-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
050 - Bertemu Dua Gadis lagi


__ADS_3

Pada awalnya semua orang mengharapkan sesuatu yang besar terjadi, sekarang setelah berakhir begitu saja, mereka menunjukkan ekspresi kecewa.


"Mengapa kau masih bengong? apa masih ada sesuatu yang lain? ataukah kau tidak ingin melayani tamu?" Jiang Xingyu berkata tidak sabar pada Gadis Pelayan yang masih belum bereaksi.


"Bukan seperti itu, Nona. Kami minta maaf telah mengganggu waktu Nona. Kami juga tidak berdaya setiap kali hal seperti ini terjadi. Segera! Kami akan segera menyiapkan pesanan Nona." Gadis Pelayan meminta maaf.


Setelah mengatakannya dan tanpa menunggu respon, Ia segera pergi.


Melihat orang-orang disekitarnya kembali sibuk, Bibi Rong memajukan kepalanya seraya berkata. "Nona, dengan melawan Pangeran Yuhao, bukankah akan berakibat buruk setelah Nona menikah nan..."


Jiang Xingyu menatap Bibi Rong dengan dingin. Seolah-olah aura dingin melesat dan membentuk suatu penindasan, Bibi Rong tertekan dan kata-katanya terhenti.


Jiang Xingyu justru sebaliknya. Karena Bibi Rong mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting, Ia merasa sangat terganggu. Terlebih lagi Pangeran Yuhao masih belum sepenuhnya pergi dari Kedai Teh.


Bukan karena khawatir Pangeran Yuhao akan mengetahui identitasnya, Ia hanya tidak ingin Bibi Rong mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya. Apalagi Ia sangat tidak suka mendengarkan suatu hal yang berhubungan dengan bajingan itu.


Berselang beberapa waktu berikutnya, Gadis Pelayan kembali menghampiri namun kali ini untuk mengantarkan pesanan. "Sepoci teh Longjing dan camilan yang Nona pesan. Selamat menikmati."


Gadis Pelayan langsung pergi setelah mendapatkan tanggapan.


"Makanlah." Ucapnya pada Bibi Rong.


Hati Bibi Rong gelisah karena merasa Nonanya sedang mengabaikannya. Mengenai apa alasannya, Ia tidak tahu dan tidak memiliki keberanian untuk bertanya.


Berselang beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan cangkir teh terakhir, Jiang Xingyu bangkit sambil berkata. "Ayo pergi."


Bibi Rong yang sudah selesai lebih dulu segera merespon.


Disisi lain di Ruangan tertentu, Pangeran Yuhao serta yang lain memperhatikan Jiang Xingyu dari waktu ke waktu.


"Gadis itu sudah pergi. Mengapa kalian masih menatapnya? apa jangan-jangan kalian jatuh cinta padanya?" ucap Yan Zihang sedikit bercanda.


Pangeran Yuhao menarik kembali pandangannya. "Tidak! Hanya saja Wanita ini terlihat familiar."

__ADS_1


"Oh! Mungkinkah kau mengenalnya?" tanya Yan Zihang.


"Mungkin!" Kata Pangeran Yuhao sedikit tidak yakin.


"Huh! Dia hanya Wanita ****** yang merayu Pria dimana-dimana!" Shu Yinxue bergumam tanpa sadar.


Tiga Pria disekitarnya mendengarnya dengan jelas. Namun tidak ada yang merespon seolah-olah hanya menganggapnya sebagai angin lewat.


Sekarang dalam perjalanan pulang, Jiang Xingyu tidak mengucapkan sepatah katapun dan hanya menutup matanya untuk beristirahat. Bibi Rong yang berada disampingnya tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Lebih tepatnya tidak berani mengganggu Nonanya yang kini sedang beristirahat.


Hanya saja istirahatnya tidak berlangsung lama. Selalu ada masalah setiap kali ingin merasakan ketenangan.


Saat ini, diluar Gerbong...


Paman Liu mengemudikan Gerbong dengan baik, tapi ketika melewati Rumah Bordil Bulan Bersalju, dua sosok tiba-tiba bergegas keluar.


Karena jaraknya terlalu dekat, Paman Liu tidak memiliki waktu untuk menghentikan Gerbong. Oleh karena itu dengan suara 'Ledakan' dua sosok menabrak Gerbong.


