Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 78


__ADS_3

Anton pergi ke kantornya setelah melakukan sarapan, sedangkan Zahwa berniat untuk pergi ke toko kue, namun sebelunya tentu saja Zahwa sudah meminta izin kepada suaminya itu, karna ia sudah sangat merindukan semua karyawan yang selama ini membantunya.


Anton yang awalnya melarang, tapi akhirnya mengizinkan istrinya untuk pergi, setelah Zahwa puas membujuk dan meminta izin kepada suaminya, bukan tanpa alasan Anton melarang Zahwa untuk ikut terlibat langsung di toko kuenya, itu semua Anton lakukan karna ia tidak ingin Zahwa terlalu capek bekerja, dan akan menimbulkan masalah bagi kandungan istrinya.


Tapi karna Zahwa yang selalu merengek meminta izin, Anton pun luluh dan mengizinkan Zahwa untuk pergi, asal dengan syarat Zahwa sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor seperti selama ini, hal itu tidak menjadi masalah untuk Zahwa, baginya mendapat izin saja sudah membuatnya merasa senang sekali. Zahwa mengajak Nazwa pergi ke tokonya, agar Nazwa tidak merasa suntuk jika hanya dirumah sendiri. Dan mereka memesan taksi untuk pergi menuju tokonya.


Setelah tiba ditoko, Zahwa dan Nazwa di sambut oleh semua karyawannya, mereka sedikit kebingungan melihat kemiripan keduanya, tapi karna perut Zahwa yang mulai terlihat membuncit, akhirnya mereka bisa menebak siapa Zahwa dan siapa Nazwa. Pelukan hangat mereka berikan kepada Zahwa, dan rasa rindu pun tercurah saat itu, semua nampak bahagia dengan kembalinya Zahwa, dan juga senang karna memiliki teman baru.


Setelah semuanya kembali berkerja seperti biasa, Lina pun menyampaikan laporan dan pendapatannya selama tidak ada Zahwa, dan sebagai pemilik toko yang sangat baik hati, Zahwa membagikan sebagian pendapatannya kepada semua karyawan sebagai bonus, tentu saja hal itu membuat semua karyawan menjadi senang. Kebaikan dan kemurahan hati Zahwa selama ini lah yang membuat semua karyawannya selalu berkerja dengan semangat, dan jujur kepadanya, meski ia sering meninggalkan tempat itu.


Siang hari, saat jam istirahat kantor, Anton terlihat keluar dan mengendarai mobilnya, ia menuju toko kue Zahwa, berniat menjemput istrinya itu untuk menghantarnya pergi ke rumah sakit milik keluarga wijaya. Di toko pun, Zahwa sudah bersiap siap untuk pergi, ia berpamitan dengan Nazwa dan juga Lina. Tidak perlu lama menunggu, akhirnya Anton pun tiba, dan mereka pun segera menuju rumah sakit tempat Anita berkerja.


Di dalam perjalanan, Anton mengajak Zahwa untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran, ia sengaja tidak makan dulu sebelum menemui istrinya, agar mereka berdua bisa makan bersama. Setelah kenyang barulah mereka melanjutkan perjalanan.


"Mas, apa tidak akan membuat kak Anita kerepotan kalau kita datang secara tiba tiba begini." tanya Zahwa lagi saat berada dalam perjalanan, ia khawatir akan membuat susah kakak iparnya itu.


"Iya sayang, kamu tenang saja ya kak Anita tidak akan keberatan kok." jawab Anton tersenyum.


Mobil pun terus melaju, hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah sakit tempat Anita berkerja. Mereka turun setelah Anton memarkirkan mobilnya, dan segera masuk kedalam rumah sakit itu. Anton dan Zahwa tak henti hentinya mendapat sambutan dari para dokter dan juga perawat yang berkerja disana, hingga akhirnya mereka tiba diruangan milik Anita.


Tok tok tok..


"Masuk." sahut Anita didalam sana.


"Assalamualaikum kak." sapa Zahwa.

__ADS_1


"Waalaikum salam." jawab Anita dengan sangat terkejut.


