-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
039 - Berakting Bersama


__ADS_3

Sesampainya di Istana Shuyi, Dayang Wu Er meminta Jiang Xingyu menunggu karena Ia akan melapor terlebih dahulu.


Beberapa waktu kemudian melihat Dayang Wu Er tak kunjung keluar, Jiang Xingyu menebak Selir Shu sengaja membuatnya menunggu.


Ia tidak marah, lagipula ada saatnya ketika Selir Shu harus membayar lunas semua perbuatannya. Sambil menunggu saat itu tiba, tidak ada salahnya membiarkannya tersenyum riang dulu.


Berselang setengah jam lamanya, akhirnya Tuan Rumah membiarkannya masuk.


Di dalam Aula, Selir Shu berbaring malas diatas sofa kesayangannya disertai senyum sumringah dibibirnya, tapi senyumnya seketika membeku ketika pandangannya tertuju pada wajah seorang Wanita cantik. Keringat dingin mengucur dari wajah cantiknya seakan telah melihat Hantu.


"Memberi salam pada Selir Shu." Jiang Xingyu sengaja tidak menyebutkan namanya.


"K-kau..." Suara Selir Shu gemetar dan kalimat selanjutnya serasa tercekik ditenggorokannya.


Dayang Wu Er bergegas maju dan bertanya. "Selir, ada apa?"


Selir Shu tidak menanggapi pertanyaan Dayangnya, berikutnya suaranya terdengar lebih gemetar seolah ketakutannya sudah mengambil alih kesadarannya. "Ka-Kau siapa?"


"Bukankah Selir Shu yang mengutus Dayang Wu Er untuk memanggilku? apakah Selir Shu sudah tidak mengenaliku?" tanya Jiang Xingyu berpura-pura tidak tahu.


Ia sengaja menyebut dirinya 'Aku'. Alasannya karena sebutan 'Hamba' hanya akan ia gunakan ketika menghadap Kaisar saja. Sedangkan untuk Anggota Kekaisaran lainnya, ia akan menyebut dirinya sebagai 'Aku' atau 'Saya'.


"Apa?! Ka-Kau Jiang Xingyu?" Kedua mata Selir Shu melebar.


"Ya."


-Flashback On-


Tahun itu Selir Shu yang bernama Shu Fei, berusia 12 tahun dan Nalan Wangzi berusia 13 tahun. Keduanya pertama kali bertemu pada sebuah jamuan Istana. Karena Nalan Wangzi tidak menyukai keramaian, dia menyelinap keluar dan memilih duduk sendirian ditempat sepi. Pada saat itulah Shu Fei menghampirinya.


Keduanya mengobrol bersama, selain topik Beladiri, untuk topik lainnya keduanya terbilang cocok.


Tidak membutuhkan waktu lama keduanya segera menjadi Sahabat. Seiring berjalannya waktu persahabatan mereka seperti sepasang Saudari yang membicarakan banyak hal.


Namun sebenarnya tanpa ada yang tahu, tujuan awal Shu Fei mendekati Nalan Wangzi bukan murni karena ingin bersahabat, tetapi karena rencana Ayahnya.


Pada usia 16 tahun Shu Fei memasuki Istana sebagai Selir. Setahun setelah itu ia melahirkan seorang Putera bernama Murong Yuhao, juga dengan gelar Pangeran Ketiga.


Sedangkan Nalan Wangzi menikah dengan Jiang Zhang Wei pada usia 18 tahun dan melahirkan seorang Puteri pada usia 19 tahun.


Shu Fei yang sudah berstatus sebagai Selir Shu tentunya sangat bahagia. Bahkan kebahagiannya jauh melebihi kebahagiaan Nalan Wangzi yang baru melahirkan seorang Puteri cantik.

__ADS_1


Selir Shu sangat bahagia karena Puteri Nalan Wangzi adalah rencana keduanya.


