Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 42


__ADS_3

Zahwa masuk ke dalam kamarnya, setelah melakukan sholat isya ia berniat untuk segera tidur, namun sebelumnya ia mengambil ponsennya di atas nakas mencoba memeriksa dan melihat mungkin saja ada pesan masuk. Dan ternyata benar, terlihat lima menit yang lalu Anton mengirim pesan singkat melalui WhatsApp ke padannya dan mengatakan bahwa ia akan kembali Besok.


"Aku dan Sarah akan kembali ke Jakarta besok, dan mungkin sore aku akan tiba dirumah." pesan Anton.


"Baik mas." Hanya itu jawaban dari Zahwa.


Namun di dalam fikiran Zahwa, banyak sekali pertanyaan yang muncul, kenapa tiba tiba suaminya memutuskan pulang lebih cepat dari yang ia katakan.


"Kenapa mas Anton dan Sarah pulang secepat ini, bukan kah mereka baru beberapa hari di sana, kemarin saat berpamitan dengan ku mas Anton bilang akan pergi dalam waktu 1 minggu, ada apa dengan mereka sebenarnya, apa ada yang sakit disana?" fikir Zahwa menerka nerka kepulangan suaminya.


Pagi hari Zahwa pergi ke tokonnya, ia datang hanya untuk melihat semua persediaan bahan bahan pembuatan kue, setelah mengecek semuannya Zahwa menyarahkan tokonya itu untuk di handle Lina dan yang lainnya, karna ia ingin kembali pulang dan memasak untuk menyambut kepulangan suaminnya. Setelah itu Zahwa pun berpamitan kepada karyawannya, namun sebelum pulang ia memutuskan untuk pergi ke swalayan berbelanja keperluan dapurnya.


Zahwa membeli banyak sekali persediaan makanan mentah, bahkan dia sudah merencanakan masakan yang akan ia buat untuk menyambut kedatangan suaminya itu.


Selesai berbelanja Zahwa segera kembali kerumahnnya, ia mulai sibuk dengan peralatan dapurnya, bahkan Zahwa pun membersihkan dan merapikan setiap sudut rumahnya karna tidak ingin suaminya pulang dengan keadaan rumah yang berantakan.


Zahwa nampak begitu lelah ia pun merasa kepalannya kembali terasa pusing karna terlalu banyak bergerak, untungnya dokter memberikan obat pereda pusing untuknnya, ia pun segera meminum obat itu dan beristirahat untuk sebentar.


***


Di bandara, Anton dan Sarah baru saja landing, setelah mengambil koper mereka pun pergi menuju parkiran. Disana sudah ada supir yang berkerja kepada Sarah dan akan membawa Sarah pulang ke rumahnnya, sedang kan Anton mengendarai mobilnya sendiri yang juga sudah dihantarkan oleh orang kantornya, ia pun ingin pulang ke rumah Zahwa.


***

__ADS_1


Di rumahnya, Zahwa segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah tadi beristirahat sebentar, usai mandi Zahwa mengganti pakainnya ia pun duduk diruang tamu sambil membaca majalah untuk menunggu kedatangan Anton. Tiba tiba Zahwa yang mulai merasakan ngidam, ingin sekali memakan batagor, ia sudah membayangkan betapa enaknya saus kacang yang krimi melewati tenggorokannya. Saat sedang membayangkan makanan itu, tiba tiba ponsel Zahwa berbunyi, ia melihat Anton sedang menghubunginnya dan segara mengangkat telpon dari suaminya itu.


"Assalamualaikum mas." ucap Zahwa.


" Waalaikum salam, Za apa kamu ingin memesan sesuatu.? aku sedang dijalan barang kali kamu ingin menitip sesuatu, nanti biar aku belikan" tanya Anton. Zahwa jadi merasa heran kenapa tiba tiba suaminya menawarkan diri begitu, seolah olah tahu isi hatinya.


"Apa tidak merepotkan mas, barang kali mas sedang Capek.?" Zahwa merasa tidak enak jika harus merepotkan suaminya untuk memenuhi keinginan ngidamnya.


"Tidak apa apa Za, sekalian lewat." ucap Anton lagi.


