-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
076 - Kunjungan Puteri Yanning


__ADS_3

Keesokan harinya seorang pengunjung langka datang ke Kediaman keluarga Jiang. Lebih tepatnya datang ke Paviliun Weiyang, karena orang yang ingin di kunjungi adalah Jiang Xingyu.


Orang yang datang berkunjung bukan yang lain selain Murong Yanning.


Kedatangan Murong Yanning menyebar ke seluruh Kediaman dan menyebabkan keterkejutan yang tak terduga.


Walaupun banyak Pelayan yang tidak mengenal siapa Murong Yanning, tapi begitu identitasnya yang ternyata seorang Puteri Kekaisaran, semua orang tidak berani menghentikannya. Mereka takut akan menyinggungnya.


Ketika Selir Mo mendengarnya, ia melompat dari kursinya karena terlalu terkejut. "Apa? Puteri Yanning datang mengunjungi Jiang Xingyu?"


"Ya. Tamu itu mengaku sebagai Puteri Yanning dan datang mengunjungi Nona Sulung." Jawab seorang Pelayan.


"Kapan Jiang Xingyu mengenal Puteri Yanning? sudahlah, yang penting Puteri Yanning hanya datang sendirian. Aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk sesuatu." Selir Mo bergumam pada dirinya, lalu memerintahkan. "Pergilah, panggil Nona kedua dan biarkan dia menjamu Puteri Yanning."


"Tapi..." Pelayan ragu-ragu.


"Tapi apa?" tanya Selir Mo tidak senang.


"Puteri Yanning sudah pergi ke Paviliun Weiyang." Kata pelayan itu dengan hati-hati, takut membuat Selir Mo marah.


"Tidak masalah. Cepat pergilah dan katakan pada Nona kedua bahwa aku memintanya untuk jalan-jalan ke Paviliun Weiyang, biarkan dia mengunjungi Jiang Xingyu dan mendekati Puteri Yanning." Kata Selir Mo.


Ia tahu puteri pertamanya tidak akan bisa mendekati Puteri Yanning sendirian, oleh karena itu harus melalui Jiang Xingyu dulu.


"Ya." Pelayan segera menanggapi lalu undur diri.


Disisi lain..


Puteri Yanning baru saja tiba di Paviliun Weiyang. Begitu masuk ke halaman, ia melihat Jiang Xingyu sedang menanam bunga bersama seorang gadis kecil.


Ia bergegas mendekat lalu berjongkok juga. "Xingyu, kau sedang menanam bunga? kelihatannya menarik, aku ingin menanamnya juga."


Kemunculannya yang tiba-tiba membuat Jiang Xingyu terkejut. "Murong Yanning, kenapa kau disini?"


"Tentu saja aku datang untuk bermain denganmu. Kau tahu, aku sangat bosan di Istana, bahkan di awasi sepanjang waktu. Aku tidak tahan lagi dan diam-diam melarikan diri." Puteri Yanning mengeluh.

__ADS_1


Baginya yang sangat menyukai kebebasan, Istana bagaikan penjara yang paling menakutkan.


Sudut bibir Jiang Xingyu terangkat sedikit, ia tidak menyangka ternyata Puteri Yanning cukup lucu.


Sedangkan saat melihat orang asing, Jiang Qianxi segera bersembunyi di belakang saudarinya.


Melihat ini, Puteri Yanning bertanya disertai pandangan tertekan. "Xingyu, apa aku sangat buruk? kenapa gadis kecil ini takut ketika melihatku?"


Faktanya memang ada banyak orang yang takut padanya, bukan karena yang lain, tapi karena identitasnya yang merupakan seorang Puteri Kekaisaran.


"Ah?" Jiang Xingyu terkejut sesaat, lalu segera menjelaskan. "Bukan seperti itu. Adikku memang takut pada orang asing."


"Oh! Jadi gadis kecil ini adikmu? dia terlihat sangat manis. Hai adik kecil, jangan takut padaku. Aku bukan orang jahat." Ucap Puteri Yanning mencoba bersikap lembut.


"Hai juga, saudari." Jiang Qianxi memberanikan diri untuk menyapa.


Ia tidak tahu bahwa pihak lain adalah seorang Puteri, jika saja tahu ia tidak akan berani memanggilnya dengan sebutan saudari.


