
Jiang Xingyu meninggalkan Kediaman dan pergi ke Rumah terlantar.
Setibanya di sana ia melihat sosok hantu berdiri di gerbang, seperti seorang Istri yang sedang menunggu Suaminya pulang kerja.
Melihat siapa yang datang, hantu sangat gembira dan segera menyapa. "Kau akhirnya datang."
Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya lalu berkata. "Bagaimana kalau aku berlatih sebentar lalu kita mengobrol?"
"Baiklah!"
Kemudian Jiang Xingyu bermeditasi selama setengah jam. Kekuatan internalnya meningkat walaupun hanya sedikit. Selanjutnya ia menggunakan waktu setengah jam lagi untuk berlatih teknik pedang, hingga akhirnya kemampuannya menggunakan pedang menjadi lebih mahir.
Malam ini latihannya berakhir lebih awal. Karena sebelumnya gadis hantu telah berjanji padanya untuk menceritakan kisah kehidupannya.
Ternyata dia bernama Fang Xinxin dan meninggal tujuh tahun yang lalu.
Fang Xinxin merupakan Nona tertua dari Kediaman keluarga Fang. Ayahnya adalah seorang Pejabat Istana, lebih tepatnya menjabat sebagai Kementrian Ritus.
Sejak kecil tubuhnya lemah dan sakit-sakitan, oleh karena itu Ayahnya membangun Rumah ini sebagai tempat untuk memulihkan diri.
Karena letaknya jauh dari keramaian, suasananya sangat tenang dan tentu saja udaranya segar dan bersih. Walaupun tubuhnya tidak kunjung membaik, setidaknya tidak semakin melemah.
Orang tuanya sangat menyayanginya. Demi menemaninya, Ibunya tidak segan melepaskan statusnya sebagai Nyonya Fang dan menyerahkannya pada seorang Selir. Sedangkan Ayahnya sering mengunjunginya, bahkan sering menginap menemaninya.
Membuat orang-orang di Kediaman Fang tidak senang dan banyak dari mereka yang datang mengganggunya. Tentu saja mereka bisa mengganggu jika Ayahnya sedang sibuk.
Empat tahun kemudian ketika Fang Xinxin berusia empat belas tahun, tiba-tiba kesehatannya semakin memburuk. Walaupun tidak ingin meninggalkan orang tuanya, tapi takdir yang telah ditentukan bukanlah sesuatu yang bisa dia ubah.
Ketika rohnya meninggalkan tubuh fisiknya, dia tidak memiliki ingatan apapun. Namun ketika melihat dua orang tua sedang menangisi tubuhnya, tiba-tiba membuatnya teringat segala kenangan sebelum kematiannya.
Kenangan dari sejak dilahirkan hingga takdir kematiannya tiba.
Karena hal ini juga rohnya secara alami tidak bisa memasuki reinkarnasi dan tetap menjadi tubuh roh, atau lebih tepatnya dikenal sebagai hantu.
__ADS_1
Bahkan setelah kematiannya, Ibunya tidak mau pergi dari Rumah ini. Memeluk selembar terakhir pakaiannya dengan air mata yang berlinang sepanjang hari.
Ibunya menangis sepanjang hari hingga matanya mengalami rabun jauh, tapi untungnya masih bisa disembuhkan.
Setelah itu ketika Ayahnya sibuk dengan tugas Istana dan tugas bisnisnya, orang-orang dari Kediaman Fang datang untuk merebut Rumah ini. Ibunya berjuang keras mempertahankannya dan akhirnya didorong oleh seorang Selir yang serakah, kepalanya terbentur keras pada sudut meja dan mengeluarkan darah.
Fang Xinxin sangat terkejut hingga melupakan bahwa dirinya hanyalah tubuh roh, yang secara alami tidak bisa membantu Ibunya.
Namun setelah kepala Ibunya terbentur, tidak tahu apakah mengalami halusinasi atau tidak, Ibunya tiba-tiba berubah bersemangat seraya berkata. "Xin'er, apa kau datang melihat Ibu?"
"Xin'er, Ibu sangat merindukanmu. Tolong jangan tinggalkan Ibu lagi."
Melihat kejadian ini, semua orang disekitar sangat ketakutan. Meskipun mereka menganggap Ibu Fang Xinxin mengalami halusinasi atau menjadi gila, mereka tetap tidak bisa mengendalikan rasa takut akan keberadaan hantu.
