
Zahwa yang mendengar percakapan Anton dan Reyhan di dalam telpon hanya bisa tersenyum dengan menampakkan barisan gigi gigi putihnya, kini ia merasa tidak punya alasan lagi untuk menolak ajakan Reyhan.
Zahwa pun meminta Reyhan untuk menunggu karna ia ingin mengganti pakaiannya dengan yang lebih layak untuk bepergian.Setelah Zahwa selesai mengganti pakaiannya, mereka pun menaiki mobil, dan Reyhan segera melajukan mobinya dengan kecepatan Sedang.
Reyhan membawa Zahwa untuk pergi ke sebual mall terbesar di kota itu. Mereka terlihat memasuki beberapa toko disana dan keluar dengan Zahwa membawa paper bag di tangannya. Zahwa berulang Kali menolak pemberian Reyhan kepadanya karna merasa tidak pantas menerima pemberian dari laki laki lain, namun Reyhan selalu punya alasan untuk membujuk Zahwa agar mau menerima permberian darinya. Reyhan membelikan Zahwa beberapa pakaian, tas hingga sepatu untuknya bekerja, dia menganggap perberiannya itu sebagai hadiah untuk hari ulang tahun Zahwa.
"Mas tidak perlu membelikan ku barang seperti ini, aku tidak pantas menerimannya dari mu." Zahwa mencoba menolak dengan halus, karna iya juga tidak ingin membuat Reyhan merasa tidak enak hati karna penolakannya.
"Ayolah Za, aku tidak setiap hari membelikan mu barang barang seperti ini, lagi pula ini tidak seberapa anggap saja ini hadiah ulang tahun mu." ucap Reyhan.
"Tapi ini sudah terlalu banyak mas." Zahwa mengangkat paper bag yang ada ditangannya, menunjukkan kepada Reyhan.
"Hanya untuk kali ini saja Za, aku berjanji deh ini terakhir kalinya aku bembelikan semua itu untuk mu." Reyhan selalu punya cara untuk membujuk Zahwa.
"Mas, aku tidak enak, kalau sampai mas Anton tahu dia pasti akan marah." ucap Zahwa lagi.
"Kalau untuk urusan Anton kau tenang saja, aku pastikan ia tidak akan marah pada mu, aku jamin." Reyhan tentu saja bisa berbicara enteng seperti itu, karna Anton lah yang memintanya untuk mendekati Zahwa.
Zahwa yang merasa tidak punya lagi alasan untuk menolak pemberian Reyhan, akhirnya menerima semua benda benda itu, namun masih merasa berat hati karna merasa tidak pantas.
__ADS_1
Tidak jauh dari keberadaan mereka berdua, nampak seorang pria memakai kacamata dan topi hitam, diam diam sedang mengabadikan semua gerakan gerik dari mereka berdua dengan cara bersembunnyi sembunyi. Ia terlihat tersenyum puas setelah mendapatkam foto foto Reyhan dan Zahwa, lalu pergi dan meninggalkan mall tempat Reyhan dan Zahwa sedang berada.
Zahwa terlihat mengusap perutnya karna merasa sangat lapar, di usia kehamilannya yang masih muda biasanya prempuan akan mudah merasakan lapar, dan hal itulah yang kini terjadi pada Zahwa. Reyhan yang melihat tingkah Zahwa, seketika langsung mengerti bahwa perempuan yang berada di sampingnya itu, kini sedang merasa kelaparan.
"Za, bagaimana kalau sekarang kita Cari makan siang dulu." ajak Reyhan. Zahwa yang mendengar ajakan Reyhan segera mengangguk dengan cepat.
"Tapi kita cari tempat makan yang ada di dalam mall ini saja ya, takutnya nanti malah kelamaan dan aku makin lapar jika harus cari restoran diluar." ucap Reyhan, sebenarnya ia hanya beralasan bahwa dirinyalah yang sudah sangat kelaparan karna tahu jika Zahwa tidak akan mau mengatakannya terlebih dahulu meski sudah sangat lapar.
"Iya mas, terserah mas Reyhan saja." ucap Zahwa, padahal didalam hati dia bersyukur karna tidak perlu menunggu lama lagi untuk mencari makanan dan mengisi perutnya yang sedang berbadan dua.
***
"Ini permintaan yang mbak mau." ujar laki laki tersebut dengan sebelah tangannya menyodorkan ponsel miliknya dan terlihat di layar ponsel itu nampak ada foto Reyhan dan Zahwa yang sedang berbelanja dan bercanda di dalam mall.
"Hmm, bagus sekali, kalau begitu segera kamu kirimkan foto foto ini kepada Anton." ujar prempuan itu.
"Baik mbak." laki laki itu lalu nengambil ponselnya yang ada di tangan perempuan itu dan segera mengirim semua hasil jepretannya ke nomer ponsel Anton yang ia dapat kan dari perempuan itu juga.
"Oke mbak sudah beres." ujar laki laki itu, sambil menunjukkan ponsennya.
__ADS_1
"Bagus, ini uang untuk kerja Karas mu hari ini." ucapnya sambil menyodorkan amplop tebal berisi uang pembayaran.
"Oh ya setelah ini buang saja nomer hp mu itu, atau bila perlu hp mu sekalian kau buang, agar Anton tidak bisa tahu kalau kau yang mengirimkan foto foto itu padannya." ujar wanita itu.
"Baik mbak, aku pastikan kalau mas Anton tidak akan mengetahui kalau akulah yang mengirim semua foto itu." ujarnya meyakinkan.
***
Sementara itu, di sebuah restoran tempat Anton dan Sarah berbulan madu, terlihat sepasang pengantin baru itu sedang ingin melakukan makan siang disana.
"Sayang mulai sekarang Kau harus banyak makan sayur sayuran agar bisa segera hamil." ujar Anton dengan tersenyum, ia berbicara sambil mengambilkan sayuran dan meletakkannya ke piring milik Sarah. Dan Sarah hanya tersenyum mendengar ucapan dan melihat perlakuan suaminnya itu.
Mereka baru saja menyendoki makanan beberapa kali, tiba tiba terdengar suara dari ponsel Anton, manandakan adanya pesan masuk. Anton pun merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya, ia membuka pesan whatsApp yang tak jelas siapa pengirimnya.
Anton nampak berwajah pias saat melihat gambar gambar yang ia terima barusan, disana nampak foto Reyhan dan Zahwa yang terlihat begitu dekat, dan juga Zahwa yang tertawa bahagia. Anton merasa ada yang aneh dengan dirinya, entak kenapa hatinya terasa sakit saat melihat foto foto tersebut, padahal seharusnya ia merasa senang karna usahannya mendekatkan Reyhan dan Zahwa sepertinya akan berhasil.
Sarah yang melihat perubahan wajah Anton merasa heran, ia penasaran dengan pesan yang baru saja diterima suaminya itu, hingga membuat wajah Anton jadi berubah merah padam.
"Ada apa Sayang.?" Sarah mencoba menanyakan sesuatu pada suaminya itu, ia menyentuh lembut tangan Anton.
__ADS_1
"Tidak ada apa apa, hanya urusah kantor, ayo habiskan makanan mu." Anton berusaha menutupi semuanya dari Sarah, tentu saja ia tidak akan memberi tahu Sarah tentang foto foto itu, karna ia takut membuat Sarah merasa kesal jika tahu kalau ia sebenarnya tidak suka dengan foto foto tersebut, yang berarti sebenarnya Anton sedang cemburu dengan kedekatan Reyhan dan Zahwa.