
Tindakan Organisasi Elang Hitam untuk menyelidiki Jiang Xingyu sangat cepat. Namun hasilnya bukan yang diinginkan Lin Jiayun.
Ketika seorang anggota Organisasi menyelidiki informasi Jiang Xingyu, dia segera memberitahu hasilnya pemimpin Organisasi. Setelah pemimpin Organisasi mengetahuinya, wajahnya berubah drastis yang kemudian memberi perintah pada Organisasi untuk tidak menerima misi pembunuhan tersebut.
Segera! Bagian pelayanan memberitahu orang yang datang memberikan misi untuk membunuh Jiang Xingyu. Lantas orang tersebut meneruskan kabar ini pada Lin Jiayun.
"Apa? bagaimana mungkin?" setelah Pangeran Yuhao mengetahuinya, ia terkejut sekaligus tidak percaya.
"Organisasi Elang Hitam bukan satu-satunya Organisasi pembunuh bayaran. Karena mereka tidak bersedia menerima misi ini, kita cari Organisasi yang lain." Ucap Lin Jiayun bersungguh-sungguh.
Sedangkan Jiang Xingyu tidak tahu bahwa musuhnya menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Jika dia mengetahui keputusan Organisasi Elang Hitam, dia pasti akan pingsan terkejut karena tidak tahu apa alasannya?
Tentu saja Jiang Xingyu tidak tahu bahwa keputusan Organisasi Elang Hitam yang tidak ingin membunuhnya adalah karena Raja Chonglou.
Di ruang kerja, Yuwen Junxiu duduk di depan meja dengan selembar surat kertas ditangannya. Pada saat ini wajahnya yang tampan penuh dengan aura pembunuhan, dan seluruh tubuhnya memancarkan aura dingin seolah bisa membekukan segala sesuatu di sekitarnya.
(Note: Yuwen Junxiu diganti Raja Chonglou)
Feng Yuqie yang datang dari luar, bertanya setelah merasakan aura dingin. "Ada apa? siapa yang menyinggungmu?"
Raja Chonglou tidak berbicara dan hanya melemparkan kertas ditangannya pada Feng Yuqie.
Setelah Feng Yuqie membaca isi surat, ekspresinya tiba-tiba berubah. "Lin Jiayun menyewa pembunuh bayaran dari Organisasi Elang Hitam untuk membunuh Nona Jiang?"
Adapun darimana Raja Chonglou mendapatkan surat ini, tentu saja karena dirinya memiliki hubungan tertentu dengan Organisasi Elang Hitam.
"Untungnya Organisasi Elang Hitam memiliki aturan ini. Sebelum menerima misi, mereka menyelidiki target terlebih dahulu. Mereka tahu kalau Nona Jiang memiliki hubungan denganmu, sehingga mereka tidak berani menerima misi. Jika tidak, Nona Jiang pasti dalam bahaya besar." Feng Yuqie menghela nafas lega.
Kemudian Raja Chonglou berdiri dari kursinya dan menghilang secepat kedipan mata. Feng Yuqie tentu tahu kemana dia pergi.
-Kediaman Keluarga Jiang-
Berada dalam suasana hati yang baik, Jiang Xingyu berjalan-jalan di taman belakang setelah mengunjungi dan memberi selamat atas kehamilan Selir Jing.
"Nona, menurutmu, setelah mendengar kabar kehamilan Selir Jing, apakah Selir Mo akan pingsan karena terlalu marah?" Bibi Rong bertanya, tidak menyembunyikan rasa senangnya.
"Hahaha! Sepertinya bukan hanya sekedar pingsan, dia pasti sudah gila!" Jiang Xingyu tertawa.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Bibi Lan yang justru terlihat khawatir. "Nona, Bibi merasa Selir Mo tidak akan menyerah dengan mudah. Mungkin saja saat ini dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat."
Jiang Xingyu mengangguk setuju lalu berkata. "Bibi Rong, tolong awasi pergerakan Halaman Timur. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan padaku. Sekarang aku harus pergi keluar." Ia berencana pergi ke Rumah Kayu untuk memanggil Ning Zhi dan Ning Xia. Meminta mereka berdua untuk membantu Bibi Rong mengawasi Halaman Timur.
"Baiklah, Nona." Jawab Bibi Rong.
"Bibi Lan, kau mengetahui keterampilan medis. Untuk sementara waktu kau bertanggung jawab atas makanan Selir Jing. Aku curiga mereka akan memulai dari makanan Selir Jing." Perintah Jiang Xingyu.
"Ya, Nona." Bibi Lan menanggapi.
Setelah memberi instruksi-instruksi tertentu pada kedua Bibi pelayannya, Jiang Xingyu keluar dari Kediaman melewati pintu belakang.
Seketika Jiang Xingyu samar-samar merasakan beberapa pasang mata sedang mengintainya. Adapun siapa yang mengirim mereka, kalau bukan musuhnya yang ini, pasti musuhnya yang itu.
Berjalan melewati Restoran Chilan, Jiang Xingyu mendengar suara yang berasal dari lantai pertama. Awalnya ia mengabaikan, tapi setelah mendengar suara yang akrab, mau tidak mau ia harus masuk kedalam.
