-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
079 - Kemarahan Yang Tak Tertahankan!


__ADS_3

Berbicara tentang kejadian tadi malam, wajah Yuwen Junxiu berubah gelap dan mata dinginnya memandang Jiang Xingyu.


Wanita ini memeluknya ditempat umum dan menggunakannya sebagai perisai, benar-benar membuatnya sangat marah.


Namun tidak ada yang tahu apakah marah karena dipeluk oleh Jiang Xingyu, atau marah karena digunakan sebagai perisai.


Sedangkan Jiang Xingyu, walaupun juga sangat marah, tapi dibawah tatapan dingin pihak lain, pada akhirnya ia mengalah, menundukkan kepalanya dan makan.


Melihat ini, Yuwen Junxiu merasa tertekan. "Wanita ini, beraninya mengabaikanku!"


Ia tetap menatap Jiang Xingyu, tapi bibirnya berbicara dengan yang lain. "Ning Rui, kau salah. Bukan Paman Guru yang memeluknya tadi malam, tapi dia yang lebih dulu memeluk Paman Guru."


"Lalu mengapa Anda tidak menendangnya?" Puteri Yanning tidak bisa menahan rasa penasarannya. Bukankah Dewa Jahat tidak suka didekati Wanita? lalu mengapa membiarkan Wanita memeluknya?


"Uhuk-uhuk..." Lagi-lagi Jiang Xingyu tersedak. "Mengapa aku harus ditendang?"


"Karena dia mengancamku. Jika aku mengusirnya dari pelukanku, dia mengancam akan membuka pakaiannya dan..." Jawaban Yuwen Junxiu sangat tenang, tanpa kemarahan dan tanpa rasa bersalah.


Namun Jiang Xingyu tidak tahan lagi. Saat Yuwen Junxiu hendak melanjutkan kata-katanya, membuat Ning Rui dan Puteri Yanning mendengarkan tanpa berkedip, tiba-tiba suara 'BRAK! membuat mereka terkejut.


Mereka memandang Jiang Xingyu yang kini telapak tangannya berada diatas meja, tiba-tiba bangkit disertai tatapan penuh amarah, memandang Yuwen Junxiu dan berkata disertai nada meninggi. "Kapan aku mengancammu dengan ingin melepaskan pakaianku? kau seorang Pria dewasa, tidakkah kau malu mengatakan kalimat kebohongan seperti ini? lagipula jelas kau yang mengeratkan pelukanmu padaku dan tidak ingin melepaskanku. Ya benar! Penampilanmu memang menarik perhatianku, dan walaupun aku memiliki pikiran terbuka, namun tubuhku sangat murni!"


Amarahnya meledak, tapi ia menyesalinya ketika kata-katanya selesai.


Ia memarahi dirinya sendiri karena telah bersikap impulsif.


Dengan mengatakan ini, bukankah berarti ia mengekspos dirinya sendiri?


Ning Rui dan Puteri Yanning sama-sama tercengang, membuka mulut seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tapi pada akhirnya tidak bisa mengatakannya.


Awalnya Yuwen Junxiu tidak keberatan ketika Jiang Xingyu mengakui bahwa dialah Wanita yang memeluknya tadi malam, ia memandangnya dengan penuh minat.


Tapi ketika mendengar kata-katanya semakin ambigu, wajahnya berubah gelap secepat membalikkan buku.


Apa yang penampilannya menarik perhatiannya? apa artinya memiliki pikiran terbuka dan tubuh yang murni?

__ADS_1


Wajahnya semakin gelap seperti Awan hitam dan dadanya terasa sesak karena amarah yang tak tertahankan.


Apalagi saat melihat Jiang Xingyu duduk dan makan setelah berbicara, ia tiba-tiba memiliki keinginan untuk menendangnya.


Mengapa Wanita ini tidak memiliki sedikitpun rasa malu setelah mengatakan kalimat ambigu seperti ini? dan makan dengan lahap seolah-olah tidak pernah mengatakannya?


"Kau, kau, kau..." Ning Rui lebih dulu bereaksi dan memandang Jiang Xingyu dengan mata terkejut, tapi tidak tahu harus berkata apa.


Ia tidak pernah berpikir bahwa Wanita yang memeluk Paman Gurunya semalam adalah Jiang Xingyu, dan apa yang dia katakan barusan...


Mengingatnya lagi tiba-tiba pipinya terasa panas, dengan rasa malu yang terpampang diwajahnya.


"Apa yang kau, kau, kau? cepat makan!" Jiang Xingyu menatap Ning Rui dengan mata mematikan.


"..." Puteri Yanning juga ingin mengatakan sesuatu, tapi sebelum mengatakannya, ia terganggu oleh suara kemarahan Jiang Xingyu, hingga akhirnya tidak bisa mengatakannya.


