-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
098 - Ternyata Bukan Senjata Biasa


__ADS_3

Disatu sisi Roh Jahat gembira karena telah bertemu harta karun, disisi lainnya juga sangat khawatir.


Karena sebenarnya Belati kecil tersebut bukanlah Senjata biasa, melainkan sebuah Artefak Ilahi Bernama Belati Naga. Sejak ditingkatkan oleh Klan Iblis ribuan tahun yang lalu, Belati Naga berubah drastis menyerap Qi Hitam dan menjadi ganas, namun Belati Naga masih bisa menghancurkan Roh-Roh Jahat yang tidak diinginkannya.


Oleh karena itu jika ingin menyerap Qi Hitam milik Belati Naga, terlebih dahulu harus menjinakkannya. Tapi menjinakkan Artefak Ilahi bukanlah suatu hal yang mudah.


Belum lagi Belati Naga sudah mengakui seorang Wanita sebagai Tuannya. Tidak peduli seberapa besar kekuatannya, Ia tidak akan bisa menjinakkannya.


Jadi sekarang satu-satunya cara adalah membunuh sang Wanita agar Belati Naga bebas tanpa kontrak. Tapi Belati Naga sangat ganas dan akan setia melindungi Tuannya, hal inilah yang membuatnya sangat khawatir.


Setelah beberapa waktu Roh Jahat tidak lagi terjerat dengan pikirannya dan memutuskan untuk melawan Belati Naga.


Walaupun Vitalitasnya rusak parah akibat serangan tadi, itu tidak membuatnya takut.


Pertama-tama Ia menyerang sang Wanita. Tujuannya agar nanti lebih mudah menyerang Belati Naga.


Jiang Xingyu tidak berani menganggap enteng pertempuran kali ini. Walaupun hanya Roh Jahat tingkat rendah yang Vitalitasnya telah rusak, tapi Qi Spiritualnya tidak bisa dianggap remeh.


Setidaknya tanpa Belati Naga, Ia akan terbunuh dalam hitungan detik. Segera ia menggunakan kekuatan Internal untuk mengendalikan Belati Naga kemudian membalas serangan.


Roh Jahat hanyalah Tubuh Spiritual dan tingkat kekebalannya jauh lebih tinggi dibandingkan Manusia. Oleh karena itu dalam menghadapi Qi Hitam Belati Naga, Roh Jahat tidak mudah terpengaruh dan tentunya tidak mudah terluka walaupun Vitalitasnya telah rusak.


Jadi kali ini Jiang Xingyu benar-benar bertemu Lawan. Kekuatan Internalnya juga dikonsumsi relatif cepat dan setelah selusin putaran serangan, kekuatannya berkurang secara drastis.


Roh Jahat mendekati lawan selangkah demi selangkah dan Jiang Xingyu mundur selangkah demi selangkah, karena mengendalikan Belati Naga di udara hanya cocok untuk pertempuran jarak jauh, bukan untuk jarak dekat.


Menggunakan semua kekuatan Internalnya, Jiang Xingyu memegang Belati Naga di tangan kanannya lalu menyerang dalam jarak dekat.


Pada saat yang sama disisi lain jalan dan dibawah Sinar Rembulan, terlihat dua sosok sedang berjalan santai, yang satu tinggi dan satunya pendek.


Terlihat sosok yang tinggi sedang menggantung tangan kirinya dibelakang punggungnya, sedangkan tangan kanannya terangkat seperti sedang memainkan sesuatu.


Sosok yang lebih pendek terlihat menggantung Pedang di punggungnya, membawa sekantong barang ditangan kirinya dan paha ayam ditangan kanannya, serta mulutnya yang tidak berhenti mengunyah.


"Paman Guru, kita akan pergi kemana?" suaranya terdengar tidak jelas karena sedang mengunyah.


Selain Ning Rui, siapa lagi yang memiliki suara seimut Balita?


Tentu saja Paman Guru yang dimaksud bukan yang lain selain Yuwen Junxiu.


Pria tampan Yuwen Junxiu masih mengenakan Jubah berwarna ungu, tapi kini berwarna kehitaman karena dipadukan dengan kegelapan malam.

__ADS_1


"Keluar dari Ibukota." Jawabnya sekilas.


"Apa yang akan kita lakukan diluar Ibukota?" Ning Rui bertanya curiga.


"Sesuatu telah terjadi." Kata Yuwen Junxiu tanpa berniat menjelaskannya.


"Oh!" Ning Rui tidak terus bertanya.


Begitu tiba dipertengahan jalan, langkah kaki Yuwen Junxiu tiba-tiba berhenti dan ekspresinya berubah suram.


"Tetap disini!" Hanya setelah meninggalkan dua kata, seluruh sosoknya berteleportasi kearah jalan sebelah kanan.


"Paman Guru..." Ning Rui tercengang dan secara refleks segera menyusul.


Segera! Yuwen Junxiu berhenti di sebuah Gang, tapi Qi Hitam yang dirasakannya telah menghilang.


