-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
100 - Puteri Yanning Datang Memberikan Hadiah


__ADS_3

Keesokan paginya Jiang Xingyu bermeditasi lagi.


Walaupun tadi malam Gurunya sudah mentransmisikan sejumlah besar kekuatan internal padanya, tapi bukan berarti ia bisa bersantai dalam hal berlatih.


Ia bermeditasi dengan tenang dan sama sekali tidak melihat Bibi Rong sedang menatapnya dengan mata tercengang.


Bibi Rong merasa kekuatan internal Nonanya telah berkembang pesat, bahkan kini masih terus berkembang tanpa henti.


Setelah merasa cukup bermeditasi, Jiang Xingyu membuka matanya dan sontak terkejut melihat tampang konyol Bibi Rong. Ia pun bertanya. "Bibi, ada apa denganmu?"


"Ah!" Baru setelah mendengar suara Nonanya, Bibi Rong bereaksi kemudian penuh semangat berbalik bertanya. "Nona, ada apa dengan kekuatan internalmu? bagaimana kau bisa meningkatkannya sekaligus?"


Jiang Xingyu segera mengerti. Ia tidak mungkin menjelaskannya secara detail dan hanya memberitahu bagian terpentingnya saja. "Kemarin aku bertemu dengan seorang ahli yang mengatakan kalau aku memiliki bakat yang bagus. Setelah aku menjadi Muridnya, Beliau mentransmisikan kekuatan internalnya padaku. Tapi karena fisikku terlalu lemah, tubuhku tidak bisa menerima terlalu banyak kekuatan internal."


"Apa?!" Bibi Rong sangat terkejut.Tentunya juga sangat khawatir. "Nona, kalau begitu apakah Gurumu bisa diandalkan? apakah Beliau orang yang baik?"


"Bibi yakinlah! Walaupun tidak nyaman bagiku untuk mengungkapkan identitas Guruku, namun satu hal yang pasti kalau Guruku adalah seseorang yang baik." Jiang Xingyu sengaja tidak memberitahu kalau Gurunya merupakan Pendeta Pemburu Hantu, karena ia takut Bibi Rong akan ketakutan.


"Baguslah kalau begitu." Bibi Rong menepuk dadanya merasa lega, tapi sebenarnya masih khawatir.


Selanjutnya Jiang Xingyu berlatih Beladiri, hanya setelah Miaozhu dan Bibi Lan datang bekerja, ia berhenti lalu kembali ke Kamarnya.


Setelah sarapan lebih awal, Ia berencana pergi ke Rumah terlantar.


Baru saja berjalan keluar dari Paviliun Weiyang, ia melihat Puteri Yanning mendekatinya dengan membawa sekantong besar barang dan itu membuatnya sedikit terkejut.


Sebelum akan bertanya, suara Puteri Yanning terdengar lebih dulu. "Xingyu, cepat bawa aku menemui Xi'er. Barang-barang ini adalah hadiah pertemuan dariku untuknya."


"Hadiah pertemuan? begitu banyak?" Jiang Xingyu masih terkejut.


"Apakah terlalu banyak? aku pikir ini terlalu sedikit." Puteri Yanning tidak berpikiran sama karena sebelumnya ia tidak pernah memberikan hadiah pada siapapun.


Jiang Xingyu memijit pelipisnya karena tidak tahu harus berkata apa tentang pernyataan ini. Sudahlah! Puteri Yanning memang tiran lokal dan dia bisa memberikan seberapa banyak yang dia ingin berikan.

__ADS_1


Kemudian ia membawanya ke Paviliun Yuxiang, Halaman Selatan.


Kedatangan Puteri Yanning menyebar ke seluruh Kediaman, membuat Selir Mo dan kedua Puterinya melompat-lompat marah. Sedangkan semua orang di Paviliun Yuxiang heboh sekaligus sangat panik.


Siapakah Murong Yanning? dia merupakan satu-satunya Puteri Kekaisaran Ling Timur. Status mulia sang Puteri bukanlah sesuatu yang bisa dilihat orang biasa.


Jadi selain Jiang Qianxi, ini adalah pertama kalinya semua orang di Paviliun Yuxiang melihat Puteri Yanning secara langsung.


Selir Jing menginstruksikan Bibi Lu untuk menuangkan secangkir teh, tapi ditolak oleh Puteri Yanning. Bukan karena ia tidak menyukai teh biasa, tapi karena sangat gugup.


"Tidak perlu. Aku akan segera keluar untuk melakukan sesuatu. Barang-barang ini adalah hadiah pertemuan untuk Saudari Xi'er, karena aku tidak membawanya saat pertama bertemu. Jadi aku membawanya kali ini." Puteri Yanning tidak tahu harus berkata bagaimana. Ia menyerahkan barang-barang yang dipegangnya langsung pada Selir Jing.


"Ini, ini, sangat banyak..." Selir Jing merasa tersanjung tapi juga kewalahan.


"Karena Tuan Puteri sudah memberikannya, maka terima saja." Ucap Jiang Xingyu.


"Ya. Terima kasih, Tuan Puteri." Selir Jing tidak berani menolak lagi.


