
Saat Gerbong hendak melewati Rumah Bordil Bulan Bersalju, tiba-tiba diblokir oleh seseorang yang tergeletak di tengah jalan.
Dan orang itu adalah Shen Qing.
Sekarang penampilannya compang-camping, tidak terawat seperti Pengemis dan mulutnya terus bergumam. "Istriku, Istriku, tolong jangan pergi..."
"Tuan Shen benar-benar sudah gila! Dia masih tidak bisa menerima kenyataan kalau Istrinya sudah meninggal."
"Ya. Tidak baik untuk kesehatannya jika Dia terus seperti ini."
"Lalu apa yang bisa kita lakukan? Tuan Shen sendirian dan tidak punya kerabat. Dia juga tidak akan mendengarkan bujukan orang lain."
"...."
Walaupun banyak orang bersimpati pada Tuan Shen, namun tidak ada yang benar-benar melakukan tindakan nyata.
Saat melihat Tuan Shen, Jiang Xingyu sakit kepala tentang apakah harus peduli atau tidak.
Setelah memikirkannya lagi, Ia memutuskan untuk membantunya sekali saja.
"Bibi, cari dua orang untuk membawa Tuan Shen ke Rumah Medis. Berbaring di tengah jalan seperti ini tidak akan membuat keadaannya lebih baik." Ucapnya memerintahkan.
"Ya, Nona." Bibi Rong segera menanggapi.
Ia segera turun dari Gerbong, mencari dua Pria kuat, memberi mereka masing-masing sepuluh Koin Perak sebagai imbalan membawa Tuan Shen ke Rumah Medis.
Tentu saja Jiang Xingyu meminta Paman Liu untuk mengikutinya.
Ia merasa Dokter yang merawat Qing Bei dan Qing Jiao adalah orang yang baik, jadi Ia meminta Bibi Rong untuk mengirim Tuan Shen ke Rumah Medis tersebut.
Namun setelah kepergiannya, seorang Wanita berpakaian tertutup berjalan keluar dari tembok yang berada disebelah bangunan Rumah Bordil. Seluruh kepala Wanita itu tertutup kain yang hanya memperlihatkan bagian matanya saja.
Matanya melihat kepergian Bibi Rong, tidak! Lebih tepatnya melihat sosok Tuan Shen. Sorot matanya terlihat menyakitkan, keengganan disertai air mata yang perlahan menetes.
Di Rumah Medis, Murid Magang Dokter Yang sudah mengenali Bibi Rong karena sebelumnya Bibi Rong sering datang mengunjungi sepasang Saudara kecil itu.
Oleh karena itu Ia menyapanya dengan ramah. "Bibi Rong, kau... Hah! Apa yang terjadi dengan orang ini?"
Awalnya Ia mengira Bibi Rong datang ke Rumah Medis karena sakit, tapi setelah melihat orang di belakangnya, Ia cukup terkejut.
"Ini adalah Tuan Shen, Dia pingsan di tengah jalan. Nona Muda membawanya untuk diperiksa oleh Dokter Yang." Kata Bibi Rong.
"Oh! Baiklah, bawa Dia kesini." Setelah mendengarnya, Murid Magang buru-buru meminta agar Tuan Shen dibawa masuk kedalam.
__ADS_1
"Apa Dokter Yang ada?" tanya Bibi Rong.
"Tuan ada di Halaman Belakang, saya akan memanggilnya sekarang." Jawabnya lalu bergegas masuk.
Melihat Dokter Yang datang, Jiang Xingyu masuk kedalam.
Setelah saling menyapa, Dokter Yang memeriksa denyut nadi Tuan Shen. "Nona Jiang, Tuan Shen telah kecanduan alkohol selama lebih dari setengah tahun. Selain alkohol, tidak ada nutrisi baik dalam tubuhnya. Jika tidak segera dirawat, saya khawatir kondisinya akan semakin memburuk." Ucapnya disertai helaan nafas.
"Istriku, Istriku..." Meskipun sedang sekarat, Tuan Shen masih memiliki kesadaran. Namun kesadarannya hanya berputar pada semua tentang Istrinya.
"Aku tidak akan peduli pada seseorang yang bahkan tidak menginginkan hidupnya lagi. Setelah Dia bangun, tolong berikan ini padanya. Apapun yang Dia lakukan selanjutnya adalah pilihannya sendiri." Kata Jiang Xingyu acuh tak acuh.
Setelah itu Ia meninggalkan seratus lima puluh Koin Perak, lalu pergi.
Lima puluh Koin Perak sebagai biaya pengobatan, Sedangkan seratus Koin Perak untuk Tuan Shen.
Tepat ketika Ia akan meninggalkan Rumah Medis, seorang Gadis kecil berusia sekitar sepuluh tahun, menyapanya sambil bertanya. "Kakak, bolehkah aku bertanya apa yang terjadi dengan Tuan Shen? apakah ada masalah serius?"
Jiang Xingyu memandangnya dengan curiga kemudian berbalik bertanya. "Mengapa kau bertanya?"
