Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 44


__ADS_3

Zahwa pun tiba ditokonnya, ia disambut senyum hangat oleh semua karyawan, mereka senang sekali mendengar kabar kehamilan Zahwa karna Lina sudah menceritakan pada mereka, namun tentu saja Lina tidak menceritakan juga tentang poligami yang dilakukan suami Zahwa, karna tahu kalau Zahwa sangat menjaga martabat suaminya agar tidak dibenci banyak orang.


Banyak sekali pesanan kue yang di terima Lina kemarin, mereka terlihat mulai sibuk untuk membuat beraneka macam kue pesanan, namun Lina dan yang lainnya melarang Zahwa untuk terlalu banyak bergerak karna tidak mau terjadi hal yang buruk terhadap kandungan Zahwa, mereka hanya meminta Zahwa untuk duduk dan memberitahu saja apa yang harus mereka lakukan. Zahwa merasa heran dengan semua perlakukan karyawannya namun iya juga merasa senang karna ternyata masih banyak yang perduli dan perhatian kepadannya.


Reyhan kembali datang ke toko Zahwa, dan disambut langsung oleh Zahwa yang terlihat sedang duduk di sana. Kali ini Karyawannya menukar posisi mereka, Zahwa mereka minta untuk diam dan duduk saja sambil menunggu pelanggan yang datang dan menerima pesanan, sedangkan Lina dan yang lain nampak sibuk di belakang membuat kue kue yang sudah di pesan.


"Assalamualaikum." Sapa Reyhan yang melihat Zahwa sedang duduk disana.


"Waalaikum salam, mas Reyhan." jawab Zahwa.


"Ada apa mas.?" tanya Zahwa lagi.


"Tidak ada apa apa Za, aku hanya ingin melihat keadaan mu, tadi aku mampir dirumah tapi ternyata kamu ada disini." ujar Reyhan.


"Iya mas, tadi aku berangkat pagi, sekalian dengan mas Anton yang ingin pergi ke kantor." ucap Zahwa.


"Anton.? Memangnya dia sudah kembali Za.?" tanya Reyhan penuh keheranan.


"Iya mas, mereka kembali kemarin, dan semalam mas Anton menginap dirumah." ujar Zahwa.


"Ohh kenapa cepat sekali ya, bukannya waktu itu Anton bilang mereka akan pergi satu minggu." tanya Reyhan lagi.


"Aku juga tidak tahu mas, dan mas Anton pun tidak cerita apa apa." ucap Zahwa dengan mengangkat kedua bahunnya.


Lagi lagi ada orang asing yang mencoba mengabadikan kedekatan Reyhan dan Zahwa yang sedang berada di toko, dan ia mengirim foto tersebut kepada Anton, kali ini ia menggunakan nomer hp yang berbeda lagi.


***


Anton yang sedang berada dikantornnya, mencoba melihat pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.

__ADS_1


siittt.. aku memang memintanya untuk mendekati Zahwa, tapi kenapa ia harus melalukannya setiap hari sih. fikir Anton, ia merasa kesal karna Reyhan hampir setiap hari menemui istrinya.


"Aaaahhhh." teriak Anton kesal dengan mengacak acak rambutnya sendiri. Ia pun mencoba menelpon Reyhan meminta laki laki itu untuk datang ke kantornya, ia beralasan untuk meminta bantuan urusan kantor, meski sebenarnnya ia berusaha membuat Reyhan pergi dari toko Zahwa.


"Rey, kau sedang dimana.?" tanya Anton di dalam telponnya.


"Aku berada di toko Zahwa An, ada apa.?" Tanya Reyhan, sedang kan Zahwa terlihat bengong mendengar Reyhan menyebut nama suaminya.


"Bisa ke kantor ku sekarang, aku ingin bicara dengan mu." perintah Anton.


"Hmm, baiklah sebentar lagi aku kesana." jawab Reyhan.


Reyhan pun berpamitan dengan Zahwa dan pergi menuju kantor milik Anton. Reyhan memarkirkan mobilnya setelah sampai di gedung kantor Anton, ia segera menaiki life dan menuju ruangan sahabatnya itu, hampir semua karyawan sudah mengetahui kedekatan Reyhan dan Anton, jadi mereka tidak akan mencegak Reyhan yang keluar masuk kantor Anton semaunnya.


