
Nalan Wangyu mengerutkan keningnya. "Sepertinya yang terjadi di Istana lima tahun yang lalu tidak sederhana. Waktu itu Paman melihat kebencian dimata Pangeran Yin untuk Kaisar. Karena alasan inilah Paman memutuskan untuk menemuinya. Tapi karena identitas Paman saat ini, Paman tidak bisa bertindak leluasa."
"Paman ingin balas dendam?" tanya Jiang Xingyu.
Tiba-tiba Nalan Wangyu menghembuskan nafas kebencian yang kuat, dan berkata dengan senyum lebar. "Tentu saja! Keluarga Nalan sangat setia pada Kekaisaran, tapi akhirnya hancur karena sebuah konspirasi tak berdasar. Jika Kaisar menginginkan kekuatan militer, seharusnya Dia mengatakannya pada Kakekmu. Kakekmu pasti akan memberikannya. Sebaliknya Dia justru menggunakan cara yang licik untuk merebutnya."
Begitu banyak pasukan Keluarga Nalan yang terbunuh karena ambisi Kaisar. Jika tidak membalas dendam, bagaimana Ia bisa menghadapi mereka suatu saat nanti!
"Setelah Paman mengetahui Pangeran Yin memusuhi Kaisar, Paman mengambil resiko untuk menemuinya. Hanya saja Paman masih menunggu waktu yang tepat." Ucapnya penuh ketidakberdayaan.
"Paman, serahkan masalah ini padaku." Jiang Xingyu berkata dengan tegas.
"Yu'er, ini..." Batin Nalan Wangyu melonjak.
Mengetahui Pamannya khawatir, Ia menyela. "Paman, setelah Keluarga Nalan hancur, Ibuku meninggal dan aku menjadi bodoh. Untuk menyingkirkanku dari kontrak pernikahan, Pangeran Yuhao mendorongku dari Tebing curam Kuil Yun. Bahkan jika Paman tidak mengatakan padaku semua ini, aku sudah memutuskan untuk berurusan dengan Pangeran Yuhao, juga artinya aku akan melawan Kaisar. Cepat atau lambat kita akan saling berhadapan."
"Lagipula, apa menurut Paman aku bisa melarikan diri? kurasa Pangeran Yin akan segera menemuiku untuk bertanya tentang Paman." Kata Jiang Xingyu.
Nalan Wangyu diam. Keponakannya memang benar. Menghadapi Pangeran Yuhao berarti melawan Kaisar. Konfrontasi ini tidak bisa dihindari.
Selain itu, karena Pangeran Yin sudah melihatnya hari ini, Dia pasti akan segera menemui keponakannya untuk meminta penjelasan.
Setelah mencapai keputusan akhir, keduanya datang ke Rumah Kayu.
Dari kejauhan, mereka melihat Fang Xinxin sedang menunggu di Gerbang. Seperti seorang Istri yang menunggu Suaminya pulang.
"Xingyu, kau disini." Fang Xinxin bergegas menghampiri dengan penuh semangat. Melihat kearah Pria itu dan menyapa dengan hormat. "Paman Nalan,"
Nalan Wangyu mengangguk sebagai tanggapan.
Karena Pamannya berkata akan mengajarinya Beladiri secara pribadi, Jiang Xingyu pergi ke Halaman Samping sendiri setelah menyapa semuanya.
Dengan Pamannya disini, saat berlatih Ia tidak perlu khawatir akan diganggu oleh Roh Jahat yang memiliki niat buruk.
Sebelumnya Nalan Wangyu sering melatih Pasukan Militer, sudah terbiasa menggunakan keseriusan dan keganasannya. Oleh karena itu saat melatih Jiang Xingyu, Dia selalu lupa tengah melatih seorang Puteri, keponakan tersayangnya.
Ia selalu kesulitan mengontrol kekuatannya, membuat keponakannya sangat menderita.
Justru karena inilah Jiang Xingyu merasa lebih eksplosif, yang memungkinkannya membuat kemajuan pesat.
Di tengah-tengah, selalu ada dialog seperti ini;
"Yu'er, kau baik-baik saja?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Paman, lanjutkan."
"Tapi..."
"Aku masih bisa bertahan!"
"..."
"Yu'er, kau, kau baik-baik saja? atau mari kita berhenti berlatih?"
"Tidak!"
"Tapi Paman masih sulit mengendalikannya, itu akan menyakitimu."
"Hanya ketika harus menanggung rasa sakit, aku pasti bisa menjadi Master Beladiri yang sesungguhnya."
"..."
"Haha! Seperti yang diharapkan dari Keluarga Nalan, keras kepala dan kejam pada diri sendiri." Nalan Wangyu tidak bisa menahan tawa.
Yang mengejutkannya ternyata keponakannya seorang jenius Beladiri. Ia dengan jelas merasakan peningkatan kecepatannya. Keponakannya sangat cepat menguasai jurus-jurus yang Ia ajarkan.
Benar-benar seorang jenius!
