Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 53


__ADS_3

Semakin hari Anton makin menunjukkan perubahan sikapnya terhadap Zahwa, kini ia sudah sering terlihat bersikap hangat terhadap istrinya itu, dan Zahwa pun kini sudah terbiasa dengan sikap yang sering ditunjukkan oleh Anton.


Saat sedang berada di rumah Zahwa, Anton sering membuatkan susu ibu hamil untuk Zahwa, hal itu ia lakukan hanya untuk memanjakan istrinya yang sedang mengandung anaknya, menghantar dan menjemput Zahwa ke tokonya, kini sudah sangat sering ia lakukan karna Anton tidak mau terjadi sesuatu terhadap Zahwa di jalan jika istrinya pulang pergi menggunakan motor ataupun taksi.


Bahkan terkadang Anton sering harus keluar malam, untuk memenuhi keinginan ngidam istrinya, saat Zahwa sedang menginginkan sesuatu, sungguh Anton terlihat sangat senang dengan kehamilan Zahwa dan tak pernah merasa bosan untuk melayani keinginan istrinya itu.


***


Di sebuah cafe, Anita tampak sedang berada disana, ia terlihat sedang berbicara bersama seorang laki laki yang ternyata adalah Reyhan.


Anita mengajak Reyhan untuk bertemu karna ingin memberitahukannya tentang kehamilan dan perubahan sikap Anton terhadap Zahwa.


"Apa benar kak apa yang kakak ucapkan ini, Zahwa benar benar hamil kak.?" tanya Reyhan hampir tidak percaya.


"Iya, awalnya kakak juga merasa tidak percaya bagaimana Anton bisa menghamili Zahwa, tapi malah kini sikap Anton benar benar sudah berubah." jawab perempuan itu.


"Syukurlah kalau begitu kak, aku ikut senang mendengarnya, dan yang pasti kita jadi tidak lagi perlu membayar orang untuk membuat Anton merasa cemburu kepada ku." senyum tipis pun terlihat dari bibir Anton.


"Hmm, sepertinya kehamilan Zahwa benar benar membawa keberuntungan untuk rumah tangga mereka." ucap Anita lalu menyeruput jus buahnya menggunakan sedotan.


"Tapi, kalau begitu aku tidak bisa lagi dong berduaan dengan Zahwa." Reyhan berbicara sambil melirik ke arah Anita, ia bisa melihat raut wajah perempuan itu yang terlihat langsung berubah.

__ADS_1


"Hey, mau kakak sunat dua kali kamu hah.?" Anita berbicara dengan memukul lengan Reyhan dan matanya tampak meletot kepadanya.


"Aku hanya bercanda kak." ucap Reyhan dengan tertawa puas.


"Kakak harap kamu memang benar benar sedang bercanda Rey. Dan tidak lagi menaruh perasaan apa pun terhadap Zahwa." ucap Anita, ia khawatir kebersamaan Reyhan dan Zahwa akhir akhir ini akan menimbulkan cinta di antara keduannya lagi.


Reyhan terlihat mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya dengan kasar, ia meletakkan kedua tangannya ke atas meja dan mulai terlihat ingin berbicara.


"Aku memang sangan mencintai Zahwa kak, dan hati ku terluka karna harus merelakannya untuk di jodohkan. Tapi hati ku makin sakit saat tahu bahwa Anton adalah suaminya dan telah mempoligaminnya. Anton yang datang pada ku dan dia juga lah yang telah meminta ku untuk mencintai Zahwa lagi, mungkin jika tidak berfikir panjang aku akan senang sekali dengan tawarannya itu. Namun apakah mungkin Zahwa akan merasa bahagia dengan ku kak.? Karna aku melihat sebenarnya sudah ada cinta yang tumbuh di antara mereka berdua. Jika seandainya benar benar terjadi Zahwa menjadi milik ku, aku yakin kenangannya bersama Anton pasti sewaktu waktu akan menghantuinya. Jadi menyadarkan Anton tentang perasaannya terhadap Zahwa memang adalah pilihan yang sangat tepat kak. Kakak tenang saja meski aku mencintainnya, aku tidak akan mungkin mau membuat rumah tangga sahabat yang sudah aku anggap saudara kandung ku itu jadi berantakan, bagiku mencintai Zahwa adalah dengan cara melihat ia bahagia meski tidak berada di sisiku." Reyhan berbicara dengan sangat dalam, membuat Anita merasa iba dengannya.


