
Segera setelah Jiang Xingyu memasuki Ruangan, mata semua orang tertuju padanya, menampakkan rasa ingin tahu serta antisipasi.
Mengira karena mimisannya, Jiang Xingyu pun merasa malu. Sambil menundukkan kepalanya Ia dan Puteri Yanning berjalan ke tempat duduk mereka sebelumnya.
Puteri Yanning duduk di sebelah Pangeran Yin, Ia duduk di kursi kosong di samping Puteri Yanning, sedangkan di samping kirinya ada Ning Rui.
"Apa hidungmu tidak apa-apa?" Pangeran Yin bertanya secara prihatin.
"Tidak apa-apa." Jiang Xingyu menanggapi dengan malu.
Namun saat melihat wajah tampannya lagi, Ia hampir tersesat lagi.
Faktanya semua Pria di Ruangan ini adalah Pria tampan. Ketampanan Yuwen Junxiu istimewa yang setara dengan Pangeran Yin, namun wajah dingin Yuwen Junxiu terlihat seperti seseorang berhutang padanya, sangat tidak menyenangkan dipandang!
Sedangkan meskipun Pangeran Yin memiliki aura luar biasa yang tidak bisa digapai oleh siapapun, Dia tidak menolak saat ada yang menatapnya dengan mata tergila-gila.
Selain itu mata bunga persik Pangeran Yin selalu bersinar dan sudut bibirnya selalu berupa senyum jahat yang menawan, jauh lebih menyenangkan dipandang daripada wajah es batu itu.
"Hei Nona, mengapa kau selalu menatap Tuan Yin?" tanya Ning Rui penasaran.
"Karena Dia sangat tampan." Jawab Jiang Xingyu tanpa ada makna yang tersirat.
Ketika Yuwen Junxiu mendengarnya, wajahnya menjadi gelap dan ledakan amarah tiba-tiba muncul di hatinya. Hanya saja tidak tahu apakah Ia marah karena mengingat pelecehan sebelumnya, atau karena hal lain?
"Huh! Seorang Wanita gila!" Ungkapnya penuh sindiran.
Jiang Xingyu tidak marah. Sebaliknya membalas dengan meyakinkan. "Semua orang berhak mengagumi kecantikan ataupun ketampanan. Tidak ada yang salah bersikap sepertiku."
"Benarkah? lalu apakah kau harus memeluknya agar sikapmu lebih dibenarkan?" tanya Yuwen Junxiu secara retoris.
"Kau..." Jiang Xingyu sangat marah. Bukankah Ia hanya memeluknya sekali? itupun ada alasannya! Mengapa Dia harus begitu pendendam?
"Saat Nona Jiang memeluk Paman Guru malam itu, apakah juga termasuk sikap yang dibenarkan?" tanya Ning Rui yang terlihat kebingungan.
"Puft!..."
Feng Yuqie sedang minum teh dan saat mendengarnya, Ia sangat terkejut hingga hampir menyemprotkan semua teh di mulutnya.
Yang lainnya tidak lebih baik, tapi untung saja mereka tidak sedang meminum apapun.
Hal tentang pelukan tidak mengejutkan mereka, yang mengejutkan adalah setelah Jiang Xingyu memeluk Yuwen Junxiu, Dia masih aman dan sehat!
Bukankan sangat aneh?
__ADS_1
Lebih anehnya lagi Yuwen Junxiu tidak menghentikan ucapan Ning Rui, sebaliknya sikapnya yang diam saja seakan-akan membuktikan bahwa ucapan tersebut memang benar.
Hanya saja...
Puteri Yanning takut Pamannya akan marah, lantas dengan polosnya Ia menjelaskan. "Paman, jangan salah paham, Xingyu kebetulan bertemu musuhnya malam itu, Dia bergegas memeluk Tuan Yuwen guna sebagai perisai."
Sebenarnya tidak masalah jika tidak dijelaskan, dan sekarang...
Hah? benarkah?...
Pangeran Yin tidak bisa bereaksi sedikitpun, Feng Yuqie dan Chen Ziyue juga sama.
Jiang Xingyu menggunakan Yuwen Junxiu sebagai perisai? dengan psikopat kebersihannya, bagaimana Dia bisa membiarkannya?
Amarah Yuwen Junxiu naik lagi. Awalnya kejadian malam itu telah merusak harga dirinya. Tidak disangka Jiang Xingyu memberitahu Puteri Yanning dan bahkan sekarang Puteri Yanning mengatakannya didepan semua orang.
Merasakan tatapan mematikan tertuju padanya, Jiang Xingyu tidak berdaya dan ingin rasanya menangis.
Tidak punya pilihan lain, Ia pun mengatakan. "Benar! Malam itu aku hanya menggunakanmu sebagai perisai. Aku benar-benar tidak sengaja."
Dan ucapannya tidak diragukan lagi telah menambah bahan bakar dalam kemarahan Yuwen Junxiu. Namun Jiang Xingyu belum menyadarinya dan bahkan berkata pada Ning Rui. "Hei Bocah, jangan mengacau jika kau tidak mengerti."
