
Jiang Xingyu menelan ludahnya. "Um, bukan itu maksudku. Jika kau sedikit tertawa, itu lebih baik."
"Paman Guru tidak pernah tertawa." Ning Rui yang telah dilupakan, akhirnya berkata.
Yuwen Junxiu mengangkat alisnya sedikit, bertanya pada dirinya sendiri. "Benarkah?"
Melihat pria itu tetap seperti patung es, Jiang Xingyu tidak bisa menahan tawanya.
"Apa kau tidak mau bertarung? hanya saja tanganku gatal, aku akan menemanimu bermain." Yuwen Junxiu mengalihkan topik.
Satu kata 'bermain' membuat Jiang Xingyu menggertakkan giginya dengan kesal. Tapi ngomong-ngomong, melawan Master seperti pria ini juga merupakan latihan gratis untuknya.
Oleh ia sangat ingin mencobanya. "Bagaimana cara bertarung?"
Cara yang dimaksud mengacu pada apakah bertarung secara fisik, atau menggunakan senjata.
"Kau gunakan Belatimu. Aku tidak akan menggunakan senjata apapun. Jika seranganmu bisa menyentuhku, kau menang." Ucap Yuwen Junxiu yang terdengar sombong.
Jiang Xingyu menyipitkan matanya. "Baik." Lagipula ia menganggap pria ini sebagai rekan berlatih, menang atau kalah tidaklah penting.
Kemudian ia memegang Belatinya dan mulai menyerang. Keduanya segera terjerat dalam pertarungan.
Berbagai serangan Jiang Xingyu dengan mudah di kalahkan oleh Yuwen Junxiu.
Membuat Jiang Xingyu frustasi, namun tidak berencana untuk menyerah. Sebaliknya semakin membangkitkan semangat dalam dirinya hingga kekuatannya meledak mencapai titik ekstrim.
Meski begitu, Belatinya bahkan belum menyentuh ujung pakaian lawan.
Sedangkan Yuwen Junxiu sangat terkejut saat melihat ledakan kekuatan yang jelas bukan sesuatu yang dimiliki jenius biasa.
Ning Rui juga tercengang ditempat, tidak menyangka ternyata skill bertarung Jiang Xingyu luar biasa. Jika ia bertarung melawannya, tidak tahu siapa yang akan menang.
Secara bertahap kekuatan Jiang Xingyu mulai berkurang, dan serangannya belum ada yang berhasil mengenai lawannya. Tentu saja bertarung dengan pria ini memberinya lebih banyak tantangan.
Beberapa saat kemudian, pertarungan berhenti karena Jiang Xingyu tidak sanggup melanjutkan lagi. Ia merasa seperti kehilangan semua kekuatannya.
"Terlalu lemah!" Yuwen Junxiu sengaja menghina.
"...." Jiang Xingyu tanpa sadar ingin membantah, tapi ketika kata-kata tiba di ujung bibirnya, ia menelannya kembali.
Karena nyatanya kekuatannya memang lemah!
Tiba-tiba sebuah ide muncul di benak Yuwen Junxiu.
Wanita ini adalah takdirnya. Jika dia mati, ia tidak akan bisa hidup. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekuatan wanitanya, ia harus melatihnya secara pribadi.
Kemudian ia berkata dengan sikap provokatif. "Karena kau tidak yakin, kita bisa bertarung lagi. Aku akan menemanimu bermain kapan saja."
Jiang Xingyu tercengang. Awalnya ia masih memikirkan bagaimana caranya agar pria ini mau berlatih dengannya. Tanpa diduga, pria ini menawarkan sendiri.
__ADS_1
Dengan kebahagiaan yang tertahan di hatinya, ia berkata dengan percaya diri. "Huh! Lain kali aku pasti akan mengalahkanmu! Tunggu saja!"
Setelah itu ia beranjak pergi tanpa menunggu tanggapan.
Selanjutnya ia pergi ke Rumah Kayu untuk melihat kondisi Tuan Shen.
Namun saat melewati sebuah Rumah kecil, ia mendengar suara keras dari dalam.
"Aku sudah memberimu waktu selama sebulan, tapi kau belum juga membayarnya. Jika kau tidak bisa membayar sewa bulan lalu dan bulan ini, aku akan mengusirmu! Ayo kita pergi." Mengikuti suara tajam seorang wanita, sesosok tubuh di dorong keluar.
Itu adalah seorang wanita yang mengenakan pakaian biasa. Kepala serta wajahnya tertutupi kain hitam.
Jiang Xingyu memiliki kesan terhadap wanita ini. Bukankah dia wanita yang ditabraknya di jalan waktu itu? wanita yang ketakutan saat melihatnya?
Ketika wanita itu berbalik, ia terkejut melihat Nona itu lagi dan secara tidak sadar melarikan diri.
Kali ini Jiang Xingyu mengerutkan kening, bertanya-tanya apakah wanita ini pernah menyinggungnya? jika tidak, mengapa terlihat ketakutan saat melihatnya?
Ingin mengetahui alasannya, ia pun segera mengejar dan menghentikannya dalam beberapa langkah.
"Kenapa kau lari saat melihatku?" tanyanya secara langsung.
"Tidak. Bukan apa-apa." Suara wanita itu terdengar gemetar.
