-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
131 - Tuan Shen Tinggal di Rumah Kayu


__ADS_3

Jiang Xingyu dan Nalan Wangyu meninggalkan Kediaman rahasia Feng Yuqie dalam keadaan syok. Mereka tidak bisa membayangkan bahwa Kaisar saat ini ternyata palsu. Dan itu terjadi lima tahun yang lalu, tepatnya pada hari keenam di bulan juni.


Dengan kata lain, kehancuran keluarga Nalan sepenuhnya merupakan konspirasi Kaisar palsu.


Mengenai perkataan Pangeran Yin, mereka tidak meragukannya. Karena tadi mereka melihat Yu An, mantan Komandan Pasukan Istana. Dialah yang memberitahu seluruh kebenarannya.


Nalan Wangyu tidak terburu-buru balas dendam. Biarkan Pangeran Yin menangani urusan Kaisar palsu terlebih dahulu. Baru kemudian balas dendam akan lebih mudah.


Nalan Wangyu masih mengirim keponakannya pulang, namun sebuah episode terjadi dalam perjalanan.


Ketika melewati persimpangan jalan, seseorang tiba-tiba muncul. Nalan Wangyu secara reflek berdiri di depan keponakannya, dan menendang orang tersebut yang hendak mendekati keponakannya.


Orang itu tersungkur ke tanah, mengeluarkan jeritan menyakitkan dan pingsan.


Pada saat yang sama beberapa orang terlihat sedang mengejar, jelas mengejar orang itu yang merupakan seorang pria.


"Paman, kau terlalu impulsif." Jiang Xingyu menggelengkan kepalanya.


Nalan Wangyu menyadari bahwa tindakannya memang impulsif.


Maka ketika beberapa orang hendak mendekati pria itu, Ia segera menendang mereka menjauh.


Jiang Xingyu menghela nafas lalu berjalan melihat kondisi pria itu.


Namun ketika melihat wajahnya, Ia merasa sakit kepala lantaran pria ini adalah Tuan Shen yang pernah diselamatkannya beberapa waktu yang lalu.


"Aku mengenal orang ini. Paman, tolong bawa Dia ke Rumah Kayu." Ucapnya.


"Baiklah."


Karena alasan Tuan Shen, Nalan Wangyu pergi ke Rumah Kayu dengan cara yang selayaknya.


Dan siapapun yang di bawa Jiang Xingyu, mereka mempercayainya tanpa syarat. Mengetahui seorang pria berjubah hitam adalah paman dari Tuan mereka, sikap mereka menjadi sangat hormat.


Kemudian Jiang Xingyu berpesan pada mereka. Setelah bangun, jika Tuan Shen ingin pergi, mereka tidak perlu menahannya. Dan jika Tuan Shen ingin tinggal, biarkan Dia tinggal dan perlakukan dengan baik.


Keesokan harinya...


Setelah selesai sarapan, Jiang Xingyu menyelinap melalui pintu samping dan memutuskan pergi ke Rumah Kayu untuk melihat kondisi Tuan Shen.


Bangun di tempat asing, Shen Qing kebingungan dan sikapnya menjadi waspada.


Semalam Ia dikejar oleh bawahan dari keluarga Shu, dan ketika berlari ke persimpangan jalan, Ia tiba-tiba ditendang ke udara hingga tidak sadarkan diri.


Keluarga Shu sangat membencinya karena menganggap dirinya sebagai penyebab Shu Bingyi terlambat menikah. Tapi karena masalah ini sepihak keinginan Shu Bingyi, selama ini keluarga Shu tidak berani bertindak padanya.


Namun ternyata hingga saat ini Shu Bingyi masih belum menyerah, sehingga membuat keluarga Shu harus berurusan dengannya.

__ADS_1


Tanpa diduga Ia telah jatuh ke keluarga Shu.


Tidak mau di kendalikan, Ia segera bangun ingin melarikan diri. Setelah memastikan tidak ada suara apapun diluar, Ia membuka pintu dengan hati-hati dan berjalan keluar.


Tiba-tiba Ia menyadari ada yang tidak beres.


Bukankah keluarga Shu ingin menyingkirkannya? lalu mengapa tidak membunuhnya saat pingsan? selain itu tidak ada yang menjaganya.


Mungkinkah keluarga Shu ingin memaksanya menikah dengan Shu Bingyi?


Tidak! Ia harus segera melarikan diri terlepas apapun yang terjadi.


Tepat ketika keluar dari sebuah Halaman kecil, Ia mendengar suara-suara dari arah depan.


"Saudari, tidakkah kita pergi melihat apakah Tuan Shen bangun atau tidak?" Ning Xia bertanya sambil menyapu.


Ning Zhi sedang menyirami bunga, lalu berkata. "Tidak perlu. Jika Tuan Shen bangun, biarkan Dia tinggal jika ingin tinggal. Dan biarkan Dia pergi jika ingin pergi."


Setelah mendengar ucapan ini, Shen Qing mengerutkan kening dalam kebingungan.


"Tapi, Tuan juga berkata kalau kondisi Tuan Shen lemah, kita harus menjaganya dengan baik." Ucap Ning Xia.