Ekspresinya berubah suram. Ia merasakan Qi Hitam yang akrab dan menghilang lagi saat dicari.


Namun ketika pandangannya tertuju pada tubuh Wanita yang Vitalitasnya terserap habis, ia hanya mengerutkan keningnya.


"Paman Guru, apa yang..." Sebelum menyelesaikan pertanyaannya, pandangan Ning Rui tertuju pada mayat Wanita yang telah mengering, sontak ia bersembunyi dibelakang Paman Gurunya sambil berteriak bertanya. "Paman Guru, ini, a-apa yang terjadi?"


"Oh!" Ning Rui menganggukkan kepalanya.


Namun! Sebelum Yuwen Junxiu dan Ning Rui datang ketempat ini, bagaimana Jiang Xingyu menyelesaikan pertarungannya dengan Roh Jahat?


Ceritanya kembali saat pertempuran berlangsung!


Dibandingkan dengan Roh Jahat, kekuatan Jiang Xingyu memang relatif lemah. Walaupun Roh Jahat terluka oleh Belati Naga, ia hampir tidak memiliki kekuatan untuk melawan lagi.


Tepat ketika ia berpikir akan kalah, cahaya keemasan melesat dari kejauhan dan mengenai Roh Jahat secepat kilat.


Roh Jahat yang sedang bertarung sama sekali tidak siap. Walaupun telah merasakan bahaya mendekat, ia langsung diserang sebelum bereaksi.


Saat cahaya keemasan mengenainya, suara ledakan terdengar sangat menusuk. Pada saat yang sama semburan asap biru muncul dari dadanya disertai bau terbakar yang sangat busuk.


Roh Jahat sangat marah tapi juga merasa terancam.


Pertarungan dengan Wanita ini dan Belati Naga sudah cukup berat, sekarang seseorang tiba-tiba datang yang seketika membuat kondisinya jauh lebih buruk.


Oleh karena itu memilih pergi adalah jalan terbaik.

__ADS_1


Hanya saja bagaimana mungkin pihak lain membiarkannya pergi begitu saja?


Setelah serangan pertama, serangan kedua menyusul. Meskipun Roh Jahat sudah memasang pertahanan, tapi masih tidak bisa melarikan diri dari serangan kedua. Tepat setelah berbalik ingin melarikan diri, serangan mengenai punggungnya bersamaan suara ledakan dan bau terbakar.


Kali ini dengan cahaya keemasan yang sama, seseorang berpakaian biru tua turun dari udara dan mendarat tepat dihadapan Jiang Xingyu.


Jiang Xingyu terpaku memandangi apa yang terjadi pada Roh Jahat.


Tapi, apa sebenarnya cahaya keemasan tadi? mengapa sepertinya sangat kuat?


Sejujurnya ia tidak terkejut saat melihat cahaya keemasan yang pertama, karena ia tahu seseorang telah datang. Namun ia tidak menyangka ternyata yang datang adalah seorang Pendeta Tao.


Benar! Seseorang tersebut mengenakan Jubah Pendeta Tao berwarna biru tua, membawa Pedang Kayu dan tas kain di punggungnya. Serta memegang Kuas berwarna emas ditangan kanannya.


Kini Pendeta Tao mengangkat Kuas ke udara dan melambai dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Saat Pola Emas muncul di udara, walaupun Jiang Xingyu tidak dapat memahami Polanya, ia tahu bahwa itu merupakan sebuah Rune.


Hanya dalam dua atau tiga detik, Rune telah selesai digambar dan dengan jentikan Kuas melesat menyerang Roh Jahat.


Didetik yang sama Roh Jahat yang Vitalitasnya telah rusak parah, tidak sempat melarikan diri hingga akhirnya terkena serangan cahaya keemasan ketiga kalinya.


Bau terbakar dan busuk memenuhi seluruh udara, membuat Jiang Xingyu sakit kepala bahkan hampir muntah.


Pendeta Tao tidak menggambar Rune lagi. Sebagai gantinya, tanpa berbalik mengeluarkan Kendi dari tas kain di punggungnya dan memegangnya di udara. Mulut Kendi menghadap Roh Jahat, menggumamkan beberapa kata kemudian mendengus. "Tutup!"


Seketika Roh Jahat berubah menjadi Asap Hitam, tersedot kedalam Kendi dan terperangkap.


Melihat pemandangan ini membuat Jiang Xingyu berseru kekaguman bahkan hampir memuji.


Pendeta Tao menutup Kendi lalu memasukkannya kedalam tas kain sebelum berbalik melihat Gadis dibelakangnya.


Disaat yang sama ketika Jiang Xingyu melihat penampilan Pendeta Tao, ekspresi kekagumannya seketika sirna. Kini untuk pertama kalinya Ia memasang ekspresi malu serta ingin melarikan diri.


Mengapa?


Lanjutannya di next chapter ya!!! Harap bersabar semuanya..


.


.


______Happy Reading____

__ADS_1


__ADS_2