"Kau berbohong." Jiang Xingyu tidak keberatan menggunakan ancaman. "Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya, aku tidak akan membiarkanmu pergi."
"Aku hanya ingin tahu kenapa kau lari saat melihatku?" Jiang Xingyu bertanya.
"Aku..." Wanita itu tidak tahu bagaimana harus mengatakannya.
Jiang Xingyu menunggu jawaban dengan tenang.
Namun tiba-tiba wanita itu terhuyung-huyung dan terjatuh tidak sadarkan diri.
Ia bergegas maju untuk menangkapnya.
Tempat ini dekat dengan Rumah Kayu, jadi ia hanya bisa menuju ke sana sambil membawa wanita ini di punggungnya.
Saat mendekati Rumah Kayu, Nalan Wangyu yang pertama kali menyadari dan segera keluar untuk menyambut keponakannya, Fang Xinxin mengikuti di belakangnya.
Namun Jiang Xingyu mengabaikan keduanya dan berjalan langsung ke halaman tengah.
Mendengar gerakan tersebut, Ning Zhi dan Ning Xia juga keluar. "Tuan, ada apa?"
"Salah satu dari kalian cepat panggil Dokter Yang datang kesini." Jiang Xingyu tidak menjelaskan, hanya memberi perintah.
"Aku pergi sekarang." Jawab Ning Xia lalu bergegas pergi.
Tidak banyak halaman di Rumah Kayu. Halaman utama di tempati oleh Jiang Xingyu, halaman tengah di tempati oleh Ning Zhi dan Ning Xia. Sedangkan ada tiga kamar di halaman samping, yang masing-masing di tempati oleh Qing Bei, Qing Jiao, dan Shen Qing untuk sementara.
__ADS_1
Tentu saja ada halaman terlarang yang khusus di tempati oleh Fang Xinxin dan Nalan Wangyu.
Jadi Jiang Xingyu membawa wanita itu ke halaman kecil yang sebelumnya di tempati oleh Shen Qing. Juga merupakan halaman belakang.
Di halaman belakang, Qing Bei dan Qing Jiao sedang mengeringkan beberapa bahan obat yang baru di petik. Setelah dikeringkan akan langsung dijual kepada Dokter Yang.
Saat melihat saudari Jiang datang membawa seorang wanita di punggungnya, diikuti oleh saudari Ning Zhi, keduanya tahu ada yang tidak beres lalu bergegas mengikuti untuk melihat apakah mereka membutuhkan bantuan.
Shen Yu juga mendengar gerakan itu. Saat keluar, ia hanya melihat punggung Qing Bei dan Qing Jiao. Walaupun ingin tahu apa yang terjadi, ia tidak bisa mengikuti.
Di dalam kamar, Jiang Xingyu menurunkan wanita itu ke tempat tidur. Melihat seluruh kepalanya terbungkus kain, dia pasti tidak ingin seseorang melihat wajahnya.Tapi karena khawatir dia tidak bisa bernafas, Jiang Xingyu memutuskan untuk melepas kain yang menutupi bagian wajah.
Begitu kain dilepas, keduanya terkejut.
Ciri wajah wanita ini cantik, tapi ada bekas luka bakar di pipi kirinya.
Wanita zaman kuno sangat menghargai penampilan, dan wanita ini cukup kuat untuk tidak bunuh diri setelah wajahnya cacat.
Setelah beberapa saat, Qing Bei dan Qing Jiao keluar lebih dulu. Karena mereka tidak bisa membantu apapun.
"Apa yang terjadi?" Shen Qing segera bertanya.
"Saudari menyelamatkan seorang wanita. Dia tidak sadarkan diri dan menunggu Dokter Yang untuk memeriksa." Ucap Qing Bei.
Keduanya tidak masuk ke dalam kamar, jadi tidak tahu kerusakan pada wajah wanita itu.
"Oh." Shen Qing menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian Jiang Xingyu juga keluar, meninggalkan Ning Zhi untuk menjaga wanita itu.
Begitu melihat Jiang Xingyu, Shen Qing menangkupkan tangannya dengan hormat. "Nona, kau menyelamatkanku lagi. Terima kasih."
Ucapan terima kasih justru membuat Jiang Xingyu malu saat mengingat kejadian semalam. Ia pun mengganti topik. "Tuan Shen, siapa orang-orang yang mengejarmu tadi malam?"
Shen Qing tidak bermaksud menyembunyikannya. "Mereka adalah bawahan Keluarga Shu. Shu Bingyi tidak menikah hingga sekarang, dan Keluarga Shu menganggapku sebagai penyebabnya. Karena inilah mereka ingin membunuhku."
"Keluarga Shu? hahaha! Sepertinya aku memang harus berurusan dengan Keluarga Shu." Jiang Xingyu mencibir.
Jangan salah paham! Ia ingin berurusan dengan Keluarga Shu bukan karena Shen Qing, tapi karena ia akan melawan Pangeran Yuhao, yang juga akan melawan Keluarga Shu.
"Nah, apa Nona bersedia bekerja sama denganku?" Shen Qing bertanya. Karena Keluarga Shu ingin membunuhnya, secara alami ia tidak akan diam saja.
Mendengar ini, Jiang Xingyu tersenyum yakin. "Tentu saja. Selamat bekerja sama, Tuan Shen."
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1