"Tidak, Tuan Puteri. Kami tidak sekalipun keberatan. Justru mainan ini sangat berharga bagi kami, terutama bagi Xi'er." Selir Jing dengan hormat segera menanggapi.


"Terima kasih, Tuan Puteri." Jiang Qianxi berterima kasih secara tulus disertai senyum kebahagiaan.


"Sama-sama." Puteri Yanning meremas wajah imut Jiang Qianxi dengan kedua tangannya, saking lembutnya ia bahkan tidak ingin melepaskannya.


Setelah berpamitan, Puteri Yanning pergi keluar dari Kediaman sambil menyeret tangan Jiang Xingyu, mengatakan kalau Paman Yin-nya akan kembali ke Ibukota dan ia akan pergi menyambutnya.


"Tapi itu bukan urusanku." Tolak Jiang Xingyu, karena ia dan Pangeran Yin tidak saling mengenal, bukankah aneh baginya untuk ikut?


"Kenapa bukan urusanmu? kau adalah temanku, jadi kau berhak menemaniku menyambut Paman Yin." Kata Puteri Yanning terdengar santai.


Baiklah! Alasan ini membuat Jiang Xingyu tidak bisa menolak lagi.


Hanya saja...

__ADS_1


"Juga, Paman Yin sangat tampan dan dia baru berusia dua puluh lima tahun. Tidak ada satupun Wanita disekitarnya. Aku pikir kau cocok untuknya. Jika kau menjadi... Oh! Mengapa kau memukul kepalaku?" Puteri Yanning berkata sambil berpikir. Namun kepalanya dipukul sebelum ucapannya selesai.


Mengenai keluhan Puteri Yanning, Jiang Xingyu marah, lucu dan tidak berdaya. Ia pun berkata. "Murong Yanning, jangan katakan kalau kau tidak tahu bahwa aku sudah memiliki kontrak pernikahan? apakah benar-benar baik bagimu untuk berkata seperti ini?"


Namun sepertinya Puteri Yanning tidak menganggap serius ucapannya, sebaliknya karena penyebutan Pangeran Yuhao, ia langsung menepis. "Huh! Bukankah kau sudah tau kalau dia menyukai Lin Jiayin? tidak! Lebih tepatnya dia hanya menyukai kekuatan di belakang Lin Jiayin."


"Belum lagi dia menikahimu atau tidak adalah satu hal. Bahkan jika kalian benar-benar menikah, dia tidak akan bersikap tulus padamu. Sedangkan Paman Yin berbeda, dia sangat kuat dan tidak perlu bergantung pada Wanita untuk meningkatkan reputasi dan kekuasaannya. Terlebih lagi Paman Yin merupakan seorang Pria yang berdedikasi, dia berkata hanya akan menikahi satu Istri dalam hidupnya. Katakan, dimana kau akan menemukan Pria seperti Paman Yin?"Jelas Puteri Yanning disertai senyum sumringah.


"Terlepas dari apakah Pangeran Yuhao akan menikah denganku atau tidak, kontrak pernikahan sudah diresmikan oleh Yang Mulia Kaisar dan menentangnya merupakan suatu kejahatan. Aku tidak sanggup menanggung konsekuensinya." Ucap Jiang Xingyu yang tidak peduli apakah Pangeran Yin memang Pria yang baik atau bukan.


"Apa yang kau takutkan? selama Paman Yin menyukaimu, kau bisa memintanya untuk mengajukan pembatalan kontrak pernikahan pada Ayahku. Kau tau, bahkan Ayahku sangat mengagumi Paman Yin." Berbicara tentang Pamannya, ekspresi Puteri Yanning dipenuhi kekaguman.


Jiang Xingyu tidak berdaya. Namun ada keraguan dibenaknya. Pria yang begitu baik belum menikah saat usianya sudah dewasa. Bahkan tidak ada satupun Wanita disekitarnya. Apakah dia benar-benar Pria yang baik? ataukah?...


Berpikir tentang itu, ia tidak bisa menahan diri untuk bertanya. "Apa kau yakin Pangeran Yin tidak memiliki satupun Wanita disekitarnya? apakah dia baik-baik saja? ataukah sebenarnya dia menyukai sesama Pria?"


"Apa?! Tidak mungkin!" Puteri Yanning sangat ketakutan ketika mendengarnya, tidak bisa dipercaya dan tidak bisa menerimanya.


"Xingyu, apa yang kau katakan tidak benar! Pamanku tidak mungkin seperti itu!" Ia membantah disertai perasaaan gugup.


"Bagaimana aku tahu benar atau tidaknya. Lagipula aku hanya bertanya, bukan memastikan." Jiang Xingyu menjelaskan.


Puteri Yanning tidak merasa lega, sebaliknya semakin terganggu. Itu karena setelah mendengar hal ini, ia memikirkan kemungkinan apakah yang membuat Pamannya belum memiliki Wanita hingga saat ini.


Oleh karena itu ia memutuskan. "Tidak! Aku harus bertanya pada Paman apakah dia menyukai Wanita atau sesama Pria."


"Jangan! Itu hanya akan menimbulkan masalah." Jiang Xingyu buru-buru mencegah.


.


.


______Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2