Ning Zhi mengangkat alisnya sedikit. "Kalau begitu biarkan Qing Bei melihatnya. Dia laki-laki, jadi lebih nyaman."


"Baiklah." Ning Xia meletakkan sapunya dan berjalan keluar dengan cepat.


Merasakan gerakan di belakangnya, Ning Zhi berbalik dan secara kebetulan melihat Tuan Shen yang sedang mengintip dari gerbang halaman kecil.


Melihat kewaspadaannya, Ia segera berkata. "Tuan Shen, Tuan kami berkata, setelah anda bangun, anda bisa tinggal jika ingin tinggal. Dan anda bisa pergi jika ingin pergi. Jika anda ingin tinggal disini, saya akan pergi menyiapkan keperluan anda. Jika anda ingin pergi, silahkan."


Shen Qing tidak bersembunyi lagi. Namun begitu mendengar ucapan yang sama, Ia bertanya dengan curiga. "Siapa Tuanmu?"


"Jiang Xingyu." Jawab Ning Zhi.


"Apa?! Ternyata Nona itu." Shen Qing terkejut dan sikapnya yang waspada perlahan menghilang.


Mengetahui bahwa orang yang menyelamatkannya adalah Jiang Xingyu, Ia memutuskan untuk tinggal disini sementara. Karena tidak aman baginya untuk tinggal diluar.


Di sisi lain. Sebelum Jiang Xingyu pergi ke Rumah Kayu, terlebih dahulu Ia harus mengembalikan pakaian pria itu.


Ketika tiba di Kediaman rahasia Tuan Muda Feng, gerbangnya tertutup rapat. Ia juga tahu bahwa tidak banyak orang di halaman ini.


Ia tidak masuk melewati gerbang, sebaliknya melompati dinding dan berjalan menuju halaman tengah.


Di halaman tengah, Ia bertemu bocah Ning Rui yang sedang berlatih Pedang. Sedangkan yang lain tidak terlihat.


Melihat Ning Rui yang diusia muda sudah menguasai Beladiri begitu tinggi, tangannya tiba-tiba gatal dan ingin mencoba bertarung dengannya.

__ADS_1


Tanpa banyak berpikir, Ia mengeluarkan Belati miliknya untuk menyerang.


Namun ketika Ning Rui melihat Jiang Xingyu menyerang menggunakan Belatinya, Ia mundur dengan marah alih-alih melawannya.


Melihat ini, secara alami Jiang Xingyu berhenti menyerang.


"Apa maksudmu?" tanyanya dengan kesal.


Mendengar pertanyaannya, Ning Rui semakin marah. "Aku yang seharusnya bertanya apa maksudmu? apa kau ingin memotong Pedangku lagi?"


Jiang Xingyu terkejut dan segera menyadarinya. "Aku hanya ingin bertarung denganmu."


"Bertarung denganku menggunakan Belatimu? tidak akan!" Ucap Ning Rui yang masih emosi.


"Ahem!" Jiang Xingyu merasa malu.


Pada saat yang sama sebuah suara terdengar. "Ning Rui, berikan pedangmu dan biarkan paman yang menemaninya bertarung."


Seketika! Jiang Xingyu terpana melihat wajah dingin yang tampak memiliki senyuman tak terlihat.


Yuwen Junxiu berbalik memandangnya.


Wanita ini terlihat sangat cantik. Jauh lebih cantik dari pertama kali melihatnya. Dari awal hingga sekarang, Ia tidak menyangkal kecantikannya. Hanya saja saat itu Dia sangat kurus dan kulitnya kuning pucat, seperti Tuan Puteri yang teraniaya.


Tidak! Sebelumnya Dia memang Tuan Puteri yang teraniaya.


Memikirkan ini membuat ekspresinya berubah dingin. Sepertinya Ia harus memahami seperti apa kehidupan masalalu wanitanya.


Dan ketika melihat perubahan ekspresinya, Jiang Xingyu berpikir pria ini tidak senang karena dirinya menatapnya dengan bodoh. "Apa kau marah? jangan salahkan aku, salahkan saja wajahmu yang terlalu tampan."


Yuwen Junxiu berkata dengan bangga. "Aku memang sangat tampan!"


"Kau..." Jiang Xingyu sedikit kesal. "Sayangnya kau tidak bisa menandingi ketampanan Pangeran Yin!" Ucapnya tidak yakin, ingin melihat apakah pria ini akan cemburu atau tidak.


Benar saja! Ucapan ini membuat wajah Yuwen Junxiu tenggelam, dan aura di tubuhnya semakin dingin.


Mengabaikan, Jiang Xingyu berjalan menuju meja batu untuk mengambil bungkusan yang tadi dibawanya. "Ini pakaianmu. Aku sudah mencucinya sampai bersih."


Yuwen Junxiu tidak menanggapi. Hanya berjalan mendekatinya selangkah demi selangkah. Momentum yang kuat membuat Jiang Xingyu mundur dengan waspada. "Kau, apa yang ingin kau lakukan?"


"Katamu, aku tidak bisa dibandingkan dengan Pangeran Yin?" Yuwen Junxiu bertanya disertai suara berat. Yang seakan jika Jiang Xingyu berani mengatakan 'Ya' Dia akan mati ditempat.


.


.


____Happy Reading____

__ADS_1


__ADS_2