Ketika Jiang Xingyu melihat tatapan Yuwen Junxiu seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup, ia berteriak lagi. "Apa yang kau lihat? cepat makan!"


Yuwen Junxiu hampir tidak bisa menahan tawanya. "Wanita ini sangat cepat mengubah wajahnya."


Setelah selesai makan, Jiang Xingyu menarik tangan Puteri Yanning dan bergegas pergi. Karena kemarahannya belum mereda, ia tidak berpamitan pada Tuan yang mengundangnya.


"Wanita ini bukan hanya tidak tahu malu, tapi juga tidak mengerti tentang kesopanan. Hanya Pria aneh yang akan menikahinya!" Kata Yuwen Junxiu dengan gigi terkatup.


....


"Xingyu, kau benar-benar membuatku ketakutan. Katakan padaku bagaimana kau memeluk Tuan Yuwen? sungguh mengejutkan bahwa dia tidak menendangmu. Katakan! Apakah kau menyukainya? atau dia yang menyukaimu?" tanya Puteri Yanning setelah keluar dari Restoran Chilan, jika sebelumnya ia sangat gugup, maka sekarang ia sangat bersemangat.


"Kau terlalu banyak berpikir!" Jiang Xingyu mengerutkan dahinya. Bukankah sangat aneh jika ia menyukai Pria pelit itu?


"Mengapa aku berpikir terlalu banyak? bukankah jelas-jelas kalian saling berpelukan tadi malam?" Puteri Yanning tidak setuju. Ia tidak akan tenang sebelum mengetahuinya dengan jelas.


Jiang Xingyu tidak punya pilihan selain menjelaskannya. "Tadi malam aku bertemu dengan seseorang yang tidak ingin kutemui, karena jarak yang dekat aku tidak bisa bersembunyi, kebetulan ada dia, jadi aku memeluknya sebagai perisai."


"Oh!" Puteri Yanning tidak meragukan penjelasannya, ya karena ia yakin bahwa Jiang Xingyu tidak akan membohonginya.

__ADS_1


Sebaliknya ia bertanya-tanya mengapa Dewa Jahat tidak menendangnya.


Secara alami ia juga berpikir bahwa Dewa Jahat mungkin sedang membantu Jiang Xingyu.


Setelah mendapatkan jawabannya, rasa penasaran Puteri Yanning masih belum menghilang, lalu bertanya lagi. "Lalu apa artinya memiliki pikiran terbuka namun tubuh sangat murni?"


"Ahem!" Jiang Xingyu tercekat oleh air liurnya sendiri. Ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan hal ini dan sejujurnya ia tidak ingin menjelaskannya, ya karena ia tidak ingin menghancurkan pikiran murni Gadis muda di Zaman ini.


Puteri Yanning baru berusia 15 tahun, tapi dimatanya dia hanyalah seorang Gadis kecil.


Usianya di Zaman ini memang sama dengan Puteri Yanning, tapi pikiran dan jiwanya adalah milik Wanita dewasa berusia 25 tahun. Tentu saja wawasannya lebih luas.


"Hei! Xingyu, mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" Puteri Yanning merengut ketika tidak mendapatkan jawabannya.


Sedangkan Jiang Xingyu masih tidak mengatakan apapun, hingga akhirnya membuat Puteri Yanning menyerah.


Setelah pergi berkeliling sebentar, keduanya kembali ke tempatnya masing-masing.


Puteri Yanning enggan dan tidak ingin kembali ke Istana.


Karena Istana adalah Penjara yang membuatnya tidak bisa merasakan kebebasan. Oleh karena itu ia mulai mengeluh. "Xingyu, jika aku tidak bisa keluar dari Istana dan bermain denganmu, maka aku akan meminta Ibu Permaisuri untuk mengirimkan dekrit padamu, memintamu datang Ke Istana untuk mengunjungiku. Ingatlah! Kau harus datang!"


Setelah mendengar ini, Jiang Xingyu memelototi orang yang mengucapkannya.


Membiarkannya pergi ke Istana hanya untuk mengunjunginya? oh tidak! Ia juga sangat membenci Istana, bahkan jika bisa ia tidak ingin menginjakkan kakinya ditempat itu lagi.


Meminta pada Permaisuri untuk mengirimkan dekrit padanya? bukankah artinya ia hanya bisa menerimanya? jika menolak dekrit ia yakin hidupnya tidak akan damai lagi.


Puteri Yanning menutup mata terhadap tatapan tidak setuju Jiang Xingyu, kemudian pergi dengan enggan.


Setelah itu Jiang Xingyu juga kembali ke Mansion.


.


.

__ADS_1


______Happy Reading_____


__ADS_2