"Bukannya aku tidak ingin membayar, uangku hanya tidak cukup! Lagipula siapa suruh makanan di Restoran Chilan sangat lezat, sehingga aku tidak sengaja makan terlalu banyak. Aku sudah membayar separuh, aku pasti akan membayar sisanya!" Suara yang seperti milik orang tua.
Ini pertama kalinya Jiang Xingyu mendengar alasan aneh, yang mana karena makanan terlalu lezat sehingga tidak mampu membayar tagihan.
"Tidak! Siapa yang akan menjamin bahwa kau tidak melarikan diri setelah keluar dari sini? selama kau menyimpan tas kainmu disini, kami akan mengizinkanmu pulang untuk mengambil uangmu. Kami berjanji akan menjaga tas kainmu tetap utuh sampai kau kembali lagi." Ini adalah suara Tuan kasir.
"Kau--" Baru kali ini Tuan kasir bertemu seseorang yang sangat tidak tahu malu.
"Menurutku pria tua ini tidak ingin membayar."
"Benar. Lihatlah pakaiannya, aneh jika dia mampu membayar tagihan makanan di Restoran Chilan."
"..."
Pria tua tidak peduli atas tuduhan orang-orang padanya, namun saat melihat seseorang berdiri di tengah-tengah kerumunan, ia berteriak dalam kemarahan. "Kau gadis nakal, bayar tagihanku setelah kau cukup menonton pertunjukan."
Pria tua yang tidak lain adalah Guru Jiang Xingyu, Pendeta Tao Wei Guang.
Mendengar ucapan tersebut, semua orang menatap ke tengah-tengah kerumunan sesuai arah tatapan pria tua. Mereka melihat gadis yang sangat cantik keluar dari kerumunan sambil tersenyum.
"Tsk tsk! Caraku bertemu dengan Guru benar-benar istimewa." Jiang Xingyu mengejek.
__ADS_1
Membuat wajah Wei Guang memerah karena malu, namun suaranya masih terdengar menggertak. "Kau tidak memiliki rasa hormat pada Gurumu. Apa kau ingin dipukul?"
"Jika kau memukulku, hati-hati aku tidak akan membayar tagihanmu!" Jiang Xingyu mengancam.
"..." Wei Guang tersedak, tidak mengatakan apapun dan hanya memasang ekspresi sedih.
Sedangkan semua orang terkejut dan tidak menyangka kalau pria tua ini adalah Guru Nona Jiang tertua. Tidak ada sesuatu yang menarik, mereka bubar dan kembali ke tempatnya masing-masing.
Tuan kasir merasa malu. Jika tahu lebih awal, ia tidak akan berdebat dengan pria tua ini. Karena Nona Jiang tertua merupakan teman Tuan Muda Feng dan memiliki pelayanan istimewa yakni makan dan minum secara gratis disini.
Jiang Xingyu mengalihkan pandangannya pada Tuan kasir, lalu bertanya. "Tuan kasir, berapa sisa tagihan yang belum dibayar oleh Guruku? aku yang akan membayarnya."
"Ini..." Tuan kasir bingung, tidak tahu apakah harus menerima atau tidak.
Tentu saja Jiang Xingyu tahu apa yang dipikirkan Tuan kasir. "Tagihan tetap harus dibayar. Lagipula hanya aku yang bisa makan dan minum secara gratis disini."
Setelah berpikir sejenak, Tuan kasir memberitahu jumlah sisa tagihan yang harus dibayar. Namun ia memberi diskon sebanyak dua puluh persen.
"Hei gadis, sekalian pesankan dua pot anggur puteri merah dan dua kati daging sapi panggang. Untuk makan malam nanti." Ada murid yang membayar tagihan untuknya, tentu saja Wei Guang tidak akan melewatkan kesempatan ini.
Jiang Xingyu menghela nafas lalu memberitahu pelayan mengenai pesanan Gurunya. Beberapa waktu kemudian setelah pesanan selesai dan dibayar, sepasang Guru dan murid keluar dari Restoran Chilan.
Jiang Xingyu membatalkan rencananya untuk pergi ke Rumah Kayu. Ia ikut Gurunya pulang karena ada yang ingin ia tanyakan mengenai latihan menggambar jimat.
Sedangkan begitu keluar dari Restoran, Wei Guang merasakan beberapa pasang mata sedang mengintainya. Salah! Seharusnya mengintai muridnya.
"Gadis, sepertinya banyak masalah yang terjadi padamu akhir-akhir ini." Tatapan Wei Guang tak berdaya saat memandang muridnya.
"Berbagai masalah tidak pernah absen menghampiriku." Jiang Xingyu juga tak berdaya.
"Singkirkan mereka dulu." Ucap Wei Guang, lalu menarik muridnya menuju Gang kecil dan pergi menggunakan seni teleportasi.
Mereka yang sedang mengintai dan saat kehilangan target, memutuskan untuk kembali melaporkan situasi terlebih dahulu.
.
.
__ADS_1
-----Happy Reading-----