-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
084 - Menanggung Sendiri Konsekuensinya


__ADS_3

Jiang Linxin tidak tahu tentang penyakit cacar, tentunya ia sangat terkejut ketika melihat ruam diwajah Miaojie yang menurutnya cukup mengerikan.


Yang ia tahu Miaojie adalah salah satu dari dua Pelayan yang dijemput Ibunya dari Kediaman Mo.


Sedangkan apa tujuannya, walaupun Ibunya tidak memberitahunya, bagaimana mungkin otak pintarnya tidak mengetahuinya?


"Dokter, tolong periksa dia," ucapnya.


"Ya, Nona Kedua." Jawab Dokter tidak menolak.


Meskipun cacar dianggap sebagai penyakit aneh oleh para Dokter karena termasuk penyakit menular, namun penyakit ini tidak mudah menular pada orang-orang yang memiliki ketahanan fisik yang kuat.


Para Dokter secara alami mengetahui bagaimana caranya mengolah tubuhnya, sehingga daya tahannya tidak sebanding dengan orang biasa. Jadi Dokter tidak takut pada penyakit sejenis ini.


Dokter memeriksa denyut nadi Miaojie dan alisnya yang mengerut perlahan-lahan mengendur. "Ruam yang dialami Gadis ini bukan cacar. Memang terasa sangat gatal, tapi tidak menular dan tidak mengancam nyawanya. Hanya saja ruam diseluruh tubuh Gadis ini tidak bisa dihilangkan."


Beberapa orang yang sudah mengetahuinya tidak merasa terkejut dan bereaksi biasa saja. Sedangkan mereka yang tidak tahu, setelah mendengar Dokter mengatakan tidak menular, mereka menghela nafas lega.


Namun ketika mendengar ruam diseluruh tubuh Miaojie tidak bisa dihilangkan, tidak satupun dari mereka yang menunjukkan rasa simpati.


Ya! Itu karena Miaojie lah yang menyebabkan masalah untuk dirinya sendiri, dengan berniat meracuni satu-satunya Keturunan sah di Kediaman ini. Tentunya dia sendiri yang harus menanggung konsekuensinya.


Sekalipun bersimpati mereka tidak berani menunjukannya, ya karena Nona Sulung ada disini, seorang Wanita cantik yang tidak mudah diprovokasi.


"Tidak! Ini tidak mungkin! Aku tidak ingin seperti ini! Aku tidak ingin..." Miaojie berteriak lepas kendali setelah mendengar hasil diagnosa Dokter.


Hal terpenting bagi seorang Wanita di Zaman Kuno adalah penampilan, terutama wajah. Jika penampilan wajah sudah rusak, Wanita akan berubah seperti telah kehilangan jiwanya.


Jadi ruam yang tidak bisa disembuhkan adalah pukulan terbesar untuk Miaojie.


"Dokter, tolong, tolong obati aku, aku tidak ingin seperti ini..." Miaojie segera meraih Kotak Obat Dokter, berlutut dan memohon dengan getir.


"Gadis, apa yang kau lakukan? cepat bangunlah. Jika saya bisa mengobatimu, saya pasti akan melakukannya tanpa kau minta. Hanya saja saya tidak memiliki obat untuk mengobati ruam jenis ini." Dokter juga tidak berdaya.


"Miaojie, apa yang kau lakukan? cepat lepaskan Dokter!" Jiang Linxin memarahi ketidaksopanan Miaojie.

__ADS_1


"Tidak! Jika Dokter pergi, tidak ada yang akan mengobatiku..." Miaojie enggan melepaskan. Walaupun Dokter telah mengatakan tidak bisa mengobatinya, ia tetap bersikeras menahannya. Mungkin saja masih ada harapan.


"Bibi Rong, tarik Miaojie menjauh dari Dokter." Baru saat inilah Jiang Xingyu mengeluarkan suara malasnya.


"Ya." Jawab Bibi Rong, segera pergi dan menarik Miaojie dalam satu gerakan, menyebabkan semua orang berseru takjub.


"Tidak! Lepaskan aku, cepat lepaskan aku..." Miaojie terus menangis dan berjuang. Namun ia sudah berada ditangan Bibi Rong, tidak bisa melepaskan diri seberapa keras ia berjuang.


Setelah terlepas Dokter segera pergi dipimpin oleh Pelayan Yuzui.


Jiang Xingyu berjalan kehadapan Miaojie, memandangnya dengan mata merendahkan dan mencibir. "Tidak? mengapa kau tidak berpikir seperti apa konsekuensinya jika meracuniku? Bibi Rong, bawa dia ke Gubuk Kayu dan kunci dengan pengunci besi. Tunggu sampai Ayah kembali untuk mengadilinya."


"Ya, Nona." Bibi Rong menerima perintah dan segera menyeret Miaojie pergi.


Jiang Linxin tahu bahwa Jiang Xingyu tidak akan membiarkan masalah ini berakhir begitu saja.


Melihat Miaojie diseret pergi, terlintas kilatan kejam dimatanya.


Walaupun hanya sekilas, tentu tidak terlepas dari mata tajam Jiang Xingyu.


"Karena Selir Mo terluka dan membutuhkan istirahat selama jangka waktu tertentu, maka biarkan Selir Jing mengelola urusan Rumah Tangga untuk sementara waktu." Kata Jiang Xingyu dengan santai.


