
"Tuan Muda Shu, perut Nona Shu terpukul cukup keras dan itu mengenai usus besarnya. Selama beberapa waktu tertentu lebih baik makan makanan yang mudah dicerna, juga hindari makan daging dan makanan berlemak lainnya." Kata Dokter setelah berulang kali memeriksa denyut nadi Pasien.
"Tidak! Aku tidak ingin makan makanan ringan! Aku hanya ingin makan daging!" Suara Shu Yinxue terdengar tidak setuju.
Daging adalah menu favoritenya, ia tidak bahagia jika makanannya tidak memiliki menu daging. Sekarang Dokter melarangnya, bukankah itu sama dengan membunuhnya?
"Diam! Dengarkan Dokter jika kau ingin sembuh." Shu Yinfeng tidak menyangka Saudarinya masih memikirkan daging disaat situasinya sudah seperti ini.
"Aku..." Shu Yinxue tidak bisa berkata-kata karena apa yang dikatakan Kakaknya memang benar. Ia ingin segera sembuh lalu mencari Wanita itu untuk balas dendam.
Memikirkan Wanita itu, amarahnya kembali membara dan ia pun mengeluh. "Kakak, kau harus membantuku membalas dendam! Wanita itu tidak hanya memukul wajahku dengan kue, tapi juga menendangku. Jika tadi kau tidak muncul, aku tidak tahu seberapa serius lukaku."
"Jika kau tidak melakukan sesuatu yang buruk padanya, dia tidak akan memperlakukanmu dengan buruk. Kau seperti ini karena ulahmu sendiri." Kata Shu Yinfeng disertai wajah muram.
"Tidak seperti itu, Kakak. Ketika aku berselisih dengan Murong Yanning, aku tidak sengaja menyebabkan kue berserakahan diatas meja lalu menerbangkan sepotong kue keluar jendela yang secara kebetulan mengenai kepalanya. Hanya seperti itu, tapi dia membalasku dengan memukul sepiring kue ke wajahku, bahkan menendang perutku. Kakak, bagaimana aku bisa menanggungnya?" Shu Yinxue merasa kerugian yang di deritanya terlalu besar.
Shu Yinfeng tertegun. Ia tidak salah dengar. Bukan Puteri Yanning yang menendang Saudarinya? tapi Wanita lain?
"Huh! Wanita itu bahkan merampok tempat dudukku terakhir kali dan tidak menghormati Kakak Sepupu. Dasar Wanita terkutuk!" Kata Shu Yinxue yang tidak mengetahui pikiran Saudaranya.
Shu Yinfeng lagi-lagi terkejut, Wanita yang menendang Saudarinya adalah Wanita yang terakhir kali berselisih dengan Pangeran Yuhao?
Karena bukan Puteri Yanning yang melakukannya, secara alami ia akan membantu Saudarinya membalaskan dendamnya.
"Jangan khawatir. Jika Kakak bertemu dengannya, Kakak akan menangkapnya dan menuntutnya meminta maaf padamu." Dalam sekejap mata sikapnya berubah protektif.
....
__ADS_1
Ketika Feng Yuqie mengutus Bawahannya keluar Kota untuk mencari Puteri Yanning, ia juga mengutus sebagian untuk mencari didalam Kota.
Tentunya kisah Puteri Yanning dan Shu Yinxue di Kedai Teh segera menyebar. Secara alami juga menyebar ke telinga Feng Yuqie.
Setelah mendengarnya, ia segera kembali menemui Chen Ziyue.
"Apa kau sudah menemukan Puteri Yanning?" Chen Ziyue bertanya penuh semangat.
"Aku tidak menemukannya, tapi dia sudah kembali ke Ibukota." Feng Yuqie segera menjawab.
"Jika kau tidak menemukannya, lalu bagaimana kau tahu bahwa dia telah kembali ke Ibukota?" Chen Ziyue tidak lega dengan kata 'dia telah kembali ke Ibukota', sebaliknya semakin khawatir mendengar kata 'aku tidak menemukannya'.
