
Tak lama setelahnya, berita tentang Selir Mo beristirahat selama waktu tertentu karena cedera dan Urusan Kediaman diserahkan pada Selir Jing, banyak orang bereaksi tak terduga, ada yang senang dan ada yang menelan kepahitan.
Tentu saja yang menelan kepahitan adalah mereka yang mendukung faksi Selir Mo.
"Nona, bagaimana mengurus Miaojie?" Bibi Rong bertanya setelah melihat Nonanya kembali ke Paviliun Weiyang.
"Usir dari Kediaman!" Ucap Jiang Xingyu tanpa emosi.
"Ya." Bibi Rong menanggapi lalu keluar menjalankan perintah.
Keesokan harinya sebelum waktu makan siang, Jiang Xingyu pergi keluar tanpa Bibi Rong.
Tujuannya pergi ke Paviliun Guanyu untuk melihat apakah ada kandidat Pelayan yang cocok untuk bekerja di Paviliunnya.
Pada umumnya Pelayan yang dijual di Paviliun Guanyu adalah orang-orang yang tidak memiliki identitas. Sebagian besar dari mereka sudah menjalani pelatihan yang dikhususkan untuk melayani Kediaman penting. Bisa diartikan mereka adalah Pelayan yang berkemampuan.
Namun sebelum itu ia ingin menikmati makan siang dulu di Restoran Chilan. Hanya saja saat memasuki lantai pertama, ia bertemu dengan sekelompok masalah lagi.
Ya itu adalah Pangeran Yuhao yang hendak keluar dari Restoran dan dibelakangnya diikuti dua Gadis muda, satunya Lin Jiayin dan satunya lagi ia tidak mengenalinya. Tentu saja sebagai pengikut setia, Yan Zihang dan Shu Yinfeng juga mengikuti.
Bertemu musuhnya lagi, Pangeran Yuhao berhenti dan sepasang mata marahnya menatap Jiang Xingyu seolah-olah ingin membakarnya hidup-hidup. Secara alami mereka yang mengikuti juga berhenti.
Lin Jiayin dan Gadis itu tidak tahu apa yang terjadi. Namun Ketika Lin Jiayin melihat wajah yang lebih cantik darinya, kecemburuan terlukis diwajahnya.
"Kebetulan sekali! Senang bertemu Pangeran Yuhao disini." Jiang Xingyu tidak berniat kabur, justru berinisiatif menyapa.
"Saudara Yuhao, siapa dia?" Lin Jiayin berbicara lebih dulu disertai ekspresi kecemburuan yang semakin jelas diwajahnya.
Suara Jiang Xingyu terdengar lembut dan senyumannya seperti bunga, membuat kecantikannya semakin memukau hingga semua orang disekitarnya terkesima olehnya.
Bahkan ekspresi Pangeran Yuhao yang awalnya dipenuhi amarah, kini terlihat tersesat dan tidak sempat menjawab dua pertanyaan yang ditujukan padanya.
Setelah merawat diri dan mengkonsumsi makanan bergizi selama berhari-hari, proporsi tubuh Jiang Xingyu tumbuh dengan baik dan kulitnya memancarkan rona seperti buah Persik.
"Siapa aku? apa Nona Lin sudah tidak mengenaliku? Ah membuatku sangat kecewa." Kata Jiang Xingyu kemudian melanjutkan. "Aku dan Pangeran Yuhao..."
Pada saat yang sama di Ruangan lantai tiga Restoran, Feng Yuqie berdiri didekat jendela.
Awalnya ia hanya melihat secara acak, tapi tidak disangka akan melihat pemandangan yang begitu menarik. Ia pun tanpa sadar berteriak pada tiga orang disekitarnya. "Kemari lihatlah, ada pertujukan menarik."
__ADS_1
Di Ruangan yang sama ada Yuwen Junxiu, Chen Ziyue dan Ning Rui. Mereka sedang mendiskusikan sesuatu dan terganggu oleh suara bersemangat Feng Yuqie, seketika mereka menatapnya dengan ekspresi tidak puas.
Tubuh Feng Yuqie menjadi kaku karena tiba-tiba teringat kalau tengah mendiskusikan sesuatu.
Berbeda dengan yang lain, Ning Rui masih muda. Ketika mendengar ada pertunjukan menarik, secara refleks ia berdiri dan bergegas menuju jendela.
Saat melihat sosok tertentu, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. "Paman Guru, Wanita itu..."
Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya.
Wanita itu? secara alami ia tahu siapa Wanita yang dimaksud. Bukankah itu Jiang Xingyu?
Hatinya tenggelam memikirkan Wanita itu lagi, ia belum pernah melihat Wanita yang tidak tahu malu sepertinya. Bahkan berulang kali memprovokasinya.
Feng Yuqie dan Chen Ziyue mendengar kata kuncinya, Wanita itu?
Berdiri didekat jendela, Feng Yuqie melihat kebawah lagi. Sedangkan karena penasaran, Chen Ziyue mengangkat kakinya dan berjalan menuju jendela.
"Ada banyak Wanita dibawah, kau membicarakan Wanita yang mana?" Feng Yuqie bertanya tapi matanya tanpa sadar tertuju pada Jiang Xingyu. "Apakah dia?" batinnya ragu.
