
"Nona Muda..." Bibi Rong menangis gembira, membuka lengannya dengan penuh semangat dan tanpa sadar ingin memeluk Nonanya. Tetapi diwaktu berikutnya gerakannya tiba-tiba terhenti.
Bukan karena Nonanya melakukan sesuatu yang menyebabkannya mengurungkannya, tetapi karena penampilannya yang kotor takut akan mengotori pakaian Nonanya.
"Selama Nona Muda kembali, semuanya akan baik-baik saja." Ucap Bibi Rong canggung, tapi kebahagiaan dalam kata-katanya sangat jelas.
Walaupun baginya Bibi Rong adalah orang asing, Jiang Xingyu entah mengapa sangat tersentuh dengan tindakan dan ucapannya. Melihat kecanggungannya, ia berkata. "Bibi, pergilah mandi lebih dulu. Jika ada yang ingin Bibi tanyakan, tanyakan nanti saja setelah mandi."
"Nona Muda benar." Bibi Rong segera menyetujuinya. Lagipula penampilannya sekarang tidak cocok untuk berbicara dengan Nonanya.
Beberapa waktu kemudian...
Setelah mandi dan berganti pakaian bersih, Bibi Rong bertanya bagaimana Nonanya menghilang.
Sama seperti sebelumnya, Jiang Xingyu menggunakan metode penjelasan yang sama seperti yang dijelaskannya pada Kaisar dan Selir Shu.
Bibi Rong ketakutan mendengar cerita dimana Nonanya jatuh dari Tebing Kuil Yun.
Walaupun Nonanya berkata tidak terluka, tetapi karena sifat keras kepalanya, ia segera memeriksanya dan menghela nafas lega setelah memastikan memang tidak ada luka.
Hatinya sangat sakit setelah mendengar keseluruhan ceritanya, dan disaat yang sama juga sangat bersyukur. Ia bersyukur karena Nonanya bukan hanya diselamatkan oleh seorang Master, tapi kebodohannya juga telah disembuhkan.
Dalam hatinya ia sangat berterima kasih pada Master tersebut.
Sedangkan mengenai keseluruhan penjelasannya, tidak peduli benar atau salah, ia mempercayainya tanpa ragu. Bukan karena ia tidak ingin menghubungkan hal ini dengan Pangeran Yuhao, tetapi karena ia lebih memilih untuk mempercayai Nonanya.
Kemudian ia bertanya lagi. Setelah Nonanya kembali, apakah masih diganggu oleh Selir Mo dan kedua Puterinya atau tidak, juga bagaimana Nonanya tinggal di Paviliun Weiyang.
"Bibi, aku sudah berubah. Mereka tidak bisa menggangguku lagi" Kata Jiang Xingyu.
"Nona Muda jangan khawatir. Bibi akan selalu berada disisimu. Bibi tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu lagi." Bibi Rong tetap berkata dengan tegas.
__ADS_1
Jiang Xingyu memahami kekhawatiran Bibi Rong, tapi bukan berarti ia akan menerimanya. Dikehidupan sebelumnya ataupun dikehidupannya sekarang, ia tidak membutuhkan perlindungan orang lain. Oleh karenanya ia berkata. "Bibi, aku tau apa yang kau khawatirkan. Dulu aku memang sangat bodoh dan tidak bisa melawan setiap kali ditindas, tapi sekarang aku sudah sepenuhnya berubah. Tidak ada yang bisa menggangguku lagi, jadi aku tidak membutuhkan perlindungan siapapun."
Menghela nafas sebentar, ia melanjutkan. "Aku tahu semua yang Bibi lakukan adalah untuk kebaikanku. Tapi mulai sekarang dan seterusnya, aku tidak ingin Bibi menjadi perisaiku. Selama kita memiliki kekuatan yang cukup, tidak ada yang berani mengganggu kita lagi."
Bibi Rong tertegun mendengar perkataan Nonanya. Adapun kalimat 'Aku tidak membutuhkan perlindungan orang lain', apakah hatinya sakit? tentu saja sangat sakit. Namun disisi lainnya juga sangat lega.
Walaupun ia tidak tahu apakah Nonanya memiliki kemampuan atau tidak untuk melawan orang-orang busuk itu, tapi melihat temperamennya yang tegas dan sikapnya yang percaya diri, ia sangat yakin Nonanya tidak hanya berbicara besar.
Lagipula sebelum berubah bodoh, dari segi apapun, Nonanya merupakan sosok Gadis kecil yang tangguh dan cerdas.
Melihat Bibi Rong masih mengkhawatirkannya, Jiang Xingyu tidak punya pilihan selain menceritakan apa yang terjadi di Kediaman selama beberapa hari ini.
