saja dengan masih menutup matanya, ia ingin tahu apa yang sedang ingin dilakukn Zahwa. Dan saat Zahwa meletakkan tangannya keatas perutnya, Anton pun mengerti bahwa istrinya itu sedang ingin tidur dalam pelukannya.


Anton pun mengeratkan pelukannya kepada Zahwa, dan tentu saja hal itu membuat Zahwa terkejut, ia membalikan wajahnya dan melihat ke arah Anton, namun yang dilihat ternyata masih tertidur pulas. Hati Zahwa jadi tenang dan akhirnya ia pun tertidur dengan sangat nyeyak.


Zahwa bangun saat jam masih menunjukkan pukul 4 subuh, namun ia tidak bisa memejamkan lagi matanya karna merasa sangat mual, akhirnya ia berlari lagi masuk ke dalam kamar mandi dan melaksanakan segala hajatnya. Anton yang terbangun ingin segera masuk kekamar mandi, namun karna mendengar air keran yang sedang menyala ia jadi mengurungkan niatnya.


Wah dia bersemangat sekali untuk pergi, masih subuh begini dia sudah mandi. Anton berfikir Zahwa sedang mandi karna ia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang Zahwa lakukan di dalam sana.


Setelah melakukan sholat subuh, Zahwa pun membuatkan sarapan untun Anton, ia hanya membuatkan sup seperti permintaan suaminya itu. Hari ini mereka akan melakukan perjalanan yang memakan waktu 2 jam untuk menghadiri Acara peresmian usaha baru milik keluarga Wijaya itu.


Setelah sarapan mereka pun bersiap siap untuk berangkat, Zahwa terlihat membawa koper untuk Acara nanti malam.


"Za tidak perlu membawa koper, mama sudah menyiapkan seragam untuk keluarga." ujar Anton yang melihat Zahwa menenteng koper kecinnya.


"Kalau begitu aku bawa baju tidur saja ya mas." ucap Zahwa.


"Tidak perlu Za, selesai Acara mas akan menghantarmu pulang, karna mas akan segera kembali kerumah Sarah." ucap Anton.

__ADS_1


Zahwa pun meletakkan kopernya dengan sedikit kesal, sungguh biarpun terasa lelah tapi suaminya itu sama sekali tidak ingin mengurangi jatah menginapnya di rumah Sarah. Mereka berangkat lebih awal karna Anton harus melihat persiapan Acara untuk nanti malam.


Baru saja berjalan sekitar 20 menit, Zahwa sudah merasa kan pusing di kepalannya, ia pun meminta Anton untuk menghentikan mobilnya.


"Mas, bisa berhenti sebentar, kepala ku pusing sekali." pinta Zahwa.


"Apa kamu sedang sakit Za, kita baru saja berjalan sebentar." ucap Anton kesal


"Tidak mas, sepertinnya aku hanya masuk angin." ujar Zahwa.


"Kenapa kamu tidak bilang." Anton terlihat makin kesal.


"Aku tidak enak dengan mu mas, karna kita sudah merencanakan ini dari jauh jauh hari." jelas Zahwa.


"Aku kan bisa mengajak Sarah." ucap Anton tanpa memikirkan perasaan Zahwa.


"Mas, aku kesana sebentar ya." pamit Zahwa.


"Mau kemana sih.?" tanya Anton. Namun Zahwa lagi lagi tidak memperdulikan pertanyaan suaminya itu, ia terus saja melangkah kearah gerobak rujak tersebut.


Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya Zahwa kembali dan masuk kedalam mobil.


"Bisa kita jalan." tanya Anton ke pada Zahwa.


"Iya mas." jawab Zahwa.


Dan Anton pun melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang. Zahwa melirik kantong berisi rujak buahnya, aroma dari saus kacang sudah menusuk hidungnya membuat Zahwa jadi ingin segera memakannya, namun ia takut Anton akan memarahinya karna bisa mengotori mobil kesayangan suaminya itu.

__ADS_1


"Mas" panggil Zahwa.


"Apa lagi sih." jawab Anton yang terdengar kesal namun ia sama sekali tidak memandang ke arah Zahwa.


"Boleh aku memakan ini sekarang." ucap Zahwa dengan sedikit mengangkat kantong rujaknya.


"Hmm, makanlah." jawab Anton.


Zahwa terlihat senang sekali mendengar ucapan Anton, ia pun menbuka dan mulai menusuk satu persatu buah mangga muda yang ada di dalam wadah rujaknya.


"Mas mau.?" tanya Zahwa basa basi kepada suaminya, ia tahu kalau Anton sebenarnya tidak menyukai buah berasa asam itu.


"Hmm." ucap Anton, dan jawaban suaminya itu membuat Zahwa terkejut. ia pun dengan antusias memberikan potongan mangga muda itu kepada Anton.


"Enak juga ya." ucap Anton yang sedang mengunyah dan merasakan makanan itu.


"Lagi mas.?" tanya Zahwa, dan Anton hanya mengangguk.


"Aneh kenapa aku jadi menyukain makanan itu." ucap Anton. Dan Zahwa pun hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


Mungkin kamu sedang ngidam juga mas. Batin Zahwa dengan tersenyum.


Akhirnya mereka menghabiskan satu wadah rujak buah itu berdua, dan Anton merasa sedikit ketagihan dengan makanan yang di beli oleh istrinya itu.


"Besok kita beli lagi ya." ujar Anton, ia khawatir istrinya itu akan berulah lagi karna ia ikut menghabiskan makanannya.


"Iya mas." jawab Zahwa dengan tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2