"Siapa yang kau panggil bocah?! Aku sudah berusia 12 tahun! Bukan bocah lagi!" Ning Rui membalas penuh emosi.
"Ckckck! Masih 12 tahun tapi sudah bersikap seakan mengerti hal tentang orang dewasa." Jiang Xingyu mencibir.
"Ucapan seperti inipun dianggap tidak tahu malu? Cih! Kau belum melihat tindakan tidak tahu malu yang sesungguhnya!" Kata Jiang Xingyu disertai ekspresi jijik.
"Kau..." Pada akhirnya Ning Rui masih terlalu muda dan tidak tahu bagaimana bertikai lisan.
"Oh! Seperti apa tindakan tidak tahu malu bagimu?" Pangeran Yin bertanya ingin tahu.
"Emm..." Jiang Xingyu berpikir sejenak lalu berkata. "Seperti aku menganiaya..." Tiba-tiba ucapannya disela.
"Wanita, sudah cukup!" Yuwen Junxiu tidak tahan lagi. Aura kemarahannya meledak hingga membuat orang-orang disekitarnya terengah-engah.
Tentu saja kecuali Pangeran Yin.
Kemarahannya membuat semua orang curiga. Mungkinkah sebelumnya Dia dianiaya oleh Nona Jiang?
"Huh! Sangat pendendam!" Jiang Xingyu bergumam disertai nafas terengah-engah.
Walaupun hanya gumaman, semua orang mendengarnya dengan jelas.
__ADS_1
"Kau..." Yuwen Junxiu menghela nafas berat.
"Ayo hentikan sampai disini. Makanan sudah datang. Mari mulai makan dan jangan berdebat seperti musuh bebuyutan." Pangeran Yin menengahi saat mendengar langkah kaki diluar.
Benar saja! Setelah itu terdengar suara ketukan pintu diluar. Yuwen Junxiu mendengus dingin disertai sikap mengabaikan.
Setelah makanan lezat disajikan, semua orang berpikir bisa menikmatinya dengan tenang, namun nyatanya...
Saat Jiang Xingyu menjepit sepotong daging, pada saat bersamaan sepasang sumpit jatuh diatas potongan daging yang sama.
Dan pemilik sumpit tersebut bukan orang lain selain Yuwen Junxiu.
Melihat dua pasang sumpit diatas daging yang sama, mereka yang sedang makan merasa bahwa api perang akan segera pecah.
Jika itu sumpit milik orang lain, Jiang Xingyu tentu akan melepaskannya. Tetapi karena milik Pria es batu itu, Ia tidak akan melepaskannya begitu saja. Oleh karena itu Ia menekan sumpit miliknya dan mencoba merebut potongan daging.
Disaat yang sama Yuwen Junxiu tidak menyerah. Sumpit miliknya menggunakan kekuatan internal hingga membuat lawan tidak bisa merebut.
Meskipun kekuatan internal Jiang Xingyu telah meningkat pesat, Ia masih kalah telak dihadapan seorang Master super seperti Yuwen Junxiu.
Sebagai hasilnya Ia menyaksikan potongan daging direbut darinya dan lawan memakannya sambil menunjukkan wajah provokasi. Seakan memamerkan produk kemenangan.
Tentu saja dimata semua orang, tindakan Yuwen Junxiu sama naifnya dengan anak kecil dan itu tidak sesuai dengan identitas dan kepribadiannya.
Pertarungan makanan berhenti sementara. Jiang Xingyu mengambil sepotong daging ikan lalu menaruhnya di mangkok Pangeran Yin. "Pangeran, makan ikan sangat membantu dalam menutrisi tubuh. Walaupun tubuh Anda sangat kuat, tetap perlu nutrisi yang baik kan?"
Saat melihatnya, mereka yang lain menatap Pangeran Yin dengan hati-hati.
Tapi berbeda dengan Yuwen Junxiu, saat melihat sepotong daging ikan ditempatkan di mangkok Pangeran Yin, kemarahan terjebak di dalam hatinya seolah daging ikan itu telah menyinggung perasaannya.
Ekspresi Pangeran Yin berubah buruk, bukan karena Ia tidak menyukai saat Jiang Xingyu memilih makanan untuknya, hanya saja Ia tidak menyukai makanan yang dipilihnya.
Ikan adalah jenis makanan yang paling Ia tidak suka. Karena Ia memiliki bayangan buruk terhadap Ikan.
Mereka yang hadir saat ini, hanya Jiang Xingyu dan Ning Rui yang tidak mengetahuinya.
"Xingyu, Pamanku tidak makan Ikan." Puteri Yanning buru-buru mengingatkan dan berharap Jiang Xingyu segera mengambil kembali daging ikan tersebut.
"Ah!" Jiang Xingyu sedikit tertegun lalu dengan malu-malu berkata. "Maaf Pangeran, aku tidak mengetahuinya."
Secara bersamaan Ia mengulurkan tangannya untuk mengambil kembali daging ikan itu, tapi...
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____