Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 57


__ADS_3

Sarah terlihat duduk di sofa, ia termenung hanyut dalam melamunannya, entah mengapa melihat Zahwa menangis hati Sarah menjadi sakit, ia merasa seakan akan bahwa ia lah penyebab Zahwa jadi menderita. Reyhan sempat sedikit bercerita tentang apa yang terjadi kepada Sarah sebelum ia meninggalkan kantor suaminya itu.


Za, maaf kan aku Za, seharusnya aku tidak hadir dalam rumah tangga kalian, seharusnya aku menolak permintaan mu menikah dengan mas Anton, ya allah ampuni aku jika telah mendzolimi Zahwa. Sarah tenggelam dalam fokirannya, hingga ia tidak menyadari bahwa Anton telah berdiri dihadapannya.


Anton mendudukkan tubuhnya di atas sofa berhadapan dengan Sarah, ia bisa melihat dengan jelas bahwa Zahwa sedang termenung dan tidak menyadari kehadirannya.


"Sarah." panggil Anton dan terlihat Sarah terkejut, lalu melempat tatapannya kepada Anton. Tatapan mata Sarah benar benar menunjukkan tatapan penuh pertanyaan.


"Kenapa mas, kenapa kamu lakukan ini semua, kenapa kamu begitu tega dengan Zahwa.?" tanya Sarah. Namun Anton terlihat hanya terdiam, ia menundukkan kepalannya penuh penyesalan.


"Apa kau tahu mas, orang lain akan berfikir bahwa ini semua ulah ku, orang akan menghujat ku atas pristiwa ini." Sarah mulai menitikan air matanya.


"Aku menyesal, aku benar benar menyalesal, aku tidak bisa kehilangan Zahwa, aku menyayangunya." Anton berkata tanpa sadar, ia berbicara tanpa memikirkan hati Sarah. Dan sebenarnya Sarah pun sedikit meradakan kehancuran di hatinya karna kini suaminya sudah benar benar mencintai Zahwa, dan mungkin saja sudah tidak ada lagi cinta untuk dirinya.


"Ceraikan aku mas." ucap Sarah, dan ucapannya membuat Anton terkejut, dengan cepat Anton melempar tatapannya ke arah Sarah.


"Kenapa.?" Tanya Anton tegas.


"Aku tidak bisa melihat Zahwa terus terusan menderita, aku tidak sanggup selalu menyakiti hatinya." Tegas Sarah.

__ADS_1


Setelah berbicara panjang lebar dengan sedikit perdebatan antara keduannya. Akhirnya Anton keluar dari rumah Sarah dengan terlihat lesu, sungguh ia merasa hancur karna tidak bisa membuat Sarah terus berada di sisinya lagi.


Sarah pun masuk kedalam kamarnya setelah kepergian Anton, ia menangis sekut kuatnya, hatinya terasa sakit karna ternyata Anton memang sudah tidak mencintainya lagi, hal itu terbukti saat ia meminta bercerai, Anton hanya berusaha menanyakan alasannya, namun sama sekali tidak mencegahnya atau sekedar membujuknya. Tenyata selama ini Anton menikahinya hanya karna rasa penasarannya karna pernikahan yang sempat tertunda dan gagal akibat kepergiannya, bulan karna laki laki itu masih benar benar mencintainya.


Sementara dirumah mertuanya, Zahwa masih belum bisa melupakan semua peristiwa yang baru saja ia alami, obrolan Anton dan Reyhan seolah olah masih terus terngiang ngiang di benaknya, dan setiap mengingat kejadian itu hatinya terasa benar benar sakit.


Akhirnya Zahwa memohon kepada kedua mertanya untuk dihantarkan pulang ke kampungnya, ia beralasan ingin menenangkan hati dan fikirannya untuk sementara waktu. Dengan berat hati mertua Zahwa merelakan kepergian menantunya, mereka merasa kasihan melihat keadaan Zahwa yang terlihat kacau, mereka juga takut akan terjadi sesuatu dengan kehamilan Zahwa, bila ia merasa terus terusan tertekan.