Tapi untungnya Gerbong melewati jalanan ramai dan Paman Liu mengendarainya dengan kecepatan sedang. Jadi Gerbong tidak lepas kendali dan segera dihentikan.


"Tabrakan ini tidak serius. Mengapa tidak bisa bangun? Nona, Bibi akan keluar untuk melihatnya." Bibi Rong bergegas memeriksanya karena merasa ada yang tidak beres.


Jiang Xingyu juga merasa demikian. Tapi Ia tidak berniat keluar dan hanya membuka tirai Gerbong untuk melihat apa yang terjadi.


Tidak jauh didepan, Ia melihat sekitar delapan Pria bertubuh sangar berjalan menuju kearah ini. Ia pun mengalihkan pandangannya pada dua orang yang menabrak Gerbong. "Dua Gadis itu?"


"Ning Xia, ayo cepat bangun..." Suara yang terdengar khawatir dari seorang Gadis yang mengenakan Hanfu berwarna hijau tua.


Dua sosok yang menabrak Gerbong adalah dua Gadis berusia sekitar tujuh belas dan delapan belas tahun. Gadis yang tampak lebih tua mencoba membantu Gadis yang tengah terbaring di tanah.


Ia mengenali kedua Gadis itu. Tidak salah lagi! Keduanya adalah Gadis yang pernah Ia selamatkan, Ning Zhi dan Ning Xia.


"Saudari, jangan pedulikan aku, cepat, cepat larilah..." Ucap Ning Xia cemas seraya mendorong Saudarinya.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian." Ning Zhi menolak.


Awalnya Bibi Rong turun karena ingin melihat keadaan dua orang yang menabrak Gerbong. Setelah melihat kondisi keduanya, seketika tubuhnya membeku dan pandangannya tertegun.


Pakaian kedua Wanita itu sangat kotor, berlumuran air dan tanah, juga terlihat bekas noda darah.


Dari noda darah tersebut, Bibi Rong sekilas mengetahui bahwa luka-luka keduanya sangat serius. Ia bersimpati dan ingin membantu, tapi ketika melihat delapan Pria bertubuh sangar mendekat, Ia mengurungkannya dan tidak berani melangkah maju.


Bukan karena takut dirinya akan mendapat masalah, tapi takut akan membuat Nonanya terlibat. Tanpa persetujuan Nonanya, Ia tidak berani bertindak sendiri.


Hanya dalam beberapa detik kemudian, delapan Pria bertubuh kekar tiba dan salah satunya memandang kedua Wanita tersebut. "Mengapa kalian tidak berlari lagi? apakah sudah tidak sanggup? Cih! Setelah memasuki Rumah Bordil Bulan Bersalju, beraninya kalian melarikan diri! Apakah kalian berdua ingin mati?!"


"Tidak perlu basa-basi. Cepat tangkap dan bawa mereka kembali!" Perintah seorang Pria yang terlihat seperti Pemimpin.


Setelah itu dua Pria sangar lainnya maju menjalankan perintah.


"Berisik!"


Saat keduanya berjalan mendekati Gerbong, suara dingin seorang Wanita tiba-tiba terdengar dari dalam. Tentu dua Pria tersebut mendengarnya sangat jelas.


Sebelum semua orang bereaksi, mereka melihat tangan putih ramping mencuat dari tirai pintu Gerbong, kemudian seorang Wanita mengenakan Hanfu berwarna biru muda berjalan keluar.


Ketika melihat wajah Wanita itu, semua orang tertegun disertai pandangan takjub.


Walaupun sosoknya terlihat kekurangan gizi, namun tidak menyembunyikan ataupun mengurangi fitur-fitur wajahnya yang luar biasa. Di seluruh Benua Sayap Ungu kecantikan seperti ini sangat langka yang tentunya tidak mudah ditemui.


Reaksi semua orang berbanding terbalik dengan reaksi Ning Zhi dan Ning Xia. Saat mereka melihat wajah secantik Dewi Abadi, mereka sangat terkejut.


"Itu dia! Nona yang menyelamatkan kita saat di Kuil hancur." Keduanya saling memandang.


Walaupun mengenali, mereka tidak berniat menyapa karena takut Dewi penyelamat mereka terlibat masalah.


.

__ADS_1


.


____Happy Reading____


__ADS_2