"Karena Tuan Shen pernah menyelamatkanku. Aku khawatir sesuatu terjadi padanya, jadi aku bertanya." Jawab Gadis kecil itu, namun matanya menunjukkan rasa bersalah.
Membuat Jiang Xingyu mengerutkan alisnya, pikiran pertamanya bukanlah Gadis kecil ini bersalah pada Tuan Shen, tetapi membantu seseorang untuk menanyakannya.
Walaupun demikian, Ia tetap memberitahunya. "Untuk saat ini keadaan Tuan Shen bukan masalah besar. Tapi jika Dia terus meminum alkohol, tidak makan dan minum, Dia akan segera mati."
Kemudian Ia naik ke Gerbong dan pergi.
Karena berpikir demikian, Ia melewatkan kesempatan untuk mengetahui kebenarannya.
Setelah Gadis kecil mengetahui jawabannya, Ia berlari ke sebuah Gang kecil, dimana seorang Wanita berpakaian tertutup tadi, berjalan mondar-mandir serta sangat cemas.
"Bagaimana?" tanyanya dengan penuh semangat.
Gadis kecil memberitahu jawaban yang sama persis, tanpa mengurangi atau menambahkan.
"Apa?!" Wanita itu sangat terkejut hingga hampir terjatuh, disertai rasa bersalah dalam sorot matanya.
"Kakak, apa kau baik-baik saja?" tanya Gadis kecil mengkhawatirkan.
Wanita itu kembali bereaksi, mengeluarkan beberapa Koin Perak dari lengan bajunya lalu menyerahkannya pada Gadis kecil itu. "Tidak apa-apa. Terima kasih."
"Sama-sama." Gadis kecil mengambilnya kemudian pergi dengan wajah gembira.
__ADS_1
....
Malam hari saat Jiang Xingyu pergi ke Rumah terlantar, seluruh Rumah sudah dibersihkan.
Semua orang berkumpul di Taman untuk mengobrol, meskipun Ning Zhi tidak berbicara dan hanya mendengarkan, suasananya masih penuh kegembiraan.
Namun di atap yang jauh dari keramaian, ada aura tubuh Spiritual yang sangat kesal karena tidak bisa berbaur ataupun mendekat.
Dalam situasi ini, Jiang Xingyu tidak bisa berbuat apa-apa.
Fang Xinxin masih menjadi orang pertama yang merasakan nafasnya dan muncul didepannya dalam sekejap mata. "Xingyu, kau akhirnya disini." Ucapnya terdengar sedih.
Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya dalam tawa.
Setelah menghabiskan beberapa menit mengobrol bersama mereka di Taman, Ia pergi ke ruang terbuka di sebelah Rumah untuk berlatih Beladiri. Kecuali Fang Xinxin, tidak ada yang mengikutinya. Bertujuan agar tidak ada yang mengganggunya.
Pertama-tama Ia bermeditasi seperti rutinitas biasanya. Tiba-tiba angin suram menerpa membawa aura kebencian.
Menilai dari auranya, itu pasti Roh Jahat!
"Sial!" Ia mengutuk dalam hatinya, karena saat ini kekuatan internal sedang berfluktuasi di tubuhnya. Tidak bisa dihentikan secara paksa, kalau tidak akan beresiko fatal.
Resiko ringan akan menyebabkan luka dalam, dan yang paling parah akan membuat meridiannya hancur.
Namun keadaan akan lebih berbahaya jika Roh Jahat menyerang, sementara sekarang Ia tidak bisa memisahkan kesadarannya untuk mengendalikan Belati Naga.
Tapi untungnya Roh Jahat tidak segera menyerang, sebaliknya berhenti sekitar lima meter darinya disertai suara penuh semangat terdengar. "Roh kecil yang imut dan Manusia yang memiliki tubuh lima elemen murni, sungguh keberuntungan yang berlipat ganda."
"Kau, kau..." Fang Xinxin ketakutan dan secara refleks ingin melarikan diri, tapi setelah melihat Xingyu, Ia tidak tahan meninggalkannya sendirian.
"Lebih baik menghisapmu dulu. Bagaimanapun Gadis lima elemen murni ini sedang berlatih. Dia tidak akan bisa kabur." Ucap Roh Jahat, sosoknya berkedip mendatangi target pertama.
Di depan Roh Jahat, Fang Xinxin tidak memiliki kemampuan untuk melawan. Dengan segera! Ia ditangkap kemudian vitalitasnya dihisap sedikit demi sedikit.
"Xingyu, Xingyu, cepat lari..." Dalam keadaan putus asa, Ia menggunakan semua energinya untuk memanggil Xingyu yang sedang berlatih.
Yang Ia inginkan sekarang hanyalah agar Xingyu selamat dan tidak terluka.
Mendengar panggilan Fang Xinxin, Jiang Xingyu tidak bisa tenang lagi. Mengapa Dia masih memikirkannya disaat seperti ini? Mengapa Dia hanya memikirkan keselamatannya yang notabenenya hanya seorang teman? Dengan ini, jika tidak bangun, bukankah Ia sangat egois?
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____