-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
Bab 06 - Aku akan membantumu!


__ADS_3

Ketika Jiang Xingyu berbicara tentang Pangeran Yuhao dan Lin Jiayin, sorot matanya didominasi oleh kebencian.


"Apa salahku sehingga mereka semua memperlakukanku dengan buruk? tidak cukup menyiksaku, mereka bahkan merenggut nyawaku. Jika aku hanya bodoh, mereka tidak mungkin membunuhku. Sebenarnya apa salahku?" Jiang Xingyu meluapkan semua emosinya dengan cara menangis sekeras-kerasnya.


"Gadis bodoh! Kau tidak bersalah pada siapapun. Justru orang-orang hina itulah yang paling bersalah padanya." Batin Xing Yu yang entah mengapa terasa sakit.


Awalnya ia mengira Jiang Xingyu hanya terobsesi pada sesuatu hingga jiwanya menolak untuk pergi. Tidak disangka ternyata dia memiliki keluhan yang begitu besar. Jika tidak bisa melupakannya, jiwanya tidak akan bisa bereinkarnasi.


"Jadi, apa kau ingin balas dendam pada mereka yang selama ini menyakitimu? atau kau hanya akan membiarkannya begitu saja?" setelah memikirkannya berulang kali, Xing Yu membuat keputusan yaitu membantunya balas dendam.


Mendengar kata balas dendam, Jiang Xingyu menjadi bersemangat. "Tentu saja aku ingin membalaskan semua dendamku pada mereka yang selama ini menyakitiku!"


Ia sangat bersemangat hingga rasanya ingin segera memusnahkan semua musuhnya. Namun ketika mengingat kondisinya sekarang, ekspresinya kembali putus asa. "Sekarang aku sudah meninggal. Bagaimana aku bisa balas dendam?"


"Aku bisa membantumu!" Ungkap Xing Yu.


Jiang Xingyu tercengang, lalu bertanya dengan nadanya yang terdengar kebingungan. "Kau, kau bisa membantuku?"

__ADS_1


Setelah menghela nafas panjang, Xing Yu berkata dengan sabar. " Ya. Seperti yang kau lihat. Sebenarnya aku sama sepertimu. Aku meninggal di kehidupanku sebelumnya. Tetapi entah mengapa jiwaku malah menempati tubuhmu dengan cara yang bahkan tidak kuketahui. Intinya adalah sekarang aku adalah kau. Jadi aku akan melakukan yang terbaik selama kau ingin balas dendam. Jiang Xingyu, apa kau mengerti apa yang kukatakan? seharusnya kau sudah pernah mendengar tentang keadaan kita saat ini kan?"


Lagi-lagi Jiang Xingyu terpana. Meskipun dikenal sebagai gadis bodoh, bukan berarti ia tidak mengetahui apapun. Sebelumnya ia pernah mendengar tentang hal seperti ini, tidak disangka ternyata benar-benar terjadi. Bahkan terjadi pada dirinya sendiri.


"Apa kau serius? apa kau sungguh bisa membantuku balas dendam?" ia bertanya bukan karena tidak percaya, tapi karena balas dendam bukan sesuatu yang sepele baginya.


Xing Yu menampakkan seringai samar disudut bibirnya. "Tentu saja aku bisa membantumu! Aku memiliki kemampuan untuk melakukannya. Hanya saja aku tidak tahu bagaimana kau ingin balas dendam."


Jiang Xingyu menggertakkan giginya dan berkata penuh kebencian. "Aku ingin Murong Yuhao dan Lin Jiayin hidup menderita hingga kematian adalah hal yang paling mereka inginkan!" Setelah jeda sesaat, dia melanjutkan. "Aku juga ingin mereka yang selama ini telah menyiksaku, menerima hukuman yang setimpal!" Ia menundukkan kepalanya setelah mengatakan keinginannya.


"Aku..." Jiang Xingyu ragu-ragu.


"Katakan saja." Ucapnya dengan sabar.


"Setelah jiwaku menghilang. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menjaga Bibi Rong. Di dunia ini dia adalah orang yang paling tidak ingin kutinggalkan. Bibi akan sedih jika mengetahui bahwa aku sudah meninggal. Jadi, bisakah kau membantuku merahasiakan kematianku untuk sementara waktu? aku tahu, dengan meminta ini aku sangat egois dan tidak tahu berterima kasih. Hanya saja aku benar-benar tidak punya pilihan lain. Walaupun kau menempati tubuhku, aku tahu kau tidak ingin hidup dengan identitas ini. Aku benar-benar minta maaf."


"Tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti apa yang kau rasakan. Seperti yang kukatakan sebelumnya. Aku adalah kau. Artinya mulai saat ini aku akan hidup sebagai dirimu dan hidup dengan identitasmu. Aku akan melindungi orang-orang yang peduli padamu karena sekarang mereka juga orang-orangku. Kau tidak perlu meminta maaf ataupun merasa bersalah." Ucap Xing Yu dengan senyum manisnya, seperti gadis polos yang tidak mengenal kata membunuh.

__ADS_1


"Terima kasih atas kebaikanmu, Nona Xing Yu." Jiang Xingyu membungkuk hormat.


Xing Yu menanggapi dengan senyuman, lalu bertanya, "Lalu bagaimana dengan Ayah bodohmu itu? apa dia juga termasuk dalam daftar yang harus menerima balas dendammu?"


"Tidak!" Jiang Xingyu segera membantahnya.


"Kenapa? walaupun Ayahmu tidak pernah menyakitimu secara langsung. Tetapi ketidakpeduliannya padamu telah menyakitimu dengan sangat kejam. Bisa dikatakan di dunia ini Ayahmu lah yang paling kejam padamu. Mengapa kau tidak ingin membalasnya?" Xing Yu bertanya walaupun sebenarnya tahu jawabannya.


"Ayah, walaupun aku sangat membencinya karena tidak peduli padaku serta membuatku menjalani kehidupan pahit selama ini, aku tidak ingin menyakitinya karena bagaimanapun juga dia adalah Ayah kandungku. Tolong jangan lakukan apapun padanya. Jika nanti dia bersikap kejam padamu, kau bisa menghukumnya, tapi tolong jangan membunuhnya. Aku mohon..." Jiang Xingyu tersenyum pahit.


"Baiklah! Demi dirimu, aku bersumpah tidak akan membunuhnya!" Xing Yu berjanji dengan serius.


"Nona Xing Yu, terima kasih telah menjaga tubuhku tetap hidup. Terima kasih telah membantuku balas dendam. Terima kasih untuk segalanya." Jiang Xingyu tersenyum lagi. Kali ini senyumnya sangat tulus dan hangat, seolah-olah beban yang menumpuk di lubuk hatinya telah menghilang.


Xing Yu ingin memberitahunya untuk kembali ke Kediaman keluarga Jiang, melihat orang-orang yang disayanginya untuk terakhir kalinya. Tapi sebelum mengatakannya, ia melihat tubuh roh Jiang Xingyu tiba-tiba berubah menjadi seberkas cahaya berwarna merah terang. Pada saat yang sama cahaya merah itu bergegas menuju telapak tangan kanannya.


-----Terima kasih sudah membaca-----

__ADS_1


__ADS_2