Setelahnya Selir Shu mengusulkan lamaran pernikahan.


Jika Nalan Wangzi setuju, Anak-Anak mereka akan melangsungkan pernikahan ketika beranjak dewasa nanti.


Tentu saja karena tali persahabatan, Nalan Wangzi dengan senang hati segera menyetujuinya.


Semua rencana Selir Shu berjalan lancar ketika Kaisar juga menyetujuinya. Kaisar bahkan mengeluarkan Dekrit Kekaisaran sebagai peresmian kontrak pernikahan tersebut.


Tapi tanpa diduga tepat 5 tahun yang lalu ketika Nalan Mansion mengalami bencana, ketika Nalan Wangzi meninggal, ketika Puterinya yang cerdas berubah bodoh, semua rencananya yang disusun selama bertahun-tahun dalam sekejap hancur berkeping-keping.


Putus asa setelah rencananya gagal, Selir Shu membuang semua perasaan persahabatan dilubuk hatinya. Persahabatan palsu yang tidak ingin disimpan lagi.


Setelah itu Selir Shu meminta pada Kaisar untuk membatalkan kontrak pernikahan dengan alasan Jiang Xingyu tidak cocok menjadi Menantu Kekaisaran. Namun Kaisar menolaknya dan mengancamnya dengan hukuman melanggar Dekrit Kekaisaran.


Dengan nyali kecilnya Selir Shu langsung bungkam dan sejak saat itu ia tidak berani menyebutkan kontrak pernikahan lagi pada Kaisar.


-Flashback Off-


Beberapa waktu yang lalu ketika mendengar kabar menghilangnya Jiang Xingyu, Selir Shu berpikir Sang Penguasa sedang membantunya. Tanpa diduga kenyataan menamparnya sangat kejam.


Sekarang apa yang ia tidak sangka ternyata wajah Jiang Xingyu sangat mirip dengan Nalan Wangzi, membuatnya kembali memikirkan semua yang dilakukannya pada Nalan Wangzi. Tentu saja ia tidak merasa bersalah ataupun menyesalinya.


Mengenai lamunan Selir Shu, Jiang Xingyu hanya menunggu dengan tenang karena Ia tahu Selir Shu sedang memikirkan masa lalu.


Dalam hatinya ia bersumpah tidak akan mengampuni seseorang yang dengan teganya memanfaatkan dan mengkhianati perasaan tulus Ibunya. Ia bersumpah akan membalasnya dengan tangannya sendiri.


Butuh waktu lama bagi Selir Shu untuk kembali keakal sehatnya. Ekspresinya berubah dan pandangannya tidak bersahabat.


"Nona Jiang, beraninya kau tidak berlutut saat menghadap Ben Gong?" akhirnya ia menemukan alasan untuk melampiaskan kekesalannya.


Jiang Xingyu memasang ekspresi terkejut, didetik berikutnya ekspresinya berubah polos dan kata-katanya terdengar sedih. "Apakah Selir Shu melupakan sesuatu?"


Sebelum Selir Shu memikirkannya, suara datar terdengar lagi. "Aku merupakan keturunan Nalan Mansion. Kakekku Nalan Wangli diangkat secara pribadi oleh Kaisar terdahulu sebagai Pangeran Dongqing, dan seluruh keturunannya statusnya sama terhormatnya dengan Pangeran dan Puteri Kekaisaran. Memiliki anugrah untuk tidak berlutut ataupun tunduk pada Keluarga Kekaisaran. Bahkan saat menghadap Yang Mulia Kaisar, aku tidak perlu berlutut. Oh! Apakah jangan-jangan status Selir Shu jauh lebih tinggi dari Yang Mulia Kaisar? lalu memintaku untuk berlutut?"


"Diam!" Ucap Selir Shu tanpa sadar.


"Apa aku salah bicara?" Jiang Xingyu menyusut ketakutan, bertanya dengan hati-hati seolah sedang mengalami ketidakadilan.