"Rey, Trima kasih sayang, kakak benar benar tidak tahu apa yang akan terjadi dengan rumah tangga Anton dan Zahwa jika tidak ada kamu. Kakak yakin laki laki baik seperti mu pasti akan bertemu dengan wanita yang baik juga." ucap Anita, ia mengerti benar bagaimana perasaan Reyhan saat ini. Dan Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Anita.


***


Za kamu benar benar wanita yang sangat hebat, bagaimana selama ini kamu bertahan dengan pernikahan seperti ini, aku saja yang baru beberapa hari merasa kan perubahan sikap mas Anton sudah merasa jenuh dengan semua ini, kamu wanita luar biasa Za. Sarah dengan fikirannya ia pun jadi membayangkan wajah Zahwa.


Karna merasa bosan, akhirnya Sarah memutuskan untuk keluar dan pergi dari butiknya, ia terlihat memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang, membelah keramain yang terlihat memadati jalan raya.


Sarah terlihat memarkirkan mobilnya pada sebuah mall terbesar di kota itu, ia pun keluar dari mobilnya dan memasuki mall tersebut. Sarah memanjakan dirinya dengan berbelanja, ia membeli apapun yang menurutnya terlihat cantik. Setelah puas berbelanja Sarah pun memutuskan untuk mencari restoran terdekat di dalam mall tersebut karna sudah merasa sangat lapar sekali.


Saat sedang berjalan, Sarah yang sedang fokus melihat ponselnya tiba tiba menabrak seseorang, hingga membuat paper bagnya jatuh berserakan.

__ADS_1


"Maaf, maaf saya tidak sengaja." ucap sarah yang merasa dirinyalah yang bersalah, ia menunduk dan terlihat mengumpulkan paper bagnya yang berserakan.


"Tidak apa apa nona, saya juga tidak sengaja.” jawab seseorang yang tak sengaja di tabrak oleh Sarah, ia pun membantu Sarah untuk mengumpulkan paper bagnya.


Setelah semua paper bagnya kembali terkumpul ditangannya, Sarah pun berdiri dan mencoba melihat siapa seseorang yang tanpa sengaja ia tabrak, setelah saling melihat nampak keduanya terlihat terkejut satu sama lain.


"Rudi. Kamu benar Rudi kan.?" ucap Sarah ia seperti tidak percaya melihat seseorang yang berdiri dihadapannya.


"Sarah.?" ucap laki laki itu sambil menunjukkan ke arah Sarah, dan yang di tunjuk pun terlihat tersenyum manis.


"Apa kabar Rut.?" tanya Sarah sambil menjulurkan tangannya.


"Aku baik, bagaimana dengan mu Sarah.?" Ia pun menyambut uluran tangan Sarah untuk bersalaman.


"Aku juga baik. Lama tidak melihat mu, sepertinya kau makin sukses.?" ucap Sarah, ia menyimpulkan kesuksesan Rudi karna melihat laki laki itu yang terlihat makin tampan dan gagah dengan setelan jas yang ia pakai.


"Ah kau bisa saja. Bagai mana kalau kita cari tempat yang lebih enak untuk ngobrol.?" Ajak Rudi, dan Sarah pun menerima tawaran itu.


"Baiklah, kita cari restoran dekat sini saja ya.? Kebetulan aku sudah lapar." jawab Sarah, ia sebenarnya hampir tidak percaya bahwa Rudi masih mau bersikap manis padanya, setelah dulu ia menolak cinta Rudi karna lebih memilih Anton.


Mereka pun berjalan menuju restoran terdekat yang ada di dalam mall tersebut, setelah sampai mereka pun memilih tempat duduk yang terlihat masih kosong.

__ADS_1


__ADS_2