
Ternyata sosok yang ada dibalik meja melihat kemesraan Anton dan Sarah dengan sepasang bola matanya itu adalah Zahwa. Kebetulan ia juga sedang berada disana, karna pulang sudah malam dan malas untuk memasak Zahwa memutuskan membeli saja lauk dan sayur untuknnya makan.
Matanya mulai berkaca kaca, dan dadanya terasa sesak melihat kemesraan yang di tujukan Anton terhadap Sarah, sekuat hati ia menahan agar tidak menjatuhkan air matanya.
Ayolah Za ini di tempat umum, aku bisa malu jika ada yang melihat ku. ucap Zahwa dalam hatinya.
Dan tak lama datang seorang pelayan menyerahkan bungkusan berisi makanan yang di pesan oleh Zahwa.
"Berapa mbak.?" tanya Zahwa.
"Semuanya Jadi 50 ribu buk." ucap pelayan itu.
Zahwa pun membuka dompetnya dan menyerahkan uang sesuai dengan ucapan pelayan itu. Sebisa mungkin Zahwa menghindari Anton dan Sarah karna sangat tidak ingin bertemu dengan sepasang suami istri itu. Namun disayangkan, Anton sudah sangat mengenali sosok istri pertamanya itu, ia bisa melihat dengan jelas bahwa wanita yang sedang menuju keluar itu ada Zahwa. Anton pun mencari alasan untuk pergi keluar ia ingin menemui Zahwa.
"Emm, Sayang kamu pesanlah dulu makanan, mas mau ke mobil dulu sebentar ya." ucap Anton ke pada Sarah.
"Mau ngapain mas.?" tanya Sarah merasa heran.
"Tadi ada berkas dari kantor yang mas letakkan di kursi belakang mobil, jadi mas mau melihatnya dulu." ujar Anton. Kini Anton jadi terpaksa harus berbohong demi menjaga perasaan ke dua istrinya itu.
"Oh..Iya mas." ucap Sarah lagi.
Di parkiran Zahwa segera memakai helm nya, ia berusaha untuk cepat cepat pergi dari sana, namun usahanya itu gagal karna entah dari mana datangnya tiba tiba Anton sudah berada disampingnya.
"Za" panggil Anton, dan Zahwa pun segera menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
"Mas Anton, lagi apa disini mas.?" ucap Zahwa yang pura pura tidak tahu keberadaan mereka di dalam tadi.
"Aku lagi mau makan dengan Sarah, kamu sendiri ngapain disini.?" Anton pun kembali menanyain istrinya itu.
"Ini mas, aku lagi males masak jadi tadi beli lauk di dalam, kan kamu juga lagi tidak tidur di rumah." ucap Zahwa dengan tersenyum.
__ADS_1
" Za, kenapa harus pakai motor gini, aku jadi khawatir dengan mu mengendarai motor malam malam begini. Atau aku hangatkan saja ya.?" ujar Anton menawarkan diri, dia berfikir akan mencari alasan yang tepat nanti kepada Sarah.
"Tidak perlu mas kasihan Sarah jadi lama menunggu, lagian kan dari dulu juga kendaraan ku ini, aku berniat membawnya pulang ke rumah kita mas, agar aku bisa ke toko tanpa harus menggunakan taksi lagi." ujar Zahwa menjelaskan.
"Za, aku bisa membelikan mobil dan memperkerjakan seorang supir kalau kau mau, jadi aku tidak khawatir begini." Ucap Anton lagi yang sedikit kesal dengan penolakan dari Zahwa.
"Tidak mas tidak apa apa." ucap Zahwa sambal memegang lengan suaminya.
"Aku pulang dulu ya mas nanti kemalaman." ucap Zahwa sambil menyalami suaminnya itu.
''Hati hati Za." ucap Anton.
"Iya mas, Assalamualaikum." ucap Zahwa dengan menarik gas motornya dan pergi meninggalkan Anton.
"Waalaikum salam." jawab Anton dengan mata masih saja menatap kepergian Zahwa.