"Chen Ziyue, jika kau tidak percaya padaku, silahkan pergi cari sendiri. Kau tau, sekarang telah menyebar ke seluruh Ibukota bahwa Puteri Yanning berselisih dengan Shu Yinxue di Kedai Teh, dia menendang Shu Yinxue hingga terbang dari jendela lantai dua. Katakan, apakah beritanya palsu?" Feng Yuqie sangat kesal ditanyai seperti itu.
Nyatanya Shu Yinxue ditendang oleh Jiang Xingyu, tetapi semua orang tidak mengenalnya, jadi itu diubah menjadi Puteri Yanning.
Feng Yuqie tidak memperdulikannya, sebaliknya berkata. "Jika kau menyukainya, kau harus memberitahunya. Sikapmu yang pengecut seperti ini sungguh tidak layak disebut cinta. Jika kau terus seperti ini, cepat atau lambat kau akan menyesalinya."
"Tapi dia selalu menganggapku sebagai Kakak laki-lakinya. Jika memberitahunya, aku khawatir dia bahkan tidak ingin berteman denganku." Ucap Chen Ziyue disertai senyum pahit.
"Hmph! Terserah padamu. Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa." Setelah itu Feng Yuqie berbalik pergi, meninggalkan Chen Ziyue yang tengah tersenyum tak berdaya.
.....
Keesokan harinya Guru berbakat yang mengajar Jiang Linyao datang. Selir Mo segera menyambutnya begitu Pelayan datang melapor.
Guru Li adalah seorang Wanita yang membuat kebanyakan Wanita iri dan cemburu padanya. Bahkan mampu membuat mata Pria tak berkedip memandanginya.
__ADS_1
Dia berusia sekitar awal 30 tahun, tapi sosoknya tampak seperti Gadis berusia 20 tahun.
Memiliki fitur wajah cantik, kulit sehat putih sehalus Giok, mata bulat menawan serta sikap yang anggun. Keseluruhan penampilannya memiliki semua poin yang dimiliki oleh Wanita berbudi luhur nan anggun.
Membuat Pelayan Pria yang bertugas di Kediaman diam-diam menelan ludah. Tak luput para Pelayan Wanita yang terbakar amarah cemburu saat melihatnya.
Selir Mo mengakui bahwa ia juga cemburu. Cemburu karena Guru Li seumuran dengannya, tapi dia terlihat 10 tahun lebih muda darinya. Lebih cemburu lagi ketika melihat proporsi tubuhnya yang begitu ideal dan menggoda.
Alangkah baiknya jika ia memiliki wajah awet muda dan proporsi tubuh seperti itu, setidaknya ia bisa mengendalikan Tuan Besar tidak hanya secara emosional, tapi juga dalam hubungan seksual.
Walaupun ia sangat cemburu pada Guru Li, ekspresinya tidak berubah dan ia menyambutnya dengan sopan. "Guru Li sudah datang, silahkan masuk."
Terlepas dari usianya yang terbilang masih muda, Guru Li telah mengajar banyak Wanita berbakat.
Terutama Gadis berbakat pertama, Bai Yinran, juga belajar dibawah bimbingannya.
Jiang Mansion mengundangnya bukan karena mampu, tapi karena akhir-akhir ini Guru Li sedang menganggur. Jika tidak, jangan harap bisa mengundangnya.
"Selir Mo menyambut secara langsung, saya benar-benar berterima kasih." Guru Li yang bernama lengkap Li Yulan, berbicara dengan sikap yang layak dikenal sebagai Wanita berbudi luhur serta berpengetahuan luas.
"Guru Li terlalu sopan, inilah yang harus saya lakukan. Silahkan Guru Li masuk dan minum teh dulu, saya akan meminta Pelayan untuk memanggil Yao'er." Kata Selir Mo kemudian menginstruksikan Pelayan untuk memanggil Puteri keduanya.
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1