
Anton membawa Zahwa menuju hotel yang telah disiapkan untuk mereka berdua, dan saat tiba disana mereka pun disamput oleh pegawai hotel yang sepertinya memang sudah menanti kedatangan mereka.
Tidak seperti pengunjung lainnya yang harus melakukan check in, pelayan tersebut malah membawa mereka langsung menuju kamar yang telah disediakan, tanpa harus melakukan check in terlebih dahulu. Setelah tiba dan masuk ke dalam kamar hotel, Anton pun berbicara kepada istrinya memberi perintah agar beristirahat saja terlebih dahulu, sebelum pergi ke toko, atau butik membeli baju untuk mereka bersalin dan dikenakan saat pesta.
"Kamu pasti sangat lelah sayang, istirahatlah saja dulu." ucap Anton dengan tersenyum kepada istrinya.
"Aku tidak apa apa mas, kalau memang kita harus pergi untuk membeli baju." jawab Zahwa, ia tidak ingin suaminya terlalu lama menunggu dirinya jika harus beristirahat terlebih dahulu.
"Sudah tidak apa apa, lebih baik istirahat saja dulu, mas tidak mau kamu dan anak kita sampai kelelahan." ucap anton lagi.
Zahwa pun mengikuti perintah suaminya, ia segera naik keatas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana. Saat istrinya sedang beristirahat, Anton berinisiatif untuk memesan makanan special kepada pelayan resto yang ada di dalam hotel itu juga. Sambil menunggu pesanannya datang, Anton juga merebahkan dirinya diatas tempat tidur disamping istrinya.
Ia memiringkan tidurnya menghadap Zahwa, dan kemudian terlihat senyuman yang mengambang di bibir Anton, sungguh dirinya merasa senang karna akhirnya ia bisa membawa istrinya untuk jalan jalan keluar kota, dan anggap saja ini adalah bulan madu mereka yang sempat tertunda.
***
Sementara itu, dikantor Nazwa tampak sangat sibuk dan fokus mengerjakan tugas pertamanya, hingga ia sama sekali tidak memperdulikan waktu yang sudah menunjukkan waktunya jam makan siang.
"Nazwa, ini sudah waktunya jam makan siang, ayo kita istirahat dan makan di kantin." ajak Rina.
"Duluan saja Rin, sebentar lagi aku akan menyusul mu." jawab Nazwa, dengan tatapan masih tertuju pada komputer.
"Hey, kau serius sekali mengerjakan pekerjaan mu itu, sampai lupa jam makan. ya sudah aku duluan ya." pamit Rina, lalu terlihat meninggalkan ruangan kantor.
__ADS_1
"Iya, nanti aku akan segera kesana." ucapnya lagi.
Lima belas menit kemudian, Nazwa memutuskan untuk menyusul Rina di kantin, ia merapilan lembaran kertas kerjanya, dan terlihat berdiri lalu pergi menuju kantin dengan sedikit tergesa gesa, karna takut jika Rina menunggunya terlalu lama.
Dan di waktu yang sama, Rangga pun keluar dari dalam ruangannya, ia terlihat berjalan di belakan Nazwa, tanpa sadar ia terlihat memperhatikan tingkah dan gerakan Nazwa yang berjalan dengan terburu buru menuju kantin, Rangga pun menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah Nazwa tersebut.
Merasa ada seseorang yang sedang berjalan juga di belakangnya, membuat Nazwa merasa penasaran, akhirnya ia pun menolehkan kepalanya ke arah belakang dan melihat Rangga yang berjalan di belakangnya. Nazwa pun mencoba bersikap ramah dengan atasannya itu, ia melempar senyum dan sedikit menganggukan kepalanya.
Namun sangat disayang sekali, karna Nazwa malah mendapat perlakuan sebaliknya, Rangga yang tadinya berjalan dengan lambat tiba tiba mempercepat langkahnya hingga mendahului Nazwa, bahkan sama sekali tidak membalas senyuman Nazwa dan terlihat lebih acuh.
