
Tiba di Rumah, Wei Guang bertanya. "Bagaimana latihanmu menggambar simbol jimat?"
"Aku bisa menggambar dalam tiga tarikan nafas. Tapi aku belum pernah menggambar di udara menggunakan Kuas Emas. Tidak tahu apakah aku bisa." Kata Jiang Xingyu.
Wei Guang terkejut sekaligus bangga pada dirinya sendiri karena memiliki murid yang begitu jenius. Tidak sabar mengetahui hasilnya, ia berkata. "Kalau begitu cobalah. Kau akan tahu bisa atau tidak setelah mencoba."
Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya. "Baiklah."
Setelah itu Wei Guang meletakkan dua pot anggur dan dua kati daging panggang di atas meja batu, lalu duduk menatap muridnya sambil mendesak. "Cepat, cepatlah."
Kemudian Jiang Xingyu menggerakkan pikirannya dan memegang Kuas Emas di tangan kanannya.
"Fokuskan pikiranmu terlebih dahulu sebelum menggambar." Wei Guang memberi instruksi.
Jiang Xingyu melakukan sesuai instruksi Gurunya. Kuas Emas sudah menyatu dengan pikiran dan jiwanya, sehingga mudah baginya untuk mengendalikan. Di udara, kemanapun ujung kuas bergerak, ada cahaya keemasan yang hanya bertahan sebentar lalu menghilang.
Artinya adalah gagal!
Wei Guang tidak kecewa dan sebaliknya sangat bersemangat. "Hahaha! Bagus sekali. Pertama kali menggambar simbol jimat di udara, sudah bertahan walaupun hanya sebentar. Setidaknya kau jauh lebih baik dari saat pertama kali Guru mencoba."
Jiang Xingyu tidak berkecil hati karena kegagalannya, juga tidak merasa bangga atas pujian Gurunya. Sikapnya tetap tenang seperti biasanya.
"Jangan khawatir, kau pasti bisa melakukannya! Bagaimana dengan latihan beladirimu?" Wei Guang bertanya lagi.
"Lebih baik Guru mengujiku secara langsung." Ucap Jiang Xingyu.
"Baiklah. Sekalian Guru akan menemanimu berlatih." Wei Guang setuju.
Kemudian keduanya menuju ke halaman samping.
Jiang Xingyu tidak mengurangi kekuatannya. Bahkan meskipun mencoba yang terbaik, ia tidak akan menjadi lawan yang sepadan dengan Gurunya. Hanya ketika ia mengeluarkan kekuatan penuhnya, Gurunya bisa mengetahui kekurangan dalam serangannya dan memberi instruksi untuk latihannya.
Dan meskipun Wei Guang tahu bahwa muridnya merupakan seorang jenius. Ia masih sangat terkejut setelah bertarung secara langsung. Kecepatan kemajuan muridnya berada diluar imajinasinya! Hanya dalam waktu satu bulan, muridnya berubah dari yang awam tentang beladiri, menjadi Master Beladiri kelas tiga. Bahkan jika Master Beladiri yang sama bertarung dengan muridnya, ia yakin muridnya akan menang hanya dalam beberapa serangan.
__ADS_1
Dengan kemampuan Wei Guang, sangat mudah baginya untuk menemukan kekurangan dalam setiap serangan muridnya. Namun ia tidak berencana untuk berhenti, melainkan ingin melihat berapa lama muridnya bisa bertahan bertarung dengannya. Untungnya kekuatan fisik muridnya tidak buruk, dan kemampuan bertahannya jauh lebih lama dari yang dibayangkannya.
Ia tidak menghabiskan kekuatan fisik muridnya. Ia berinisiatif berhenti bertarung sebelum kekuatan fisik muridnya habis.
"Hahaha! Hahaha!" Wei Guang tertawa seperti orang gila.
Jiang Xingyu menghabiskan terlalu banyak kekuatan fisik, oleh karena itu ia duduk bermeditasi guna menstabilkan pernafasannya. Mendengar tawa Gurunya, entah mengapa ia merasa seperti ada sekumpulan burung gagak terbang di atas kepalanya.
"Guru, setelah tertawa begitu lama, apa kau tidak merasa wajahmu kram?" ucap Jiang Xingyu setelah selesai bermeditasi.
"Kau gadis bau, beraninya kau mengolok-olok Guru." Wei Guang malu dan marah. Kemudian berbalik dan masuk kedalam Rumah.
Jiang Xingyu tidak merasa Gurunya sedang marah, jadi ia tidak mengikuti masuk kedalam Rumah dan memilih menunggu di halaman. Benar saja! Gurunya keluar lagi tapi kali ini membawa tas kain berukuran lumayan besar. Selain itu terlihat sangat berat, membuatnya tanpa sadar menebak bahwa isinya pasti berbagai perhiasan serta koin emas dan perak.
Wei Guang melemparkan tas tersebut pada muridnya. "Ambillah. Barang-barang ini tidak berguna untuk Guru."
Jiang Xingyu tanpa sadar menangkapnya dengan kedua tangan. Sungguh berat yang berada diluar imajinasinya. "Apa ini? sangat berat!"
Tanpa menunggu jawaban, Jiang Xingyu berjalan ke arah meja batu lalu meletakkan tas kain di atas meja, kemudian membukanya. Melihat isi di dalamnya, ia benar-benar terkejut. Sesuai tebakannya yakni berbagai perhiasan kelas atas serta koin emas dan perak!