"Kalau mas tidak merasa di berat kan, boleh gak kalau aku titip batagor mas.?" ucap Zahwa dengan ragu ragu.


"Apa itu Za, mas baru dengar, apa itu makanan.?" Anton merasa heran karna baru kali ini dia mendengar nama makanan itu.


"Iya mas, itu makanan yang di siram saus kacang." ucap Zahwa menjelaskan.


"Baik mas, nanti aku WhatsApp alamatnya." ucap Zahwa.


Setelah mendapat kan alamat tempat penjual batagor yang terkenal enak, Anton pun segera melajukan mobilnya mencari tempat yang di tunjuk oleh Zahwa.


Tak Sampai satu jam akhirnya Anton pun tiba dirumah, ia pun di sambut oleh Zahwa dengan senyuman hangat dari bibirnya, Zahwa menyalami suaminya dan mengambil jas yang di tetenteng oleh Anton.


"Ini." ucap Anton menyerahkan kantung plastik berisi batagor pesanan Zahwa.

__ADS_1


"Wah.. Trima kasih ya mas." ucap Zahwa dengan mata berbinar binar.


Anton pun segera melangkah masuk dengan di iringi Zahwa dari belakang, dan Anton menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu rumah itu. Anton mendongak dan meletakkan kepalannya ke bagian sandaran sofa, ia merasa sangat lelat setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Tiba tiba Zahwa duduk di dilantai tepat dihadapan Anton, dan mulai melepaskan sepatu yang di pakai oleh suaminya itu. Anton pun kaget dengan perlakuan Zahwa.


"Za, tidak perlu seperti itu." ucap Anton lalu menyentuh bahu Zahwa, mencoba menghentikan perlakuan istrinnya itu. Anton memang tidak begitu suka di perlakukan berlebihan seperti raja begitu, bahkan dengan Sarah yang sangat ia cintai Anton tak pernah meminta di perlakukan secara berlebihan.


"Tidak apa apa mas, aku kan cuma ingin mencari ridho mu, kamu tak ingin kalau aku dapat pahala." Zahwa menjawab dengan tersenyum dan masih dengan tindakannya itu, Anton jadi terdiam mendengar ucapan Zahwa ia jadi membiarkan tindakan istrinya itu.


"Lagian sekarang kan kita jarang ketemu mas jadi aku juga tidak setiap hari kan bisa melayani mu seperti ini." sambung Zahwa dengan berjalan meletakkan sepatu suaminya itu pada sebuah rak sepatu.


Anton hanya mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh Zahwa, sekali kali ia melempar senyuman kepada perempuan itu.


"Oh ya mas mau makan dulu atau mandi dulu,? biar nanti aku siapkan." tanya Zahwa.


"Emm, sepertinnya mas mandi dulu saja." jawab Anton lalu berdiri dan berjalan menuju lantai atas tempat kamar mereka berada, dan Zahwa mengiringi suaminya dari belakang.


Zahwa masuk kedalam Kamar mandi terlebih dahulu, ia menghidupkan penghangan air, dan Anton terlihat sedang melepaskan pakaiannya. Tiba tiba Anton melihat boneka berukuran besar yang ada di kamarnnya, ia merasa heran karna setahunya Zahwa tak punya benda itu.


"Za, apa kamu baru membeli boneka itu." tanya Anton pada Zahwa setelah perempuan itu keluar dari kamar mandi.


"Oh tidak mas, mas Reyhan yang membelikan boneka itu mas, katannya sebagai hadiah ulang tahunku kemarin." ucap Zahwa dengan menatap wajah suaminya yang tiba tiba berubah pias.


"Jadi kemarin hari ulang tahun mu Za, kenapa kamu tidak bilang padaku.?" tanya Anton sedikit kesal, ia merasa malu sebagai suami ia tidak tahu hari kelahiran istrinya, dan Zahwa malah mendapat hadiah dari orang lain.

__ADS_1


"Tidak apa apa mas, aku tidak mau mengangguk kalian. Mas tidak suka ya,? biar nanti aku kembalikan kalau mas tidak suka." ucap Zahwa yang melihat perubahan wajah suaminya.


"Tidak perlu, tidak enak dengan Reyhan." Ujar Anton, lalu melangkah menuju kamar mandi.


__ADS_2