Zahwa berangkat dari rumah mertuanya dengan di hantarkan oleh pak Gunawan, karna sudah berjanji akan melindungi dan bertanggung jawab terhadap Zahwa, ia juga ingin berbicara dan menjelaskan secara langsung dengan kedua orang tua Zahwa, agar tidak terjadi masalah yang makin besar, bagaimana pun hubungan kedua keluarga itu harus terus terjalin dengan baik.


Mama Melinda tak mampu membendung air matanya ketika melihat kepergian menantunya, ia sangat takut akan kehilangan menantu terbaiknya itu. Ia mengerti benar bagaimana perasaan Zahwa dan ia tidak ingin jika nantinya Zahwa akan mengambil keputusan untuk berpisah dari Anton.


Setelah berkeliling, akhirnya Anton menemukan mamanya yang sedang berada di dalam kamarnya, Anton pun terlihat heran karna melihat mamanya dalam keadaan menangis.


"Ma, mama kenapa.?" Anton bertanya sambil mencoba duduk di hadapan mamanya yang terlihat juga duduk di tepi ranjangnya, Anton pun menggenggam tangan mama Melinda, Namun yang ditanya hanya terlihat menggeleng.


"Ma dimana Zahwa, kenapa dia tidak ada di kamar, apa dia sudah kembali kerumahnya.?" Anton menanyakan keberadaan istrinya itu.


"Zahwa, Zahwa sudah pergi nak." hanya itu kata kata yang mampu lolos dari bibir mamanya disela tangisannya.

__ADS_1


"Maksud mama.? Zahwa pergi kemana.?" Anton mulai panik kembali.


"Zahwa pulang kerumah orang tuanya nak, ia memaksa untuk pulang kampung, dan papamu sudah menghantarkannya." lanjut mamanya, ia terlihat memegang kedua belah pipi Anton yang duduk di hadapannya.


Air mata Anton sudah tak dapat ia bendung, mendengar ucapan mamanya hatinya terasa sakit, dadanya terasa sesak, dan denyut jantungnya seakan akan berhenti berdetak, ia benar benar merasa hancur, dalam waktu satu hari dia hampir kehilangan kedua istrinya.


"Ma, kenapa di izinkan Zahwa pergi ma,? ma aku tidak bisa hidup tanpanya ma, bagai mana dengan anak ku,? aku tidak bisa kehilanga mereka." Anton menangis sejadinya entak kenapa hatinya terasa lebih sakit mendengar kepergian Zahwa ketimbang mendengar permintaan Sarah yang ingin bercerai.


"Mama dan papa tidak mungkin menolak permintaannya nak, kami tidak bisa menahan Zahwa untuk terus berada disini, dia akan merasa tertekan dan itu tidak baik untuk perkembangan bayi kalian." ucap mamanya yang semakin bingung melihat keadaan Anton.


Anita yang sedang berada di dapur, segera masuk ke dalam kamar mamanya ketika mendengar teriakan Anton, ia pun merasa kasihan melihat keadaan adik laki lakinya itu.


"An, biarlah dulu Zahwa menenangkan dirinya disana, beri ia sedikit kebebasan untuk berfikir." ucap Anita yang terlihat mengelus punggung Anton.


"Tidak, tidak, tidak, kak aku harus menjemputnya aku tidak mau kehilangan mereka, katakan dimana alamat orang tuannya kak.?" Anton terlihat panik, ia mondar mandir seperti ingin mencari sesuatu, namun ia sendiri merasa bingung dengan apa yang ia cari. Selama memperistri Zahwa, Anton belum pernah sekalipun berkunjung kerumah mertuanya, hingga ia tidak tahu dimana keberadaan kampung Zahwa.


"Tidak ada yang tahu di mana kampungnya Zahwa An, kecuali papa, karna kakak juga belum pernah pergi ke kampungnya," ucap Anita.


Lagi lagi ucapan Anita membuat Anton jadi semakin gusar dan panik sekali.

__ADS_1


__ADS_2