"Gadis kecil yang sangat manis." Puteri Yanning bersemangat karena selama ini tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan saudari.


Setelah itu ekspresinya berubah secepat membalikkan telapak tangan, dan berkata dengan penuh semangat. "Tidak apa-apa! Lain kali aku akan memberikan sesuatu padamu."


"Adikku memanggilmu dengan sebutan saudari, dan kau ingin memberikan hadiah pertemuan padanya? bahkan memanggilnya adik kecil? sebenarnya apa maksudmu?" Jiang Xingyu bertanya dengan curiga.


Identitas Puteri Yanning sangat terhormat, tentunya ia tidak bisa menerima panggilan tersebut. Karena panggilan tersebut hanya akan membuat orang lain salah paham.


"Hehe!" Berbicara tentang ini, Puteri Yanning menampakkan ekspresi bahagia. "Aku pikir sangat menyenangkan dipanggil saudari. Perasaan seperti ini tidak bisa di ungkapkan hanya dengan kata-kata."


Jiang Xingyu tidak tahu harus berkata apa, namun ia sangat mengerti apa maksud dibalik ucapannya.


"Baiklah! Karena kau menganggap adikku sebagai adikmu, maka aku akan mencarimu ketika adikku berada dalam kesulitan." Ucapnya dengan santai.


"Tidak masalah! Adikmu adalah adikku juga. Jika adikmu mengalami kesulitan, ingat untuk menemuiku. Aku pasti akan membantu semampuku." Puteri Yanning berjanji dengan mudahnya.


Ia tahu keluarga Jiang hanya memiliki Jiang Xingyu sebagai keturunan saha. Jadi Jiang Qianxi merupakan puteri seorang Selir.

__ADS_1


Sekilas ia menebak bahwa ketakutan Jiang Qianxi pada orang asing pasti karena situasi kehidupannya yang tidak baik. Karena Jiang Xingyu ingin membantu adiknya, sebagai temannya ia pasti akan membantu juga.


Dan walaupun hanya bertemu sekali, ia sudah menyimpulkan bahwa Jiang Xingyu adalah temannya.


"Apa kau tidak merasa dimanfaatkan?" Jiang Xingyu bertanya penasaran.


"Sebenarnya aku merasakan sedikit. Atau bagaimana kalau kau memanggilku dengan sebutan saudari juga?" kata Puteri Yanning seolah-olah benar-benar merasa di manfaatkan.


"Lupakan saja! Aku tidak akan melakukannya. Jangan berkata yang tidak-tidak." Jiang Xingyu menyatakan keberatannya.


"Hei! Bagaimana kau bisa seperti itu? jika kau memanggilku saudari juga, setidaknya aku tidak akan merasa dirugikan." Puteri Yanning bersikeras, seperti seorang anak kecil yang sedang merengek meminta manisan.


Jiang Xingyu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka akan melihat sisi ini dari seorang Puteri Kekaisaran.


Disisi lain...


Jiang Linxin begitu terkejut ketika mendengar Puteri Yanning datang mengunjungi Jiang Xingyu.


Pada saat ini ekspresinya terlihat marah, kesal dan sangat menakutkan. Jika orang luar melihatnya, mereka tidak akan mempercayainya.


Apakah ini benar-benar Nona kedua yang lembut dan baik hati?


Namun hanya di Paviliunnya sendiri, Jiang Linxin berani menunjukkan wajah aslinya.


Ia dan Puteri Yanning telah bertemu beberapa kali di beberapa kesempatan. Bahkan ia mencoba mendekatinya berulang kali, tapi Puteri Yanning bahkan tidak meliriknya. Takut menjadi bahan tertawaan dan diejek, ia akhirnya menyerah.


Kini tidak disangka ternyata Puteri Yanning mengenal Jiang Xingyu dan datang mengunjunginya.


Ibunya memintanya untuk berjalan-jalan di sekitar Paviliun Weiyang, dengan tujuan mendekati Puteri Yanning melalui Jiang Xingyu.


Tentu saja ia tidak akan melakukannya. Harga dirinya tidak membiarkannya menundukkan kepalanya di depan Jiang Xingyu. Di depan seseorang yang paling ia benci!


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2