Tapi yang membuat mereka semakin ketakutan telah tiba...
Ibunya berkata. "Xin'er, walaupun kau telah menjadi hantu, kau tetap puteri kecil Ibu, Ibu tidak akan pernah meninggalkanmu dan akan selalu menemanimu."
"Xin'er, Ibu tidak takut kau akan menyerap energi Yang Ibu, selama Ibu bisa tinggal denganmu, walaupun Ibu hanya bisa hidup selama beberapa hari, Ibu akan puas."
"Xin'er sayangku, jangan marah pada mereka. Mereka hanya ingin merebut Rumah kita, tapi Ibu akan mempertahankannya apapun yang terjadi."
Nyatanya Ibu Fang Xinxin memang telah melihat puteri kecilnya yang sudah meninggal, tapi orang lain tidak bisa melihatnya.
Oleh karena itu ketika melihatnya berbicara sendiri, mereka semakin ketakutan hingga seluruh tubuh mereka bergetar.
Mereka ingin melarikan diri, tapi entah mengapa seluruh tubuh mereka sangat lemas dan tidak bisa di gerakkan.
Beberapa dari mereka bahkan langsung pingsan, ketika sadar kembali mereka melarikan diri dan berteriak seperti orang gila.
Setelah itu ada rumor tentang hantu menakutkan di Rumah tersebut.
Yang membuat publik percaya dengan rumornya adalah, ketika beberapa orang datang ke Rumah ini dan benar-benar melihat sosok hantu gadis kecil.
__ADS_1
Ayah Fang Xinxin tidak percaya. Dia tidak pernah melihat sosok hantu yang dibicarakan semua orang, hanya menganggap bahwa Istrinya sudah gila.
Lambat laun karena kesibukan, Ayahnya jarang datang ke Rumah ini, tapi tetap menginstruksikan beberapa orang untuk membersihkan keseluruhan Rumah serta menjaga Istrinya.
Ibu Fang Xinxin pada dasarnya lemah secara fisik, ditambah tinggal dengan puterinya yang telah menjadi hantu, energi Yang nya perlahan terserap dan tubuhnya berangsur-angsur semakin melemah hingga akhirnya jatuh sakit.
Begitu Ayah Fang Xinxin mengetahuinya, dia datang dengan tujuan ingin membawanya ke Rumah Medis.
Ibu Fang Xinxin menolaknya karena dia tahu bahwa hidupnya tidak akan bertahan lama, hanya memohon kepada suaminya untuk menguburkan mayatnya di samping puterinya setelah meninggal. Setidaknya hidup dan mati selalu bersama puteri kecilnya.
Namun setelah meninggal rohnya tidak mengenali puteri kecil kesayangannya, tidak mengingat segala sesuatu tentang kehidupannya dan secara alami rohnya langsung memasuki reinkarnasi.
Fang Xinxin ingin menjaga makam Ibunya. Ia tidak pergi dan tetap tinggal hingga saat ini.
Setelah mendengarkan cerita ini, walaupun tidak banyak suka dan duka, namun nyatanya sangat mengharukan.
Kasih sayang seorang Ibu adalah cinta yang paling murni di dunia ini. Cinta yang tidak bisa di samakan dengan kasih cinta yang lain.
"Kau berniat terus seperti ini? apa kau benar-benar tidak ingin memasuki reinkarnasi?" tanya Jiang Xingyu.
Setelah roh melupakan segala hal yang pernah terjadi dalam masa hidupnya, secara alami akan memasuki reinkarnasi.
"Tentu saja aku ingin. Namun ada terlalu banyak kenangan di tempat ini, aku tidak bisa melupakannya." Kata Fang Xinxin.
Jiang Xingyu langsung menyadari bahwa semua kenangan Fang Xinxin berada di Rumah terlantar ini.
Jika terus tinggal disini tentu saja tidak akan bisa melupakannya.
Ia juga tidak bisa berbuat apapun karena pada dasarnya Fang Xinxin tinggal disini karena ingin menjaga makam Ibunya.
Setelah mengobrol beberapa saat, Jiang Xingyu berpamitan untuk pulang.
.
__ADS_1
.
______Happy Reading______