"Wanita yang terakhir kali datang kesini untuk makan siang dengan Puteri Yanning." Kata Ning Rui sambil menunjuk kearah Jiang Xingyu.
Chen Ziyue tidak mengenal Jiang Xingyu, tapi ia pernah mendengar rumor tentangnya. Lagipula dia sangat terkenal dan berstatus sebagai Tunangan Pangeran Yuhao.
Melihat mata semua orang tertuju pada Wanita itu, hati Yuwen Junxiu tertekan. "Cih! Apa menariknya menonton Wanita tidak tahu malu? kembali sekarang!"
"Paman Guru, benar-benar ada pertunjukan menarik. Biarkan kami menontonnya sebentar." Ning Rui memohon dengan sepasang mata menyedihkan.
Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya tapi tidak mengatakan apapun, seolah mengiyakan.
Kembali ke lantai pertama...
Jiang Xingyu tidak melanjutkan ucapannya dan kini ekspresinya terlihat menarik.
Pada saat yang sama alam bawah sadar Pangeran Yuhao mengharapkan Jiang Xingyu akan mengakui status pertunangannya.
"Sebenarnya kau siapa?" Lin Jiayin tidak sabar dan suaranya dipenuhi amarah.
"Siapa aku? Mengapa aku harus memberitahumu? sudah cukup selama Pangeran Yuhao mengenaliku." Jiang Xingyu menunjukan sikap meremehkan.
__ADS_1
"Kau, kau..." Lin Jiayin semakin marah dan menunjuk dengan jarinya.
Dengan suara 'PLAK!' dalam situasi yang tidak terduga oleh semua orang, Jiang Xingyu menampar tangan Lin Jiayin.
"Ah!" Lin Jiayin mundur selangkah sambil berteriak kesakitan. "Beraninya kau menyerangku!" Ucapnya sangat marah.
"Mengapa aku tidak berani menyerangmu? jika kau berani menunjukku dengan jari kotormu lagi, aku akan mematahkan tanganmu sekaligus!" Kata Jiang Xingyu dengan dingin, sikapnya tidak lagi berpura-pura lembut.
"Aku tidak takut padamu!" Lin Jiayin tidak percaya Wanita ini benar-benar akan mematahkan tangannya.
"Silahkan mencoba jika kau memang tidak takut!" Jiang Xingyu menantang.
"Kau, baiklah!" Karena temperamen angkuh yang tidak akan menerima kekalahan, dalam amarah Lin Jiayin benar-benar mengangkat tangannya lagi dan menunjuk tepat pada wajah Wanita cantik.
Mata Jiang Xingyu semakin dingin dan secepat kedipan matanya tangannya terangkat dan menyerang lagi.
Walaupun gerakannya sangat cepat, ada seseorang yang lebih cepat darinya. Sebelum menyentuh Lin Jiayin, pergelangan tangannya dipegang oleh satu tangan kokoh dan ia tidak bisa menyingkirkannya.
"Jiang Xingyu, apa kau masih tidak cukup membuat banyak masalah?" Pangeran Yuhao meraung marah.
"Apa?! Jiang Xingyu?" Lin Jiayin adalah yang paling terkejut. Ia tidak pernah membayangkan Wanita yang berdiri dihadapannya dan menentangnya, sebenarnya adalah Jiang Xingyu?
Untuk sementara ia tidak bisa bereaksi.
Namun orang-orang disekitar yang belum pernah melihat Jiang Xingyu, juga terkejut dan terpana. Walaupun mereka sudah lama mendengar tentang perubahannya entah dari segi sikap atau penampilan, tapi ketika melihatnya secara langsung, mereka tidak bisa menahan rasa kagum.
"Hah? Aku tidak tahu mata Pangeran Yuhao yang mana melihatku membuat masalah? bahkan jika memang demikian, itu aku membuat masalah dengan Nona Lin. Hak apa yang Pangeran miliki untuk mengaturku?" Jiang Xingyu mencibir tanpa malu-malu.
"Kau..." Pangeran Yuhao terbakar amarah hingga tak bisa berkata-kata.
"Dan dihadapan banyak orang, tidak pantas bagi Pangeran untuk memegang tanganku begitu erat. Walaupun aku berstatus Tunanganmu, tapi kita belum menikah dan tetap harus memperhatikan sikap antara Pria dan Wanita. Aku tahu Pangeran tidak sabar dan selalu ingin berada di dekatku, namun orang yang tidak tahu akan berpikir Pangeran sedang melecehkan seorang Wanita. Aku tidak tahu apa konsekuensinya jika berita ini menyebar keseluruh Ibukota." Jiang Xingyu mengancam secara terang-terangan.
Ia tidak bisa menyingkirkan tangan Pangeran Yuhao, tapi bukan berarti ia sepenuhnya tidak bisa. Dengan ancaman ini, ia ingin melihat apakah Pangeran Yuhao masih tidak akan melepaskannya.
Benar saja, begitu kalimat tidak tahu malu memasuki gendang telinganya, Pangeran Yuhao secara refleks melepaskan tangan Jiang Xingyu disertai kemarahan yang semakin membara diwajahnya.
.
.
__ADS_1
______Happy Reading______