"Nona Muda, apa yang kau katakan benar?" Bibi Rong berseru tidak percaya.
"Ya!" Tegas Jiang Xingyu. Satu kata, singkat dan pasti.
Kini Bibi Rong sangat yakin kalau Nonanya sudah berubah. Berubah menjadi sosok Gadis yang cantik, tegas, dan pintar.
Tidak terasa hari sudah gelap. Bibi Rong tidak bertanya lagi, sebaliknya beranjak dari tempat duduknya dan berkata. "Sudah larut. Nona Muda seharusnya sudah lapar, Bibi akan memasak dulu."
Bibi Rong terkejut karena masih belum bisa beradaptasi dengan perubahan Nonanya.
"Ayo pergi! Mulai sekarang aku akan makan di Aula Samping. Jika ada Pelayan yang berani kurang ajar pada Bibi, Bibi tahu bagaimana membalasnya bukan? ingatlah! Sebagai Pelayan kelas satu di samping Nona Sulung, status Bibi merupakan yang tertinggi dari semua Pelayan di Kediaman. Jadi Bibi tidak perlu mengalah lagi dan balaslah jika ditindas." Ucap Jiang Xingyu dengan dominan.
Ia memutuskan makan di Aula Samping tentu bukan hanya sekedar ingin makan, tapi lebih ingin melihat bagaimana orang-orang munafik itu menikmati makan diposisi yang seharusnya menjadi miliknya.
"Ya, Nona Muda. Bibi tidak akan mengalah lagi." Karena Nonanya sudah memutuskan, Bibi Rong tidak punya alasan untuk tidak setuju.
Jiang Xingyu mengangguk lalu berkata. "Ayo pergi."
Beberapa saat kemudian, luar Aula Samping...
__ADS_1
Ketika Selir Jing melihat kedatangan Nona Sulung, matanya bersinar keheranan. Sebelumnya tidak pernah datang, lalu mengapa malam ini tiba-tiba datang? pada saat yang sama ketika mengingat dimana posisi Selir Mo duduk, ia tersenyum samar.
Bibi Lu yang berada disamping Selir Jing, secara refleks membungkuk hormat dan mengucapkan salam.
Pelayan lain yang berada disekitar tidak mengucapkan salam, tetapi tetap membungkuk sebagai tanda hormat.
Sebelum kakinya melangkah memasuki Aula, Jiang Xingyu mendengar orang-orang didalam sedang membicarakan dirinya.
Mungkin karena terlalu fokus dan tidak mendengar salam Bibi Lu, orang-orang didalam terus menerus berbicara.
"Ayah, Jiang Xingyu sangat tidak tahu malu. Kau harus memberinya pelajaran. Jangan sampai dia melakukan hal-hal yang lebih memalukan dimasa depan."
Suara ini milik Jiang Linyao. Bukankah dia sedang dihukum? bagaimana sekarang ada di Aula Samping?
"Tuan, kali ini tindakan Nona Sulung benar-benar diluar batas. Sekarang berita diluar sangat gila, menyebut Nona Sulung sebagai Gadis kasar dan tidak tahu malu. Tidak hanya reputasi Nona Sulung yang rusak, tapi juga berdampak buruk pada reputasi Kediaman." Selir Mo tampak terlihat khawatir, tapi didalam hatinya tidak tahu seberapa bahagia dirinya.
"Oh! Jadi apa yang ingin kau lakukan padaku?" suara Gadis yang akrab terdengar dari luar pintu, mengejutkan semua orang didalam Aula dan tanpa sadar menatap kearah pintu masuk.
Melihat Jiang Xingyu melangkah masuk dengan wajah sumringah, ekspresi Selir Mo berubah buruk.
Ditemukan langsung oleh orang yang sedang dibicarakannya, ia segera menundukkan kepalanya dengan hati nurani bersalah.
Hanya Jiang Linyao yang tidak memiliki rasa malu, memandang Jiang Xingyu dengan jijik lalu berkata. "Beraninya kau masih menunjukkan wajah disini setelah bertindak tidak malu diluar sana?!"
"Yao'er..." Selir Mo segera menghentikan Puterinya. Dengan Jiang Xingyu disini, ia tahu sesuatu yang buruk pasti akan terjadi
"..." Jiang Linyao masih ingin mengatakan sesuatu. Tetapi setelah menerima mata tajam Ibunya, ia mengerucutkan bibirnya dalam diam.
Jiang Xingyu tidak peduli dan hanya mengalihkan pandangannya kesekitar Aula.
.
__ADS_1
.
____Happy Reading____