Mendengar ini tentunya Selir Jing terpana. Kejutan datang begitu tiba-tiba sehingga ia tidak bisa segera bereaksi.


Namun tanpa menunggu reaksinya, satu kata "Tidak!" keluar dari bibir Selir Mo.


Sejak awal Selir Mo tidak pingsan, hanya merasa pusing dan lemas, jadi ia mendengar semua suara disekitarnya. Ketika ia mendengar Jiang Xingyu mengatakan bahwa urusan Rumah Tangga diserahkan pada Selir Jing untuk sementara waktu, ia secara refleks langsung sadar.


Walaupun suaranya tidak keras, sudah cukup bagi semua orang untuk mendengarnya dengan jelas.


"Tidak? apakah Selir Mo berpikir masih mampu mengelola urusan Rumah Tangga dalam keadaanmu yang seperti ini?" Jiang Xingyu secara alami mengetahui Selir Mo tidak akan setuju dengan mudah, tapi bukan berarti Selir Mo bisa menghentikan apa yang ingin ia lakukan.


"Kakak, sekarang Ibu Selirku terluka. Biarkan aku membawanya untuk istirahat dulu. Sedangkan untuk masalah ini, kita tunggu sampai Ayah kembali, bagaimana?" Jiang Linxin menggertakkan gigi, tentu ia tidak rela jika urusan Rumah Tangga diserahkan pada Selir Jing, walaupun hanya sesaat.


Apalagi sebelumnya Puterinya yakni Jiang Qianxi, disukai dan dianggap Adik oleh Puteri Yanning. Artinya Selir Jing tidak hanya didukung oleh Jiang Xingyu, namun secara tidak langsung juga didukung oleh Puteri Yanning.

__ADS_1


Selain itu Kakak Laki-Laki Selir Jing sedang berada di puncak karirnya, sehingga mungkin posisi Nyonya benar-benar akan jatuh pada Selir Jing.


Jika demikian, bagaimana mungkin ia akan rela?


"Baiklah! Tunggu sampai Ayah kembali dan kita akan membahasnya lagi. Lagipula satu jam lagi Ayah akan kembali." Tentu saja Jiang Xingyu mengetahui pikiran Jiang Linxin.


Ia berkata seperti ini bukan untuk menyetujui sarannya, baginya memberi mereka harapan lalu menghancurkannya lagi adalah sesuatu yang menarik.


Setelah itu ia menatap Selir Jing dengan mata lega. Bagaimanapun ia baru saja mengusulkan untuk membiarkan Selir Jing mengelola urusan Rumah Tangga selama beberapa waktu tertentu. Sekarang harus ditunda dan menunggu hingga Ayahnya kembali, hal ini pasti akan membuat Selir Jing tidak nyaman. Jadi ia menatapnya seakan menyiratkan 'Yakinlah!'


Benar! Kebahagiaan yang dirasakan Selir Jing memang langsung memudar dan digantikan dengan kekecewaan, karena ia merasa Tuan sangat melindungi Selir Mo. Selama Selir Mo menolak, Tuan pasti tidak akan setuju menyerahkan urusan Rumah Tangga padanya.


Namun ketika Nona Sulung memberikan pandangan lega padanya, kekecewaan yang baru saja ia rasakan seketika menghilang, sebaliknya digantikan oleh ketenangan pikiran.


Mendengar persetujuan Jiang Xingyu, Jiang Linxin menghela nafas lega kemudian membawa Ibunya kembali ke Halaman Timur.


Sedangkan walaupun Miaojie melakukan kesalahan fatal, Miaozhu dan Bibi Lan tidak terlibat, jadi keduanya kembali ke Paviliun Weiyang bersama Jiang Xingyu, kembali melakukan tugasnya masing-masing.


Guru Li juga mendengar apa yang terjadi, ia hanya menghindarinya tanpa rasa penasaran seperti yang lain.


-Halaman Selatan, Paviliun Yuxiang-


"Selir, apakah menurutmu Nona Sulung mampu atau tidak meyakinkan Tuan untuk menyerahkan urusan Rumah Tangga padamu? atau apakah tetap seperti biasanya, Tuan selalu membela Selir Mo?" Bibi Lu bertanya dengan segudang kekhawatiran yang dirasakannya.


Bibi Lu tidak melihat tatapan lega yang diberikan Jiang Xingyu pada Selir Jing, jadi ia merasa tidak yakin akan hal ini.


"Kau belum melihat kemampuan Nona Sulung, sebelumnya Tuan tidak bisa bertahan saat melawannya. Jangan khawatir, jika Nona Sulung sudah memutuskan, jangankan hanya sementara, dia pasti mampu membuat Selir Mo kehilangan seluruh haknya atas urusan Rumah Tangga." Tidak seperti kekhawatiran Bibi Lu, Selir Jing justru sangat santai.


"Jika begitu berarti kita hanya perlu menunggu? berhasil atau tidak tergantung pada Nona Sulung." Kata Bibi Lu. Saat Nyonyanya benar-benar mendapatkan hak urusan Rumah Tangga, itu artinya pertarungan internal yang sebenarnya akan dimulai. Disatu sisi ia bahagia untuk Nyonyanya, disisi lainnya ia juga khawatir.


"Ya." Selir Jing tersenyum meski tau Bibi Lu sedang mengkhawatirkannya.


.


.

__ADS_1


______Happy Reading_____


__ADS_2