Ada apa dengannya, kenapa pak Rangga terlihat bersikap acuh begitu, padahal tadi pagi sikapnya baik baik saja dengan ku. Ahh mungkin dia sedang ada masalah dengan perkerjaannya. Nazwa pun tidak perdulikannya lagi atasannya itu, dan melanjutkan langkahnya menuju kantin dan menemui Rina disana.
***
Zahwa terbangun dari tidurnya saat perutnya telah merasakan lapar, ia pun mencoba untuk berusaha bangun dari tidurnya dan berniat untuk mengajak suaminya mencari makan siang, tapi ketika Zahwa telah membangunkan tubuhnya, ia malah dikejutkan oleh hidangan yang sudah tersedia di atas meja dalam kamar tidurnya itu.
Anton pun tersenyum saat melihat istrinya yang baru saja bangun dari tidurnya dan nampak terkejut dengan apa yang ia lakukan.
"Sudah bangun ya.? Padahal ini belum selesai." ucap Anton yang segera menghampiri istrinya.
"Mas kenapa tidak bangunkan saja aku, aku kan bisa bantu mas menyiapkan semuanya." Zahwa merasa tidak enak membiarkan suaminya menyiapkan makan siang mereka sendiri, sedangkan dirinya malah tertidur.
"Mas lihat kamu tidur pulas sekali sayang, entah itu karna kamu sangat lelah, atau efek dari rasa takut mu saat naik pesawat. Jadi mas tidak tega membangunkan mu." jelas Anton lagi dengan membelai lembut kepala istrinya yang tertutup hijabnya.
__ADS_1
"Terima kasih mas. Tapi mas jadi repot sendiri deh." ucap Zahwa lagi dengan tersenyum.
"Tidak apa apa sayang, ini juga tidak setiap hari mas lakukan. Anggap saja ini ucapan terima kasih dari mas, karna kamu sudah menjadi istri tersabar untuk ku." tersenyum, lalu menarik pelan pinggul istrinya, dan mencium lembut kening istrinya itu.
"Iya mas, aku akan selalu setia dan sabar mendampingi mu." jawabnya lagi dengan tersenyum.
Aku tidak tahu akan seberapa menyesalnya diriku, kalau sampai saat itu kamu mendukung dan mengabulkan keinginan ku untuk berpisah, dan entah bagaimana sekarang ini kehidupan yang akan ku jalani jika kamu benar benar pergi dan tak ingin kembali lagi disisiku. Anton masih terlihat merangkul istrinya.
Terima kasih ya allah atas segala nikmat mu, Alhamdulillah mas Anton makin hari makin menunjukan kehangatan sebagai seorang imamku. Zahwa yang terlihat tersenyum bahagia.
"Ayo kita makan sayang, kamu dan anak kita pasti sudah sangat lapar kan.?" Anton pun menarik istrinya untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.
"Iya mas, aku basuh wajah ku dulu mas sebentar."
"Ia sayang." Anton pun menunggu istrinya yang sedang membersihkan wajahnya.
Setelah Zahwa keluar dari dalam kamar mandi mereka pun duduk bersebelahan dan mulai memakan makanan yang tersaji di atas meja yang ada di hadapan mereka. Zahwa terlihat makan dengan lahapnya membuat Anton merasa senang karna istrinya ternyata menyukai makan yang ia pesankan.
"Apa kamu menyukai hidangnnya sayang.?" tanya Anton.
"Iya mas, ini enak enak semua makanannya." jawab Zahwa.
"Alhamdulillah kalau kamu suka sayang, ayo makan yang banyak ya, biar calon anak kita juga sehat." ucapnya tersenyum.
__ADS_1
Hampir semua makanan yang ada diatas meja habis mereka santap, setelah keduanya selesai, Anton pun kembali menghubungi pelayan hotel untuk membersihkan kamar mereka.
Tiga puluh menit berlalu, Anton mengajak Zahwa keluar dari hotel, mereka terlihat menuju parkiran mobil, dan akhirnya Anton membawa mobinya meninggalkan area parkir. Anton menghentikan laju mobilnya di salah satu masjid yang mereka lewati, dan mereka pun turun untuk melakukan sholat dzuhur disana.