"Hey, kenapa tidak memberitahu kakak dulu kalau kalian ingin kemari. Kamu kenapa Za.? bukankah ini belum waktu mu untuk di periksa.?" tanya Anita bertubi tubi sambil mendekati dan memeluk adik iparnya.


"Alhamdulillah, aku baik baik saja kak dan tidak ada masalah dengan kandungan ku, hanya saja mas Anton ingin aku memeriksakan kandungan ku, karna kemarin aku kelelahan setelah seharian menemani mas Anton jalan jalan. Aku juga sudah katakan pada mas Anton kak, untuk memberitahu kakak dulu, tap mas Anton gak mau dengar." ucap Zahwa dengan tersenyum.


"Dasar kamu ya, selalu saja bertindak sesuka mu." tuding Anita kepada adik laki lakinya itu.


"Apa kakak akan mengusir adik ipar mu ini.?" ucap Anton yang terlihat memegang kedua bahu Zahwa, mencoba berlindung dengan menjadikan istrinya sebagai tameng, menghindari ocehan yang sudah pasti akan ia terima.


"Kamu selalu saja seperti itu, dulu kamu menjadikan mama sebagai tameng, sekarang kamu menjadikan adik iparku tempat mu berlindung." ucap Anita, dan sepasang suami istri itu pun jadi tersenyum mendengarnya.


"Kak, kalau kakak sedang sibuk aku bisa di periksa lain kali saja." Zahwa berusaha membuat tenang suasana hati kakaknya itu.


"Baik kak." jawab Zahwa.


"Kakak menomer duakan adik ipar mu ini hah." ucap Anton merasa tidak terima. Ia akan selalu menunggu dan membudayakan mengantri jika itu urusan dirinya sendiri, tapi kali ini ia merasa tidak rela karna istrinya di nomer duakan kakaknya sendiri.


"An, jangan suka bertindak semaumu, meski rumah sakit ini milik papa, tapi kamu tidak boleh bertindak semena mena." oceh Anita mulai kesal dengan adik laki lakinya itu.


"Iya kak, ya sudah sana lakukan tugas kakak." Anton mencoba mengusir Anita dengan ucapannya, karna malas mendengar ocehan kakaknya yang akan semakin panjang.


"Aku juga belum sholat." ucap Zahwa.


"Kalau begitu kalian beristirahat lah dulu diruangan khusus kakak, disana ada mukena yang bisa kamu pakai Za, kakak akan segera kembali untuk memeriksa mu.?" jawab kakaknya.

__ADS_1


"iya baik kak." ucap Zahwa lagi.


Anita pun pergi meninggalkan ruangannya untuk memeriksa pasiennya yang baru saja melahirkan, sedangkan Anton mengajak Zahwa menuju ruangan khusus tempat Anita biasa beristirahat, dan mereka pun melakukan sholat bersama.


Setelah Anita selesai dengan semua urusannya, ia pun menghubungi adiknya untuk memeriksakan kandungan adik iparnya.


Semua sudah berada di ruang praktek Anita, dan terlihat kini ia tengah sibuk memeriksa perkembangan janin dalam perut adik iparnya.


"Alhamdulillah semuanya baik baik saja, lihat deh anak kalian aktif sekali." ucap Anita, dan Anton pun mengamati gerakan calon buah hatinya dengan tersenyum senang, hatinya terasa begitu bahagia melihat gerakan anaknya.


"Syukurlah kalau begitu kak." ucap Zahwa.


"Eh, An lihat deh jenis kelamin anak mu sudah bisa terlihat." pekik Anita merasa bahagia.


"Lalu apa jenis kelamin anak ku kak.?" Anton juga terlihat bahagia sekali.


"Laki laki, ia ini benar laki laki, sini An lihat." ucap Anita. Dan Anton pun mendekat.


"Alhamdulillah, terima kasih ya allah." ucap Anton bahagia, sambil mengusap kedua tangannya pada wajahnya bersyukur.


"Apapun jenis kelaminya yang penting dia sehat kak." Zahwa tersenyum senang.


"Aamiin, isya allah bayi kalian sehat dan sempurna, detak jantungnya pun sangat bagus." jelas Anita lagi.


"Terima kasih ya sayang." Anton pun mencium kening istrinya lembut, dengan senyum kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2