Entah mengapa hati Anton terasa ngilu saat melihat kepergian istrinya itu, ia masih saja melihat sosok Zahwa sampai prempuat itu tidak lagi nampak di matanya. Dan Anton kembali ke dalam setelah beberapa saat terdiam menatap kepergian istrinya.
***
" Apa kamu sudah sampai dirumah.?" Dan ternyata yang mengirim pesan Adalah Anton, yang menanyakan dirinya.
"Iya mas, aku sudah sampai." jawab Zahwa, ia merasa senang karna suaminya itu memperhatikannya.
Setelah makan Zahwa masuk ke dalam kamarnya, ia mengganti pakaian dan melakukan sholat isya, sebelum tidur pun Zahwa tidak lupa untuk meminum vitaminnya, sungguh ia ingin agar bayinya itu tumbuh dengan sehat.
***
Hari ini giliran Anton menginap dirumah Zahwa, ia sudah mengirim pesan kepada istrinya itu bahwa ia akan datang lebih cepat, Zahwa pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari tokonnya, dan segera masak untuk menyambut kedatangan suaminya itu.
"Assalamualaikum." ucap Anton saat sudah tiba di rumah Zahwa.
__ADS_1
"Waalaikum salam, mas sudah sampai.?" ucap Zahwa menyambut kedatangan suaminya. Ia pun mengambil jas dan tas kerja yang ada di tangan suaminya dan berjalan masuk mengiringi Anton.
"Za" Panggil Anton saat melihat istrinya itu akan menaiki tangga menuju kamar.
"Iya mas." yang dipanggilpun kembali menghampiri suaminya.
"Eee, tolong kemarikan tas kerja ku." ucap Anton. Dan Zahwa pun berjalan mendekati dan menyerahkan tas kerja suaminya yang ada ditangannya.
"Ini, aku ada hadiah untuk mu, mungkin tidak seberapa tapi aku harap kamu mau memakainnya. Maaf aku telet membelikannya." Anton menyerahkan kotak merah berisi cincin berlian ke pada Zahwa dan menganggap itu sebagai kado ulang tahun Zahwa yang terlambat ia berikan.
"Mas ini bagus sekali." ucap Zahwa dengan mata berbinar binar, sungguh ia merasa senang karna mendapatkan hadiah dari suaminya itu.
"Trima kasih ya mas." ucap Zahwa lagi kepada Anton.
"Hmm. Oh ya rencananya 1 minggu lagi papa akan Mengadakan acara peresmian untuk usaha baru Travelnya, dan mama meminta aku membawa mu kesana, tapi kamu tidak usah bilang ke Sarah ya kalau aku hanya mengajak mu." ujar Anton.
"Iya mas." sungguh Zahwa merasa senang dengan ajakan suaminya itu, namun ia merasa bingung kenapa Anton memintanya harus merahasiakan dari Sarah. Tapi ia mengambil kesimpulan bahwa mungkin suaminya itu hanya sedang ingin pergi berdua dengannya.
Setelah melakukan sholat isya, mereka berniat untuk tidur, namun tiba tiba perut Zahwa terasa begitu mual, akhirnya ia pun berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya, Anton panik dengan keadaan Zahwa, ia segera menyusul istrinya itu ke dalam kamar mandi, dan membantu Zahwa untuk membersihkan dirinya.
"Kamu kenapa Za, apa kamu sedang sakit." tanya Anton saat membantu memapah Zahwa masuk lagi ke dalam kamar.
"Tidak apa apa mas mungkin aku sedang masuk angin." jawab Zahwa.
"Kita ke dokter ya." ajak Anton.
"Tidak perlu mas, aku cuma masuk angin besok juga baikan." tolaknya.
"Kita tidur lagi saja mas." Ajak Zahwa lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Anton pun membaringkan tubuhnya, dan sebelumnya ia mengambil minyak angin dan mengolesi disekitar kening Zahwa dengan lembut.
__ADS_1