
Sarah menyelesaikan aktifitasnya dengan ditemani Rudi, sesekali terdengar suara gelak tawa Sarah di dalam ruang kerjanya, karna Rudi selalu berusaha membuat hati Sarah dan suasana menjadi riang dengan candaannya. Bahkan Rudi pun membantu Sarah untuk memberi ide pada gambar desain baju yang sedang Sarah buat, mereka terlihat begitu asik hingga membuat Rudi lupa untuk kembali lagi ke kantornya.
***
Setibanya dirumah, Zahwa langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri lalu melakukan sholat Azhar, dan ketika selesai melakukan kewajibannya, Zahwa pun segera turun lagi dan menuju dapurnya untuk memasak. Kali ini Zahwa ingin sekali memasak makanan kesukaan suaminya karna memang sudah lama dia tidak memasak makanan kesukaan kesukaan Anton.
"Bi, biar aku yang memasak untuk makan malam hari ini, bibi silahkan kerjakan yang lainnya saja." ucap Zahwa saat melihat pembantunya yang ingin memasak untuk makan malam.
""Tapi nya, ini kan memang sudah tugas saya" ucapnya merasa tidak enak.
"Tidak apa apa bi, aku ingin masak makanan kesukaan mas Anton." jelasnya lagi.
"Oh, baik lah nya, kalau begitu saya permisi dulu nya, saya mau kerjakan yang lainnya saja." ujar pembantunya.
"Iya bi."
Zahwa mulai mempersiapkan diri untuk memasak, ia membuka kulkas untuk melihat bahan makanan yang dia dan Nazwa beli kemarin, mengambil satu persatu bahan yang ia perlukan, dan segera memulai aktifitasnya, dan di dalam kamarnya, setelah Nazwa selesai melakukan sholat, ia pun menuju dapur untuk mengambil segelas air minum karna merasa haus.
"Sedang apa Za.?" tanyanya saat melihat Zahwa yang berada di dapur.
"Aku ingin masak makanan kesukaan mas Anton untuk makan malam nanti." jawab Zahwa dengan tersenyum.
"Aku bantu ya.?" ucap Nazwa memberikan tawaran.
"Tidak perlu Na, biar aku sendiri, aku ingin memasak yang special hari ini, lebih baik kamu persiapkan dirimu saja, untuk mulai pekerjaan mu besok." jawabnya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu ya." ucap Nazwa lagi setelah selesai menenggak segelas air putih.
"Hmm." Zahwa mengangguk.
Nazwa pergi ke dalam kamarnya dan mulai sibuk memilih baju untuk ia kenakan besok, saat pertama kali masuk kerja. Tak lama berselang Anton pun pulang dari kantornya, wajahnya terlihat begitu ceria, ia segera masuk kedalam kamarnya untuk mencari keberadaan Zahwa, tapi sampai disana ia tidak menemukan istrinya itu. Anton mencari istrinya lagi di dalam kamar mandi, namun lagi lagi ia tak menemukan keberadaan Zahwa, tapi Anton yakin bahwa istrinya itu sudah pulang dari tokonya, karna Anton melihat baju yang dipakai Zahwa saat kerja sudah berada di dalam keranjang pakaian kotor, dan juga tas yang selalu dibawa istrinya saat pergi ke tokonya sudah ada diatas meja.
Dimana kamu sayang? tanyanya dalam hati.
Anton pun keluar dari dalam kamarnya, dan sedikit berlari kecil saat menuruni anak tangga, ia menuju dapur untuk mencari istrinya karna ia yakin pasti istrinya itu ada disana, Anton ingin sekali segera menemui istrinya itu dan menyampaikan sesuatu hal. Dan benar saja, saat tiba di dapur ia melihat istrinya itu sedang memasak disana seorang diri. Ia pun mendekati istrinya itu dengan langkah hati hati, lalu saat sudah berada dekat dengan istrinya, ia pun memeluk istrinya itu dari belakang.
Sontak Zahwa pun menjadi sangat terkejut, jantungnya berpacu dengan cepat, seketika ia menolehkan kepalanya dan melihat siapa seseorang yang sedang memeluk dirinya.
"Ya allah mas, kamu hampir saja membuat jantungku mau copot." ucap Zahwa dengan sedikit kesal.
"Hahahaa.. Maafkan aku sayang, tapi aku sangat merindukan mu." ucap Anton menggoda.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini sayang, bukannya ada bibi yang bisa melakukan ini semua.?" tanya Anton, ia masih memeluk pinggang istrinya, dan meletakkan dagunya pada bahu Zahwa.