Melihat penampilan malu-malunya, kemarahan dihati Selir Shu semakin membara. Entah mengapa Ia merasa seperti sedang dipermainkan, tapi demi tujuannya Ia mencoba menahannya.

__ADS_1


Bertaruh apakah Gadis ini masih sangat bodoh atau tidak, ia mengeluarkan jurus andalannya. "Yu'er tidak salah bicara. Semuanya salah Bibi Shu yang melupakan hal itu. Apakah Yu'er menyalahkan Bibi Shu?"


Jiang Xingyu merasa ingin muntah. Hatinya tersenyum sinis tapi ia tidak keberatan menemani berakting. "Aku tidak akan menyalahkan Bibi Shu."


Selir Shu menghela nafas lega. "Gadis pintar. Duduklah, jangan hanya berdiri saja."


"Ya." Jiang Xingyu tidak menolak.


"Ngomong-ngomong kau baru saja menemui Yang Mulia. Kalau Bibi boleh tahu, apa yang kau katakan pada Yang Mulia?" tanya Selir Shu seolah bukan dirinya yang bersikap angkuh sebelumnya.


Jiang Xingyu berpura-pura terlihat bodoh. Semua yang Ia katakan pada Kaisar kembali Ia katakan pada Selir Shu.


Selir Shu terkejut sesaat dan diam-diam membenci seseorang yang sudah menyelamatkan Gadis pembawa sial ini.


Ekspresi Jiang Xingyu berubah kemudian kata-katanya berlanjut. "Bibi Shu, aku tahu cinta Saudara Yuhao bukan untukku, tapi untuk Nona Lin. Aku tidak ingin menjadi penjahat yang memisahkan sepasang kekasih yang saling mencintai. Oleh sebab itu tadi aku meminta pada Yang Mulia untuk membatalkan kontrak pernikahanku dan Saudara Yuhao. Tapi..."


"Tapi apa?" tanya Selir Shu tidak sabar.


"Tapi Yang Mulia berkata sejak Zaman Dahulu pernikahan selalu ditentukan oleh Tetua. Apalagi pernikahan ini ditentukan langsung oleh Mendiang Ibuku dan Bibi Shu. Juga sudah disahkan oleh Dekrit Kekaisaran. Bahkan jika Saudara Yuhao tidak bersedia, dia tidak bisa menentangnya. Jika bersikeras menentangnya, Yang Mulia berkata Hukuman Menentang Dekrit Kekaisaran yang akan menunggunya." Ucap Jiang Xingyu seolah tidak berdaya.


Selir Shu juga mengetahui selama Kaisar tidak menyetujuinya, tidak ada yang bisa membatalkan kontrak pernikahan tersebut. Namun ketika mendengarnya lagi, ia tidak bisa menahan perasaan ngeri.


Jika kontrak pernikahan tidak bisa dibatalkan, bukankah berarti Puteranya tidak bisa menikahi Nona Lin? Artinya Puteranya tidak bisa mendapatkan dukungan Lin Mansion?


Ia mencoba menahan semua emosinya. Namun ketika melihat wajah Jiang Xingyu lagi, ia merasa seperti akan kehilangan semua kesabarannya.


"Bibi Shu lelah, kau kembalilah dulu." Ucapnya sambil melambaikan tangannya.


"Kalau begitu aku undur diri." Jiang Xingyu berdiri, memberi salam lalu berbalik.


Tepat setelah berbalik berjalan keluar Aula, wajah cantiknya menunjukkan senyum bermandikan angin musim semi, seolah-olah suasana hatinya sangat baik.


Terkadang berkelahi menggunakan trik berpura-pura lemah memang jauh lebih efektif daripada berkelahi secara langsung.


Dan membuat mental lawan tidak berdaya jauh lebih menyenangkan dibandingkan menyakiti lawan secara fisik.


.


.


______Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2