"Tuan, apakah pemburu hantu begitu populer?" mata Jiang Xingyu berbinar, seolah bisa merasakan kekayaan tak terbatas sedang menunggunya.
"Kau terlalu banyak berpikir. Hanya sedikit orang di Dunia ini yang percaya pada keberadaan hantu. Jadi pemburu hantu adalah profesi yang sangat tidak populer." Ucap Wei Guang.
Seketika membuat Jiang Xingyu merasa seperti disiram oleh sebaskom air dingin. "Lalu barang-barang ini..."
"Guru telah melakukan perjalanan menjelajahi Dunia ini selama bertahun-tahun. Orang-orang yang Guru temui ada berbagai macam. Sama seperti barang-barang ini yang Guru kumpulkan dari berbagai macam situasi. Ini hanya sebagian, sebagian lainnya Guru bagikan pada orang-orang miskin." Wei Guang menjelaskan.
"Oh." Jiang Xingyu tidak ragu. "Guru, kau memberikan semuanya padaku. Lalu bagaimana denganmu?" tanyanya yang khawatir akan hal ini.
"Jangan khawatir, Guru tidak kekurangan uang untuk biaya hidup. Nah, sekarang simpanlah barang-barang ini di ruang dimensimu. Jangan sampai terlihat oleh orang yang berhati jahat, agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan." Wei Guang mengingatkan.
Dan ketika mendengar ini, ekspresi Jiang Xingyu berubah. Tapi ia tidak terkejut, karena bagaimanapun cincin ruang dimensinya awalnya diingatkan oleh Gurunya.
__ADS_1
"Guru, di Dunia ini apakah ada orang lain sepertimu yang bisa melihat rahasiaku?" Jiang Xingyu bertanya.
"Guru tidak yakin tentang hal ini. Guru bisa melihat kemalangan dan berkah setiap orang melalui wajah mereka. Walaupun Guru memiliki kemampuan ini, di atas langit masih ada langit, pasti ada orang yang memiliki kemampuan yang sama. Tapi kau tidak perlu khawatir, orang yang memiliki kemampuan ini sangat langka keberadaannya dan mungkin kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka. Selama kau memiliki kemampuan yang tinggi, kau tidak perlu takut saat menghadapi orang-orang yang mengetahui rahasiamu." Wei Guang berterus terang.
"Baiklah. Sekarang kau kembali dulu. Guru sangat mengantuk dan akan tidur siang. Kembalilah dimalam hari, Guru akan mentransmisikan kekuatan internal padamu." Selesai berkata, Wei Guang menguap, mengabaikan muridnya lalu berjalan masuk ke dalam Rumah.
"..." Jiang ingin mengatakan sesuatu, tapi mengurungkannya. Kemudian memasukkan tas kain ke dalam ruang dimensinya lalu pergi.
Rumah Gurunya berada di arah yang sama dengan Rumah Kayu. Karena melewati pinggiran Kota, ia langsung terbang menuju Rumah Kayu.
-Kediaman Pangeran Yuxuan-
Pangeran Yuxuan duduk di meja dan mendengarkan laporan dari bawahannya. Ekspresinya tidak menunjukkan banyak reaksi, tapi sorot matanya yang gelap mengungkapkan ketidaksenangannya.
Gagal? Jelas keberadaan mata-matanya telah ditemukan!
Pangeran Yuxuan tidak berpikir orang yang menemukan mata-matanya adalah Jiang Xingyu, melainkan seseorang yang disebut sebagai Gurunya. Bukannya ia meremehkan kemampuan Jiang Xingyu, tapi keberadaan Gurunya yang tidak bisa diabaikan.
Sejak mengetahui bahwa Jiang Xingyu jatuh dari tebing dan tidak mati, semua orang tahu bahwa dia diselamatkan oleh seorang ahli. Jadi sekarang Pangeran Yuxuan menganggap bahwa Gurunya tersebut adalah ahli yang menyelamatkan Jiang Xingyu.
Seberapa tinggi kemampuan orang ini sehingga bisa menyelamatkan Jiang Xingyu dari tebing belakang Kuil Yun yang dikenal sebagai tebing kematian.
Untuk sesaat Pangeran Yuxuan ragu-ragu, apakah harus membunuh Jiang Xingyu atau tidak? jika ia membunuh Jiang Xingyu dan Gurunya membalas, ia takut konsekuensinya akan membuatnya menderita kerugian besar.
"Hentikan dulu." Pangeran Yuxuan memutuskan menyerah untuk sementara waktu. Lagipula masih ada Pangeran Yuhao yang pastinya tidak akan menyerah untuk membunuh Jiang Xingyu.
Sedangkan meskipun Pangeran Yuhao tidak memerintahkan bawahannya untuk memata-matai Jiang Xingyu, ia tetap memerintahkan bawahannya untuk memperhatikan semua berita tentang Jiang Xingyu. Oleh karena itu apa yang terjadi di Restoran Chilan segera dilaporkan padanya.
Ketika Pangeran Yuhao mengetahui bahwa Jiang Xingyu memiliki Guru, ia terkejut dan menganggap bahwa Guru inilah yang menyelamatkan Jiang Xingyu saat jatuh dari tebing belakang di Kuil Yun.
Meskipun demikian, Pangeran Yuhao tidak menyerah untuk membunuh Jiang Xingyu. Karena jika Jiang Xingyu tidak dibunuh, maka ia yang akan dibunuh.
.
__ADS_1
.
-----Happy Reading-----