"Aku hanya ingin masak makanan kesukaan mu dengan tanganku sendiri mas." ucap Zahwa.
"Aku memang laki laki paling beruntung." ucapnya tersenyum, dan senyum manis pun terlihat dari bibir istrinya.
"Za, ada relasi mas yang akan mengadakan pernikahannya di Bali besok lusa, dia mengundang mas untuk hadir dihari bahagianya itu." ucap Anton, dan melepaskan pelukanya lalu bersandar pada tempat masak disamping istrinya, ia pun memandangi wajah cantik istrinya.
"Kalau begitu biar nanti aku akan siapkan semua keperluan dan pakai untuk mas bawa." ucap Zahwa dengan masih melanjutkan perkejaannya, ia bisa mengerti bahwa suaminya itu pasti akan pergi.
__ADS_1
"Tidak, mas tidak aka pergi kesana." ucap Anton, masih memandang.
"Kenapa mas, bukannya itu relasi kerja mas, kan tidak enak kalau sampai mas tidak hadir." ia berhenti sejenak lalu melempar tatapan heran kepada suaminya.
"Mas tidak akan pergi kesana, jika tanpa diri mu." ucapnya lagi tersenyum. Zahwa pun memalingkan wajahnya lagi melihat Anton, ia tersenyum dan menggelangkan kepalanya pelan.
"Apakah benar benar harus mas, aku ikut dengan mas kesana.?" Zahwa bertanya dengan pelan, agar tidak menimbulkan kemarahan suaminya.
"Iya sayang tentu saja, selain sebagai istri yang harus mendampingi suaminya di acara itu, mas juga ingin mengajak mu untuk berbulan madu." ucap Anton. Lagi lagi Zahwa merasa terkejud, ia mematikan kompornya, dan berdiri dihadapan suaminya.
"Bulan madu mas.?" tanya Zahwa.
"Hmm, anggap saja begitu sayang, karna setelah menghadiri acara pernikahan relasi mas disana, kita tidak akan segera pulang, mas ingin menghabiskan waktu beberapa hari disana." jelas Anton lagi, ia pun menarik istrinya itu hingga perut istrinya yang mulai membuncit, bertemu dengan perutnya.
"Baiklah, biar nanti aku packing pakaina untuk keperluan kita beberapa hari disana." Ujar Zahwa dengan bahagia, karna ini untuk pertama kalinya Anton mengajaknya bepergian.
"Maaf ya sayang, mas baru sekarang bisa mengajakmu berbulan madu, mungkin sekarang semuanya sedah terlambat." ujar Anton. Zahwa pun tersenyum manis.
"Tidak mas, tidak ada kata terlambat, selama ini juga aku selalu menganggap hari hari kita sebagai hari bulan madu." jawab Zahwa.
Anton menarik wajah istrinya, lalu mencium kening istrinya itu dengan begitu lembut. Tanpa sengaja Nazwa yang saat itu baru saja selesai mempersiapkan segala keperluannya keluar dari kamar, ia ingin menuju dapur untuk melihat Zahwa, tapi tanpa sengaja ia melihat kemesraan yang sedang ditunjukkan sepasang suami istri itu.
Seketika Nazwa menutup matanya menggunakan telapak tangannya, lalu membalikkan badannya dan perlahan pergi menjauh dari tempat itu, ia tidak ingin merusak suasana romantis yang sedan terjadi di dapur, dan ia memilih untuk kembali kedalam kamarnya.
"Ya allah, inilah yang membuatku ingin segera meninggalkan rumah ini, karna aku tidak kuat melihat kejadian kejadian yang seharusnya tidak aku lihat." ucapnya dengan sedikit menggelengkan kepalannya, dan senyum dibibirnya.
__ADS_1
"Semoga yang maha kuasa selalu melimpahkan kebahagiaan untuk kalian." ucapnya lagi.
Sementara itu di dapur, setelah melepaskan pelukan kepada istrinya, Anton membiarkan istrinya itu menyelesaikan pekerjaannya. Zahwa mewadahi semua masakannya, lalu meletaknya satu persatu ke atas meja makan, dan dengan disigap Anton pun membantu istrinya. Setelah selesai mereka pun menuju kamar, untuk membersihkan tubuh mereka kembali, karna Zahwa juga merasakan dirinya kembali lengket setelah mengeluarkan keringat saat memasak.