"Ada apa.?" ujar Reyhan yang sudah berada di dalam ruangan Anton.


"Heyy, bukan kah kau yang meminta ku untuk melakukan ini semua. kenapa, kau cemburu ya.?" ujar Reyhan dengan menunjuk wajah Anton menggunakan telunjuknya.


"Aku tidak bilang kalau aku cemburu, aku cuma heran apa kau tidak punya kerjaan lain selain mengejarnya." tanya Anton mengelak.


"Aku ada banyak perkerjaan sih, membawa istrimu makan, jalan jalan, nonton bioskop, dan mengapelinya." jawab Reyhan dengan tertawa terbahak bahak, tapi wajah Anton terlihat begitu kesal.


"Jaga sikap mu Rey, bagaimana pun aku masih suami sah Zahwa." bentak Anton, namun Reyhan tak memperdulikannya.


"Kau yang meminta ku untuk melakukan ini semua An, jadi aku tidak akan mundur selangkah pun. Kau tahu kan kalau aku menginginkan sesuatu maka aku tidak akan melepaskannya." ujar Reyhan memperingati Anton. Dan Anton terlihat kesal sekali dengan ucapan Reyhan.


"Terserah kau saja." ucap Anton


"Lagi pula dari mana kau tahu kalau aku selalu mengunjungi istri mu, apa diam diam kau mengawasi kami." tanya Reyhan.

__ADS_1


"Apa kau fikir aku tidak punya pekerjaan yang lebih penting hingga harus membuntuti kalian." ujar Anton masih sedikit kesal, ia tidak ingin memberitahu Reyhan tentang foto foto yang sering ia dapatkan dari orang asing itu, karna takut kalau Reyhan akan menyangka bahwa ia sendirilah pelakunya.


"Papa mengundang papamu untuk datang ke acara peresmian usaha travel barunya minggu depan, dan aku harap kau juga bisa ikut hadir disana." ucap Anton menyampaikan pesan papanya.


"Hmm, baiklah akan aku usahakan untuk datang." ucap Reyhan.


Reyhan pergi setelah selesai berbicara dengan Anton, sedangkan Anton keluar untuk makan siang dan setelah selesai makan siang Anton nampak mengunjungi sebuah toko berlian di salah satu mall terbesar disana, lalu kembali ke kantornya setelah membeli sebuah perhiasaan.


***


Karna suaminya tidak pulang ke rumah kali ini Zahwa memilih untuk berlama lama di tokonya, bahkan saat semua karyawannya sudah pulang, Zahwa masih nampak berada disana. Setelah melakukan sholat mahgrib ditokonya, Zahwa memilih pulang menggunakan motor, ia berniat membawa kendaraannya tersebut pulang ke rumah, agar tidak perlu lagi menggunakan taksi saat ingin berangkat kerja.


***


Sementara itu, dirumah Sarah sepasang suami istri itu sudah bersiap siap untuk makan malam di luar, Sarah mendengar ada rumah makan yang menjual capcai sangat enak dan dia pun berniat untuk mencicipinnya.


"Sudah siap." tanya Anton.


"Iya Sayang, ayo kita berangkat." ajak Sarah.


Merekapun memasuki mobil dan pergi menuju rumah makan yang ditunjuk oleh Sarah. Setelah tiba, Anton sedikit terkejut karna rumah makan yang di tunjuk Sarah sangatlah sederhana dan jauh dari kata mewah.


"Kamu yakin ini tempatnnya Sayang.?" tanya Anton.


"Iya Sayang.." jawab Sarah dengan tersenyum.


"Apa kamu benar benar yakin kita akan makan disini.?" tanya Anton lagi sedikit ragu. Dan Sarah pun hanya menganggukkan kepalannya.


Merekapun turun dan berjalan memasuki rumah makan tersebut. Anton merangkul pinggang Sarah dan saat tiba di meja kosong Anton pun terlihat menarik kursi dan menyuruh Sarah untuk duduk di kursi yang ia sediakan. Dari jauh tampak sepasang bola mata sedang mengamati kedatangan Anton dan Sarah dari tempat duduknya, ia pun melihat semua perlakukan mesra Anton terhadap Sarah.

__ADS_1


__ADS_2