Ia awalnya orang yang ambisius. Jika kau ingin berdiri teguh, kau harus mengandalkan dirimu sendiri dan membuat dirimu cukup kuat.
Setelah berlatih beberapa putaran lagi, Ia berhenti, menemui mereka sebentar lalu pergi.
Nalan Wangyu mengantar keponakannya pulang, namun kali ini Ia berubah menjadi Tubuh Roh. Karena bagi orang luar Ia sudah mati, jadi tidak seharusnya muncul dalam wujud manusia.
Di pertengahan jalan mereka di hadang oleh Pangeran Yuhao. Mereka juga tidak bermaksud untuk menghindarinya.
Melihat Pangeran Yuhao, nafas Nalan Wangyu berubah drastis. Pria ini adalah musuh yang hampir membunuh keponakannya. Untuk sesaat Ia sangat ingin menghajarnya.
Seluruh tubuh Pangeran Yuhao beraroma alkohol dan wajahnya terlihat suram. "Jiang Xingyu, kau seorang Wanita, apa yang kau lakukan di tengah malam?!" kemudian Ia menghampirinya.
Saat hendak mendekat, Jiang Xingyu tiba-tiba melangkah mundur. "Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu."
Pangeran Yuhao sangat marah dan ingin mengatakan bahwa Dia adalah Tunangannya, hanya saja Ia enggan mengatakannya.
Jiang Xingyu mengabaikannya dengan melangkah pergi melewatinya. Namun Pangeran Yuhao tidak berencana membiarkannya pergi, tanpa sadar Ia mengulurkan tangan untuk meraihnya.
Jiang Xingyu menyadari dan segera menghindar.
__ADS_1
"Kau..." Tindakannya tidak diragukan lagi merangsang kemarahan Pangeran Yuhao.
"Murong Yuhao, aku tidak memiliki waktu untuk berbicara omong kosong denganmu. Jika kau tidak enyah sekarang juga, aku akan menghajarmu!" Ucap Jiang Xingyu langsung memanggil nama lengkap.
Pangeran Yuhao tersenyum jijik. "Menghajarku?sayangnya kau tidak memiliki kemampuan itu."
Mata Jiang Xingyu sedikit menyipit, tatapan tajamnya membuat Pangeran Yuhao tertegun.
Ia tidak menyangka tatapan Gadis ini cukup menakutkan.
Melihatnya tertegun seperti orang bodoh, Jiang Xingyu mengayunkan Belatinya untuk menyadarkannya.
Gerakannya sangat cepat, karena tidak siap, Belati mengenai lengan kanan Pangeran Yuhao.
Seketika wajah Pangeran Yuhao berubah suram. "Jiang Xingyu, beraninya kau menyakitiku!"
"Keberanianmu jauh lebih besar dibandingkan keberanian kecilku. Kau menentang Dekret Kaisar, mendorongku dari Tebing demi membatalkan kontrak pernikahan." Jiang Xingyu memutuskan untuk membuka semuanya.
Pangeran Yuhao tidak takut mengenai masalah ini, sebaliknya berkata dengan wajah muram. "Memangnya kenapa? aku hanya tidak menyangka bahkan Tebing curam Kuil Yun masih tidak bisa membunuhmu."
Saat mendengarnya, Nalan Wangyu sangat marah hingga tanpa sadar mengeluarkan aura kebencian, serta memiliki dorongan untuk segera membunuhnya.
Pangeran Yuhao tiba-tiba merasakan hawa dingin yang membuat tubuhnya gemetar. Ia tidak memperdulikannya dan menganggapnya sebagai angin biasa.
"Ya! Aku bukan hanya tidak mati, tapi juga mendapat berkah tersembunyi. Oh benar, aku harus mengucapkan terima kasih padamu dan Lin Jiayin. Aku yang seperti sekarang karena upaya kalian berdua." Senyum provokasi merekah di bibir Jiang Xingyu.
Membuat Pangeran Yuhao geram. "Aku tidak bisa membunuhmu terakhir kali. Tapi bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu lagi!" Kemudian Ia menyerang menggunakan kekuatan besar.
Jiang Xingyu tidak menghindar, memegang Belati dengan erat, melepaskan aura jahatnya untuk menyambut serangan.
Nalan Wangyu tahu keponakannya ingin berurusan sendiri dengan Pangeran Yuhao, oleh karena itu Ia tidak berhak ikut campur. Lebih baik memperhatikan setiap gerakan mereka, jika keponakannya terancam, Ia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan.
Untungnya skill Jiang Xingyu sudah meningkat, meski masih sulit melukai Pangeran Yuhao, setidaknya tidak mudah bagi Pangeran Yuhao untuk melukainya.
Pangeran Yuhao terkejut. Awalnya Ia berpikir Gadis ini hanya memiliki kemampuan kucing berkaki tiga, tidak disangka ternyata Beladiri nya tidak lemah. Apalagi Dia jelas memiliki kekuatan internal.
Gadis ini, berapa banyak rahasia yang Ia tidak ketahui?
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1